
Dimeja makan semua sudah berkumpul untuk makan malam. Makanan untuk Nabila juga sudah disiapkan oleh Koki khusus yang sengaja Shakil siapkan agar makanan Nabila terjaga, dia sangat khwatir karena kejadian Alerginya membuat dia Trouma dan lebih waspada lagi
"Nak bagaimana dengan peresmian Hotelnya?" Tanya Amir
"Udah tujuh puluh persen Yah, Masih ada beberapa yang masih kurang"
"Lalu apa kamu sudah menentukan tanggalnya?"
"Belum Yah. Aku harus memeriksa jadwalku dulu"
"Kenapa tidak hari Ulangtahun kamu saja?"
Nabiia langsung melirik pada Shakil. Menunggu jawaban kapan Ulangtahunnya. Karena dia tidak pernah melihat biodata Shakil yang menurutnya memang tidak penting
"Bunda!!"
Shakil menolak, Semenjak Lexa meninggal dia tidak suka dengan Ulangtahun bahkan ada yang mengucapkanya pun dia sangat marah.
Baginya terlalu banyak kenangan indah bersama Lexa dihari Ulangtahunnya dan akan menyakitkan jika ada satu orang pun yang merayakannya
"Kenapa?" Mira meririk pada Nabila. Mengisyaratkan kalau kenangannya bersama Lexa sudah benar-benar mati. Dan Mira menunjukan pada kenyataannya yang duduk bersamanya sekarang adalah Nabila..
Shakil melihat kearah Nabila. Yang terlihat bingung dengan sikap Anak dan Ibu yang berbicara singkat, Tapi bisa diartikan dengan panjang lebar. Lalu Shakil pun tersenyum terlintas Dikepalanya kalau inilah waktu yang sangat tepat untuk menunjukan perasaannya pada istrinya.
"Baiklah. Aku akan atur tanggalnya" Shakil melanjutkan makannya lagi
Amir tersenyum melihat perubahan Shakil yang selalu luluh kalau menyangkut dengan Nabila. Dia benar-benar yakin nama Lexa sudah hilang dari hati anaknya
Kakak Ulangtahun? Kapan? Haha aku memang tidak pertah tau tentangnya, Huh Nabila kau memang Istri yang hebat. Luar biasa tidak tau Ulangtahun suamimu sendiri ini benar-benar kacau
"Ayah, Bunda aku duluan" Shakil yang sudah selesai makan langsung berdiri. Ingin keruang kerjanya karena ada beberapa pekerjaan yang masih belum selesai "Sayang kakak ada kerjaan kamu tidur duluan aja ya?" Shakil mengusap pelan kepala Nabila menunjukan rasa sayangnya bahkan sekarang sudah tidak canggung lagi walaupun ada Amir dan Mira melihatnya
Nabila hanya senyum dan mengangguk, lalu menghabiskan makan malamnya.
***
__ADS_1
Berhubung Shakil tidak ada. Dia memanfaatkan waktunya untuk melakukan panggilan vidio bersama ketiga temannya..
Dengan posisi tengkurap ditempat tidur dia melakukan panggilan vidionya melalui laptop agar lebih nyaman tanpa harus memegangi ponselnya
Anna💻: Hi guys??
Nabila, Romi, Rey💻: Hi juga
Anna💻: Udah lama kita gak ngobrol bareng kaya gini kangeen banget tau
Rey💻: Gue emang selalu ngangenin, Tapi sayangnya gue gak kangen sama lo
Anna💻: Hih lagian ogah gue dikangenin sama lo. Langsung gatel-gatel nih badan gue
Romi💻: Yee emangnya aja lo buluk. Gak pernah mandi
Nabila💻: Udah apa sih kalian. Kita udah lama gak ketemu malah pada ribut..
Akhirnya mereka ngobrol. Cerita. Curhat. Berantem sampai tertawa terbahak bersama, tapi tanpa didiga. Tiba-tiba dari arah belakang tubuh Shakil sudah menibani Nabila dan sudah pasti ini membuatnya terkejut.
"Kakak!!" Nabila teriak. Tapi tidak dengan ketiga temannya yang masih diam Syok melihat hal yang gila. Nabila berusaha meraih laptopnya ingin mematikan telepon tapi tidak bisa. Karena
"Aaaww, Kamu ini macan atau apa sih. Kenapa gigit kakak? Baru saja tadi kamu duluan yang naik kepangkuanku sekarang malah marah lagi ada apa?"
