
"Katakan padanya untuk berhenti melakukan kesalahan. Setidaknya ini peringatan pertama sekaligus yang terakhir dariku. Selepas ini, jika hal semacam ini terulang kembali, maka enyah secepatnya kau dari gedung ini."
Suara bariton itu menggema, memenuhi ruangan. Tanpa menatap, CEO muda itu melontarkan kata-kata pedasnya untuk seseorang gadis berpakaian cleaning service yang tertunduk di depannya.
__ADS_1
Tak mampu berbuat banyak, gadis itu hanya mampu tertunduk, sebagai bentuk penyesalan.
Termasuk potongan pada bab awal Novel ; CEO Kembar & Gadis Pilihan.
__ADS_1
Ikuti terus ya gaess. Jangan lupa selalu suport Autor dengan cara like dan komen disetiap bab. Trimakasih😘😘😘
__ADS_1
Salam sayang selalu dariku ; Adzana Raisha