
Flash back on.
Setelah Rei menelpon orang suruhan nya untuk memantau Clara, lalu Rei menelpon orang suruhan nya yang lain, untuk mencari informasi tentang Vita. Ia harus tau, apakah Vita sama atau tidak dengan Clara, yang gila akan harta dan popularitas.
Satu jam kemudian, Rei udah mendapatkan seluruh informasi tentang Vita. Seperti dugaan nya, gadis kecil itu berbeda dengan Clara. Sangat cocok untuk diajak kerja sama.
Rei mengambil handphone nya, lalu menelpon seseorang untuk memberitahu info yang didapat nya.
Tut.. Tut.. Tut..
" Hallo. Apa ada berita baik, yang akan kamu sampai kan mas Rei ?, ".
" Tentu saja, Ziya, ".
" Bagus. Berita apa itu?, ".
" Randy udah memilih wanita yang akan dinikahi nya. Tentu aja, aku udah mencari info tentang wanita itu. Menurut ku, wanita itu bisa kita andalkan untuk memperlancar rencana mu, Zi, ".
" Baiklah. Nanti malam, kita langsung temui wanita itu. Lebih cepat lebih baik, ".
" Baik. Nanti, aku kirimkan alamat rumah nya. Kita ketemu langsung disana, ".
" Ok, mas Rei, ".
Rei mengakhiri panggilan telepon nya bersama Ziya, lalu mengirimkan pesan alamat rumah Vita.
Malam pun tiba, Vita udah tertidur karena tubuh nya yang sakit akibat terjatuh dari motor, harus terbangun karena mendengar suara ketukan dari pintu depan.
Vita membuka mata nya, meregangkan sedikit otot otot nya. Beranjak dari tempat tidur nya dan berjalan keluar kamar nya untuk membuka pintu.
" Siapa sih malam malam begini bertamu! Gak tau apa, kalau gue lagi istirahat, " gerutu Vita.
Ceklekk...
Vita membuka pintu dan melihat ada dua orang tamu yang datang. Namun, Vita sama sekali gak mengenal mereka.
" Selamat malam, " sapa Rei sopan.
" Ahhh iya, selamat malam. Maaf kalian siapa ya? Mau cari siapa malam malam begini?, " tanya Vita.
" Maaf, kalau kami mengganggu malam malam. Tapi, ada hal penting yang harus kami bicarakan dengan kamu, Vita, " ucap Rei.
Vita mengernyitkan kening nya. Ia merasa gak mengenal dua orang yang ada di hadapan nya ini. Tapi, kenapa seperti nya mereka mengenal diri nya.
" Ah baiklah, silahkan masuk, " ucap Vita sopan.
Rei dan Ziya masuk kedalam rumah dan duduk di sofa, setelah dipersilahkan oleh Vita. Vita permisi sebentar, membuatkan minuman untuk Rei dan Ziya. Setelah beberapa menit, Vita kembali lagi keruang tamu dengan membawa dua cangkir teh.
__ADS_1
Vita meletakkan kedua cangkir itu ke atas meja, setelah itu Ia duduk di sofa. Ia memandang kearah Rei dan Ziya secara bergantian, lalu bertanya apa maksud dan tujuan mereka datang kerumah nya.
" Maaf sebelum nya, seperti nya saya tidak mengenal kalian. Kalau boleh saya tau, apa tujuan kalian berdua datang kerumah saya?, " tanya Vita sopan.
" To the point aja karena saya tidak suka basa basi. Saya ingin, kamu setuju menikah dengan saudara laki laki saya, yaitu mas Randy. Buat dia melupakan rencana nya menikahi Clara sebagai istri kedua nya, " ucap Ziya.
" Aaappaaa? Kenapa saya harus setuju? Lagi pula, kenapa mbak bisa tau tentang hal ini? Bukan nya mas Randy merahasiakan hal itu dari keluarga nya? " tanya Vita bingung.