Nabila menunjukan kedua kepalannya "Kakak minggir" Nabila memberontak dan melemparkan lirikannya pada laptop
"Apa?" Shakil mengikuti arahan mata Nabila dan langsung membulatkan matanya dengan lebar setelah melihat layar Laptop ada tiga orang yang memesang wajah datar
💻"Hi" Serempak mereka bertiga menyapa dengan nada canggung
Shakil kembali melihat Nabila lagi "Kenapa gak bilang dari tadi?" Shakil berbisik. Tapi tetep terdengar oleh ketiganya karena Nabila memakai Hadshet..
Sambil berusaha mematikan panggilan dia jawab "Kakak yang gak liat-liat, Aku lagi apa main tubruk aja" Dan panggilan pun terputus
"Mana kakak tau kamu telepon dengan ini, Lagian kamu bukannya tidur malah teleponan"
__ADS_1
"Lho ko malah nyalahin aku shi!" Shakil bangun dari tubuh Nabila "Trus aku gimana?" Nabila merengek. Dia bingung apa yang harus dijelaskan pada teman-temannya nanti
"Kamu kenapa? Mau kakak cium lagi" Shakil pura-pura bodoh
"Bukan itu!! Aku gimna jelasin sama teman-temannya?" Nabila mengikuti langkah Shakil yang menuju ruang ganti
"Ya bilang aja kita udah nikah" Dengan santainya Shakil membuka baju dihadapan Nabila
"Mana bisa begitu? Aku belum siap" Nabila masih mengikuti langkah Shakil dengan pikiran yang tidak tau kemana
"Kalau begitu bilang aja kita pacaran!" Shakil masih senyum-senyum meskipun dia tidak pakai apa-apa tapi Nabila tidak menyadarinya dia terus mondar-mandir di dekat Shakil sambil terus berpikir keras
"Cuma itu shi alasan satu-satunya" Langkahnya terhenti karena dia menubruk tubuh Shakil yang menghadangnya
"Aduh" Wajahnya menempel didada shakil. Dan dia baru sadar kalau dari tadi mengikuti Shakil ganti pakaian "Kakakkk!!! Kenapa gak pakai baju?" Membalikan tubuhnya yang sama saja. Karena dia malah menghadap cermin
"Kamu yang mau ngintip. Sampai lihat kamu cium dada kakak juga lagi" Shakil mengejeknya sambil memeluk Nabila dari belakang
"Mana ada. Aku... Aku..." Nabila sulit menjelaskan karena dia benar-benar gugup
"Aku apa? Aku ingin ini?" Shakil memeluknya dengan erat lagi
Aku kenapa sih. Nabila kamu sangat melakukan. Kenapa juga gak sadar sejak kapan dia buka baju. kalau gini aku mau ngomong apa?
"Masih gak bisa jawab? Lihat wajah kamu semerah ini" Shakil semakin senang mengejeknya. Melihat Nabila yang hanya menggigit bibirnya sendiri
"Aku mau kekamar mandi" Nabila berusaha lepas
"Kamu mau kita dikamar mandi aja?" Berbisik dan menggigit telinganya
"Kakak nanti aku ngompol nih"
Shakil melepaskan pelukannya dan Nabila pun langsung berlari kekamar mandi. "Haha kenapa kamu masih saja malu-malu padahal kita sudah sering melkukannya" Shakil bergumam sendiri "Semakin hari kau semakin menggemaskan. Ingin sekali aku menghabisimu sekarang juga" Dan Shakil mengganti pakaiannya kembali
Kenapa aku semalu ini. Lagi-agi aku yang kena dikerjai. Otakku juga, Kenapa sudah tidak berpungsi dengan baik lagi?, Aahh,, mungkin gara-gara setiap kali dia menyentuhku jantungku sangat berisik dan tidak bisa tenang. Aaaa aku bisa gilakalu terus seperti ini.
__ADS_1
Nabila keluar dan mengintip melihat Shakil sedang apa? Tapi setelah dia lihat Shakil sudah berbaring ditempat tidur. Maka Nabilapun perlahan menaiki tempat tidur dan berbaring juga
Bersambung❤❤❤