ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
95. Hadiah untuk pengantin


__ADS_3

Sesampinya di tempat tujuan Haris membukakan pintu untuk Shakil tapi dia malah senyum-senyum melihat wajah bosnya


"Kau kenapa? Apa yang salah?"


"Haha maaf tuan tapi..." Haris memonyongkan bibirnya menandakan ada bekas ciuman


"Kau tidak waras ya. Apa karena tadi mengintip jadi seperti ini?" Shakil yang jijik melihat Haris yang seperti ingin menciumnya


"Sepertinya anda sangat menikmati permainannya tadi dan haruskah meninggalkan jejak"


"Apa maksudmu? Minggir pengantinku sudah menunggunya"


"Nanti dulu" Haris menahan tubuh Shakil


"Apa yang ingin kau lakukan padaku? Kau ingin menciumku ya?"


"Aku sudah katakan. Walaupun aku wanita tidak akan memilih pria seperti mu" Haris mengeluarkan saputangan dan ingin mengelapnya


"Hey" Shakil menahan tangan Haris "kau benar-benar gila! Beraninya menyentuh pipiku"


Nabila yang menghampirinya berjalan terbungkuk-bungkuk memengangi perutnya sambil tertawa terbahak. Bukan dia saja tapi ada beberapa orang juga diparkiran yang melihatnya dan menertawakannya


"Ini lagi, Lihat ulahmu kita ditertawakan Nabila"


"Bukan ulahku dia tertawa tapi ulahnya, tidak lihat dia sebahagia itu? Apalagi kalau bukan berhasil mengerjadi orang bodoh karena cinta sepertimu"


Shakil melihat dirinya dikilapnya kaca mobil, dan melihat ada karya Nabila disana, "Pintar sekali kamu ya sekang. Sebahagia ini kalau suamimu ditertawakan orang?"


"Kakak curang kakak juga bikin aku malu nanti" Haris yang melihat leher Nabila dengan nyata tanda merah ulah Shakil pun kini mengerti. Ini persoalan perang cinta yang akan membuatnya gila.


"Hei kau mau kemana?" Shakil yang melihat Haris pergi tanpa sepatah katapun meninggalkannya


Dasar pasangan gila. mereka selalu membuat kepalaku ingin meledak dengan membayangkan apa saja yang abis mereka lakukan

__ADS_1


Shakil dan Nabila masuk ke gedung yang menjadi tempat tujuannya. Dengan seribu ancaman karena dia sudah mengerjainya tadi tapi Nabila masih belum puas karena cap bibirnya dengan mudah dia hilangkan, membuat dia kecewa tapi setelah sadar dia berada dimana hatinya langsung berubah


"Kakak kenapa kita kesini?"


"Tadi kan udah kakak bilang ingin mengajakmu ketempat yang bernar-benar menjadikanmu nyonya Shakil Arya"


"Ini serius"


"Kau pikir kita sudah sampai sini hanya untuk main-main?"


Mereka memasuki ruangan yang ternyata sudah ada Haris didalamnya dan beberapa lembar kertas diatas meja serta buku kecil berwarna merah dan hijau


"Silahkan tuan, Nona tanda tangan disini?" Penghulu itu memberikan pulpen untuk mereka tandatangani


Akhirnya Nabila meneteskan air mata dan jatuh ke kertas yang sudah ditandatangani "Hey kenapa kamu nangis?" Shakil yang menyeka airmatanya pun dibuat bingung. Dalam pikirannya kejutan ini pasti sangat membuatnya sedih karena tepat dia merasakan bebas dengan kelulusannya shakil malah mengikatnya dalam ikatan abadi


"Sayang. Apa ini membuatmu tertekan? Maaf kakak pikir kamu akan suka jika kita menikah sah secara agama dan hukum. Jujur untukku tidak ada alasan lagi menunda ini, Kakak hanya ingin memperkuat hubungan kita agar selamanya kakak dan kamu terikat dalam sebuah rumah tangga yang kokoh, Kakak ingin selamanya berasamamu dalam ikatan ini. Maaf juga kalau kakak egois tidak membicarakannya lebih dulu padamu karena kakak pikir ini adalah hadiah kelulusanmu dan kamu akan sangat menyukainya"


