
Shakil tiba dirumah membawa empat kantong belanja besar. Tiga kantong untuk pembalut dan satu kantong lagi cemilan. Dia langsung memberikan semua belanjaan itu ke tangan Nabila sampai dia gelagapan dan sulit untuk menampungnya
"Kakak!! Kenapa sebanyak ini?.. Emanya aku mau jualan apa?" Suara Nabila yang terhimpit pelanstik belanjaan yang menutupi wajahnya
"Itu biar kamu gak ribet lagi nyari pembalut tengah malam gini" Tampang Shakil masih kesal mengingat kejadian disupermarket tadi
"Iya. Tapi kan lain kali aku bisa beli sendiri.. Ini karena malam aja aku minta tolong kakak" Nabila cemberut meletakan barang-barangnya disofa. Lalu dia kekamar mandi membawa satu pembalutnya
Setelah selesai Nabila keluar melihat Shakil yang bersandar disisi tempat tidur dengan mengutak-ngatik ponselnya. Nabila juga naik ketempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut
"Sudah begitu saja?" Shakil bicara tanpa meliriknya
"Apa?" Nabila berbalik menghadap shaklil
"Kakak keluar malam-malam demi kamu. Dan tadi disupermarket banyak kariawan wanita menatapku berdiri didaerah pembalut apa kamu tidak tau bagaimana malunya aku... Dan sekarang kamu langsung tidur tanpa ada rasa
terima kasih?"
"Oh iya lupa. Thank you ya?" Nabila tersenyum manis
"Gak kerasa"
"Terus?"
"Ya peluk kek, Cium kek, Atau apa lah"
Dasar kuman mesum. Cuma beliin itu aja imbalannya banyak banget
"Emmuah. Terimakasih kakak ku yang baik hati" Habila memeluk dan mencium pipi shakil
"Kamu lagi godain kakak ya?" Melihat dada Nabila yang terbuka dari atas
"Mana ada tadi kan kakan sendiri yang minta" Tubuh Nabila sudah terdorong oleh tubuh kekar Shakil
"Kakak jangan seperti ini.. Aku gak nyaman" Nabila berusaha mendorongnya tapi Shakil sudah berhenti didaerah vaforitnya
"Diam. Beberapa hari kakak tidak menyentuh ini. Dan setelah pulang kamu malah datang bulan. Kamu memeng menyebalkan" Shakil masih bermain didada Nabila
__ADS_1
"Ini memang sudah waktunya. Bukan aku sengaja kali" Nabila masih meronta-ronta tidak mau Shakil maenyentuhnya
"Kamu tidak bisa diam ya? Kakak hanya ingin seperti ini. Kalau masih bergerak juga kakak akan ikat kamu" Shakil mulai kesal karena Nabila terang-terangan menolaknya
Apalagi? Nabila hanya pasrah membiarkan singa lapar itu bermain-main dengan tubuhnya.. Toh dia akan berhenti setelah dia bosan.
Beberapa menit kemudian. baju Nabila sudah tak tau kemana perginya dan Shakil juga menciptakan banyak tanda merah ditubuh gadis itu karena dia benar-benar merindukan Nabila tapi tidak bisa melakukan lebih dari itu padanya..
"Kakak?"
