
Pesta
Nabila tau ini pesta pasti sangat meriah, karena ternyata kedua orang tua Iyan adalah pejabat negara, tapi dia sengaja tidak berdandan seperti kepesta pada umumnya, dia hanya memakai dress polos dengan tambahan kalung panjang yang menjuntai keperutnya..
Walau gaun biasa tapi tetap kualitas import tidak bisa ditutupi, Nabila terlihat cantik natural dan elegan.
Sangat berbeda dari semua gadis-gadis yang ikut diacara itu, bukan pakaian terbuka saja tapi bulu mata mereka berlomba-lomba setebal mungkin agar terlihat cantik dihadapan Iyan.
Gedung yang megah dengan dekorasi kristal yang menggantung dilangit-lagi, menambah kemewahan yang berkilau terkena cahaya lampu, "Waah Bil, acaranya sangat mewah, keren banget" Anna yang terkagum-kagum melihatnya
"Iya bener.. Oh ya. Siromi sama Rey kesini juga kan?" Tanya Nabila
"Gak, mereka ada acara lain katanya" Jawab Anna
"Lagian acara gini mana tertarik dia"
"Iya bener"
Nabila dan Anna kebingungan entah apa yang harus mereka lakukan, disana sama sekali tidak ada orang yang dia kenal satu pun kecuali Iyan, tapi iyan sendiri masih sibuk dengan teman-teman pria dan wanitanya.
"Bosen ya, Kita cari makanan aja yuk aku laper" Ajak Anna
"Yuk kebetulan gue haus"
"Eh tunggu deh" Cegah Anna "Kayanya gue pernah liat bapak itu deh" Dia mengarahkan jari telunjuknya kepada pria paruh baya yang berpenampilan rapih dengan jasnya
"Apa si, sok kenal lo, jangan-jangan pernah kencan sama om,om ya?" Nabila mengikuti arah tangan Anna "eh itu ayah mertua gue tau" Nabila bahagia melihat Amir ada di acara ini juga
Tentu saja Amir ada di acara seperti ini, karena siapa yang tidak tau dengan mantan Presdir pengusaha terkenal seasia itu
"Ayah" Nabila menyapanya
"Hai nak kamu disini juga" Amir memeluk dan mencium kening Nabila
"Iya aku diundang sama temen kampus, bunda gak ikut?"
"Bunda ada acara lain sama temennya, untunglah kamu disini, ayah jadi ada temennya, berdampingan dengan gadis siapa tau ayah ikutan muda lagi" Amir menggodanya
"Ayah bisa aja" Nabila tersenyum manis dan bergelayut manja ditangannya
"Siapa ini Mir" Seseorang yang sedari tadi bersama Amir pun bertanya
"Oh iya, sampai lupa. Kenalin ini putriku Nabila dan ini temannya.." Amir menggantung ucapannya karena tidak tau namanya
"Anna" Anna dan Nabila mencium punggung tangan orang itu
__ADS_1
"Manisnya kalian berdua, Aku bahkan tidak tau kalau kamu memiliki putri secantik ini Mir?"
"Dia menantuku, Istri Shakil" Dengan santainya Amir menjawab
Ayah sama bunda sama, mereka sekarang perlahan sudah mengenalkanku sebagai menantunya, bagus juga si semoga ini awal yang baik buat aku dan kakak
"Bercanda kamu, bukankah tunangan Shakil yang baru saja membangun hotel waktu itu?"
"Itu hanya gosip, ini menantuku" Dengan bangganya Amir memiliki menantu Nabila
"Malam om, hai Nabila, Anna" Iyan datang menyapa mereka
"Malam" Amir menjawab. Kemudian Anna dan Nabila hanya tersenyum
"Kalian kenapa disini, Kita sedang mengadakan games lho"
"Benarkah, games apa?" Tanya Anna
"Yaudah kalian nikmati pestanya, kalau sudah mau pulang hubungi ayah ya" Amir meninggalkan ketiga remaja itu dan bergabung dengan teman bisnisnya yang lain
"Iya ayah" Nabila menjawab
Iyan pun mengajak Nabila dan Anna ketempat dimana mereka mengadakan permainan, pelaturannya adalah masing-masing wanita harus bisa mendapatkan lima puluh tanda tangan pria, dan begitupun yang pria harus mendapat masing-masing lima puluh tanda tangan wanita, tapi kalau tidak, mereka dapat hukuman harus minum wine sebanyak kekurangan tandatangan itu sendiri..
