Terjerat Dua Cincin Sang CEO

Terjerat Dua Cincin Sang CEO
Merah Muda


__ADS_3

Selama dalam perjalanan, Sam hanya terdiam dan sibuk berperang dengan fikirannya sendiri. Sementara di kursi penumpang, sepasang suami istri itu terdengar saling bercengkrama dan melempar rayuan satu sama lain. Tentu saja Sam merasa bahagia, mengingat pada pernikahan sebelumnya, sang Tuan tak pernah merasakan indahnya hubungan berpasangan seperti saat ini.


Akan tetapi, dibalik kebhagiaan yang dirasakan Sam, terselip rasa cemas luar biasa yang membuatnya terus membungkam dengan berbagai fikiran berkecamuk.


Dirinya bahkan akan berkunjung ketempat gadis yang pernah ia turunkan begitu saja di tengah jalan. Terlebih Arka saat ini juga ikut bersamanya. Lalu bagaimana jika gadis itu mengatakan semua yang sudah terjadi pada sang tuan. Bukan hanya makian, bahkan bogem mentah dipastikan mendarat diwajahnya jika sampai gadis itu dengan sengaja mengadu.


Sam hanya mampu menghela nafas berulang. Memikirkannya saja sudah membuatnya pusing, apalagi harus merasakannya.


"Asisten Sam, bisakan kita mampir kepusat perbelanjaan sebentar? Ada sesuatu yang ingin kucari untuk Kiara." Nada bicara Zara terdengar riang, hingga Sam yang sempat melihatnya dari kaca depan pun merasa tak mampu untuk mengecewakan nonanya.


"Baik, nona."


Sam pun menepikan kuda besinya saat mendapati pusat perbelanjaan cukup besar dengan berbagai kebutuhan lengkap di dalamnya.


"Sayang, aku akan turun. Tunggu saja di sini. Aku janji tidak akan lama." Zara hendak membuka pintu mobil, namun dengan cepat Arka menahannya.


"Sayang, biarkan Sam yang melakukan semua itu. Kau pasti akan kelelahan." Selepas berucap pada Zara, kini pandangan Arka tertuju pada Sam. "Sam, turunlah. Carilah benda atau makanan apa pun yang mungkin disukai oleh seorang gadis. Aku tidak ingin jika Zara kelelahan, maka dari itu aku memutuskan kau saja untuk mengantikannya. Kau pasti tidak keberatan, bukan?" titah Arka lembut namun engan mendapatkan penolakan.


"Baik, tuan." Tanpa menunggu lama, pria itu pun beranjak turun dan meninggalkan kuda besinya untuk memasuki bangunan beberapa lantai tersebut.


Sampai di dalam area pun Sam masih tampak kebingungan. Menatap kekiri dan kekanan, kiranya langkah pertama apa yang semestinya ia lakukan.

__ADS_1


Untuk sesaat pria itu tetap mematung, sementara pandangannya berkeliling. Ia bahkan mengacak rambutnya frustrasi, namun saat beberapa ibu-ibu tanpa sengaja menatapnya, Sam pun lekas memasang wajahnya sekeren mungkin agar tak terlihat memalukan.


Sial. Apa yang harus aku lakukan dan barang-barang apa saja yang akan aku beli. Seumur hidup aku bahkan tak pernah berbelanja kebutuhan seorang gadis sama seperti yang sedang aku lakukan saat ini.


Pandangan Sam pun tertuju pada salah sepasang pengunjung yang baru saja memasuki pusat perbelanjaan. Sepasang netra elangnya terus saja mengawasi, hingga pasangan muda mudi yang sepertinya adalah kekasih itu pun menarik sebuah troli kemudian membawanya berkeliling.


Sam pun menyerigai, tanpa menunggu waktu lama ia pun melakukan hal yang sama. Menarik satu buah troli dan membawanya berkeliling. Pandangan Sam sempat melirik kearah pasangan itu lagi, di mana sang gadis menunjuk beberapa makanan ringan dengan kotak dan kemasan berwarna merah muda cerah. Gadis itu pun tersenyum senang dan sesekali bertepuk tangan riang saat si pria dengan suka rela mengambil dan mengumpulkannya di dalam troli.


Ya tuhan. Apakah aku harus melakukan hal yang sama?


