Terjerat Dua Cincin Sang CEO

Terjerat Dua Cincin Sang CEO
Aku Takut


__ADS_3

...Ah, kenapa rasanya aku ingin terus memandangnya?...


Sejak sepasang mempelai itu duduk disandingkan, Sam seolah terhipnotis dan engan mengalihkan pandangannya dari arah Kiara.


Pria itu terpukau. Debaran dada itu terasa kian nyata. Seperti inikah rasanya menikah? Saat gadis pujaan hati sudah sepenuhnya halal untuk dimiliki.


Rengkuhan tangan kekar itu tak pernah terlepas dari pinggang Kiara. Gadis itu hanya tersenyum tipis, namun juga tak mampu menahan malu saat dirasa dekapan itu kian posesif.


Acara terus berjalan. Siang mulai berganti petang. Sebagian besar tamu sudah berangsur undur diri dan hanya menyisakan beberapa orang terdekat dan juga para pengawal dan pelayan keluarga Atmadja.


Kiara menyibak pandangan kesekitar. Berisaha mencari kedua orang tua dan juga adik-adiknya. Akan tetapi, semuanya tak terlihat. Begitu pun dengan Arka dan Zara.


"Sayang, ada sesuatu yang kau cari?" tanya Sam pada Kiara yang terlihat tengah mencari keberadaan seseorang.


"Em, aku hanya sedang mencari di mana ibu dan ayah. Kenapa sedari tadi aku tak melihatnya." Masih berusaha mencari, Kiara bahkan sudah merasa cemas. Takut-takut jika sesuatu hal telah terjadi pada keluarganya.


Sam tersenyum tipis, kemudian mengusap pipi istrinya penuh sayang.


"Tenanglah sayang. Keluargamu baik-baik saja dan sedang beristirahat di hotel ini."


Kiara menghembuskan nafas lega. Memang seharusnya ia tak perlu merasa cemas, jika ada seorang Sam di sampingnya.


"Kak, aku lelah. Bolehkan kita beristirahat." Kakinya terasa pegal. Begitu pun dengan tubuhnya yang begitu lelah dengan gaun cukup berat yang sedari tadi ia pakai.


Sam tersenyum miring. Wajah pria itu terkesan menggoda. Terlebih mendengar ajakan sang istri yang sudah tak sabar untuk meminta beristirahat.


"Sayang, nampaknya kau sudah tak sabaran," goda Sam, yang mana membuat Kiara mendelik seketika.


"Apa maksud Kakak, aku benar-benar lelah," jawab Kiara tak terima, sementara wajahnya sudah memerah menahan malu.


Sam tergelak cukup kencang, dan lekas merengkuh pinggang ramping Kiara tanpa malu. Pasalnya, digedung tersebut sudah sepi tamu.


"Ayo ikut denganku." Sam menarik lembut tubuh sang istri dan membawanya menuju area gedung.


"Kak, kita akan kemana? Bukankah malam ini kita akan tidur di hotel ini?" Kiara menatap heran Sam yang seolah membawanya menjauh dari hotel tempat akad nikah di gelar. Lalu akan kemana mereka kini?


"Tidak. Tetapi aku akan membawamu kesuatu tempat."


"Hah, tempat apa?"


"Tempat di mana tak ada seorang pun yang mengganggu malam pertama kita."


Ucapan Sam seketika membuat langkah Kiara terhenti. Wajah cantik nan tenang itu, kini berubah tegang. Sementara keringat dingin mulai bercucuran.


"Sayang, kau kenapa? Kenapa wajahmu begitu tegang?"

__ADS_1


Kiara spontan menggeleng, dan melanjutkan langkahnya. Sejujurnya ia takut, akan tetapi dirinya kini sudah menjadi seorang istri yang sudah sepatutnya mengikuti perkataan suami.


*******


Seorang supir keluarga Atmadja tampak memasuki gerbang rumah mewah yang menjadi tujuan Sam dan juga Kiara. Selepas membuka pintu untuk keduanya, supir tersebut pun lekas undur diri dan menghilang dari hadan Sam secepatnya.


"Kak, ini rumah siapa?" tanya Kiara bingung.


Sam tersenyum. Tanpa aba-aba, ia lekas mengendong Kiara ala bridal stayle untuk memasuki rumah, saat sadar jika istrinya itu kesulitan melanhkah dengan pakaian yang dikenakan.


"Ini adalah rumah untukmu, sebagai kado pernikahan kita."


Kiara memekik terkejut saat tubuhnya mulai melambung.


"Kak, tubuhku berat. Kak Sam bisa kelelahanjika menggendongku seperti ini." Bukan menolak, hanya saja gadis itu merasa malu dan belum terbiasa.


Sam tak menjawab. Hanya dengan tersenyum tipis ia mulai memasuki kediaman mewah dengan dua lantai itu. Mereka melewati satu persatu ruangan hingga sampai pada kamar utama.


Kiara terpukau akan kemewahan rumah yang menurut Sam kini menjadi miliknya itu. Hingga tanpa sadar, sebuah pintu terbuka dan sepasang netranya menemukan ranjang king size super mewah dengan taburan kelopak mawar berbentuk love di atasnya.


