
Suasana di ruangan kerja Randy terasa sangat mencekam. Vita yang merasakan atmosfer aneh di ruangan itu mencoba untuk menetralisir. Ya salah dia juga sih cari gara gara sama Rei, yah begini lah hasil nya. Si makhluk bucin itu yang sudah terbakar cemburu sedang menunjukkan taring nya di depan diri nya, Randy, Felix dan juga Ayu serta Zhang yang di hubungi Vita tadi untuk datang ke kantor Randy.
" Eheem, " Vita berdehem sebelum memulai obrolan. " Mas Rei, please jangan marah ya. Itu tuh semua ide nya kak Felix, " ucap Vita takut takut karena Rei benar benar lagi mode senggol langsung bac*k.
Felix langsung membulat kan kedua mata nya saat mendengar Vita malah menyalahkan nya. Lah, ide nya dia malah nuduh orang lain. Dasar gak bertanggung jawab.
" Eh kok ide aku, kan itu ide kamu Vit. Kamu yang menyuruh ku untuk memotret mereka saat kamu pergi ke toliet, " sanggah Felix tidak terima karena di salah kan.
" Ishh iya iya, itu ide ku. Tapi kan harus nya kakak larang aku, ini malah iyain saja, " gerutu Vita.
" Perintah kamu adalah kewajiban untuk ku, " ucap Felix.
" Oo gitu, jadi kalau aku suruh kak Felix loncat dari atas gedung ini, mau gitu?, " balas Vita sengit.
" Tentu saja, jika itu perintah dari kamu, " ucap Felix mantap.
" Ya sudah sana terjun bebas dari lantai lima belas, " balas Vita asal.
Felix yang mendapat perintah dari Vita langsung membungkuk hormat lalu berjalan menuju pintu.
" Ehh kak Felix mau kemana?, " pekik Vita sementara yang lain cuma diam sambil memandang Felix.
Felix menghentikan langkah nya lalu berbalik menghadap Vita " Saya akan pergi meloncat dari lantai lima belas sesuai perintah nona, " jawab Felix dengan nada tegas karena sedang mode kerja.
" Hah, jangan gila kak, aku tuh cuma bercanda, " ucap Vita gelagapan karena Felix ternyata benar benar menuruti perintah nya.
" Kan sudah saya bilang, perintah anda adalah kewajiban saya. Dan itu sudah berlaku sejak saya masih menjadi tangan kanan nya David. Jadi, meskipun perintah itu adalah membunuh diri saya sendiri, maka akan saya laksanakan, " balas Felix.
" Ihhh jangan dong kak, kalau kak Felix mati, terus yang ngawal aku dan baby siapa dong, " ucap Vita berkaca kaca.
Randy yang melihat kedua mata istri nya berkaca kaca langsung mengelus lembut punggung istri nya agar tidak merasa sedih lagi. Ia pun menyuruh Felix untuk kembali mendekat.
" Nona, jangan sedih. Ini semua saya lakukan karena saya telah bersumpah akan menuruti semua perintah David dan saat David meminta saya untuk menjaga nona, itu berarti semua yang nona perintah kan wajib saya laksanakan. Termasuk jika perintah itu untuk membunuh diri saya sendiri, " ucap Felix.
Vita menggeleng geleng kan kepala nya, mana mungkin Ia tega menyuruh orang lain bunuh diri. Apa lagi orang itu sudah sangat baik kepada nya.
" Enggak, aku cuma bercanda kak. Gak mungkin aku suruh kakak bunuh diri. Aku itu sudah sayang banget sama kakak. Aku mau kakak, " ucapan Vita terhenti karena terkejut mendengar pekikan dari Randy.
" Kamu duain aku? Kamu selingkuh sama Felix? Tega kamu Vit sama aku. Kamu bilang sayang sama Felix tepat di depan aku. Kamu gak ngehargain aku, perasaan aku, " ucap Randy ngegas.
Vita memukul dengan keras lengan Randy. Huh sudah ngejutin orang, ini malah nuduh yang enggak enggak.
" Jangan ngaco kalau ngomong. Rasa sayang aku sama kak Felix itu sama dengan rasa sayang aku ke mas Rei. Mereka sudah aku anggap seperti kakak aku sendiri jadi jangan cemburu, " terang Vita.
Randy manggut manggut lalu merangkul bahu Vita sambil senyum senyum gak jelas. Sementara Rei masih saja diam sambil menatap tajam Ayu dan Zhang secara bergantian. Niat nya mau mengomel kok malah tertunda karena adegan perdebatan Felix dan Vita yang berakhir dengan kecemburuan gak jelas dari Randy.