" Apa yang tidak saya tau. Semua hal tentang nya, saya tau. Termasuk, rencana busuk Clara. Namun, saya masih merahasiakan hal ini dari orang tua saya. Saya tidak ingin orang tua saya mengetahui nya, cukup saya aja yang tau dan bertindak, " jawab Ziya.
" Lalu, kenapa mbak libatkan saya dalam masalah keluarga kalian? Saya hanya hutang dua puluh juta, bukan seluruh hidup saya, " balas Vita yang sudah terpancing emosi.
" Tolong jangan marah terlebih dahulu. Perkenalkan, saya Rei asisten pribadi Randy sekaligus sahabat nya dari kecil. Kami tidak pernah merahasiakan apapun. Jadi, Ziya bisa mengetahui permintaan gila Clara kepada Randy, dari saya. Randy memberitahukan semua nya kepada saya. Saya minta, kamu membantu kami untuk membuat Randy berpisah dari Clara, " ucap Rei menenangkan Vita.
" Tapi, kenapa harus saya?, " tanya Vita.
" Karena kamu, wanita yang cocok untuk menjadi istri Randy. Kamu wanita baik baik, dan kami ingin Randy mempunyai istri yang baik seperti mu, " jawab Rei.
Vita memijit pelipis nya, kepala nya pusing dengan masalah ini. Ia tidak menyangka hanya karena menabrak mobil, mengharuskan nya terlibat dengan masalah keluarga orang lain.
" Kamu lihat rekaman video ini terlebih dahulu, "ucap Ziya sambil menyodorkan handphone nya kepada Vita.
Vita mengambil handphone Ziya dan melihat rekaman yang diputar oleh Ziya. Vita terkejut dengan isi rekaman itu. ia tidak menyangka, ada orang sejahat itu didunia ini. Hanya karena harta, Ia rela melakukan apapun.
Setelah selesai melihat video itu, Vita mengembalikan handphone Ziya. Ia bergidik ngeri membayangkan jika hal itu sampai terjadi.
" Setelah melihat video ini, aku yakin mas Randy akan memutuskan hubungan nya dengan wanita itu. Tapi setelah ini, pasti dia gak akan pernah mau menjalin hubungan dengan wanita lain karena luka itu, dan pasti nya akan ada trauma juga yang dirasakan nya. Jadi sebelum itu, saya membuat rencana agar mereka berpisah untuk sementara waktu, dengan cara mengirim Clara keluar negri. Aku gak menyangka, kegilaan nya dengan harta dan popularitas, membuatnya rela menjadi istri kedua, " jelas Ziya panjang kali lebar.
" Tunggu, jadi yang membuat wanita itu pergi, " ucapan Vita terputus karena Ziya memotong nya.
" Ya, itu karena aku. Agensi model dari paris yang memperkerjakan Clara, itu milik salah satu saudara suami ku, yang tidak diketahui oleh mas Randy maupun Clara. Aku meminta bantuan nya, agar rencana ku berhasil. Disana, aku sedang menjalankan rencana balas dendam ku untuk wanita itu. Lalu disini, kamu harus membantu ku, " ucap Ziya.
" Apa mbak gak takut saya akan berkhianat? Lagi pula, belum tentu kan saya mau mbak, " balas Vita.
" Kamu pasti mau dan harus mau. Karena jika kamu menolak, saya akan menghancurkan seluruh hidup teman teman kamu dan keluarga nya. Tidak sulit untuk ku, menghancurkan seluruh anak anak XIIipa1, momsky, " ancam Ziya.
" Ahh satu lagi. Untuk tiga orang yang ada dikelas itu, saya akan lebih membuat mereka menderita. Aaahhh, siapa ya nama nya? Emmm mas Rei, coba bantu aku ingat. Ahh, aku sudah ingat. Mereka itu Ayu, Aldo dan juga Alfian. Benar kan, aku? Hahahahahaa . Aku akan membuat, kamu melihat sendiri penderitaan mereka yang di akibatkan oleh kamu, " ancam Ziya lagi.
