ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
100. Nabila iseng


__ADS_3

Tanpa mengetuk pintu lagi Anna yang disuruh masuk duluan oleh Nabila pun teriak dengan aktingnya


"Sayaaanggg,,,!!!" Anna menghampiri Shakil dengan tangan yang terbuka lebar dan memeluknya


"Hey siapa kamu? Haris,,, Haris,,," Dia terkejut ada gadis tiba-tiba masuk dan memeluknya "Dimana asisten bodoh itu, Haris,,,," Shakil terus berteriak


"Sayang kamu kenapa sepanik ini, beginilah caramu menyambut kekasihmu" Anna memonyongkan bibirnya ingin mencium Shakil


"Kau gila ya? Siapa yang berani mengijinkan orang gila masuk kekantorku" Dia berusaha menghindar dari kejaran Anna


"Ada apa tuan" Haris tiba-tiba datang dari ruangan sekertaris


"Darimana saja kau, Kenapa semua petugas disini lengah sampai orang tidak waras berani masuk keruanganku"


"Kamu kenapa sejahat itu. Bukankah seleramu seorang gadis yang baru lulus SMA, aku bisa jadi simpananmu?" Anna masih terus mengejar Shakil dan berusaha memeluknya


"Nona kenapa anda bisa sampai disini" Haris yang bingung tapi menahan tawa karena lucu melihat Shakil ketakutan berlari sampai berdiri disofa, menghindar dari kejaran Anna yang ingin menciumnya


"Hai berengsek kenapa kau malah tertawa disana, panggil Scurity dan usir orang gila ini dari hadapanku" Shakil terus berteriak seperti jijik melihat Anna yang terus meraih tubuhnya


"Kenapa kau terus berteriak, apa aku kurang cantik dari simpananmu itu? Lihat aku dan tataplah mataku, kau akan tau aku lebih, dari segala-galanya" Anna berhasil menangkap Shakil dan memeluknya dengan erat


"Nona apakah anda sudah minum obat sebelum kesini? Hentikan kegilaan ini. Aku pria beristri bukan pencari simpanan, sana pergi padanya" Shakil menunjuk kearah Haris "Dia akhir-ahkir ini juga sama sepertimu tergila-gila padaku, aku rasa kalian bisa saling melengkapi" Shakil memberikan ide briliant agar dia bisa melepaskan pelukan Anna


"Dia bukan pria kaya sepertimu" Anna bergelayut manja pada Shakil


"Walau dia tidak sekaya aku tapi dia lebih perkasa dariku, lihat tubuh kekarnya bisa memuaskanmu"


"Tidak,,Tidak" Haris langsung menyambar "Aku juga mencintainya" dia juga ikut memeluk shakil "tolong jangan rebut dia dariku nona" Haris cari aman daripada kena sasaran gadis itu selanjutnya


"Apa katamu, Ya tuhan mimpi apa aku semalam, kenapa hari ini dikelilingi mahluk tak berakal seperti ini, hentikan,,!!!" Shakil berteriak "kalian berdua dengar ya, aku impotent, aku bukan pria normal, menyingkirlah dariku secepatnya"


"Hahahaha,,,,,!!!" Anna tertawa sekeras mungkin melepaskan Shakil dan duduk disofa


Bos dan Asistensi itu pun terheran-heran saling pandang, mereka sudah sangat yakin kalau gadis ini benar-benar kabur dari rumah sakit jiwa, yang belum habis pikir kenapa bisa dia sampai keruangan Shakil padahal semua orang harus membuat janji dulu untuk bertemu dengannya


"Aku tuh tadinya takut dan canggung sama om, om berdua tapi ternyata kalian sangat lucu hahaha" Anna tertawa semakin heboh sampai memukul-mukul meja


"Apa gadis ini mulai kumat?" Shakil berbisik pada Haris


"sepertinya iya, tapi wajah gadis ini kelihatan tidak asing, pernah melihatnya, dimana ya?" Haris ikut berbisik juga


"Mana aku tau, emang aku pernah melirik gadis lain selain istriku" Shakil mengikut perut Haris


"Surprise,,,!!!!!" Nabila tiba-tiba muncul mengejutkan Shakil dan Haris


"Sayang,,!! Ini ulah kamu?" Shakil tersenyum bahagia dan menghampirinya


"Iya aku sengaja mau kesini bikin kejuatan buat kakak, abis aku kangen banget" Nabila memeluknya


"Puas kamu ya isengin kakak hari ini" Shakil juga balik memeluknya "Apa kabar sayang" dia mencium kening Nabila

__ADS_1


"Aku baik,, eeemmm kangen banget sama suamiku" Nabila semakin erat memeluknya


"Sama, apalagi kakak yang kangennya tiap detik"


"Uhuk,, uhuk,," Anna membuyarkan suasana


"Eh iya, sampai lupa kalau ada kamu" Nabila melepaskan pelukannya


"Benerkan saya bilang juga pernah melihat gadis ini, tapi kenapa gak sadar dia teman nona, pantas saja dia mudah masuk kesini" Teka-teki haris kini sudah terpecahkan