Rei mengambil ponsel nya dari saku celana, mengutak atik sebentar lalu meletakkan ponsel nya di atas meja di depan Ayu dan Zhang " Ini maksud nya apa? Kamu bukan nya izin mau meeting dengan client, terus kenapa malah ketawa ketawa seperti ini?, " tanya Rei dengan nada datar nya.
" Ya memang meeting mas. Itu kita lagi ngobrol santai saja selesai meeting gak ada yang lain kok, " jawab Ayu takut takut karena wajah Rei benar benar nyeremin.
" Dasar bumil rese. Tega banget gue di kerjain begini, " gerutu Ayu dalam hati.
Mulut Rei yang sudah terbuka dan siap ingin membalas ucapan Ayu kembali mengatup karena Vita lebih dulu menyela nya " Mas Rei gak perlu ragu sama perasaan nya Ayu. Percaya deh, di hati Ayu cuma ada nama nya mas Rei. Kalau dia berani selingkuh, aku orang pertama yang akan menghajar nya, " ucap Vita.
" Aku juga sudah mengingatkan Zhang untuk tidak memiliki perasaan lebih ke Ayu karena percuma saja, yang ada cuma patah hati. Dan dia juga sudah paham, saat melihat gerak gerik Ayu yang gak nyaman saat di minta untuk menemani nya berkeliling selama berada di Jakarta, " lanjut nya.
" Heh, memang nya kekasih ku tour guide apa, " omel Rei.
__ADS_1
Ayu yang duduk di samping Rei mencoba mendekat dan menghilang kan jarak di antara mereka lalu mengelus lembut punggung Rei " Sayang, jangan marah lagi ya. Aku sama Zhang tidak ada hubungan apa apa selain mitra bisnis. Please percaya sama aku, cinta nya aku cuma untuk kamu, " bujuk Ayu.
Zhang yang melihat itu hanya bisa tersenyum miris. Cinta nya baru saja tumbuh namun sudah layu. Mau di pertahanin juga percuma, lah cinta mereka sudah tumbuh begitu mekar.
" Maaf karena kehadiran saya membuat masalah dalam hubungan kalian. Tapi, kamu tenang saja karena saya tau diri untuk tidak maju. Cinta nya untuk kamu begitu besar, tidak ada sedikit pun harapan untuk ku. Jadi, aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuk hubungan kalian, " ucap Zhang berbesar hati.
" Tuh dengar mas, jadi jangan cemburu lagi, " ucap Vita dan di balas dengusan oleh Rei.
" Lagi pula ngapain sih kamu foto foto aku sama Zhang terus kasih ke mas Rei. Kamu tuh ya Vit cari masalah saja deh, " omel Ayu.
" Hehehe, itu sih sebenar nya hukuman untuk mas Rei karena dia tidak selektif memilih karyawan. Bisa bisa nya ondel ondel berjiwa pelakor di terima, " ucap Vita.
" Lah kok aku yang salah, itu kan tugas nya HRD jadi kalau kamu mau nyalahin ya salahin tuh HRD jangan aku, " omel Rei tidak terima.
" Iya memang tugas HRD sih tapi mas juga salah gak bilang kalau ada ondel ondel yang kegatelan sama suami aku. Kalau aku gak datang kemarin, pasti suami aku sudah kena jebak. Lain kali itu bilang dong biar cepat aku selesai kan, " balas Vita.
" Lagi pula ya, itu ondel ondel tinggal di belahan Indonesia yang mana kok bisa gak tau kalau mas Randy sudah punya istri dan sebentar lagi punya anak. Haissshhh, " gerutu Vita.
" Sudah sudah jangan di bahas lagi. Rugi kita terus bahas si kembang centil itu. Lebih baik kita pergi ke luar makan siang sekalian ajak Zhang juga, " ajak Randy.
" Ok deh sayang, aku juga sudah lapar, " jawab Vita.
Mereka semua pun pergi untuk makan siang bersama di restoran dekat perusahaan Randy.
" Vita sayang, terima kasih karena sudah mengundang Zhang ke perusahaan kita. Bisa lah nih makan siang sekalian bahas bisnis bersama, kali saja Zhang mau bekerja sama dengan perusahaan kita. Lumayan kan kalau sampai bisa buka cabang di China. Gak ada salah nya kan sambil menyelam minum air, " gumam Randy dalam hati.
Dasar Randy otak bisnis, tau saja dia ada pengusaha hebat di depan nya. Modus banget ngajak makan siang. Kalau berhasil, jangan lupa kasih hadiah untuk istri mu, Rand. Hahaha.
****
Seluruh penghuni kediaman Djaya sedang duduk bersantai di ruang keluarga. Alfian sedang duduk sambil bermain dengan ponsel nya. Randy dan Vita sedang membuat daftar kegiatan mereka selama nanti berada di Korea. Sementara Ilham dan Rita, mereka sedang menonton televisi.
