
Sejak tadi siang Nabila tidak melihat Shakil. Dia saja sudah ketiga kalinya makan. Tapi Shakil sendiri malah tidak keluar-keluar dari ruangan kerjanya.. Bukan sifat Nabila menerobos masuk begitu saja walaupun saat ini dia sangat merindukannya
"Dia kok belum keluar juga ya? Mana kakak belum makan?" Nabila mundar-mandir depan ruangan shakil, Ingin masuk tapi takut ganggu kalau tidak masuk dia khawatir, akhirnya Nabila mengirim pesan
📩My little wife; Kakak?
Sekarang tidak menunggu waktu lama lagi Shakil sudah membalas walaupun dia sangat sibuk
📩 Kuman: Ada apa sayang?
📩My little wife: Kakak belum makan.. Emang sibuk banget ya?
📩 Kuman: Sebentar lagi. Kamu laper ya? Makan duluan aja
📩 My little wife: Aku udah tiga kali makan
Shakil yang masih rapat malah tergelak membaca pesan Nabila, baru berapa jam saja dia tinggal Nabila malah asik makan.. Dia tidak menyadari kalau banyak orang yang memandang heran didalam laptopnya, Tidak ada yang lucu tapi Presdir ini tertawa sebahagia itu. Padahal tender saja sama sekali belum dia menangkan.
"Maaf pak Presdir apa ada yang lucu?" Salah satu dari mereka membuyarkan kesenangan Shakil
"Oh.. Maaf. Silahkan teruskan"
Kancil ini, Tidak terlihat saja dia menggemaskan. Apalagi ada disini bisa-bisa tidak akan selesai rapatnya
📩 Kuman: Kalau begitu kamu istirahat saja sana.. Kakak akan segera kembali
📩My little wife: Mana bisa, Aku iseng mau cari makan diluar.. Aku izin keluar ya?
📩 Kuman: Kamu dimana sekarang?
📩 My little wife: Depan pintu!
"Haris kemari" Shakil menarik tangan Haris dan mendudukan di kursi yang tadi dia tempati..
Eh kenapa. Dia tadi tertawa sendiri skarang malah terburu-buru mau pergi
Shakil membuka pintu dan dilihat Nabila sudah berdiri dan tersenyum padanya "Sejak kapan kamu disini?"
"Setengah jam"
"Kenapa gak ketuk pintunya"
"Kakak kan lagi sibuk"
"Yasudah kamu mau makan apa sayang?" Shakil melingkarkan tangannya di pinggang Nabila dan membawanya pergi
"Kakak tau gak ada restoran ikan bakar. Tapi kita harus memancingnya dulu"
"Mau makan aja kenapa ribet sekali?"
"Ikan yang masih segar itu rasanya lebih gurih tau"
__ADS_1
"Kenapa kita gak ke restoran seafood? Disana ikannya lebih segar karena kita akan memakannya hidup-hidup"
"Mana enak.. Pokoknya aku mau ikan yang dipancing"
"Kamu nih. Sekarang aja minta yang aneh-aneh gimana hamil nanti?"
"Ini tuh latihan buat kakak tau"
"Bukan latihan tapi ujian"
"Eemm gak ikhlas nihh"
"Ikhlas dong" Shakil mengacak-acak rambut Nabila dan pergi ketempat yang dia mau
Benar saja yang Nabila inginkan dituruti Shakil.. Seumur hidupnya baru kali ini dia mancing ikan jadi sudah hampir satu jam tapi tidak dapat juga padahal tidak susah untuk memancingnya... Orang yang baru datang saja langsung dapat hanya sekali memasukan pancingnya kedalam kolam. Shakil malah tidak bisa
"Hai ikan kenapa kamu tidak nyangkut dikalilku?" Shakil teriak yang sudah tidak sabar lagi menunggunya "Setakut itukah aku makan? Aku bukan kucing yang akan memakanmu dengan ganas.. Aku akan mengunyahnya dengan lembut, Jadi kemarilah" Suaranya terdengar kemana-mana sampai semua orang berpikir ada apa dengan orang ini marah-marah pada ikan
"Hahaha kakak kenapa teriak-teriak. Kakak pikir dia akan takut dan menuruti perintah kakak. Dia tidak kenal walaupun kakak adalah tuan Shakil Arsya Presdir W3xo yang terkenal"
"Kau tau apa? Memangnya dia mengenalmu?" Shakil mengangkat pancingannnya dan melemparkan begitu saja "Hai kau" Dia memanggil salah satu pelayan disana
"Ada yang bisa saya bantu"
"Kenapa kalian menyajikan makanan harus pakai tantangan segala. Aku akan membayarnya walaupun harganya sepuluh kali lipat"
"Maaf tuan tapi inilah yang kami sajikan.. Tempat ini bukan untuk makan saja tapi untuk berwisata menghilangkan kejenuhan mereka-masing dengan memangcing. lagipula kami hanya ingin pelanggan puas dengan ikan yang masih fress"
"Ada apa ini ribut-ribut" Datang seorang pria paruh baya menghampirinya
"Kau? Kenapa ada disini?" Shakil mengenali orang yang baru saja datang
"Saya pemilik restoran ini tuan. Saya sangat tersanjung melihat anda ada disini. Suatu kehormatan untukku anda bisa mampir ketempat sederhana seperti ini" Dia adalah pemilik restoran yang shakil Danai beberapa bulan lalu
"Bagus sekali. Aku datang mau makan tapi kenapa kau mempersulit ku?"
