
"Sayang. Disini dihadapan kedua orangtuamu boleh aku meminta sesuatu darimu?"
"Apa?"
"Aku mau kamu mencintaiku"
Apa kenapa dia bicara seperti itu?. Diapikr selama ini aku wanita murahan apa yang mau disentuh laki-laki tanpa rasa cinta.
"Kenapa?"
"Lho kok tanya kenapa. Kamu ini istriku. Dan aku mau kamu mencintaiku dengan sepenuh hatimu. Aku tidak mau ada laki-laki lain didalamnya. Karena sama dengan hati kakak yang sekarang sudah diganti dengan kamu"
Nabila tersenyum sambil memegangi kedua pipinya "Karena aku istri kakak tidak akan ada orang lain lagi dihatiku selain kakak"
"Terimakasih sayang, Dan bisakah saat kita berdua seperti ini panggil kakak sayang. Untuk membuktikan kalau yang kamu katakan tadi benar" Shakil memandangnya serius
"Iya sayang"
Shakil langsung memeluk dan mengangkatnya dengan hati yang sangat bahagia. "Papah, Mamah, Kalian dengar putrimu memanggilku sayang. Dia menyayangiku"
"Papah, Mamah?" Nabila heran dengan kata-kata itu
"Mereka mertuaku. Kau tidak suka aku memanggilnya seperti itu?"
"Berapa banyak lagi kejutan yang akan kakak berikan untukku. Tentu saja aku sangat menyukainya. Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang kakak berikan untukku" Nabila menitikan air mata
"Sayang jangan menangis lagi. Satu tetes air matamu adalah pisau yang menusuk kejantungku. Bayangkan kalau kamu menangis. Berapa banyak pisau yang akan membunuhku"
Nabila tersenyum sambil mencubit perut Shakil
"Kenapa akhir-akhir ini kakak sering gombal. Belajar dimana?"
"Nah gitu dong senyum. Dan kamu tau senyuman kamu itu bagaikan.." Perkataannya terpotong karena jari telunjuk Nabila sudah menempel di bibirnya
"Sssttt. Udah gak usah gombal lagi. Diabetes nanti aku denger kata-kata manis kakak mulu"
Bukan shakil namanya kalau tidak jahil. Dia menjilat jari nabila yang menempel di bibirnya..
"Kakak!!" Nabila menarik tangannya "Gimana kalau jari aku tetanus"
"Tidak sayang. Paling hanya rabies" Shakil mengendong tubuh Nabila dan pergi meninggalkan makam "Papah, Mamah secepatnya aku akan memberikan kalian cucu" Dia teriak dari kejauhan
"Kakak apa sih" Nabila memukul bahunya
Dan mereka pun pergi keperesmian hotel naik pesawat bersama dengan Haris juga. Karena jarak yang tidak terlalu jauh. Jadi mereka tidak memerlukan waktu lama untuk mendarat ketempat tujuan..
"Kakak ini Hotelnya?"
__ADS_1
"Iya. Kamu suka"
"Bagus sekali"
"Ini papahmu yang mendesainnya"
"Benarkah?"
Shakil hanya mengangguk dan melangkahkan kakinya memasuki Hotel itu disambut dengan sejumblah karyawan yang akan bekerja disana nantinya
"Tolong antarkan dia kekamar" Shakil memerintahkan salah satu pegawainya untuk mengantar Nabila kekamar khusus untuk mereka berdua
"Baik tuan" Pegawai itu membungkuk sopan. "Mari Nona saya antar"
Nabila melihat pada Shakil kenapa dia malah disuruh kekamar sendirian.
"Kamu istirahat saja dulu dan jam tujuh kamu harus sudah siap untuk acaranya. Kakak masih banyak pekerjaan disini"
Nabila hanya mengangguk tanpa protes karena ini kesempatan untuknya mempersiapkan kado ulang tahun untuk Shakil.
***
Saat Shakil mengatur semuanya Amir dan Mira juga sampai bersama dengan Hasan. Dia berhasil memaksa Amir untuk ikut keperesmian Hotel itu agar bisa dengan mudah mencelakai Nabila. dia melihat Shakil sibuk dan begitupun dengan Amir dan Mira yang juga ikut mengatur dekorasinya. Ini kesempatan baik untuk dia mencari keberadaan Nabila. Setelah menanyakan pada pegawai dimana kamar direktur utama mereka. Akhirnya Hasan menemukan kamar itu. Berulang kali dia mengetuk pintunya tapi tidak ada jawaban dari dalam
"Dia tidak ada dikamarnya. Jadi dimana bocah sialan itu berada"
"Paman mencariku?" Dengan santai Nabila berjalan dari arah lain kembali kekamarnya
Nabila sudah punya firasat tidak baik pada Hasan diapun melakukan panggilan cepat pada Shakil dengan ponsel yang dipegangnya dari tadi. Tanpa Hasan sadari panggilannya sudah terhubung dan Shakil pun mendengarkan pembicaraan mereka
"Apa salahku?" Tanya Nabila pada Hasan
"Salahmu adalah kau anak Harun"
"Masalah paman itu dengan Papahku. Kenapa aku yang dibawa-bawa" Dengan santai Nabila menjawabnya
"Kau juga maslahku. Dulu aku dengan mudah menguasai Shakil tapi setelah dia jatuh cinta pada Lexa semua berubah. Dan aku bahagia lexa tiada karena dari situ dengan mudahnya Shakil ada digenggamanku lagi. Dan sekarang kau, Kaulah penghalangku"
"Aku bukan alasannya untuk dia tidak patuh padamu. Tapi dirimu sendiri yang bersikap tidak baik padanya"
"Kau pikir aku akan takut karena kau anak Harun. Dia sudah tiada dan aku akan mudah menyingkirkanmu seperti kekasihnya dulu"
"Maksudmu? Apa kau ada hubungannya dengan kematian Lexa?"
