ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
24. Perhatian Shakil


__ADS_3

"kalau bukan dia lalu siapa yang ingin membunuhku?? apa sibakteri itu mendengar pembicaraanku dengan asisten haris??" berpikir dalam hati lalu pandangannya tertuju pada Shakil


"kakak!!!" teriak menutup matanya "kenapa kakak menodai mataku?" berpaling kearah lain


"karena kamu juga sudah menodai mataku tadi" jawab santai


"apa?" bingung tidak mengerti apa yang dia katakan


"kamu pikir siapa yang mengganti pakaian sialan mu itu? siapa yang membersihkan wajah yang penuh senjata pemikat pria mu itu? siapa yang membersihkan tubuhmu yang berlumur darah.. ahh bahkan aku membersihkan setiap inci tubuhmu tanpa terlewat sedikitpun.. dan kamu masih bilang mataku tidak ternoda dengan semua lekuk tubuhmu??..


pelayan disini aku gajih tiga kali lipat dari pelayan biasa, dan aku.. seorang Presdir yang melayanimu, kau harus membayarnya untuk perawatan ini" menghampiri Nabila


"apa!!!,,,kakak melakukan semua itu???!" meraba tubuhnya dan dilihat pakaian yang sudah berganti dengan baju tidur


"apa aku perlu perlihatkan vidio saat aku membersihkan tubuhmu" mengambil ponsel yang sebenarnya tidak dia rekam, berbohong agar nabila percaya


"tidak,, tidak,, ini sangat mengerikan... " menepis ponselnya


tok tok


"masuk" jawab Shakil


"maaf tuan ini makanan untuk nona muda dan anda" anton meletakan dimeja depan sofa dan pergi lagi


"ayo makan,, tadi dihotel kamu tidak makan apa-apa" langsung menggendong Nabila


"kakak yang luka tanganku bukan kaki"


"jangan banyak bicara, kamu ini masih lemah" mendudukkan nya di sofa

__ADS_1


"aku semakin tidak mengerti dengan sikuman ini.. terkadang dia menggoda ku.. terkadang juga manja seperti bayi.. tapi tiba-tiba marah tanpa alasan dan tiba-tiba juga seperhatian ini.. aku yakin dia ada gangguan di kepala nya" batin Nabila


"ayo buka mulutmu" menyuapi istrinya


"kakak aku bisa sendiri" mendorong sendoknya dengan tangan kiri


"baiklah lakukan... aku ingin lihat sehebat apa tanganmu mengangkat sendok ini"


Nabila mengambil sendoknya pelan dengan sedikit rintihan, tapi memang tidak bisa dia lakukan " aaaahhhhh" menjerit sambil memegang lukanya


Nabila hanya diam karena dia memang tidak bisa melakukan apa-apa tanpa tangan kanannya.. untuk saat ini yang terbaik hanya menuruti perkataan suaminya agar lebih aman..


Amir sengaja menembak tangan kanannya agar Nabila kerepotan untuk mengerjakan apa-apa... dengan begitu waktu Shakil akan dilimpahkan pada istrinya dan lama kelamaan akan lupa pada Siska


Selesai makan malam tidak lupa Shakil memberikan obat padanya.. pertengkaran pun masih tetap berlanjut tentang tempat tidur... yang satu tidak mau tidur dengan suaminya.. dan yang satu lagi tidak ingin meninggalkan istrinya dalam keadaan seperti ini..


sudah jelas Shakil pemenangnya. apalagi yang bisa dia lakukan selain membungkam mulut Nabila dengan bibir lembutnya


Shakil tau apa yang istrinya lakukan, karena dia sudah bangun pada saat Nabila menggerakkan tubuhnya tadi,, tawa bahagia dia sembunyikan didalam hati karena ingin tau Nabila bicara apa saja..


"eeeeuuhhh" Shakil menggerakkan tubuhnya pelan pura-pura baru bangun, membuka mata dan melihat Nabila yang menatapnya " apa aku mengenai lukamu saat tidur" berlagak polos


" tidak.. hanya saja aku tidak bisa bergerak" berusaha menyingkirkan kaki Shakil


"ohh maaf... tubuhmu kecil sekali aku pikir guling" mengangkat kaki tapi tidak dengan tangannya


"aku tarik kata-kata ku tadi. baru buka mata saja sudah menyebalkan"


"permisi tuan.. apakah anda lupa meninggalkan tanganmu dimana??" dengan mata yang mengarah pada perutnya

__ADS_1


"tentu saja tidak nona!!! aku selalu meletaka apapun milikku ditempatnya".. mencium pipi nabila


"percuma mengatakan apa pun,, dia selalu punya jawaban dengan mengambil keuntungan dariku" batin nabila


"terserah kakak.. hari ini aku sudah jauh lebih baik, jadi silahkan pergi ke kamar kakak.. karena aku mau mandi"


"baiklah istriku, mari kita mandi" bangun dari tempat tidur


"KITA!!!" kaget


"of course!! apa kamu ingin mengajak anton juga untuk mandi bersama kita?"


"Sssttt,,, tidak pak anton dan tidak juga dengan kakak,, hanya aku,,, alone ok!!" tegas


"kamu yakin tidak membutuhkan suamimu??,, sudah kubilang jangan keras kepala"


"aku bisa sendiri Tuan Shakil yang Terhormat" kesal


" baiklah.. buktikan padaku kamu bisa membuka pakaian itu baru aku akan pergi" tantang Shakil


"eemm..mm aku.. akan membukanya dikamar mandi" mencari alasan


Shakil tidak peduli lagi dengan ucapan Nabila.. dia langsung membuka bajunya dan menggendongnya kekamar mandi lalu merebahkan di bathup...


:


:


:

__ADS_1


:


Bersambung❤❤❤


__ADS_2