"Kamu sadis baget si sayang, masa nyuruh temen kamu peluk-peluk kakak"


"Hahaha, aku tadi nyuruh dia goda kakak doang, emang Sianna aja yang kegatelan pakai peluk-peluk segala"


"Biar menjiwai bil, Tapi kan dia juga ikutan peluk-peluk" Anna menunjuk pada Haris "Hahahaha sampai bilang cinta juga lagi" Anna langsung alergi melihat Haris


Manis sekali gadis ini, tawanya begitu polos sangat natural,, eh ada apa dengan dirimu Haris,, fokus,, fokuslah


"Kalian berdua ini benar-benar jahil" shakil mencubit keras hidung Nabila yang sangat menggemaskan untuknya


"Aaaww sakit tau" Nabila menusap hidungnya


"Apa yang membawa istri tercintaku kesini? Pasti ada maunya"


"Cerdas, tau aja kalau aku mau minta izin"


"Untuk?"


"Cowok?"


"Iya"


"Tidak boleh"


"Kenapa?"


"Kakak gak mau kamu tebar-tebar pesona sama cowok-cowok kampus"


"Hahaha, gak masuk akal, emang pernah ya liat aku kaya gitu?"


Shakil tau kalau Nabila memang tidak pernah melakukan hal diluar batas, dia selalu bisa menjaga sikapnya dan sangat menghormati Shakil maupun pernikahannya, apalagi masalalu yang tidak pernah memiliki mantan pacar membuatnya tidak sedikitpun meragukan Nabila sama sekali


"Gak pernah si, tapi tetap aja kakak gak izinin"


"Ok, no problem" Nabila jawab santai dia juga sama sekali tidak masalah walau Shakil melarangnya tapi sikap yang seperti ini malah membuat Shakil bersalah.


Dia menikah denganku diusia yang masih dini, egois rasanya jika aku menghalangi masa ranjanya, sedangkan dia selalu menuruti semua nafsuku tanpa ada keluhan sedikitpun. Maafkan kakak sayang, kamu harus kehilangan segalanya karena kakak...


"Baiklah kamu boleh pergi" Shakil mengalah demi kebebasan dan kebahagiaan Nabila


"Lho kenapa tiba-tiba"

__ADS_1


"Ya karena kakak percaya istriku tidak akan macam-macam, lagipula kakak punya rencana lain"


"Beneran nih gak apa-apa?"


"Iya sayangku"


"Aahh baiknya" Lagi-lagi Nabila memeluknya "Tambah sayang deh"


"Eh tapi gak gratis ya"


"Iya tau, aku bayar lunas"


"Haduhhh kalian berdua ini gak kasihan apa sama gadis ini?" Haris melirik pada Anna "Lihat dari sela bibirnya sudah mulai netes karena kalian memamerkan kemesraan terus"


"Siapa yang netes, gak tuh aku biasa aja"


"Eh iya sorry, sampai lupa kalau ada orang lain lagi disini" Nabila mengejek Anna


"Tau ah" Anna pura-pura marah


"oh ya sayang, selagi kamu ada disini kakak mau kasih tau, kalau ada yang mau menculik kamu dengan pasword kata NICE kamu gak usah takut dan panik karena ini salah satu rencana max yang ada didalam jebakan kakak, kamu ikutin aja arahannya karena ini salah satu permainannya"


"Tapi kakak bisa jamin aku baik-baik aja kan? kalau taunya yang bawa aku bukan orang dari kakak gimana?"


"Kan tadi ada paswordnya"


"Gak kuat, kurang yakin aku"


"Ok bagimana kalau i love you?"


"Ogah, nanti penculiknya pikir aku suka lagi sama dia"


"Hahaha imutnya" Shakil mengacak-ngacak rambut nabila "Kamu tenang saja sayang karena kakak sendiri yang akan culik kamu"


"Bener ya?"


"Hmm"


Akhirnya mereka berempat memutuskan untuk keluar dan makan bersama, tak tertinggal Scurity baru yang hampir saja dipecat oleh Shakil gara-gara mempersulit parkirnya mobil Nabila, beruntunglah Nabila sendiri yang meminta langsung Shakil untuk memaafkannya, kalau tidak entah bagaimana nasib scurity itu.


Tapi tetap Shakil memberi hukuman untuknya. dengan berjemur ditempat mobil Nabila terparkir tadi dan selama itu juga dia berdiri disana....


Bersambung❤❤❤


Hallo pembaca setia novel perdanaku ADIK atau ISTRI, terima kasih banyak karena masih tetap setia mengikuti kisah Shakil dan Nabila sampai ke episode 100.


terima kasih untuk yang selalu vote, like, dan komen setiap harinya, begitu juga yang selalu sabar menunggu aku up episode selanjutnya, walaupun agak lama karena ada autor punya kerjaan lain, tapi aku usahain biar bisa lebih sering dan lebih kocak lagi


Thank you for all


By Syeha 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2