ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
40. perang kaki


__ADS_3

Melihat reaksi Shakil yang tak terduga, Muncul lah kejahilannya yang lebih gila lagi, Nabila meneguk air putih yang sengaja dia buat menggoda sampai terlihat naik turun tenggorokannya. lalu meletakan gelasnya kembali dengan senyuman licik


Shakil begitu tergoda melihat pemandangan yang langka ini, lalu dengan gaya coolnya Shakil meletakan kepalan tangan dibibir untuk menutupi senyumannya. andai saja Nabila melakukan itu dikamar, pasti dia sudah dihabisi oleh shakil


Beraninya kancil ini menggodaku, ok aku akan mengikuti permainanmu..


Di bawah meja kakinya mulai menggerayangi kaki Nabila, menggesek-gesek pelan membuat gadis itu kegelian tapi tetep harus dia tahan. Melihat Nabila yang menggigit bibirnya sendiri, Shakil semakin semangat lebih naik lagi sentuhannya.


Nyebelin banget deh.. Aku harus bales dia.


Nabila tidak kalah strategi, Dia menggulung tinggi rambutnya, Dan mengusap lehernya perlahan agar terlihat menggoda lalu memainkan bibir dengan jarinya.


Tapi aneh, Kenapa semua orang tidak sadar kelakuan sepasang suami istri itu.. Suasana hening, Makan seperti biasanya tapi ternyata ada perang panas di kedua sisi meja makan


Shakil semakin tidak tenang melihat Nabila yang terus menggodanya. Bahkan dia sulit untuk membalasnya lagi. Apalagi melihat senyum kemenangan terpncar dari raut wajah istrinya. Dan akhirnya melanjutkan aksinya lagi..


Kini bibir Shakil mengeluarkan ciuman jarak jauh yang ditujukan pada Nabila, Bukan hanya sekali bahkan berkali-kali.. Dan kali ini Nabila benar-benar deg-degan, dia takut orang disekitarnya melihat kelakuan mereka berdua


Dan tiba-tiba muncul ide Lebih, Lebih, Lebih grezy lagi


Nabila menggesek perlahan kaki Shakil. menjentikan jarinya dan dan mengarahkan ke bawah meja agar Shakil membalas belayan kaki Nabila.. Tapi pas Shakil menyentuh kaki Nabila tiba-tiba Mira teriak


"Hhhaaaa!!" Membuat kaget seisi ruang makan.. Ternyata sebelum shakil membalas sentuhan Nabila, dia sudah menarik kakinya kebelakang kaki Mira.. Dan tanpa Shakil sadari yang dia sentuh kaki bundanya..


"Bunda kenapa?" Hampir semu kompak tapi tidak dengan Nabila dia malah menutup mulutnya menehan tawa


"ada yang menyentuh kaki bunda!" panik melihat kebawah menja


"apa? tidak ada apa-apa disana" Amir juga ikut memerikasa.. Dan Saat semunya mencari dibawah meja Nabila menjulurkan lidahnya tanda kemenangan

__ADS_1


"blwee" Dibuat sejelek mungkin


"KAAAUU. " Shakil merapatkan giginya kesal


awas kamu malam ini aku tidak akan mengampunimu,


"tidak ada apa-apa bunda" ucap Amir setelah memeriksa


"iya tapi tadi seperti ada yang menggerayang kaki bunda.." Mira masih dalam keadaan panik lalu matanya tertuju pada Shakil dan Haris "kalian yang iseng ya?" menuding keduanya


Shakil melihat ke arah Nabila. dan nabila tertawa puas tanpa suara, yang memalingkan wajahnya kearah lain.. dan ternyata Haris menyadari gelagat kedua majikannya yang mencurigakan


"eeehhheemm" deheman Haris yang membuyarkan pandangan kesal Shakil pada Nabila, yang sedang tertawa menutupi wajahnya


"ini ada apa?" Tanya Mira yang tersadar ada yang aneh "kamu mau iseng sama Nabila ya?" langsung menuding Shakil


Nabila tidak kuat menyembunyikan tawanya melihat wajah Shakil yang semakin terpojok malu "aku mau ke toilet sebentar. permisi" berlari sambil menutup mulutnya dan buyar saat dikamar mandi.. Gelak tawa Nabila terdengar ditelinga orang-orang yang masih bingung ada apa sebenarnya?


"dia memang suka tertawa tanpa sebab yah" jawaban yang masih kesal


"kenapa tidak kalian lakukan dikamar saja?" usul mira "jadi kamu tidak akan salah orang... untung bunda. coba kalu ayah?


"uhuk uhuk.." tiba-tiba Amir batuk karena dia sedang mengunyah makannya


"bunda" Shakil mulai meradang, Apalagi setelah melihat nabila, yang sudah duduk lagi di kursinya masih dengan cengengesan


"iya Nabila udah cerita kok, kalau kalian suka menghabiskan waktu dikamar!" pernyataan polos Mira membuat Nabila yang tersedak sekarang


" apa bund?" tanya Shakil "dia cerita apa aja sama bunda?" Shakil mulai semangat karena mendapatkan celah untuk balas engejekan Nabila, karena sudah terlihat Nabila menggelengkan kepalanya dengan khawatir

__ADS_1


"Pokonya ayah sama bunda udah tau sedeket apa kalian. Awalnya kita takut Nabila hamil, karena dia masih sekolah. tapi apa boleh buat toh kalian juga sudah sama-sama siap?" senyum Mira yang mengelus rambut Nabila


Shakil membulatkan matanya seolah minta penjelasan pada Nabila, apa saja yang dia bicarakan bersama Mira, sampai dia berpikir mereka berdua sudah melakukan itu


"kalau begitu Nabila tidur dikamar Shakil aja, lagian kan sekarang sudah tidak perlu dipisah lagi. kasian Shakil kalau setiap malam harus kekamar Nabila" usul Ami


Nabila terus menggelengkan kepalanya, menunjukan kalau Shakil harus menolak usulan ayahnya, Setelah melihat wajah Nabila yang menolak. dia malah semakin suka membalas keisengan Nabila tadi


"aku setuju, jujur aku selalu repot harus bulak-balik kamar ganti baju, sedangkan Nabila selalu saja ada alasan minta ditemani tidurnya" mengedipkan mata genit pada Nabila


kuamaaan kau benar-benar monster.. kenapa bicara begitu didepan semuanya, bikin malu aja, Nabila merapatkan giginya geram


"baiklah pak anton. tolong suruh pelayan besok pindahkan barang-barang nabila kekamar utama" printa mira


"baik nyonya" anton membungkuk hormat


"tapi bunda aku sudah nyaman disana?" berusaha menggagalkan rencana Shakil


"lho, waktu kamu tidur dikamar kakak kamu bilang suka banget?" shakil lebih menyudutkan Nabila lagi


"wah sepertinya banyak yang terlewat dari pengawasan kita. bunda kita harus siap-siap pinya cucu" senyum bahagia terlihat dari wajah Amir dia tidak menyangka Shakil akan secepat itu membuka hatinya untuk Nabila


kuman,kuman, kuman aku benci kamu, lihat aja aku bakal bales ini. Nabila


haha ratuku sayang, inilah hukuman karena kamu udah bikin aku malu tadi, Shakil


:


:

__ADS_1


:


Bersambung❤❤❤


__ADS_2