
KENANGAN
Seketika dunia Dinda merasa hancur. Pria yang dia cintai kini sudah terkapar. Teringat saat-saat di mana dia kembali ke awal bertemu dengan Steve.
Pria yang pernah mengusik hidupnya.
****
DINDA POEM RHYMES
****
Johan, itulah namanya. Saat pertama kali bertemu dengannya di pantai, aku merasa sangat senang.
Dia penyelamat hidup ku, menyelamatkan aku dari jahatnya gelombang pantai yang menggulung.
Hampir-hampir aku tak bisa lagi menikmati dunia ku. Namun beruntung, pangeran berkuda putih ku, datang di saat yang tepat.
Dia adalah anak laki-laki pertama yang aku lihat sebagai sosok yang menawan. Sejak saat dia mengatakan akan menikahi ku kala itu, aku merasa sangat bahagia.
Walau dulu aku pikir menikah adalah sebuah kata pertemanan yang tidak bisa di pisahkan. Kelabilan ku membawa ku menjadi wanita yang polos.
Tanpa aku sadari, ternyata nama Johan itu adalah kebohongan yang tak pernah aku lupakan. Johan, nama yang terbilang unik, namun siapa sangka, ternyata nama itu hanya fiktif.
Anak kecil menawan yang selalu aku ingat setiap kali bernostalgia di masa lampau, nyatanya adalah Steve. Pria yang kini bersama ku.
Jika aku mengingat kembali ke masa kecil ku, mungkin menyenangkan jika terus bersama dengan Steve yang mengaku sebagai Johan.
__ADS_1
Meskipun pada awalnya aku membenci sikapnya yang semena-mena, namun di balik sikapnya itu, tersimpan sebuah perasaan yang mendalam. Diam-diam, dia memperhatikan aku. Entah sejak kapan, yang pastinya dia adalah pengagum rahasia ku.
Aku pikir, dia adalah pria paling kejam yang pernah aku temui. Namun, ternyata perspektif itu salah. Dia hanya bertingkah di depan ku, demi mendapatkan perhatian ku.
Meskipun aku sering di cap tidak peka mengamati perasaannya. Selalu plin plan, tidak cepat mengiyakan saat dia menginginkan aku menjadi miliknya. Aku tidak bisa menampik, bahwa aku munafik.
Jujur, aku bukan tidak menyukainya saat dia mengatakan cintanya. Tapi, aku perlu bukti, juga sebuah kepastian.
Aku tahu dia kaya, mapan dan juga berparas tampan di atas rata-rata.
Gadis mana yang tidak akan jatuh cinta padanya. Hanya saja, jika bicara mengenai cinta materil, itu bukanlah aku. Aku hanya mencintai pria yang benar-benar menerima aku apa adanya tanpa harus memandang kekurangan yang aku miliki. Tidak merendahkan aku, bahkan menghormati ku saat orang lain menganggap ku hina.
Beruntung, mungkin kata-kata ini sudah bosan aku dengar. Jujur, banyak wanita di luar sana yang kepincut pada paras pria ku ini. Seringnya aku cemburu, membuat cinta ku padanya tak bisa di batasi oleh ruang dan waktu. Tetapi entitas yang selalu ingin aku gapai dan sentuh setiap saat.
Aku sering tertawa seperti orang gila saat mengingat pertama kali bertemu dengannya. Apalagi sikapnya yang meminta ku bertanggung jawab karena menyentuh tubuhnya tanpa izin.
Pertemuan pertama yang aku anggap sial, ternyata membawa ku dalam sebuah alur tak di sengaja. Bertemu pria masa kecil ku, serasa dunia ikut bersama ku.
Setiap apa yang dia lakukan, bagi ku adalah sebuah keromantisan yang tidak di miliki pasangan lain. Dunia ku memang berbunga-bunga, bahkan sudah di penuhi oleh wajah Steve kemanapun aku melangkah.
Ketika aku marah padanya, ku pikir dia akan marah balik pada ku. Namun ternyata, pikiran ku salah. Dia mau mengakui kesalahannya.
Dia berani melawan egonya sendiri, menentang image, sampai-sampai aku merasa Seperti seorang yang hidup dalam rasa bersalah jika tidak memaafkan dirinya.
