ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
170. Menuju hari H


__ADS_3

Dikediaman keluarga Amir


Nabila dibuat heboh dengan berita pernikahan sahabatnya dengan Haris. Dia sampai berlari mencari Shakil karena ingin menanyakan dengan jelas kenapa dirinya sampai tidak tau kalau Anna akan menikah bahkan satu Minggu lagi. Padahal dia sendiri ada rencana lain bersama keempat sahabatnya untuk menciptakan lagu agar grup dance mereka lebih terkenal dengan lagunya sendiri... Dia terus bertanya pada Shakil yang bahkan pria itu juga baru tau saat Nabila bilang tadi


"Kakak gak tau Nabila, si bodoh itu tidak pernah membicarakan ini.."


"Ya kakak tanya dong"


"Mungkin ini hanya gosip. Kamu jangan terlalu percaya dengan media sosial."


"Mana mungkin, asisten kakak memang sedikit gak waras, aku yakin Haris kumat, makanya dia seperti ini"


"Benar juga,, awalnya kakak ragu. Tapi setelah kamu bilang dia tidak waras. Bisa jadi ini rencananya yang gila. Baiklah kakak akan tanyakan padanya besok"


"Gak bisa. Sekarang aja" Nabila memohon


"Tapi ini udah malam sayang"


"Tapi aku penasaran kakak"


"Kalau begitu kamu tanya Anna aja langsung"


Nabila diam sejenak dan berpikir. Kenapa dia tidak telepon Anna untuk menanyakannya. Ini malah memaksa suaminya berbicara pada Haris.. Padahal sudah terlihat Shakil sangat lelah setelah berputar-putar memilih perlengkapan bayi yang sebenarnya belum tentu terpakai semua


tapi malah Shakil sekarang yang penasaran. dia mengecek ponselnya dan langsung menelpon Haris, menanyakan tentang berita yang beredar di Internet benar atau tidaknya. Namum baru juga membuka layar ponselnya, suara Haris sudah terdengar di bawah, yang berarti dirinya berada disini sekarang


tak sabar untuk meminta penjelasan langsung, akhirnya suami istri itu bergegas turun menghampiri orang yang membuat mereka penasaran


"Kau sudah merasa hebat ya?" Shakil menghampirinya sambil mencengkram kerah kemeja Haris


"Apa? kau tidak rela aku menikah?." Haris bertanya mengejeknya dengan senyuman


"Sepuluh kali menikah pun aku tidak akan perduli, jika kau memberi tahuku dulu,"

__ADS_1


"haha. Aku tidak akan masuk kantor karena sibuk bergilir jika memiliki istri sampai sepuluh" Haris terus menimpalkan kekesalan Shakil dengan candaan padahal Shakil sangat kesal dengan pernikahan yang dia sendiri tidak tau kapan dan dimananya acara itu diadakan


"Berhenti menimpalkan semua kesalahanmu dengan lelucon bodoh"


Haris tersenyum simpul. Dia merencanakan ini semua saat perusahaan Shakil goyang... Awalnya dia hanya mempersiapkan saja dan kalau Shakil ternyata memang bangkrut, dia juga tidak akan melanjutkan dalam waktu dekat ini. Mungkin akan menundanya satu atau dua tahun lagi. Namun tidak disangka permasalahan itu selesai diluar perkiraannya, maka dari itu dia menyelesaikan hanya dalam hitungan detik karena semua sudah tersiapkan


Akhirnya Haris menjelaskan semua saat hatinya sudah mantap memilih Anna, dan dapat lampu hijau juga, maka tanpa harus merepotkan Shakil yang sedang dalam keadaan tidak baik. Jadi untuk urusan pribadinya dia tidak mau melibatkan sipapun. Toh, untuk masalah resepsi juga kan pernah dia handle sendiri saat pernikahan Shakil dan Nabila waktu itu.


"Aku tidak butuh penjelasan" Shakil masih terlihat kesal


"Kau cemburu?" Lagi-lagi Haris mengejeknya


"Aku tidak akan memberikan Hadian pernikahan apa pun untukmu"


"Tidak perlu, aku hanya butuh do'a darimu"


"Do'a ku mahal"


"Kau masih belum rela kau menikah?"


"Baiklah, aku minta maaf"


"Katakan, apa saja yang belum kau siapkan?"


