Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 166 Ngedate


__ADS_3

Vita telah selesai bersiap siap untuk pergi bertemu dengan sahabat sahabat nya. Ia sudah sangat rindu dengan semua anak anak rempong yang selalu membuat suasana menjadi riuh.


Setelah memastikan sekali lagi tampilan diri nya di cermin, Vita mengambil tas yang sudah Ia siapkan di atas meja rias lalu bergegas keluar dari kamar nya mencari kedua mertua nya untuk berpamitan,


" Mami papi, Vita pergi ya, " pamit Vita saat menemukan kedua mertua nya sedang bersantai di gazebo.


" Iya, hati hati ya sayang. Ingat, jangan jauh jauh dari Peter dan yang lain nya. Jangan berjalan terlalu cepat dan membawa barang barang, suruh saja para bodyguard yang membawa, " ucap Rita mengingatkan.


" Siap ibu negara, perintah dilaksanakan, " balas Vita sambil memberikan hormat kepada Rita.


" Ih kamu ini ya, malah becanda kalau mami ingatkan begini, " kesal mami nya.


" Hehehe, maaf mi, " balas Vita terkekeh sambil menurunkan tangan nya lalu mencium pipi mami nya dan beralih mencium punggung tangan papi nya.


" Vita berangkat sekarang ya, " pamit Vita yang di jawab anggukan kepala oleh Ilham dan Rita lalu Vita berbalik dan berjalan meninggalkan kedua mertua nya.


" Mi, menantu kita sudah pergi dan sekarang tinggal kita berdua saja di rumah, bagaimana kalau kita buatkan adik untuk mereka?, " ucap Ilham sambil menaik turun kan kedua alis nya dan tersenyum menyeringai ke arah istri nya.


Rita menatap horor ke arah suami nya itu lalu berucap " Papi gak sadar umur apa? Ingat, sebentar lagi mau tambah cucu satu lagi, gak usah mengada ada, ". Setelah mengucapkan hal itu, Rita pergi meninggalkan suami nya sendiri di gazebo dan berjalan masuk ke dalam rumah.


" Dasar, sudah tua bukan nya mesum nya hilang malah makin menjadi jadi, " gerutu Rita yang terus melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah.


Vita menghampiri Peter yang sudah siap di samping mobil yang akan membawa nya pergi bertemu dengan sahabat sahabat nya.


" Sudah siap nona?, " tanya Peter.


" Sudah, ayo berangkat, " jawab Vita semangat.


Peter mengangguk kan kepala nya lalu membuka kan pintu penumpang bagian belakang untuk Vita. Vita mengucapkan terima kasih lalu masuk ke dalam mobil dan duduk dengan nyaman. Lalu, Peter menutup pintu mobil dengan hati hati dan membuka pintu penumpang di bagian depan dan masuk ke dalam mobil.


" Pak, kita mampir dulu ke toko kue yang biasa ya, lalu setelah itu kita ke kampus nya Fian, " ucap Vita sebelum supir menginjak pedal gas.


" Baik nona, " balas supir lalu mulai melajukan mobil nya keluar dari halaman kediaman keluarga Djaya di ikuti oleh satu mobil di belakang mereka yang berisi empat orang bodyguard tambahan.


Sudah seperti orang nomor satu di Indonesia saja ya kamu Vit, di kawal oleh banyak bodyguard, hehehe.


Mobil yang membawa Vita tiba di toko langganan nya, Ia bergegas keluar dari mobil dan masuk ke dalam toko kue di ikuti oleh Peter di belakang nya dan dua bodyguard.


Vita memilih cheese cake untuk Alfian, dan juga beberapa cake kesukaan sahabat sahabat nya. Tak lupa, Ia juga membelikan cake untuk para bodyguard yang mengawal nya, serta Peter dan pak supir.


