ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
169. Tanggal pernikahan


__ADS_3

Keluarga Anna mempersilahkan calon besan mereka masuk walau tanpa persiapan tapi sikap mereka proposional dalam penyambutannya..


Dosen Anna yang selaku ayah dari haris membuka pembicaraan yang sedikit canggung itu, menyampaikan apa niatnya mengunjungi mereka tanpa harus mengatur waktu terlebih dulu.. Apalagi? tentunya melamar anak gadis dihadapannya yang belakangan ini sudah membuat anak laki-laki mereka gila.


Sedangkan gadis yang dilamar pun terkejut dengan Tutur kata dosennya memang dia lontarkan dengan penuh wibawa, namun tidak sanggup lagi untuk menolaknya..


Anna semakin memicingkan matanya kearah Haris dengan penuh pertanyaan dan jawaban Haris hanya senyuman bahagia tapi ada sedikit ejekan


"Bagaimana nak? apa kamu menerima niat baik keluarga kami dan ketulusan Haris untuk menjadikanmu istrinya?" kata-kata lemah penuh harapan keluar dari mulut ibu Haris


Anna tersenyum menatap kedua orang tuanya, walau ini terkesan mendadak tapi dari mata gadis itu sudah sangat terlihat kalau dia juga memang mencintai Haris


"Kenapa kamu melihat kami?" Ayah Anna sangat senang dengan pertemuan resmi ini apalagi memang hari dimana adalah impiannya "Kamu yang akan menjalaninya"


Kemudian Anna mengangguk ragu dengan tatapan kini mengarah pada ibunya, dari awal juga tau hanya dia lah yang menantang hubungan ini karena status Haris yang duda. tapi siapa sangka senyuman manis juga diberikan pada putrinya dengan garis besar kalau dia sudah menyetujui Haris meminang Anna


Tanpa menunda lagi pria itu mengeluarkan sebuah kotak kecil yang sebelumnya juga hampir diberikan pada Anna di acara Anniversary kedua orangtuanya.. Haris memasangkan cincin itu di jari manis Anna walau tidak banyak orang yang menyaksikan namun ini sangat berarti dengan adanya wali dari kedua belah pihak


"Ibu sangat senang bisa menyaksikan ini" Ibu Haris terharu dan meneteskan air mata


"Tujuan hidup kita, memang untuk menyaksikan anak-anak bahagia". ibunya anna mulai angkat bicara setelah melihat ketulusan keluarga Haris kepada putrinya


"Sebaiknya hal baik seperti ini tidak boleh ditunda lama-lama." Ayah Anna memang yang paling semangat dengan hubungan mereka sangat bahagia, akhirnya putri semata wayangnya jatuh pada pria yang tepat


"Benar aku sangat setuju". Haris semangat

__ADS_1


"Hahaha, lihatlah betapa senangnya dia ingin segera memangsa anna", Ayah anna semakin heboh dengan antusias Haris yang nyata terlihat ingin segera memangsa habis gadis itu..


"Baiklah kalau begitu kita cari tanggal baik untuk meresmikan hubungan mereka". Ayah Haris mulai menghitung agenda yang ada di ingatannya


"Tidak perlu ayah. aku sudah menghitung hari yang tepat untuk pernikahanku," dengan mantap Haris membuka data di ponselnya yang memang sejak semalam setelah tau masalah Shakil akan selesai, dia langsung merincikan semua jadwal kosong dia dan ayahnya dan semua kekosongan hanya jatuh di tujuh hari kemudian


"Acara akan diadakan satu minggu dari sekarang," dengan santai dia mengatakan hal yang mendesak,, sampai Haris terkejut ketika serempaknya mereka bilang


"Apa!!!?"


"Kamu sudah tidak waras?" Pak dosen berdiri karena hampir saja Haris membuatnya serangan jantung


"Kamu pikir pernikahan semudah malam pertama? kita belum mengurus gedung, WO, undangan dan lain-lain, bisa kah semua yang ada di otakmu terkontrol sedikit hah?" Ibu haris ikut tersentak dengan ide konyol yang anaknya lontarkan.


Sementara dari pihak wanita hanya diam tak bisa berkomentar apa-apa. mereka dibuat bingung dengan tanggal yang terlalu sempit tanpa persiapan seperti ini.