Lagi lagi Vita bergidik ngeri dan ketakutan. Namun kali ini, karena mendengar ancaman Ziya. Ia gak menyangka, teman teman nya akan menjadi korban jika Ia menolak semua ini.
Vita hanya diam, lidah nya keluh untuk berbicara. Ia menundukkan kepala nya, rasa nya Ia bingung harus berbuat apa.
" Saya yakin, kamu akan setuju dan tidak akan berkhianat. Lagi pula, apa kamu ingin membalas seluruh kebaikan teman teman mu, dengan kehancuran hidup mereka dan keluarga nya. Saya percaya, kamu bukan lah orang seperti itu, " ucap Ziya.
" Saya akan menjamin, hidup kamu bahagia nanti nya bersama mas Randy. Jadi, fikirkan lah baik baik. Dan satu lagi, kamu boleh meminta syarat apapun kepada mas Randy untuk jaminan hidup mu. Termasuk, kalau kamu ingin meminta syarat harta juga boleh, "ucap Ziya memancing Vita.
Vita mengangkat kepala nya, raut wajah nya terlihat Ia sangat marah dengan ucapan Ziya.
__ADS_1
" Maaf mbak, saya itu tidak gila akan harta. Jadi, tolong jangan sama kan saya dengan ular keket itu, " ucap Vita emosi.
" Ular keket, " beo Ziya.
" Aku suka julukan kamu untuk wanita itu, " puji Ziya lalu tertawa keras.
Vita hanya diam saat Ziya tertawa keras seperti itu. Berbeda dengan Rei, Ia hanya senyum senyum mendengar julukan itu untuk Clara.
Setelah puas tertawa, Ziya mengajak Rei untuk pulang.
" Mas rei, sebaiknya kita pulang sekarang. Kita harus memberikan nya waktu untuk berfikir dengan jernih, "ucap Ziya seraya beranjak dari sofa dan Rei mengiyakan lalu ikut beranjak dari sofa.
" Dan ingat Vita, ancaman ku tidak main main. Sekarang sudah saat nya, kamu membalas semua kebaikan teman teman mu itu, " ucap Ziya.
Ziya berjalan keluar rumah vita, masuk kedalam mobil dan mengendarai mobil nya meninggalkan rumah Vita. Begitu juga dengan Rei. Vita hanya diam dan melihat saat Ziya dan Rei pergi dari rumah nya.
Setelah Ziya dan Rei pergi, Vita masih duduk termangu seorang diri. Fikiran nya kacau, mengingat ancaman Ziya yang begitu mengerikan.
Apakah Ia harus menolak semua ini. Tapi jika menolak, bisakah Ia melihat seluruh teman teman dan sahabat nya menderita karena diri nya.
Vita beranjak dari duduk nya berjalan menuju pintu lalu menutup dan mengunci nya. Ia kembali kekamar nya dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Ancaman Ziya dan wajah teman teman nya menari nari didalam fikiran Vita. Hati dan fikiran nya saling berperang, di saat Ia ingin mengambil keputusan. Air mata nya mengalir dengan deras nya.
Namun, demi teman teman dan sahabat nya, Ia akan menyetujui pernikahan itu. Ia juga gak bisa sekuat sekarang, jika gak ada mereka yang selalu ada untuk nya. Setelah ayah bunda tiada, teman teman dan sahabat nya lah yang selalu menguatkan diri nya dan selalu ada disaat dirinya kesusahan. Sekarang, giliran nya membalas semua itu.
Setelah memutuskan semua itu, Vita menghapus air mata nya dan mencoba untuk gak menangis lagi. Ia gak ingin wajah nya menjadi bengkak. Vita pun memejamkan mata nya dan tertidur.
Flashback off.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
*M**aaf ya, kalau flashback nya kurang memuaskan para readers. 🙇🙇*