Ini nih yang membuat para bodyguard yang mengawal Vita semakin berusaha keras untuk selalu menjaga dan melindungi majikan nya dengan segenap hati dan jiwa mereka. Vita selalu ingat kepada mereka dan bersikap sangat baik serta perhatian kepada mereka. Tidak pernah sekali pun membedakan mereka yang status nya hanya pekerja.


Setelah membayar cake cake pilihan nya, Vita kembali ke dalam mobil. Lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kampus Alfian.


****


Mobil yang membawa Vita sudah tiba di halaman kampus, Ia mengambil ponsel nya lalu menghubungi Ayu.


Setelah beberapa saat menunggu, Vita melihat sahabat sahabat nya berjalan mendekat ke arah mobil nya. Ia pun bergegas turun dan memeluk satu persatu sahabat nya saat sudah berada di hadapan nya.


" Gue kangen banget guys, " ucap Vita.


" Sama momsky, kita semua juga kangen banget sama lo, " balas Ririn.

__ADS_1


" Ya sudah yuk berangkat, " ajak Vita semangat.


" Ehm, Vit sorry, kita batal pergi nya. Tiba tiba saja kita ada kelas tambahan karena salah satu dosen tadi mengabari mengubah jadwal kelas yang harus nya besok menjadi hari ini. Besok dosen itu harus berangkat keluar kota karena ada seminar, " ucap Ayu tak enak hati karena melihat sahabat nya itu sudah sangat bersemangat, mengingat sudah lama sekali mereka tidak berkumpul bersama dan juga sudah lama sahabat nya itu tidak pergi keluar rumah.


" Yah, kok batal sih, " balas Vita sedih.


" Maaf ya momsky, kita batal pergi hari ini, " ucap mereka serempak saat melihat raut wajah sedih Vita.


Vita menghela nafas nya dengan berat lalu mengangguk kan kepala nya dengan berat hati.


" Ya sudah tidak apa apa, gue ngerti, " balas Vita lirih.


" Sorry ya Vit, nanti kita atur waktu lagi ya untuk pergi jalan bareng, " ucap Ayu.


Vita mengangguk kan kepala nya lalu menyuruh salah satu bodyguard untuk membawakan cake yang tadi dia beli untuk sahabat sahabat nya itu.


" Nih untuk kalian, tadi gue sempat mampir ke toko roti. Dan ini, titip untuk Alfian ya, gue yakin dia pasti akan melewatkan makan siang nya dan menghabiskan waktu nya di perpustakaan, " ucap Vita sambil menyodorkan beberapa kotak cake ke sahabat nya.


" Terima kasih momsky, " balas Fabian sambil mengambil alih kotak cake dari tangan Vita.


" Sama sama. Ya sudah, gue pamit ya, " ucap Vita.


" Lo mau langsung pulang?, " tanya Aldo.


" Tidak, gue mau mampir ke kantor nya mas Randy, mau ngajak dia makan siang bareng. Sayang banget dandanan gue yang sudah cantik maksimal begini kalau langsung balik ke rumah, " jawab Vita yang berusaha untuk tidak terlihat kesal di hadapan semua sahabat nya.


" Ya sudah, lo hati hati ya. Dan Peter, tolong jaga Vita selama di luar ya, " ucap Aldo mengingatkan Peter.


" Baik tuan, " jawab Peter tegas saat mendengar perintah sahabat nona muda nya.


" Bye momsky, hati hati, " balas mereka semua sambil ikut melambaikan tangan mereka ke arah Vita.


Setelah mobil yang membawa Vita pergi meninggalkan pelataran parkir kampus, mereka semua beranjak pergi menuju kelas mereka. Setelah kelas selesai barulah nanti Ayu akan mengantar kan cheese cake Alfian, karena saat ini kelas mereka akan segera di mulai.


****


Vita memasuki ruang kerja Randy dengan muka di tekuk dan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu, di susul oleh Peter yang sedikit membungkuk kan badan nya ke arah Randy saat sudah berada di dalam ruangan itu. Randy, Rei dan Siska yang sedang membahas pekerjaan terkejut karena kedatangan Vita dan Peter yang tiba tiba.