"Siapa yang berani melakukan itu padamu tuan?"
"Mereka" Shakil menunjuk pada kolam ikan itu "Kenapa satupun tidak ada yang mau nyangkut dikailku. Mereka semua bersekongkol melawanku"
"Mana mungkin. Setiap umpan yang jatuh pasti ikan sudah berebut memangsanya? Apa anda memasang umpannya dengar benar?"
"Umpan? aku tidak mengerti tadi pegawaimu hanya memberikan ini dan ini" Shakil memperlihatkan pancingan dan kotak kecil yang dia sendiri tidak tau untuk apa
"iya kakak gak pakai umpan tadi" Nabila juga baru sadar
"Mana umpannya?"
"Ini tuan" Pemilik restoran itu memberikan umpan didalam kotak "Saya contohkan" Dia langsung mengambil secuil umpannya membulatkan dikalilnya dan melemparkan kedalam kolam. Tidak butuh waktu lama ikan sudah menarik pancingnya dan sangat kebetulan dapat ikan besar
"Waahh iya. Kenapa kakak dari tadi gak dapet?" Nabila sangat gembira melihat ikannya yang besar
__ADS_1
"Kenapa kamu gak bilang pakai umpan?" Shakil sedikit kesal
"Aku juga lupa hahaha"
"Sekarang anda mau coba tuan?"
"Kau sudah gila ya? Kau memeritahku menyentuh kotoran kucing ini?"
"Maaf tuan ini bukan kotoran kucing tapi roti yang dihancurkan dengan keju dan ikan. Ini aman karena tidak mungkin pelanggan saya makan ikan yang makannya tidak sehat"
"Kau terlalu banyak bicara. Cepat sajikan ikan bakar untuk kami"
"Baik tuan"
Pria itu segara memerintahkan pegawainya untuk menyajikan berbagai macam makanan yang terbaik di restoran itu.
Shakil dan Nabila pun langsung menikmati makanannya setelah susah payah memancing tapi tak ada hasilnya. Karena Shakil yang sudah kaya sejak dia kecil jadi Amir selalu sibuk hanya dengan urusannya saja tanpa pernah mengajak anakknya pergi memancing dihari libur seperti kebanyakan temannya. Makanya tak heran dia tidak mengetahui bagaimna cara memancing yang benar.
Nabila yang masih menikmati makannya dia masih saja senyum-senyum membayangkan betapa bodohnya Shakil selama-lama mancing tidak mendapatkan apapun karena dia tidak memasangkan umpannya
"Kenapa? kau senang suamimu terlihat bodoh hari ini hah?"
"Mana ada. Itu bukan bodoh tapi lucu"
"Iya karena itu lucu jadi aku terlihat bodoh"
"Salah, orang bodoh itu akan jadi menyebalkan, Tapi kalau lucu itu sangat menggemaskan, Dan kakak sangat lucu"
"Baiklah untuk kali ini aku maafkan. Tapi tetap kamu harus membayarnya"
"Bayar?"
"Iya, selama aku mancing tadi, selama itu juga bayaranku"
" Bisa nego gak?"
"Bisa"
"Serius? Kalau gitu gimana kalau aku ganti sama pijatan super nyaman"
"Emm boleh.. Tapi dibagian yang aku inginkan, Kau setuju?"
"Dasar sama aja bohong, Udah ayo makan lagi jangan banyak ngomong nanti aku abisin semuanya" Nabila yang terus berbicara tanpa menjeda kunyahannya pun membuat Shakil bingung
"Tadi kamu bilang udah tiga kali makan dan sekarang malah menghabiskan semua makannya, sebenarnya lambungmu itu bertingkat ya?"
"Aku kan udah bilang aku kan iseng"
"haha ini bukan iseng tapi lebih kekelaperan. baiklah makanlah sepuanya"
Akhirnya mereka memesan makanannya lagi karena Shakil tidak kebagian lauknya Yang dihabisi oleh Nabila, Tapi Shakil senang melihat dia makan banyak membuat Shakil juga makan banyak dengan berebutan lauk bersama Nabila...
__ADS_1
Bersambung❤❤❤