
Randy mengantarkan Vita ke sekolah. Selama perjalanan, gak ada perbincangan apapun. Randy fokus menyetir, sementara Vita asyik melihat lihat ig para artis korea.
Mobil yang di kendarai Randy telah sampai di depan gerbang sekolah. Vita membuka seat belt nya dan memasukkan handphone nya di kantong rok sekolah nya.
Saat Vita ingin membuka pintu. Randy menahan tangan Vita.
" Ada apa mas?, " tanya Vita.
" Ada yang ingin aku katakan, " jawab Randy.
" Apa itu mas? katakanlah cepat, 10 menit lagi bel masuk berbunyi, " balas Vita.
" Emm begini, aku harap kamu gak marah. Mungkin, selama kita menikah, aku gak akan pernah menyentuh mu dan ini semua permintaan Clara. Aku tau itu adalah hak kamu, tapi aku gak bisa menolak permintaan Clara. Aku harap kamu mengerti, " ucap Randy.
" Jika aku marah dan menolak semua itu, apa mas akan peduli? Gak kan? Jadi, terserah mas aja. Karena buat mas, aku gak penting, " balas Vita ketus.
" gak ada lagi yang mau di sampaikan? Aku pamit, " ucap Vita ketus.
Vita langsung membuka pintu mobil dan menutup nya sedikit keras. Ia langsung berlari memasuki gerbang sekolah. Terlihat, mata nya udah berkaca kaca.
" Sakit rasa nya mas. Meskipun, gak ada cinta dalam pernikahan kita. Setidak nya, tolong hargai aku sebagai istri mu. Jangan anggap aku hanya sebagai pajangan mu aja, " batin Vita.
Vita terus berlari menuju kelas nya. Begitu di depan kelas, Ia berhenti dan mengatur kembali nafas nya dan menghapus air mata nya yang udah sedikit membasahi pipi nya. Lalu Vita masuk ke dalam kelas.
Randy memperhatikan Vita yang terus berlari ke dalam sekolah. Ia tau perkataan nya sangat menyakitkan. Tapi mau bagaimana lagi, Ia gak bisa menolak permintaan Clara.
Saat Vita udah gak terlihat lagi, Randy melajukan kembali mobil nya menuju kantor. Hari ini Ia akan sangat sibuk, karena beberapa hari gak masuk kantor.
***********
Selama pelajaran berlangsung, Vita sama sekali gak berkonsentrasi. Fikiran nya kacau karena pembicaraan yang Ia lakukan tadi pagi dengan Randy di mobil.
Sesekali Ia membuang nafas nya secara kasar dan itu pun gak luput dari pandangan Ayu.
Ayu heran melihat sahabat nya yang gak berkonsentrasi dan terus membuang nafas nya secara kasar. Ini gak seperti Vita yang biasa nya. Ia berfikir akan mengintrogasi sahabat nya nanti saat pulang sekolah.
Bel pulang sekolah berbunyi. Ayu memberikan beberapa buku catatan nya kepada Vita selama Vita gak masuk kelas beberapa waktu yang lalu.
Fabian menghampiri Vita untuk mengajak nya ke cafe Aldo, kumpul kumpul sekalian belajar bareng.
Vita mengiyakan ajakan Fabian. Dari pada di rumah, lebih baik Ia menenangkan diri nya dengan berkumpul bersama teman teman. Lagipula, Randy juga mengirim chat kalau gak bisa menjemput karena akan meeting dengan client.
Vita menelpon Rita meminta izin pulang terlambat untuk belajar bersama teman teman nya dan Rita mengizinkan. Meskipun status nya sekarang Vita adalah menantu nya, tetapi Ia gak mau mengekang pergaulan Vita.
Mereka berangkat bersama sama. Karena hanya Vita yang gak membawa kendaraan nya, akhirnya Ia ikut naik mobil Alfian karena dipaksa oleh Alfian.
Selama perjalanan, Vita hanya diam sambil sesekali memandang keluar jendela. Alfian merasa Vita hari ini terlalu pendiam, gak seperti biasa nya.
" Vit, lo baik baik aja? gue perhatikan dari tadi pagi, lo banyak diam dan seperti ada yang lo fikirkan, " tanya Alfian.
" Gue baik baik aja, " jawab Vita singkat.
" Kalau lo ada apa apa, cerita ya. Jangan lo pendam sendiri. Gue khawatir, Vit, " ucap Alfian sambil menggenggam tangan kanan Vita dengan tangan kiri nya.
Vita membiarkan Alfian menggenggam tangan nya. Ia tau hal ini salah. Namun, saat tangan nya di genggam Alfian, Vita merasa nyaman dan hati nya sedikit tenang.
__ADS_1
" Thanks, Fian. Tapi, gue baik baik aja. Lo jangan khawatir ya, " ucap Vita sambil tersenyum.
Alfian tau ada yang disembunyikan Vita namun Ia gak mau memaksa vita untuk bercerita. Alfian kembali fokus menyetir, namun tetap gak melepaskan genggaman tangan nya.
************
Mereka tiba di cafe Aldo. Alfian memarkirkan mobil nya lalu mematikan mesin mobil. Ia dan Vita turun dari mobil dan terlihat teman teman yang lain juga udah sampai.
Mereka semua masuk ke dalam cafe berbarengan. Aldo meminta pelayan cafe nya untuk menyiapkan tempat untuk mereka dan meminta pelayan yang lain membawakan buku menu untuk teman teman nya.
