
Anna berlari ke kamar mandi. Walaupun sulit dan hampir terserimpet oleh selimut yang dibawanya, namun dia sigap menghindarinya Haris, yang memang untuk saat ini annay benar-benar belum siap.
Ini membuat suaminya sedikit kecewa, ternyata setakut itu Anna pada dirinya, padahal sebelum menikah gadis itu terlihat sangat agresif tapi entah kenapa sekarang begitu takut
Tidak ada pilihan selain haris memberi waktu pada istrinya sampai dia siap dengan kewajibannya walaupun dalam hati sangat menolak mengikhlaskan nya
Di tempat lain Nabila benar-benar pergi beli ice krim, setelah itu dia ke taman kota yang tidak jauh dari kediaman Amir. Bukan keras kepala tidak menuruti perintah suami juga mertuanya tapi hari ini mood Nabila benar-benar sangat tidak enak dia merasa bosan apalagi di rumah sama sekali tidak ada yang bisa diajak ngobrol..
Dari taman otak kecil itu mulai berinisiatif untuk pergi jalan-jalan sendiri, dan menghentikan sebuah taksi yang kebetulan melintas di hadapannya. Nabila sebenarnya tidak tahu arah tujuannya mau ke mana, tapi baginya di luar lebih baik daripada ada di rumah sendiri
Dan saat melintas di sebuah Cafe matanya langsung tertuju pada foto dessert yang menggoda. sampai tanpa disadari dia menelan ludahnya sendiri dan dengan hati yang senang dia turun lalu memasuki cafe tersebut
Nabila sengaja memilih kursi yang sedikit tersembunyi untuk single, karena ditakutkan ada yang melihatnya dan pasti mendapat omelan dari Shakil nantinya
"Permisi Nona, mau pesan apa" salah satu pelayan di sana meletakkan buku menu andalan mereka di depan Nabila
"Oh iya, bawakan aku ini, ini, dan ini." Tiga jenis dessert dia pilih sekaligus sampai sang pelayan itu sedikit kebingungan
"Baik. Kalau minumannya?"
"Air mineral aja"
"Baik. Mohon ditunggu" Pelayan itu kemudian pergi untuk menyiapkan pesanan Nabila. Dan dalam jangka waktu yang tak lama semua yang gadis itu pesan sudah tersaji di depan matanya. Kemudian tanpa pikir panjang dia langsung menikmati sambil terus mengelus bulatan perutnya
Hari ini kamu banyak makanan enak, tapi jangan bilang-bilang Papa ya, kalau hari ini kita senang-senang, oke!
__ADS_1
Seketika perut Nabila mendapati gerakan-gerakan kecil, dan ini membuatnya sangat senang karena bayinya merespon apa yang dia katakan kan.
Wah anak pintar, kamu senang ya Mama ajak jalan-jalan
Namun seketika senyum Nabila terhenti setelah dilihatnya dari kejauhan ada suami nya yang sedang yang duduk bersama seorang wanita. Setelah diperhatikan memang tidak ada ada kejanggalan dalam ekspresi pembicaraan mereka tapi Nabila sedikit sensitif, walaupun dia sendiri tahu kalau suaminya tidak akan melakukan hal yang aneh di luar sana
Ih kakak nyebelin, aku ditinggal sendiri di rumah dan gak boleh kemana-mana tapi dia malah asik-asikan sama wanita lain, mana cantik dan seksi lagi
Nabila masih memperhatikan sikap suaminya sambil menikmati makanan yang tadi dia pesan. Namun entah bagaimana ceritanya ada kejadian yang memang tidak disengaja. Seorang pelayan menumpahkan minuman ke celana Shakil
"Ya ampun kakak"
Nabila reflek berdiri hendak menghampiri dan membantu suaminya tapi tertahan karena gadis yang ada di depan Shakil langsung menyeka kakinya itu dengan tisu. Terlihat memang beberapa kali Shakil menolak karena dia sendiri risih dengan tindakan partner bisnisnya itu. Tapi tetap saja tidak dihiraukan dia masih mengusap-usap kaki Shakil dengan tangannya
Sedangkan di seberang sana Shakil dengan profesional meneruskan rapatnya agar cepat selesai dan tidak terlalu lama duduk dengan celana yang kotor
"Bapak yakin tidak mau menggantinya dulu?"
"Tidak perlu, ini hanya tumpahan air saja" Dia membuka kembali lembaran-lembaran kertas yang dari tadi di bahasnya.
Shakil melanjutkan persentasi nya dengan fokus dan serius, menunjukkan keuntungan dan bagi hasil yang akan didapat nanti dari proyek tersebut. Tapi tanpa disadari wanita ada di depan matanya sama sekali tidak menyimak dan terus menatap ketampanan Shakil bahkan di dalam hatinya sangat kagum bukan hanya paras namun kecerdasan juga prestasi di usia yang masih termasuk muda tapi berhasil mendirikan perusahaan ternama dengan sangat baik.
"Bagaimana.? ada yang ingin ditanyakan?" Shakil mengejutkan lamunan wanita itu
"Ah,, Ti-tidak. Saya sudah sangat setuju"
__ADS_1
"Maaf setuju tentang apa?" Shakil tidak mengerti karena jawaban partner bisnisnya sama sekali tidak sinkron dengan pembicaraan mereka
"M-maksud saya, apapun itu pasti anda sudah mempertimbangkannya dengan baik. dan tentu saja saya akan setuju untuk bekerjasama dengan perusahaan ini"
"Baiklah kalau semua sudah jelas. besok sekretaris saya akan mengirimkan datanya ke perusahaan anda" Shakil berdiri dan merapihkan laptop juga berkas-berkasnya, karena tidak ada asisten maupun sekretaris yang ikut bersamanya, maka dia agak sedikit kerepotan
"Kenapa sangat buru-buru, bahkan kita belum sempat memesan makanan"
"Maaf atas ketidak sopanan ku ini, tapi mungkin lain kali kita bisa makan siang bersama" Shakil tersenyum, penuh dengan penghormatan. Dia juga tidak enak kalau harus pergi terburu-buru namun mau bagaimana lagi pakaiannya sudah tidak nyaman untuk dipakai
"Baiklah. Semoga bisnis kita berkepanjangan. Lain kali aku akan mentraktirmu makan siang" Gadis itu sangat mengerti dengan kesibukan Shakil yang seusia dirinya bahkan mampu memimpin lebih dari satu perusahaan
"Baiklah, senang berjumpa dengan anda, saya pamit" Shakil pun menjabat tangannya sekilas lalu pergi meninggalkan restoran tersebut
"Terima kasih"
Ya Tuhan dia sangat mempesona, beruntung sekali aku bertemu dengannya hari ini
Dari kejauhan Nabila masih terus memantaunya, ada sedikit perasaan kesal tapi mampu dia tahan karena di depan matanya banyak makanan yang harus memenuhi lambungnya, dari tatapan gadis itu tadi sudah terlihat kalau dia sangat mengagumi suaminya bahkan setelah berjabat tangan saja dia masih menciumi jemarinya sendiri.
Ich. kenapa bisa-bisanya kakak dapat klien kayak gitu, aneh
Nabila menghabiskan dessert nya lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan sedikit kecewa dengan apa yang sudah dia lihat. Namun terdapat juga kepuasan di dalam perutnya karena menghabis bersihkan makanannya.Akhirnya Nabila pun kembali ke rumah karena takut kalau anggota keluarga lain yang pulang lebih dulu, maka bukan hanya dia tapi Anton juga akan kena masalah karenanya
Bersambung
__ADS_1