Randy bergegas menghampiri istri nya dan duduk di samping istri nya yang menunjukkan raut wajah kesal.


" Sayang, ada apa? Kenapa kamu kelihatan kesal?, " tanya Randy tetapi Vita tetap diam dengan nafas yang memburu karena kesal.


Tak mendapat jawaban dari istri nya, Randy langsung bertanya kepada Peter.


" Peter, ada apa? Kenapa istri ku kesal seperti ini? Apa ada yang menggangu nya saat menuju ke ruangan ku?, " tanya Randy bertubi tubi.


" Tidak ada tuan. Nona Vita kesal karena tidak jadi pergi dengan sahabat sahabat nya. Tiba tiba saja, mereka semua ada kelas tambahan dan mengharuskan mereka membatalkan rencana mereka untuk jalan bareng, " jawab Peter.


Randy menghela nafas nya dengan berat. Ia paham kalau istri nya sampai merasa kesal seperti ini karena sudah lama tidak jalan bareng dengan para sahabat nya.


" Sayang, sudah jangan kesal lagi ya. Lain kali kan kalian bisa janjian lagi untuk pergi jalan jalan bersama, " bujuk Randy sambil mengelus lembut puncak kepala istri nya.


" Hmm, " jawab Vita dengan deheman.

__ADS_1


Randy melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya, sudah jam makan siang. Lebih baik mengajak istri nya makan bersama lalu mengajak nya berbelanja sedikit agar suasana hati istri nya kembali membaik.


" Sudah waktu nya makan siang, kita pergi makan yuk. Setelah makan, kita pergi berbelanja baju. Kemarin kamu bilang baju kamu sudah banyak yang sempit, jadi ayo kita belanja baju untuk kamu, " ajak Randy.


" Kamu kan lagi sibuk, kita makan siang saja lalu kamu balik ke kantor dan lanjutkan pekerjaan kamu. Belanja baju nya kapan kapan saja, " tolak Vita gak enak hati karena melihat suami nya yang sangat sibuk, terlihat tadi suami nya sedang membahas pekerjaan bersama Rei dan Siska saat dia masuk ke dalam ruang kerja Randy.


" Tidak apa apa sayang, pekerjaan ku bisa aku lanjut kan besok. Yang penting buat aku itu kamu dan baby kita, " balas Randy seraya tersenyum kepada istri nya.


" Uhhhh, aku terharu sayang, " ucap Vita lalu memeluk Randy.


Randy terkekeh sambil membalas pelukan istri nya. " Sudah yuk berangkat sekarang. Kasian baby sudah kelaparan itu, " ajak Randy setelah pelukan mereka terlepas.


Vita mengangguk lalu mereka bangkit dari sofa. Randy kembali ke meja kerja nya mengambil ponsel dan kunci mobil nya.


" Rei, kita lanjut besok lagi dan Siska batalkan semua jadwal ku sampai sore nanti karena aku tidak akan kembali lagi ke kantor, " ucap Randy kepada Rei dan Siska.


" Baik tuan, " jawab Siska. Sementara, Rei hanya mengangguk kan kepala nya membalas ucapan Randy.


" Yuk sayang, kita berangkat, " ucap Randy yang sudah merangkul pinggang Vita.


Vita tersenyum dan mengangguk kan kepala nya lalu mengalihkan pandangan nya ke arah Rei dan Siska.


" Mas Rei, mbak Siska, kami pergi ngedate dulu ya, " pamit Vita tersenyum bahagia sambil melambaikan tangan nya ke arah Rei dan Siska.


" Selamat bersenang senang, nona, " balas Siska ramah.


" Have fun and take cake, my sister, " balas Rei tersenyum melihat wanita yang sudah di anggap nya sebagai adik nya sendiri terlihat sangat bahagia.


Vita mengangguk kan kepala nya lalu melangkah kan kaki nya bersama Randy keluar ruangan di susul oleh Peter di belakang mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2