
Kini Nabila dan Shakil menjani hidup seperti biasa, Shakil tidak mau Amir dan Mira tau tentang kedekatan mereka sekarang, karena Mira pernah melarang untuk tidak mengganggu Nabila sampai lulus sekolah.
tok tok
"Nabila sayang, boleh bunda masuk?" membuka pintu kamar Nabila
"bunda, emang ada ya, seorang ibu ijin dulu mau masuk kamar putrinya?
"kamu anak baik, bunda kangen. udah lama gak denger cerita kamu" Mira masuk dan duduk disofa bersama Nabila
" Nabila juga kangen pengen dipeluk bunda" dengan manja Nabila melingkarkan tangannya di pinggang Mira
"sayang, maafin bunda ya, kalu Shakil buat kamu susah waktu kita gak ada?" tujuan sebenarnya Mira adalah, minta maaf atas penembakan yang dilakukan Amir padanya
" gak kok, kakak baik banget sama aku, perhatian juga bunda tenang aja"
"dia gak ngelakuin hal yang lain kan sama kamu?
"maksud bunda apa? kakak perlakuin aku dengan sangat baik kok. malah dia bilang mau bikin aku bahagia"
"beneran dia bilang gitu?"
"iya"
apa Shakil udah cinta sama gadis ini? atau hanya kasihan aja karena dia anak yatim piatu?
__ADS_1
"Nak, bunda mau cerita, tapi kamu janji ya ini hanya kita berdua aja yang tau"
bunda kok tiba-tiba jadi serius gini si?
"ada apa bunda?"
" dulu beberapa tahun yang lalu, Shakil pernah tunangan sama anak pengusaha berlian disingapur, mereka sudah pacaran sejak masih kuliah, sampai Shakil diangkat jadi presedir di perusahaan kami baru dia meresmikan hubungannya, tapi setelah tunangan Lexa mengalami kecelakaan, mobilnya masuk jurang yang sangat dalam, sampai-sampai tim SAR tidak dapat melakukan pencarian ditempat kejadian itu, dia sangat terpukul dan hatinya juga hancur, bunda yakin kamu pasti ngerti kan perasaannya saat ini?
Lexa orangnya cantik, baik, dan juga sopan, itulah kenapa Shakil sangat kehilangan sosok sempurna untuknya, sejak itu dia seperti hilang kendali. kadang bertindak kasar, tidak mau diatur, dingin dan semua orang harus menuruti perintahnya, inilah yang bunda khawatirkan pada kamu, bunda takut dia berbuat kasar saat kami tidak ada"
ohh aku mengerti sekarang kenapa kakak seperti itu, ternyata inilah maslahnya!
"bunda, kadang kakak juga kasar seperti monster, tapi tiba-tiba berubah lembut seperti malaikat, perhatiannya padaku melebihi merawat seorang bayi, tapi kemudian berubah lagi seperti serigala...aku sempat berpikir kalau kakak punya kelainan. hehe maaf bunda, tapi sekarang aku memahami semuanya, karena aku juga tau bagaimana rasanya kehilangan"
"aku tidak yakin bunda, tapi aku akan mencoba jadi teman yang baik untuk mengisi kesepiannya"
"terima kasih sayang,!! tapi, bolehkah bunda tanya satu hal yang lebih pribadi lagi?"
Mira hanya ingin memastikan hubungan Nabila dan anaknya sudah sampai tahap mana, walaupun dia tau dari Haris, tapi dia ingin Nabila sendiri yang mengatakannya langsung padanya..
" tentu bunda" memegang tangan Mira dengan keyakinan
"apa Shakil pernah melakukan hal lain sama kamu? maksud bunda, gini lho sayang.. pak anton bilang pagi-pagi dia pernah melihat Shakil keluar dari kamar kamu, apa itu benar?. maaf ya, bukannya bunda mau ikut campur urusan kalian. tapi bunda hanya khawatir sama kamu. kamu ngerti kan?"
"iya bunda gak apa-apa kok, aku malah senang bunda seperhatiaan ini. kakak memang hampir setiap malam tidur disini sama aku!, dan dia juga suka bantu aku belajar kalau ada pelajaran yang sulit atau aku gak ngerti. bunda tenang aja hubungan kita baik ko" jawab polos tanpa keraguan kalau Mira akan berpikir yang aneh-aneh
__ADS_1
"apa? jadi bener kamu dan Shakil tidur bareng. dan setiap hari? tapi dia gak maksa kan?.. apa dia melakukannya dengan kasar, dia menyakitimu?" jiwa emak-emaknya keluar. dia panik memeriksa tubuh Nabila
" gak kok bunda. setiap malam kakak selalu lembut sama aku.. eh maksudnya lembut bukan itu. duh aku nih ngomong apa si... yaaa,,,ya pokonya bukan kaya yang bunda bayangin" Nabila mulai panik karena Mira berpikir terlalu jauh
Nabila kamu ngomong apa coba, gimana ni jelasinnya, kenapa bisa salah ngomong segala si,
"jadi dia melakukannya dengan hati-hati? tapi dia gak paksa kamu kan" semakin salah paham
"bukan, bukan, maksudku bukan gitu.. ahh bunda gimana aku ngomongnya" Nabila ingin menjelaskan kalau Shakil sangat lembut saat tidur bersamanya karena suka meluk hangat tapi dia malu menjelaskannya sampai Mira jadi salah paham,
"ok.ok tenang, relax, kamu gak perlu jelasin bunda ngerti kok... yang penting dia gak kasar sama kamu" mita tersenyum malu, melihat Nabila gugup dan pergi meninggalkan kamar itu
" lho bunda, maksud aku gak gitu" panik mencoba menjelaskan tapi Mira sudah pergi.. mira hanya senyum-senyum sambil menutup kembali pintu kamatnya
"ih aku kenapa mendadak jadi bodoh gini si. biasanya ni otak jalan tapi kenapa sekarang jadi blenk ya" menepuk-nepuk keningnya
:
:
:
:
Bersambung❤❤❤
__ADS_1