"Sudah semua"


"Hah, sombong" sinisnya


"Tapi aku butuh tiket bulan madu" Haris mencoba memecahkan hati Shakil yang kesal. Padahal dia sendiri sangat tidak membutuhkan hadiah bulan madu dari Shakil, walaupun sebenarnya itu tujuan yang selalu jadi penantian dirinya bersama Anna


"Aku akan mengirim kau ke kutub utara" juteknya Shakil dengan nada yang masih sedikit kesal


"Tidak adakah yang lebih sejuk dari itu? Bulan maduku akan sangat terasa panas dengan permainan kami nanti?"

__ADS_1


"Dasar tidak tau malu" kemudian Shakil memeluk sahabatnya itu, dia merasa kurang perhatian pada Haris, padahal selama ini tidak ada yang lebih dia repotkan selain asistennya dibandingkan siapapun. Bahkan Haris lebih dari sebuah robot yang seluruh energinya terporsil untuk setiap harinya


***


Sejak malam itu Shakil membebaskan pekerjaan Haris datang atau tidak datangnya ke kantor, dia tidak pernah mempermasalahkan karena Shakil paham betul kesibukan persiapan menikah seperti apa.


Tapi Haris selalu bersikap profesional dan bertanggung jawab atas semua yang jadi kewajibannya, dia bahkan datang dan pulang tepat waktu seperti dirinya tidak sedang mempersiapkan pernikahan. Bahkan Haris terlihat biasa, hanya saja dia sedikit tidak waras jika menerima sebuah pesan. Haris juga kadang terlihat berselfi sambil tersenyum dengan menambah kesibukan diponselnya


Hari terus berjalan. Anna juga sekarang dipingit dan tidak kemana-mana lagi, untuk sekolah pun calon mertuanya sudah mengurus itu, jadi tidak ada yang dia khawatirkan dalam masa mendekati hari H-nya.


Nabila yang setelah melihat edaran kabar pernikahan Anna, setiap hari bulak-balik ke rumah sahabatnya untuk membantu apa saja yang biasa dia bantu, walaupun seisi rumah itu tidak mengijinkan terlebih lagi ayahnya Anna, tapi tetap disisi pandangan Nabila sekarang dia adalah teman Anna. Bukan istri dari bos ayahnya.


Banyak hal yang terus dibicarakan tentang apa kabar dengan dancenya, Romi juga sedikit membujuk Anna agar tidak berhubungan dengan Haris dulu demi karier mereka, karena nama GFG akan terhambat lagi kalau sampai Anna juga hamil. Padahal waktu masa bebas Nabila kembali pada grup dance itu sudah mampir selesai,


"Mana bisa Lo request kaya gitu sama Anna" Nabila terkekeh geli melihat Romi membujuk Anna dengan cara mengiba


"Kali ini gue sepaket sama Romi" Rey menambahkan "kita baru aja mau melambung Na, masa harus nunggu lagi hanya karena gara-gara kamu hamil juga"


"Apaan sih kalian, jangan ngomongin kaya gini ah, masa gue nolak kalau Tuhan udah ngasih"


"Tapi kan Lo bisa cegah dulu, na" Romi masih berjuang


"Emang shi, gue berat sama karier kita, tapi mau gimana lagi. Gue sendiri masih belom percaya kalau bentar lagi nikah"


"Gak apa-apa lah Rom.. kan kita masih ada waktu buat bikin lagu terus rekaman dulu" Nabila merasa bersalah, pasti karena kehamilannya membuat grup dance ini terhambat untuk berkembang, tapi Anna langsung mencubit lengan Romi setelah melihat raut wajah Nabila yang penuh penyesalan


"Bener tuh bil" Romi mulai sadar


"untuk bikin lagu dan dan rekaman aja bisa lah kita jalanin sambil nunggu Nabila selesai lahiran..."


"Nah kan.. gue juga setuju" sambung Anna dan Rey


Percakapan mereka Akhirnya terus berlanjut sampai larut. Nabila juga tidak sadar kalau ada banyak panggilan tidak terjawab di ponselnya. Siapa lagi kalau bukan dari seorang pria yang tidak bisa hidup tanpa dirinya, kalau bukan Shakil.. Dan ternyata pria itu juga sudah sangat lama berdiam di mobil depan rumah Anna menjemput istrinya

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2