Ada begitu banyak cerita yang ingin aku ceritakan pada dunia, pada rumput-rumput yang bergoyang, pada burung-burung yang bergumul di udara, juga pada kupu-kupu yang terbang cantik. Aku ingin berteriak lantang di di udara bebas dengan mengatakan bahwa aku adalah wanita yang paling beruntung sedunia karena memilikinya. Aku wanita yang tak pernah lupa untuk bahagia bersama dengannya. Mungkin aku akan menceritakan kebahagian ini pada anak-anak ku kelak.
Menceritakan kisah kami berdua, mengatakan kepada dunia, bahwa kami memiliki impian. Kami ingin membuktikan, membuktikan bahwa cinta sejati itu benar adanya.
__ADS_1
Dan aku mengutip salah satu kata-katanya. "Liebe ist nicht nur zu haben. Denn im Grunde genommen wird das Maß an Liebe mit der Langeweile abnehmen. Wenn aber auf die Liebe Erinnerungen an den Kampf folgen, ist die Loyalität das Ende all dieses Kampfes. Wenn die Liebe, für die Sie kämpfen möchten, erfolgreich ist, dann sagen Sie der Welt, dass Sie es verdienen, geschätzt zu werden. Genieße die Ergebnisse deines Kampfes, ohne darauf warten zu müssen, dass andere es anerkennen."
(Cinta bukan hanya sekedar untuk memiliki. Karena pada dasarnya kadar cinta akan berkurang seiring datangnya kebosanan. Tapi, jika cinta dikuti ingatan tentang perjuangan, maka kesetiaan adalah akhir dari segala perjuangan itu. Jika cinta yang kau niatkan untuk di perjuangkan, kemudian berhasil memperjuangkannya, maka, katakan pada dunia, bahwa kau pantas untuk di hargai. Nikmati hasil perjuangan mu, tanpa harus menunggu orang lain yang mengakui)
Dan aku percaya, perjuangannya sudah sampai di titik puncak, keberhasilan. "But, everything will be beautiful if you value your partner's struggle. Let's grow together in love, without any doubt."
(Tapi, semua akan indah jika kau menghargai perjuangan pasangan mu. Mari bersama-sama tumbuh dalam cinta, tanpa ada keraguan)
Sekali lagi, aku ingin berdiri di tebing tinggi, dengan hamparan rumput hijau di bawah ku yang siap menyambut teriakkan ku.
Dan aku akan berteriak, "AKU SANGAT BAHAGIA SAAT INI!"
Walau pada kenyataannya, mungkin aku akan kehilangan dia. Salah satu puisi yang menggambarkan aku adalah "Antara serbuk bunga di musim kemarau."
Dan jika aku bisa jujur, aku ada di dua fase. Aku harus memilih antara hidup sendiri tanpa cinta sejati. Ataukah hidup bersama orang yang di cintai namun belum tentu bersama ketika di alam nirwana.
Yang pasti, kesedihan akan berlalu. Cepat atau lambat, pangeran berkuda putih ku akan segera menjemput ku. Lalu menikahi ku di bukit altar dengan surga sebagai latarnya.
Hanya sebuah harapan yang bisa aku gantungkan. Tak ada hasil yang bisa membuat puas selain mendapatkan kebahagiaan, walau badai menerpa kapal hingga karam.
"I believe, God is testing our love. Whatever happens, the loyalty that I hold in my hand, I will keep it even though for thousands of years waiting for him. Even though I'm aware, I'll lose it. For ever."
(Aku percaya, Tuhan sedang menguji cinta kami. Apapun yang terjadi, kesetiaan yang aku genggam ini, akan tetap aku pertahankan meskipun ribuan tahun lamanya menunggu dia. Walau aku sadar, aku akan kehilangannya. Untuk selama-lamanya)
"All are now memories, which might be forgotten. But one thing, I'm sure, behind the exam, there will be an opportunity. And I will shout, "GOD, THANK YOU FOR SENDING ME THE PERFECT MEN." Even though in the end I thought we wouldn't be together."
(Semua kini menjadi kenangan, yang mungkin akan terlupakan. Tapi satu hal, aku yakin, di balik ujian, akan ada kesempatan. Dan aku akan berteriak, "TUHAN, TERIMA KASIH SUDAH MENGIRIMKAN AKU PRIA YANG SEMPURNA." Walau pada akhirnya aku pikir kami tidak akan bersama)
__ADS_1
UNINTENTIONAL X TAK DI SENGAJA
BERSAMBUNG