ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
28. Kunjungan Kekantor


__ADS_3

Mereka pulang dengan menggunakan mobilnya masing-masing. sedangkan Nabila mulai hari ini tidak dijemput Shakil lagi, karena sekarang dia punya bodygard yang bisa mengantar kemanapun dia mau.


mobil terus melaju, terlihat Nabila hanya diam menatap jalan yang cerah karena teriknya matahari, dan hari ini dia merasa sangat sepi, seperti ada yang hilang tanpa ada Shakil disisnya. dia juga membayangkan betapa sepinya nanti setelah tiba dirumah, tidak ada orang selain pelayan yang itu pun tidak bisa dia temui. membuat nabila benar-benar sangat murung, dan tiba-tiba mobil terhenti...


"eh udah sampai ya pak?" tersadar dari lamunannya dengan pintu mobil yang sudah terbuka oleh Security, karena dia hapal betul mobil tuannya


"tungngu, kita dimana? gedung apa ini? kenapa kau tidak mengantar ku pulang? heran melihat gedung tinggi yang sangat megah.


"maaf Nona tadi tuan memerintahkan saya mengantar anda kekantornya" jawab Marco (bodygard)


"benarkah? senang sekali aku pikir akan sendirian nanti dirumah" tersenyum senang


Nabila masuk kedalam gedung dan melihat sekeliling ruangan tapi tidak ada orang yang dia cari, dan tiba-tiba matanya tertuju pada tiga wanita cantik di balik meja panjang bertuliskan Resepsionis


"maaf nona ada yang bisa saya bantu?" sapa Resepsionis itu


"aku mau ketemu kakak" dengan polosnya dia menjawab


"kakak?" bersamaan saling pandang


kemudian dari arah belakang ada yang menepuk pundaknya, Nabila pun membalikan tubuhnya dan terlihat orang yang dia rindukan tepat ada dihadapannya


"kau bodoh. siapa yang mengenaliku dengan debutan itu disini" senyum gemas dengan kepolosan istrinya


"aku lupa" menunjukan gigi putih bersihnya dan menarik tangan Shakil untuk mencium punggung tangannya


Seluruh pegawai yang ada disana dibuatnya tercenga dengan tingkah laku Nabila. selama ini bos mereka hanya menyentuh tangan kedua orangtuanya saja. bahkan untuk menyetujui kesepakatan dengan perusahaan lain pun cukup hanya menundukan kepala saja. tapi hari ini bukan hanya gadis itu yang berani mencium tangan Presdir. tapi Presdir mereka juga membalasnya dengan satu kecupan di kening Nabila, pemandangan langka ini sangat membuat sesak seluruh kariawati yang mengagumi ketampan bos mereka

__ADS_1


Shakil menggenggam tangan Nabila masuk kedalam lift khusus untuk Presdir. membuat semakin lengkap kebingungan orang-orang yang ada disekelilingmya. baru pernah Presdir mereka menggandeng tangan seorang gadis begitu lembut seperti pada adiknya sendiri, tapi mereka juga tau Shakil adalah anak tinggal...


Sesampainya diruang kerja Shakil, Nabila dikejutkan dengan kemewahan ruangan itu. dengan dingding yang terbuat dari kaca bisa melihat seluruh ibukota, bahkan terlihat di kejauhan ada deburan ombak dari laut yang terbentang nyata


" kakak bagus sekali, aku seperti sedang terbang melihat semuanya. dan juga laut, biasanya aku melihatnya hanya diTV, tapi ini ada dihadapanku, walaupun jauh tapi ini nyata sungguh indah" menempelkan tangannya didingding kaca tersebut


"apa kamu belum pernah kelaut?"


"kata mamah waktu umur aku tiga tahun pernah, tapi aku tdak ingat" masih dengan pandangannya yang takjub


Shakil mengerti, dia tau benar harun pobia pantai/laut jadi tidak heran Nabila tidak pernah kelaut, karena pasti harun akan melarangnya


"kau tau kenapa pak harun tidak suka laut?" tanya Shakil karena dia tidak tau alasannya


"kata mamah itu terakhir kalinya kami kelaut, karena saat itu aku terseret ombak sejauh sepuluh meter dari pantai. papah sangat menyesal mengajak kami ke pantai jadi dari situlah ayah tidak mengijinkan aku ke pantai lagi" jawab santai lalu berjalan ke sofa


"hmm" duduk disofa "waahh, banyak sekali makanannya?" terkejut sudah ada makanan di meja


"ahh sampai lupa kita kan mau makan siang" duduk disamping Nabila


seperti biasanya dia menyuapi istrinya. dan untuk kali ini tidak ada penolakan lagi dari Nabila karena dia sudah nyaman dengan situasi ini, sesekali Shakil mebersihkan sisa makanan yang nempel dibibir nabila dengan cara menjilatnya, dan dengan sengaja juga dia membuat Nabila makan berantakan terus menerus haha dasar Shakil .


"kakak sengaja ya?" kesal


"kamu yang sengaja makan berantakan. kamu suka ya kakak bersihin terus" Pura-pura menyalahkan Nabila


" mana ada! udah sini aku bisa makan sendiri!" merebut sendok ditangan suaminya

__ADS_1


Shakil mulai jahil dengan mengangkat tubuh Nabila kepangkuannya. membuat Nabila kaget dengan apa yang dilakukan suaminya secara tiba-tiba. dia berusaha melepaskan pelukannya tapi percuma Shakil sudah menenggelamkan wajahnya di leher Nabila


"kaka, aku baru pulang sekolah dan berkeringat juga. jangan seperti ini" mendorong kepala shakil


"aku tidak peduli, aroma tubuhmu selalu menggodaku" dengan tangan yang membuka satu kacing bagian dada diseragam Nabila


" kakak,,!!!!" memejamkan matanya dengan desahan merasakan sentuhan lembut pria itu


"Nabila sayang??"


"hmm" masih menikmati sentuhan Shakil


" boleh kakak minta lebih dari ini padamu?" memasukan tangannya kedalam baju Nabila dan mainkannya dibagian dada


Napas Nabila semakin tidak beraturan dengan aksi suaminya " kakak ini kantor! bagaimana nanti ada yang masuk" menahan lengan jahil Shakil yang sudah kemana-mana


Shakil tersadar jika tiba-tiba Siska memaksa masuk seperti biasanya bagaimana? dan melihat apa yang mereka lakukan!. ini akan menjadi masalah besar untuk menyelidikinya nanti..


:


:


:


:


Bersambung❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2