"Bukan kah lebih cepat malah semakin baik?" Haris berbicara seolah dia tidak memikirkan betapa sibuknya waktu menangani resepsi pernikahan bosnya itu


"Baik? otakmu yang tidak baik./ ibu haris memukul lengan anaknya yang terlihat tidak sabar jika terus lama-lama menduda. "Kamu menikahi seorang gadis, tidak kah terpikir untuk membuatnya menjadi ratu dalam sehari sebelum dia berbakti padamu seumur hidup?"


"Apa yang ibu bicarakan? aku putra ibu, kenapa kau malah menghakimiku seperti ini?. Anna bukan hanya akan menjadi ratu sehari bersamaku. Tapi dia akan ku jadikan seorang ratu di rumahku untuk seumur hidup." Tegas Haris


"Lantas apa kamu ingin dia tidak memliki kenangan indah dihari pernikahannya jika kamu tida memberi waktu pada kami untuk mempersiapkannya". lagi-lagi ibu Haris mengomentari kelakuan anaknya


"Apa yang perlu kalian siapkan lagi?" Haris masih bersikeras dengan hari yang sudah dia tentukan yang menurutnya sangat baik

__ADS_1


"Sudah!! kenapa kita malah bertengkar seperti ini!" ayah Haris menengahi argument antara anak dan ibu yang tidak akan ada titik tengahnya,, "Haris mengertilah, kalau kita melamar Anna untuk jadi istrimu bukan hanya berjabat tangan lalu kalian sah. Kita punya kerabat, punya teman, punya tetanga, bukan kah pernikahan kalian akan lebih langgeng jika banyak mendapat doa restu dari banyak orang?"


"Tentu saja"


"Lalu?"


"itu sudah menjadi tanggunganku, kalian hanya tinggal duduk manis dan merestui kami"


"Haris membuka kunci layar ponselnya dan mengirim pesan, tak selang beberapa lama bahkan ayah Anna sendiri mendapatkan notifikasi dari ponselnya bahwa ada berita tersebarnya undangan serta tanggal dan tempat yang memang sudah haris persiapkan entah dari kapan.. namun undangan itu memang sangat resmi


Seisi ruangan itu langsung tertegun dan saling menatap satu sama lain. Mereka sangat tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya ada didalam pikiran Haris, tak heran dia menjadi asisten bos di perusahan ternama, memang kemampuan dia tidak tertandingi dengan otak manusia pada umumnya walau terkadang sedikit koslet karena mungkin lama menduda


"Ayah tidak mengerti apa yang harusku katakan lagi,, Entah aku harus memujimu atas kecerdasan ini, atau kau memang bodoh jika melakukan ini sendiri bahkan sebelum tau Anna akan menerimamu atau tidak"


"Aku melakukannya setelah hatiku yakin kalau gadis ini sangat menerima semua kekuranganku"


Semua tersenyum, bahkan anna sendiri ikut tersenyum malu mendengar perkataan Haris yang tanpa ragu didepan kedua orang tuanya


Acara lamaran selesai dengan perpisahan dua keluarga dihalaman rumah keluarga Anna, mereka berpamitan dengan penuh kesopanan dan bekali-kali meminta maaf atas perdebatan tadi karena kepintaran atau mungkin jadi kebodohan untuk Haris bertingkah tergesa-gesa namun sangat meringankan kesulitan untuk mereka mengurus sebuah pesta pernikahan yang memang tidak mudah mempersiapkannya


Selagi berpamitan Haris menyempatkan dirinya untuk berbisik pada Anna saat semuanya tidak melihat kepada mereka


"Satu minggu, bukan kah waktu yang cukup untuk menikmati ranjangmu sendirian?"


Anna langsung berpaling kearah Haris dan mengerutkan dahinya untuk maksud dari perkataan pria itu. Namum Haris hanya tersenyum sambil mengecup dahi yang mengkerut itu lalu berpamitan pada kedua orang tua Anna tanpa mau melihat kebelakang lagi karena dia tau calon istrinya pasti sedang mengutuk Haris lewat ekspresi wajah yang sudah merapatkan kedua giginya kuat-kuat

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2