Setelah memesan makanan, Fabian meminta Vita mengajari nya pelajaran fisika dan kimia yang di rasa nya cukup membuat kepala nya sakit.
Vita mengajari Fabian, begitu juga teman teman yang lain ikut memperhatikan apa yang di jelaskan Vita.
Gak berapa lama, pesanan mereka datang. Mereka menghentikan sejenak belajar nya dan memilih menikmati makanan terlebih dahulu.
Mereka terlihat sangat menikmati makanan nya. Kadang, Fabian melontarkan candaan membuat semua nya tertawa.
" Vit, gue boleh coba makanan lo? Seperti nya enak, " tanya Alfian.
" Boleh. Nih, ambil aja, " jawab Vita.
Alfian menyendok makanan di piring Vita dan memakan nya.
" Enak banget, " gumam Alfian.
" Enak kan. Aku paling suka menu ini di cafe nya Aldo, " ucap Vita, dan Alfian manggut manggut.
" Lo mau coba makanan gue?, " tanya Alfian.
Saat Vita ingin menyendok makanan di piring Alfian, Alfian terlebih dahulu menyodorkan sendok nya di mulut Vita. Terpaksa, Vita menerima suapan dari Afian.
" Ciye ciye, momsky popsky mesra banget, " ledek semua teman teman.
" Apaan sih lo semua, " ucap Vita malu.
Sementara di bagian lain cafe, terlihat Rei menahan Randy agar tidak membuat keributan. Ia tau, sahabat sekaligus bos nya itu sedang emosi. Namun Ia gak mau Randy membuat keributan seperti waktu itu dengan teman Vita.
Randy dan Rei memang berada di cafe Aldo juga, karena client yang ingin bekerja sama dengan mereka meminta untuk bertemu di cafe Aldo, sekalian makan siang bersama.
Selama meeting, Randy gak berkonsentrasi. Mata nya terus memperhatikan Vita dan teman teman nya. Rei yang melihat itu, berbisik kepada Randy agar tetap fokus. Jika tidak, mereka bisa kehilangan kontrak kerja sama.
Randy terpaksa menuruti omongan Rei. Ia mencoba fokus dan gak terpengaruh dengan keadaan sekitar.
" Berani berani nya kamu mesra mesraan dengan laki laki itu. Awas aja kamu di rumah, " batin Randy.
***********
Vita dan teman teman nya telah selesai makan dan belajar bersama. Namun mereka masih betah duduk duduk sambil bercanda tawa.
Manager cafe menghampiri mereka dan meminta Vita untuk bernyanyi satu dua lagu, karena banyak pengunjung yang rindu dengan suara merdu nya.
Vita mengiyakan permintaan manager cafe. Ia bangkit dan berjalan ke atas podium. Saat sedang asyik memilih lagu didekat para pemain musik, Alfian menghampiri nya dan mengajak nya untuk duet bersama.
Setelah memilih lagu, mereka kembali ke depan podium dan meminta pemain musik untuk memainkan alat musik nya.
__ADS_1
Vita dan Alfian begitu menghayati lagu. Terkadang, Alfian memegang tangan Vita membuat teman teman nya menjadi heboh.
Tepuk tangan serta siulan, Vita dan Alfian dapatkan setelah selesai bernyanyi. Mereka turun dari podium dan menghampiri teman teman mereka.
" Keren banget deh lo berdua. Gue sama Ririn keren gak ya, kalau duet seperti kalian?, " ucap Fabian sambil melirik ke arah Ririn.
" Ogah, gue duet sama lo. Yang ada, gue di timpukin penonton karena suara cempreng lo itu, " ledek Ririn.
" Ihhh jangan gitu dong Rin. Suara gue kan, gak jelek jelek banget, " ucap Fabian merajuk.
" Udah udah, kalian ini dimana pun selalu ribut, " lerai Vita.
" Ohh iya guys, gue pamit duluan ya. Udah jam 4 sore, gue harus balik nih. Gak enak sama mertua gue, pulang nya telat banget, "ucap Vita.
" Gue antar ya Vit, " tawar Alfian.
" Gak usah deh Fian. Gue naik ojol aja, " tolak Vita halus
" Yaudah Vit. Tapi lo hati hati ya, " balas Alfian, dan Vita mengangguk.
Vita mengambil handphone nya yang terselip di dalam rok sekolah nya. Ia memesan ojol dari aplikasi yang tersedia. Sambil menunggu ojol datang, Vita membereskan buku buku nya dan memasukkan ke dalam tas sekolah nya.
Gak berapa lama, handphone Vita berdering. Terlihat, di layar nomor baru dan saat diangkat supir ojol mengatakan udah menunggu di depan cafe.
Vita pamit kepada teman teman nya lalu berjalan keluar cafe. Alfian memperhatikan punggung Vita yang terus menjauh sampai menghilang dari pandangan.
Randy yang telah selesai meeting bersama client nya, ingin menghampiri Vita dan mengajak nya pulang bersama. Namun, Ia melihat Vita berjalan keluar cafe dan menaiki motor supir ojol. Akhirnya Randy memutuskan kembali ke kantor dengan Rei untuk mengurus pekerjaan nya yang lain.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote nya ya 😘😘😘.
Selamat bermalam mingguan readers ku sayang 😘😘😘.
__ADS_1