"Apa urusanmu. Kau ingin menyeretku kepenjara?"
"Haha mana mungkin aku tidak punya bukti untuk itu lagipula aku tidak punya urusan dengan Lexa bahkan aku tidak mengenalnya"
__ADS_1
"Cih benar. Kau hanya hama yang mengganggu keluargaku.. Walau aku katakan aku yang membunuh Lexa sekalipun kau tidak bisa memberikan kesaksian apapun. Aku menyabotase mobilnya agar masuk jurang tapi sebelum itu aku sudah melenyapkannya dengan tanganku sendiri dan mengubur jasadnya didalam lubang kubur ayahnya sendiri hahah"
"Baiklah karena aku tidak ada urusan dengan anda lagi maka biarkan aku masuk" nabila pura-pura tidak peduli
Hasan menggenggam erat tangan Nabila untuk menahannya "Apa kau tuli? Aku sudah katakan kau penghalangku" Hasan melepaskan tangan Nabila lagi "Baiklah aku tidak akan menyakitimu tapi aku ada penawaran menarik untuk kita kerja sama"
"Apa?"
"Aku akan membayarmu dengan mahal jika kau bersedia meninggalkannya"
"Hahaha paman penawaranmu tidak menarik sama sekali. Kau memintaku meninggalkan gunung emas yang kau sendiri mengincarnya.. Aku tidak mau" Tegas Nabila
"Kau memang Rubah licik. Ini yang kau harapkan dari keluargaku?"
"Apalagi? Ini untuk membayar mahal tubuhku dan untuk mengandung anaknya"
"Kauuu!! Tidak kusangka kau selicik ini.. Kau perempuan ja***g. Aku akan membunuhmu"
"Aaaa aku sangat takut" Nabila menutup mulutnya dan tertawa "Hahaha.. Anda tau aku anak Harun. Kau pikir papahku membiarkan anak perempuannya begitu saja tanpa bekal untuk menghadapi orang sepertimu.. Cih niatmu saja sudah terbaca olehku. Dan apakah kau ingin mencoba rasanya tulang remuk?" Nabila hanya menakut-nakuti. Yang sebenarnya dia tidak bisa melakukan apapun. Dan hanya keberanian saja yang diturunkan Harun padanya
"Kau pikir aku percaya?" Dengan suara getir gemetar hasan mundur satu langkah
Melihat reaksi Hasan yang ketakutan Nabila melangkahkan kakinya "Kau benar-benar ingin mencobanya? Kemarilah. Aku tidak akan membunuh mu. Hanya ingin mencicipi seberapa lunaknya tulang-tulangmu"
"Kau memang i***s seperti papahmu" Hasan teriak
"Setidaknya kami tidak pernah mengotori tangan dengan melenyapkan seseorang" Nabila terus melangkah mendekat padanya dan dengan kaki Hasan yang ikut mundur
"Aku melenyapkan Lexa karena ada sebabnya"
"Haha tentu saja kau ingin memperbudak suamiku kan?"
"Suami?" Hasan berhenti melangkah karena dibelakang sudah menabrak seseorang
"Aku suaminya" Dari arah belakang Shakil sudah mengikat tangan Hasan
"Kau" Dia terkejut karena bukan hanya Shakil Amir,Mira, dan Haris saja. Tapi juga polisi sudah ada dari tadi mendengarkannya.. Itulah yang membuat nabila tidak takut sedikitpun atas semua ancamannya
"Upss.. Maaf paman aku sempat menelepon kakak tadi" Nabila berjalan merangkul tangan Shakil setelah polisi Membekuknya. "Aku tidak punya bukti apa-apa untuk menjebloskanmu kepolisi. Tapi paman sendiri yang mengatakannya,"
"Sial.. Kau gadis s**lan" Teriak Hasan yang dengan cepat Amir menamparnya
"Kau yang si**lan. Setega itu kau menyakiti keponakanmu sendiri. Dan juga aku kakak kandungmu"
"Karena kau lebih beruntung dariku"
"Aku memiliki semua ini karena hasil jeripayahku sendiri. Bukan warisan dari orang tua kita.. Kau sendiri tau semua warisan itu dihabisi oleh keserakahanmu" amir lalu memerintah pada polisi "Bawa pembunuh ini pergi" Amir teriak
__ADS_1
Hasanpun dibawa polisi untuk diperiksa atas meninggalnya Lexa. Yang dari awal memang tidak jelas dia masih hidup atau tidak karena tidak ditemukan jasadnya. Dan kini semua jelas kecelakaan Lexa disebabkan oleh Hasan dan mengubur jasadnya tanpa jejak karena ingin menguasai Shakil dan hartanya
Bersambung❤❤❤