Sam menggeleng tak percaya. Tetapi, bukankah dia juga seorang gadis, dan mungkin Kiara juga menyukai makanan yang baru saja ditunjuk oleh gadis itu. Selepas pasangan kekasih itu mengeser tempat, dengan cekatan Sam mengambil beberapa kotak dan kemasan makanan ringan dengan warna merah muda cerah dan memindahkannya kedalam troli.


Apakah semua gadis di dunia hanya diciptakan untuk menyukai satu jenis warna saja. Kenapa harus merah muda dan bukan warna yang lainnya.


Enggan terlihat seperti seorang penguntit, Sam pun bergerak cepat memilih makanan dan benda apa saja yang menurutnya sesuai dengan kriteria. Yang penting berwarna merah muda. Itulah yang ada di benak Sam saat ini.


Tak berapa lama, troli berukuran besar itu pun terisi penuh sudah. Sam menghela nafas lega dan lekas membawanya kemeja kasir.


Penjaga kasir perempuan dan masih terlihat muda itu tersipu malu saat menatap isi troli Seorang pria muda seperti Sam dipenuhi dengan berbagai makanan dan benda berwarna merah muda cerah. Sam berusaha menetralkan diri dan membuang rasa malunya sejauh mungkin. Berusaha abai pada pandangan gadis-gasis di sekitar yang menatapnya lapar.


*****

__ADS_1


Zara tak mampu menutupi binar kebahagiaan di wajah cantiknya saat Sam muncul dengan beberapa kantong besar belanjaan yang memenuhi bagasi mobil. Terlebih, Sam berlagak selayaknya seorang pria keren yang sudah ahli dan paham seluk beluk dalam berbelanja bulanan.


Pasalnya, bukan hanya makanan ringan yang dipilih sam. Terdapat banyak keperluan lain seperti buah, sabun, daging, dan payung pun tak luput dari jangkauan Sam. Membuat Zara kian terkagum-kagum, dan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghargaan.


"Nona, maaf. Ada beberapa bahan dan benda yang tidak saya beli, sebab stok beberapa benda dengan warna merah muda sudah kosong. Juga dengan sayur, sayu juga teramat kesulitan untuk bisa menemukan jenis sayuran dengan warna merah muda cerah yang mana kerap digemari oleh kaum perempuan," ucap Sam penuh penyesalan.


Untuk sejenak Zara tertegun, namun Arka justru tergelak kencang, yang mana Zara spontan memukul bahu sang suami pelan, agar Sam tak sakit hati.


"Sejak kapan kau mulai menyimpulkan jika seorang gadis hanya menyukai satu warna yaitu merah muda?" Masih menahan gelak, Arka tak mampu menahan rasa untuk tak melemparkan tanya pada asistennya.


"Sejak tadi. Sejak sepasang kekasih yang tanpa sengaja saya lihat sedang berbelanja," jawab Sam dengan polosnya.


"Apakah gadis memilih belanjaan dengan kemasan berwarna merah muda hingga kau memutuskan untuk mengikutinya?"


Sam pun mengangguk kemudian berucap. "Iya,tuan. Saya rasa semua gadis menyukai warna merah muda hingga tanpa ragu saya memborong sebagian besar makanan dan benda di toko tersebut yang memiliki warna merah muda." Sam bahkan mengingat kembali momen-momen itu. Saat dirinya dengan gugup, bercampur lelah menyusuri seluruh pusat perbelanjaan hanya untuk menemukan barang dengan warna merah muda.


Kali ini, bukan hanya Arka yang tergelak. Zara pun ikut terbawa suasana dan tak mampu lagi menahan gelak tawanya. Sam memang tak berpengalaman, tetapi ia mengapresiasi kerja keras asisten suaminya itu sampai berada dalam tahap saat ini.


"Sam, cepat carilah kekasih. Jangan biarkan kejombloanmu itu berlarut-larut hingga mengikis sedikit demi sedikit kewarasanmu." Bukan berniat untuk mengejek, namun Arka mulai dibuat gemas pada sifat Sam yang enggan berdekatan dengan mahluk hidup bernama perempuan.


Selain Surti, dan nonannya. Perempuan tak tertulis di dalam kamus pribadinya. Baik itu di masa lampau atau pun masa kini.

__ADS_1


__ADS_2