Gadis itu menelan ludahnya kasar. Terlebih, Sam kini medaratkan tubuhnya keatas ranjang tersebut dengan hati-hati.


"Kau ingin mandi lebih dulu?" tanya Sam pada Kiara.


Ah, itu dia. Tapi, pakaianku bahkan tidak ada di sini. Lalu aku harus menggunakan pakaian apa untuk tidur nanti?


Menyadari raut bingung sang istri, Sam pun tak tahan untuk membuka suara.


"Jika kau masih malu, aku bisa mandi di kamar tamu. Tapi, bisakan kau membuka pakaianmu tanpa bantuan dariku?"


Kiara terkesiap. Ia spontan menatap kearah pakaiannya.


Ah syukurlah.


Tanpa ragu gadis itu mengangguk. Begitu menyadari jika pengait pakaiannya berada di bagian depan tubuhnya.


"Bisa, Kak."


Lagi-lagi Sam tergelak, kemudian menggelengkan kepala.


"Baiklah, jika kau tak butuh bantuanku untuk membuka pakaianamu. Dan untuk pakaian gantimu, aku sudah mempersiapkannya di ruang pakaiaan. Kau bisa mengunakan pakaian mana pun, yang menurutmu nyaman." Sebelum beranjak, Sam lebih dulu membelai kedua pipi Kiara lembut, dan melabuhkan satu kecupan hangat pada puncak kepalanya.


Gadis itu menghela nafas dalam. Begitu memastikan tubuh Sam yang sudah menghilang di balik pintu, Ia pun lekas memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ya tuhan. Ukuran kamar mandi ini bahkan lebih luas dari kamarku saat di kosan.

__ADS_1


Kiara tak hentinya berdecak kagum. Ia terus membandingkan antara rumah baru miliknya dan juga kost tempat ia hidup beberapa tahun ini.


Saat menuju ruang pakaian pun, Kiara masih terus geleng-geleng kepala. Ini terasa seperti mimpi, namun begitu nyata. Segenap kemewahan, kini tersaji di hadapan mata.


Tanpa henti Kiara membuka satu persatu lemari pakaian. Namun semuanya masih terlihat kosong. Hanya ada satu ruangan yang terisi, akan tetapi hanya berisikan gaun tidur yang cukup minim, beserta beberapa pasang pakaian dalam.


"Ya tuhan, apa ini?" Kiara menyentuh pakaian tidur yang ditaksir memiliki harga cukup mahal itu. Bahannya terasa begitu dingin dan nyaman saat menyentuh kulit.


"Aku tidak yakin untuk memakainya. Tapi ingin bagaimana lagi? Tidak mungkin aku mengenakan handuk saat tidur nanti." Gumam-guman seorang diri, hingga gadis itu menemukan pakaian tidur paling sopan diantara yang lain.


Gaun tidur berbahan satin seatas lutut dengan belahan dada rendah itu kini melekat sempurna di tubuhnya. Warna gaun itu pun terasa cocok dengan kulitnya yang seputih susu.


Kiara menatap penampilannya di depan cermin. Gaun tidur indah, dengan rambut yang masih basah, sungguh membuat penampilan gadis berusia sembilan belas tahun itu semakin menggoda.


Gadis itu sendiri merasa risih dan tak nyaman akan penampilannya malam ini. Tetapi ingin bagaimana lagi. Hanya pakaian itu saja yang tersedia untuknya, dan bisa jadi jika pakaian itu sendiri merupakan pakaian yang sudah Sam sediakan untuknya. Jadi, tidak ada salahnya jika memakainya untuk membahagiakan hati suaminya. Bukankah itu seperti ladang pahala bagi seorang istri? Kiara tersenyum siput. Sementara tangannya bergerak mengusap surainya yang masih basah dengan handuk kecil.


Saat masih menikmati suasana, tiba-tiba ketukan di pintu membuatnya gelagapan.


"Sayang, keluarlah. Apa kau masih belum selesai mandi?"


Kiara sepontan menjatuhkan handuknya. Tubuhnya merinding seketika.


Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan.


Kiara kian terintimidasi. Terlebih saat ucapan Sam teringiang di benak.


Kata-kata 'Malam pertama' membuat tubuhnya bergetar seketika. Terlebih suara ketukan di balik pintu, yang kian membuat wajah gadis itu pucat pasi bak mayat hidup.


Aku takut


Bersambung...


Curhatan Autor.


Jika ada yang bilang kalo autornya males update, jujur semua pasti ada sebab musababnya.


Kalau ada yang berkomentar positif, saya sungguh berterimakasih.


Tetapi kalau ada yang berkomentar negatif, saya cuma bisa kasih senyuman.


Autor memang baru lahiran jadi ga bisa sering-sering update untuk bulan-bulan ini. Jadi mohon pemakluman dari kakak-kakak semua.


Bukan malas update, hanya saja kehidupan di dunia nyata juga tidak bisa saya tinggalkan begitu saja.


Terimakasih😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2