Terjerat Dua Cincin Sang CEO

Terjerat Dua Cincin Sang CEO
Penuh Cinta


__ADS_3

Netra bulat yang sempat terbelalak, kini mulai terpejam. Sentuhan benda kenyal itu mengiring senyar rasa asing bagi Zara. Seakan menginginkan lebih, Arka mulai menggigit bibir bawah sang istri hingga ia terkejut dan bibirnya sedikit terbuka. Dengan mudah pria itu segera melancarkan aksinya. ******* lembut dan menyesapi rasa manis dari benda kenyal berwarna merah muda itu.


Zara yang sama sekali tak berpengalaman pun awalnya terkejut dan ingin cepat melepaskan pertautan dua bibir itu. Akan tetapi ia kalah telak, tubuh mungilnya berada dalam rengkuhan tubuh sang suami hingga ia bisa pasrah dan hanya terdiam pasif namun mulai bisa menikmatinya.


Cukup lama mereka bertahan dalam posisi semacam itu. Arka pun sesekali memberi jeda sang istri untuk mengambil nafas. Merasa semakin gemas dan tak tahan lagi pada Zara, Arka lekas merengkuh tubuh sang istri dan merebahkanya dengan pelan di atas ranjang.


"Tuan, apa yang akan kita lakukan?" tanya Zara polos saat tubuh Arka juga ikut berbaring di sisinya.


Pria itu tergelak kemudian berucap, "Kenapa, apa kau menolakku? Bukankah kita sepasang suami istri yang sah di mata hukum dan agama?" papar Arka dengan mengusap lembut wajah sang istri dan sesekali menciumi pergelangan tanggannya.


"Tapi---


"Aku selalu menunggu momen-momen indah seperti ini. Disaat kau sudah menerima diriku untuk masuk kedalam hidup dan dirimu. Saat kau tak lagi meragukan perasaanku, di tengah hubungan pernikahan kita yang rumit ini."


Keduanya saling beradu pandang seolah mencari kejujuran lewat pancar netra dari lawan bicara. Arka yang sudah tak mampu lagi memendam rasa lekas memposisikan tubuhnya berada di atas sang istri namun menopangnya dengan kedua lutut agar tak menyakiti.

__ADS_1


"Zara, apa kau akan menolak jika aku memintamu untuk menyerahkan apa yang paling berharga dari dirimu untukku?" ucap Arka bersungguh-sungguh. Agar tiada penyesalan selepas melakukannya.


Bagaimana ini.


Gadis itu pun menggeleng samar. "Tapi saya sangat takut Tuan," gumam Zara menahan kegelisahan.


"Apa yang kau takutkan. Apa kau fikir aku akan melakukanya dengan kasar hingga kau memekik kesakitan?"


Lagi-lagi gadis itu menggeleng samar, namun keringat mulai menitik dibeberapa bagian tubuhnya.


Selepas berucap Arka kembali ******* bibir ranum nan menggoda itu. Akan tetapi kini berubah cukup liar. Seolah tetap memberi kenyamanan pada Zara, Arka mengusap tubuh yang masih berbalut pakaian itu lembut.


Dari bibir kini ciuman Arka berpindah kearea wajah. Tak ada sesenti pun luput dari ciuman bibir sedikit tebal pria itu. Seluruh wajah ia ciumi dengan penuh cinta. Sementara satu tangannya bergerak membuka kancing piyama merah muda bermotif bunga meski dengan susah payah.


Gadis mungil itu kelabakan dan bingung hendak berbuat apa. Desahan kecil lolos dari bibir mungilnya. Malam itu Arka merasa menjadi pria paling beruntung sejagad raya. Tubuh kekarnya seolah tak henti memanjakan gadis mungil yang kini berada di bawah kungkungannya.

__ADS_1


Sadar jika Zara masih sangat muda dan sama sekali tak berpengalaman, dengan sabar ia membimbing sang istri menuju kenikmatan surga dunia. Melakukannya dengan pelan dan sangat hati-hati hingga membuat gadis itu tak merasa disakiti.


Meski buliran bening sempat menitik di atas seprei berwarna putih bersih kala cairan berwarna merah tanda kesucian mulai mengalir. Akan tetapi dekapan dan ciuman lembut Arka mampu membuat gadis itu lebih tenang.


Arka semakin berpacu dengan waktu, geraman suara terdengar kala pria itu telah mencapai puncaknya. Tubuh kekar itu ambruk dan lekas memeluk tubuh mungil yang tampak kelelahan di bawahnya. Beberapa kali ciuman mendarat di seluruh bagian wajah Zara yang berkeringat.


Meski pria itu menginginkanya lagi dan lagi, namun ia sadar jika tempat berlabuhnya hanyalah sesosok gadis mungil yang masih polos dan tak berpengalaman. Ia pun berusaha menahanya sekuat tenaga dan mendekap sang istri erat di bawah selimut yang sama.


Maaf jika di part ini terkesan kurang menarik dan vulgar. Sesungguhnya autor baru sekali nulis adegan seperti ini 🤭🤭 Malu sudah pasti. Tapi, mau tak mau ya harus mau. Udah ah, kabur dulu. Malu 🙈🙈🙈🙈🙈


LIKE..


Coment..


Vote seikhlasnya...

__ADS_1


__ADS_2