" Iya, " jawab Vita tanpa mengalihkan pandangan nya dari tablet nya Randy.
" Kamu buat kehebohan apa nak?, " tanya Ilham menatap Vita.
" Ada yang mengganggu kamu di kantor sayang?, " timpal Rita.
Vita mengalihkan tatapan nya dari tablet Randy lalu menatap kedua mertua nya dan mengangguk " Dia sudah menghina baby sebagai anak haram. Terus waktu periksa rekaman cctv, eh ternyata dia berniat ingin menjebak mas Randy dengan cara memberikan obat perangsang, " jawab Vita.
" Berani sekali dia mengatakan cucu oma sebagai anak haram. Rand, kamu harus pecat dia terus kasih hukuman yang setimpal ke dia, " omel Rita.
" Menantu mami sudah kasih dia pelajaran. Bukan dia saja sih tetapi keluarga nya juga. Dia dan papah nya sudah masuk penjara " jawab Randy.
" Sebenar nya mau Vita sendiri yang kasih pelajaran ke dia mi, tetapi kan Vita sedang hamil. Vita gak mau nanti baby jadi ikut ikutan memiliki sikap kejam. Vita mau nya baby Vita kalem dan lemah lembut, " timpal Vita.
" Iya juga sih, tapi masuk penjara lumayan juga lah. Setidak nya dia tau siapa yang dia hadapi biar gak sembarangan lagi kalau berbicara, " balas Rita.
Ilham tersenyum " Kamu hebat nak, bisa segera menyelesaikan masalah seperti ini sendiri. Kamu benar benar Djaya sejati. Ingat, jangan pernah kasih ampun kepada orang yang menghina kita, " ucap Ilham.
" Ini juga berkat bantuan kak Felix. Kerja kak Felix itu cepat dan rapi, terus tau banget apa yang Vita mau. Oh iya pi mi, Vita mau ngucapin terima kasih karena papi dan mami sudah menerima Vita sebagai bagian dari keluarga Djaya.Vita benar benar bahagia menjadi menantu papi dan mami, " balas Vita dengan mata ynag berkaca kaca.
" Mami dan papi yang lebih bahagia karena mendapat menantu hebat seperti kamu yang sangat menyayangi keluarga, " balas Rita.
" Sayang, " panggil Randy.
Vita menoleh dan melihat suami nya tersenyum " Terima kasih karena waktu itu kamu menerima lamaran aku meskipun awal nya terpaksa. Kamu adalah penyempurna hidup ku. Sekarang sungguh aku sangat bahagia karena sebentar lagi kamu akan melahirkan buah cinta kita. Aku berjanji akan selalu berusaha untuk membuat kamu dan anak kita bahagia, " ucap Randy.
__ADS_1
Vita mengangguk lalu memeluk erat suami nya " I love you my husband, " ucap Vita.
" I love you too my wife, " balas Randy sambil membalas pelukan Vita.
Melihat anak dan menantu nya saling berpelukan, membuat Ilham juga memeluk Istri nya dan mencium kening istri nya penuh cinta.
" Haduhhh, iri gue. Ya Allah, berilah hamba ketabahan hati melihat dua pasangan ini yang tidak lihat tempat dan waktu saat bermesraan. Tega banget mereka Ya Allah sama Fian yang jomblo ini, " ucap Alfian sambil menengadah kan kedua tangan nya ke atas seraya berdoa.
Ilham, Rita, Randy dan Vita tertawa melihat tingkah Alfian.
" Maka nya sana cari pasangan biar gak jadi jomblo ngenes, " ledek Randy.
" Jombo sih jomblo tapi gak ngenes juga ya. Asal tau saja, aku ini high quality jomblo, " gerutu Alfian.
" Alah sama saja, dasar jomblo, " ledek Randy lagi lalu tertawa melihat Alfian mencebikkan mulut nya karena terus di ledek.
Alfian yang kesal karena terus di ledek oleh Randy langsung membuka aplikasi WA nya lalu mengetik status di sana. Setelah itu, Ia pamit untuk pergi ke kamar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.
Epilog.
Aldo yang sedang melihat lihat status teman WA nya terkejut karena Alfian yang paling jarang buat status, kini nama nya muncul di beranda status milik nya. Ia pun mengklik dan membaca nya.
" Lagi cari teman kencan buta, yang jomblo boleh merapat, ".
__ADS_1
Kedua mata Aldo membulat sempurna saat membaca status Alfian. Ia pun membalas status aneh sahabat nya itu.
" Lo lagi stres atau otak lo lagi geser, Fian***?, ".