ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
108. Pengakuan pada Alex


__ADS_3

Pada saat Shakil bekerja diruangannya, Nabila datang menghampiri dengan gaya manja, dia duduk di pangkuan Shakil dan langsung memeluknya


"Eh ada apa tumben kaya gini?" Shakil merasa nyaman dengan sikap manja Nabila padanya


"Iya aku laper" Nabila bergelayut didalam pelukannya


"Terus mau makan apa sayang?" Dengan gemasnya Shakil mencubit hidung Nabila


"Aku nggak tau, kita jalan yuk!!" lagi-lagi dia bermanja


"Ada sedikit kerjaan sih, tapi yaudahlah Yuk kita cari makanan"


Akhirnya mereka pun keluar, begitulah dengan Shakil dia tidak mau Nabila berjalan sedikit pun akhirnya dia menggendong Nabila sampai ke mobil, protes pun tidak ada gunanya karena dia tahu pria yang dia peluk sangat over protektif padanya


Hari ini cuaca cukup mendung rintik-rintik hujan membasahi jalanan Ibukota.


Sudah berapa banyak makanan yang shakil tawarkan padanya Tapi tetap Nabila hanya menggeleng, dengan sabar Shakil terus berjalan mencari makanan yang istrinya mau, tapi sebenarnya Nabila sendiri tidak tahu dia mau makan apa yang pasti keluar rumah membuat dirinya merasa lebih nyaman daripada harus didalam rumah terus menerus


"Sayang sebenarnya kamu makan apa? kita udah muter-muter tapi nggak ada satupun makanan yang kamu mau"


"Gak tau, aku cuma mau yang seger, manis, gurih, asam dan juga pedas "


"Makanan apa itu?" Shakil merasa aneh dengan permintaan istrinya


"Iya pokoknya gak tahu kita cari aja terus"


"Kamu nih, Tau gitu kita minta bikinin aja sama Anton, dia pasti tahu apa makanan yang ada di otak kamu" Shakil mengeluarkan ide briliant


"Bener juga ya? Kenapa nggak bilang dari tadi, coba telepon kali aja pak Anton tau makanan apa?" Nabila terlihat sangat senang karena tidak lama lagi dia akan makan makanan yang sudah meleleh dilidahnya


"Dasar kamu ini, Ya sudah tunggu sebentar Shakil memarkirkan mobilnya ke tepi jalan dan mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Anton, tidak lama kemudian dia tahu jawaban dari apa yang Nabila inginkan


"Gimana apa kata pak Anton?"


"Dia bilang pempek" Dengan ragu Shakil mengatakannya


"Hahaha,,, iya benar Pak Anton itu memang the best banget" Wajah nabila terlihat sangat senang

__ADS_1


"Oh jadi kakak nggak the best nih?" Shakil memperlihatkan wajah cemberut


"The best juga dong, Ya udah kalau gitu Yuk kita cari pempek"


"Setuju let's go" Shakil melajukan lagi mobilnya


Terparkir lah mobil Shakil tepat didepan ruko yang sudah mereka tuju, dan kebetulan ruko ini juga sering Shakil datangi pada saat masa kuliah dulu, jadi tidak susah untuknya mencari pempek yang enak dan bersih untuk calon bayi mereka,


Seperti biasa Shakil turun dan membukakan pintu untuk Nabila tapi lagi-lagi Nabila sudah tidak ada di tempatnya, ternyata gadis itu sudah duduk dengan nyaman didalam ruko tersebut


"Haduh anak ini lagi-lagi selalu seperti ini, menggemaskan sekali" Shakilpun menyusul Nabila dan memesan untuk 2 porsi, setelah makanannya sampai tepat didepan Nabila


"Wah harumnya seger banget" Dengan tidak sabar dia langsung menyantap makanannya


"Bagaimana enak? Pempek tuh favorite Kakak dulu tau, tidak sangka ternyata anak kita mau juga makanan ini" Shakil tersenyum


"Serius? Padahal aku kurang suka loh pempek dan hari ini rasanya enak pakai banget lagi" Nabila masih terus menikmati makanannya tiba-tiba ada yang datang dan langsung menepuk bahu Shakil


"Hai apa kabar? Udah lama nggak ketemu, Hai bill apa kabar?" seorang pria seusia Shakil tanpa permisi lagi duduk bersamanya Shakil dan Nabila keduanya pun tidak bisa berkata apa-apa mereka hanya Saling pandang, Nabila ingin minta persetujuan dari Shakil karena dia takut salah bicara tentang hubungan mereka, tapi Siapa sangka sebenarnya Shakil memang sudah tidak lagi menutup-nutupi hubungannya


"Hai Lex, kami baik" Jawab Shakil


"Seperti yang kamu lihat, aku sangat baik" Pandangan Alex pun tertuju pada Nabila yang masih terus berperang dengan makanannya


"Lama nggak ketemu sekarang kamu agak gemuk ya?"