"Ini bukan air mata sedih tau" Dengan menjanya Nabila memukul bahu shakil "Ini hadiah terindah yang pernah kakak berikan padaku. Kalau awal kita menikah kakak mengajakku kesini pasti air mata ini akan jadi airmata kesedihan. Tapi sekarang sudah lain lagi ceritanya entah harus bicara apa lagi aku benar-benar sangat bahagia. Terima kasih sudah meresmikan hubungan kita, Rasa takut kehilangan kakak sekarang susah hilang. Mulai detik ini tidak ada kata penyesalan menikah sama kakak walaupun aku baru lulus SMA"


"Terimakasih suamiku tercinta. Aku bersumpah akan jadi istri yang terbaik untuk kakak dan jadi ibu yang terbaik juga untuk anak-anak kita nanti" Nabila memeluk erat Shakil dan lagi-lagi mengenai lukanya tapi untuk kali ini Shakil tahan karena tidak tega membuyarkan kebahagiaan yang mereka rasakan sekarang


Sekarang tidak ada yang bisa aku ragukan lagi dari kakak tanpa harus membuktikan beberapa besar cintamu. Aku tidak akan pernah menayakannya lagi. Saat ini dan selamanya kakak hanya milikku


"Tuan" Haris yang ikut terharu ingin memberitahukan tentang lukanya pun terhalang dengan telapak tangan Shakil yang menyetopnya


Sial kenapa aku jadi ingin menangis juga.


Haris keluar ruangan itu tak mau terlihat lemah didepan tuannya


"Ayo sayang kita pulang. Hari ini sudah sangat melelahkan" Entah persaan apa yang Shakil rasakan sekarang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi. hatinya merasa bahagia dan lega tadinya dia ingin menunggu sampai urusan Siska selesai tapi dia sudah tidak bisa menundanya lagi karena saat Nabila kuliah dia takut terpengaruh dengan teman-teman barunya yang memilih kebebasan dengan meninggalkan rumah.


Kini tidak dengan perintah dari Shakil lagi haris membawa mereka kesebuah danau yang ada pohon besar tergantung tali ayunan dari rotan dengan dekoran bunga-bunga melati yang masih segar dan harum.

__ADS_1


"Kau membawaku kemana?" Tanya Shakil


"Hanya tempat sederhana tapi anggap saja ini hadiah pernikahan dariku"


"Hahaha.. kenapa ini terdengar menakutkan ya? Kau tidak merencanakan akan menenggelamkanku didanau ini kan?"


"Kau memang luar bisa. Tebakannya tidak pernah meleset" Dengan santai Haris mengarahkan jalan yang dia persiapkan untuk pengantin baru itu


Sampai ditempat tujuan Shakil dikejutkan dengan banyak kamera. Lampu. Laptop, Tripod, Drone dan lain-lagi alat untuk fotografer yang sudah siap memotret Shakil dan Nabila "Apa ini?"


"Hari ini anda harus mematuhi apa perkatanya. Jangan membantah sedikitpun"


"Hai ********. Jelaskan dulu ini mau apa? Kalau dia menyuruhku lompat kedanau apa aku harus menurutinya?"


"Tidak akan, Sudah sana turuti saja." Haris duduk di kursi depan laptop ingin melihat hasil karya fotografer terbaiknya itu


"Lihat saja kalau ini tidak menyenangkan aku yang akan melempar kau kedanau"


Shakil menuruti apa yang diperintahkan fotografer itu karena semua pose yang dia arahkan memang sangat menyenangkan. Sesekali Shakil malah melebih-lebihkan gaya yang harusnya romantis jadi sangat romantis.


Cih tadi saja ribut tidak mau, Sekarang kenapa malah dia yang pecicilan


"Sudah tuan selesai" Sang fotografer itu pun membereskan alat-alatnya


"Apa? Ini baru sedikit"


"Sudah. ini cukup" Haris menyetopnya. Karena kalau tidak orang ini tidak mau berhenti keasikan bergaya


"Dia sekarang sudah berubah jadi ibu tiri. Galak sekali" Shakil membisikan pada Nabila yang akhirnya tertawa


"Aku tau kalian bicara apa?" Haris berjalan melewatinya tak perduli keduanya masih bermesraan diayunan


mereka pun pulang dengan hati yang puas. Hadiah Haris benar-benar sangat istimewa karena ini adalah poto pertama mereka berdua, dengan Nabila yang masih pakai kebaya dan Shakil pakai jas yang terlihat seperti sepasang pengantin baru selesai akad nikah...

__ADS_1


Bersambung❤❤❤


__ADS_2