"Hhmm"
"Bagimana bisa kakak beli semua pesanan aku? Apa kakak membacanya satu per satu?" Nabila penasaran di supermarket tadi bagimna Shakil membeli semua pesanannya tanpa ada kesalahan satu pun
"Huuufh" Shakil menghentikan kegiatannya karena mengingat cara dia membelinya
"Tidak ada yang penting. Jadi tidak perlu dibahas" Shakil memejamkan matanya memeluk Nabila
"Aku mau tau" Merengek manja
Epilog
"Apa dia sudah gila?. Ini banyak sekali bagimana aku memilihnya dan membacanya satu per satu.. Wanita memang aneh.. Beli saja apa yang ada, Kenapa harus ribet dengan merek dan bentuk. Toh itu sama saja seperti Pempers bayi" Shakil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Beberapa menit lamanya dia berdiri ditempat itu membaca satu per satu tanpa mau menyentuhnya. lalu datang dua gadis dengan pakaian sexy. Riasan tebal. Dan parfum yang menyengat datang menghampirinya
"hallo om. Lagi cari apa?" Dengan cekikian tapi setengah menggoda
"Sejak kapan aku menikah dengan bibi mu?" seperti biasa dengan dinginnya Shakil, "jangan dekat-dekat parfummu sangat tidak enak" Shakil risih dengan kedatangan wanita itu karena ini membuatnya semakin malu untuk memilihnya
"Dari tadi aku lihat om berdiri disini apa om mau beli ini?" Salah satu dari mereka menunjuk kearah pembalut
"Aku ingin membeli pempers untuk adikku" Bahkan Shakil malu untuk menyebutnya
"Ya ampun om.. Pempers bayi bukan disini tapi disana!" Gadis itu menunjuk ke arah rak Pempers bayi
"Bukan. Bukan, Aku butuh Pempers yang ini untuk adikku dia sudah SMA dan dia sedang datang bulan.. Begini saja kalian carikan semua yang saya butuhkan dan saya akan membayar semua belanjaan kalian setuju?" Shakil menawari gadis-gadis malam itu belanja gratis sepuasnya
__ADS_1
"Bener ya om?" Tidak percaya
Shakil mengeluarkan kartu Unlimited miliknya dan memberikan pada dua gadis itu
"Cepat catat yang saya perlukan. Dan setiap barang kamu beli sepuluh. Saya akan menunggu diluar. Sepuluh menit kamu harus sudah sampai diparkiran membawa semua belanjaannya" Perintah Shakil yang seperti bos mereka
"Tapi punya kita?"
"Terserah kamu mau beli apa aja, Yang penting waktu dan pesanan saya harus tepet" Shakil langsung berjalan keluar dan menunggunya diparkiran
Sepuluh menit kemudian gadis-gadis itu berjalan dengan engos-engosan membawa beberapa kantong plastik besar. Shakil hanya bisa berdecak menggelengkan kepalanya. Dasar wanita sepuluh menit bisa belanja sebayak itu.. Sedangkan dia saja dalam sepuluh menit hanya berdiri tanpa ada hasil apa-pun
"Simpan disini?" Shakil membuka bagasi mobilnya
"Ini om kartunya. Dan terimakasih belanjaannya"
"Hmm" Dengan dinginnya Shakil tidak peduli sebanyak apa mereka menghabiskan uangnya yang penting pesanan Nabila sudah selesai
"Oh ya jangan panggil aku Om. Aku tidak punya keponakan seperti kalian" Shakil masuk kemobilnya "Cih bahkan istriku lebih muda darinya" Mendumel sendiri
***
"Hahahah" Nabila terpingkal mendengar cerita Shakil yang menurutnya bodoh tapi pintar
"Kenapa tertawa apa ada yang lucu?"
"Tentu saja. Mereka benar. Kenapa aku tidak panggil kakak om saja ya.Haha" Saking lucunya mampai dia tak sadar memukul-mulul dada Shakil dengan keras
"Apa? kau mau mati ya?. Hentikan tertawa, Dan berhenti berpikir yang tidak-tidak" Shakil memegang keras tangan Nabila
"Kakak pintar sekali.. Kenapa tadi tidak minta tolong Security saja atau penjaga yang lain. Kenapa juga harus kakak yang membelinya"
Shakil berpikir sejenak. Dan sadar kenapa dia sebodoh itu. Bukankah setiap urusan sepele dia selalu memerintah orang lain. Tapi kenapa sekarang hanya membeli pembalut dia harus jalan sendiri?
"Kamu ngerjain kakak ya. Kenapa tidak bilang dari tadi?"
"Lho kakak langsung pergi gitu aja" Nabila menjawab tanpa dosa
__ADS_1
"Kamuuu!!" Shakil menggelitik Nabila sampai mereka berdua lelah bercanda diatas tempat tidur dan terlelap dengan posisi Nabila berada ditubuh Shakil dan memeluknya..
Bersambung❤❤❤