"Eh iya,,, aku lagi suka makan" Jawab Nabila Canggung


"Ngomong-ngomong kamu udah lulus SMA ya? Lanjut ke mana?" Tanya Alex lagi


"Aku di Universitas bangsa" jawab Nabila melirik pada Shakil


"Wah Hebat kamu bisa masuk kesana, bukannya hanya murid-murid berprestasi atau yang mempunyai nilai tinggi saja?" Alex tidak percaya Karena dia pikir Shakil menyuap Universitas itu agar Nabila bisa masuk ke sana


"Eh iya,, Memang udah lama aku di rekomendasikan sama kepala sekolah diSMA untuk melanjutkan di universitas itu" Nabila agak sedikit gugup karena melihat wajah Shakil yang kurang enak dilihat


"Serius? Aku nggak nyangka kamu sepintar itu" Puji Alex pada Nabila

__ADS_1


"Ah dokter terlalu berlebihan"


"Ehem,,, Ehem,,,," Shakil merasa di acuhkan "Oh ya Lex Bagaimana keadaan ibumu?" Dia pun mengalihkan pembicaraannya


"Ibuku baik, dia sering menanyakanmu, Kapan kamu akan main kerumah lagi?" Tanya Alex kemudian


"Aku akan datang kesana untuk memberikan undangan"


"Undangan?" Alex sedikit bingung "Kau mau menikah?" tanya lagi


"Aku sudah menikah" Jawab Shakil sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya


"Kau tidak berbohong padaku?" Tanya Alex tidak percaya


"Aku serius" tegas Shakil


"Hahaha,,, gadis mana yang bisa meluluhkan hati batumu?" Alex mengejeknya


"Gadisnya ada di hadapanmu" Jawab Shakil santai, pandangan Alex langsung terlempar pada Nabila dan dia hanya tersenyum tanda mengiyakan apa yang Shakil katakan


"kalian berdua lagi nggak bohongin aku kan?" Lagi-lagi Alex tidak percaya, kemudian Nabila menunjukkan jari manisnya, dan terlihat cincin yang sama dengan milik Shakil juga melingkar disana, sontak Alex sedikit terkejut karena selama ini dihatinya menaruh rasa pada Nabila


Kenapa bisa mereka berdua menikah? Setahuku Shakil sangat mencintai adikku, tapi memang tidak perlu diragukan lagi, gadis ini cantik dan imut wajarlah dia jatuh hati padanya, Tapi Bunda bilang kalau dia anak angkatnya, Kenapa jadi begini?


Alex pun masih belum percaya didalam pikirannya mungkin Shakil hanya mengada-ngada, Karena dia tidak mau Alex mendekati Nabila


"Kenapa bengong?" Shakil sedikit lega karena pengakuan ini akan membuat Alex tidak salah paham nantinya


"Ah tidak" Alex mendekatkan wajahnya ke telinga Shakil "Aktingmu boleh juga, hahaha!!!!! perlindungan untuk adik angkatmu sangat luar biasa, tapi aku bukan orang jahat kau tahu itukan? Tidak perlu ada drama pernikahan seperti ini" Alex mengembangkan senyumannya sambil geleng kepala karena dia merasa Shakil berbohong saat ini


"Untuk apa aku membuat drama, kalau tidak percaya tanyakan saja padanya, saat ini dia sedang hamil mengandung anakku" Shakil berterus-terang , sedangkan Alex melemparkan lagi pandangannya pada Nabila dan lagi-lagi dia mengangguk sambil tersenyum


Tiba-tiba Alex mengeluarkan gelak tawa yang benar-benar lucu menurutnya "hey Ada apa dengan kalian, Kamu pikir aku akan percaya dengan semua ini? Ayolah kawan seluruh dunia pun tidak akan percaya kalau gadis sekecil ini adalah istrimu hahaha!!!!?" Alex tertawa sambil memukul-mukul meja


"Tidak percaya yasudah" dengan wajah acuh Shakil meneruskan makannya


Sampai mereka bertiga pulang pun Alex masih tetap tidak percaya yang Shakil katakan, dihatinya sangat yakin kalau Nabila masih sendiri dan dia bisa mengejar Cintanya nanti...

__ADS_1


bersambung❤❤❤


__ADS_2