"Aku tidak ikut ya" Nabila mengangkat tangannya keberatan
"Khusus untuk murid baru Diuniversitas Bangsa harus ikut semua lho" Iyan mewajibkan semuanya untuk ikut
"Tapi perasaan gue gak enak Na" Nabila berbisik
"Apanya? Ini cuma games" Anna balas bisik
"Iya tapi kalau pria-pria disini gak ngasih tandatangan, dan pada minta syarat yang aneh-aneh gimana?"
"Gak usah diladenin lah"
"Lo gimana si, Itu tandanya siap kalah dan harus minum dong"
"Apa salahnya, tinggal minum aja, mabuk dikit gak apa-apa lah. Lagian kan pulang sama ayah"
"Denger ya, Kalau taunya gue lagi hamil gimana?"
"Bener juga ya" Anna diam sejenak dan berpikir
"Kak maaf, Nabila gak bisa ikutan" Anna sekarang yang keberatan
__ADS_1
"Kenapa? kamu kan cantik, pasti dengan mudah pria kasih tanda tangan"
"Iya tapi Nabila ada alergi, dia khawatir kalau sampai minum"
"Udah kamu tenang aja" Iyan mendekat ketelinga Nabila "Aku gak akan biarin kamu susah" Diapun tersenyum karena wajahnya dekat dengan Nabila
Nabila juga senyum canggung, merasa tidak nyaman dengan perlakuan seniornya itu
"Baiklah kita mulai dalam waktu lima belas menit harus sudah selesai, 3, 2, 1, mulai" Iyan meberikan aba-aba dan serempak mereka mulai mencari tanda tangan, banyak wanita yang dikerjai dengan minta satu ciuman baru mereka memberi tandatangannya
Sama dengan Nabila, para pria juga minta satu ciuman dulu, baru mereka akan memberinya tanda tangan, jadi Nabila melewati banyak tanda tangan karena tidak mau menciumnya
Lima belas menit berakhir sudah semua peserta pria dengan mudah mendapatkan lima puluh tanda tangan, karena para wanita sama sekali tidak mengajukan syarat apapun, tapi banyak wanita yang kekurangan tanda tangan dan mereka juga bersedia mendapat hukumannya
"Na gimana nih, gue bukannya kurang lagi tapi emang cuma tiga orang yang ngasih tanda tangan dengan suka rela, kalau gue minum sebanyak kekurangannya bisa mati dong" Nabila memegang tangan Anna yang sudah dingin membeku karena ketakutan
"Tenang dulu Bil, gue juga sama kurang, tapi cuma kurang satu, tadi kak Iyan bisikin lo apa?"
"Dia bilang gak bakal biarin gue susah, tapi kan gak mungkin juga dia lolosin gue gitu aja, kekurangannya banyak banget"
"Perhatian,,,Perhatian,,, Setiap kertas kasih nama dan aku akan menilai kalian sesuai permainan dari awal"
Semua yang mengikuti permainan mengumpulkan kertasnya kepada Iyan. Dan tanpa menunggu lama dia sudah mempersiapkan gelas kecil dan sebotol wine untuk peserta kalah , dan dari tiga puluh peserta hanya ada lima orang yang kurang tandatangan termasuk Anna dan Nabila.
Nama-nama yang kurang sudah terpanggil dan meminum wine dengan kadar alkohol yang rendah tapi tetap kalau dikonsumsi banyak bisa pusing juga, begitupun Nabila setelah namanya dipanggil Iyan bertanya kenapa bisa dia hanya mendapat tiga tandatangan saja padahal pria disana ada ratusan orang
"Maaf tapi hanya itu yang bisa aku dapatkan" Nabila tertunduk takut
"Alasannya?"
"Mereka selalu meminta imbalan yang tidak bisa aku berikan"
Iyan tersenyum puas mendengar jawaban Nabila, tidak pernah melihat ada gadis sepolos dia dan berani mempertahankan kehormatannya, padahal kalau dia kalah dan minum banyak pasti akan mabuk dan mempermalukan dirinya sendiri juga,
"Kalau begitu kamu minum wine ini"
"Tapi aku tidak bisa"
"Ok, ada dua pilihan minum wine ini apa besok kencan denganku"
"Kencan" Nabila langsung mantap menjawabnya
"Bil" Anna khawatir suaminya akan marah
"Ada yang lebih penting untuk gue pertahankan Na" Nabila melirik pada perutnya, karena dia sangat yakin ada janin tumbuh disana,
__ADS_1
Anna pun mengerti, dan akhirnya Nabila sepakat untuk memilih kencan besok bersama Iyan..
Bersambung,❤❤❤