ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
47. Emosi Siska


__ADS_3

Lho, Kok dia malah begini? Haha berarti bener dengan janjinya kalau dia tidak akan menyakiti ku,, Fuchh .. kasihan juga kalau aku seperti ini,


"Kakak? Ada apa?" Pura-pura bodoh


"Tidak apa-apa, Kakak hanya ingin seperti ini" Mengusel-usel dada Nabila


"Kakak hentikan, Ini geli tau" Nabila


menggeser kepala Shakil dan bangun


"Kamu mau kemana?" Menarik tangan Nabila tapi tidak sampai terjatuh


"Aku mau ganti pakaian yang seperti biasanya"


"Jangan. Kakak suka kamu pakai ini" Menarik kembali Nabila kedalam pelukannya


"Kakak yakin gak apa-apa?" Nabila merasa iba


"Untuk kedepannya pakai ini aja ya, Kamu jadi tambah imut" Memeluknya tambah erat lagi


Akhirnya Nabila dan Shakil tenggelam dalam mimpinya masing-masing, Sampai pagi pria itu tidak melepaskan Nabila sedikitpun.


H****ari minggu

__ADS_1


Hari ini berbeda dari hari-hari biasanya, Keluarga Amir begitu kompak santai-santai di halaman belakang. Membahas Universitas mana yang akan jadi pilihan Nabila nantinya,


Walaupun Nabila punya cita-cita belajar dikampus favorit, Tapi dia tidak berani mengatakannya karena jalan hidupnya yang sekarang sudah berbeda.


Nabila selalu kerja keras untuk masuk perguruan tinggi, Dan mendapatkan beasiswa salah satu Universitas kedokteran terbaik didunia, Yang letaknya dia Amerika serikat tapi dia harus mengubur itu semua, Jangankan pergi keluar negri, Ketoilet pun kalau bisa Shakil pasti ikut,


Shakil dan Amir sibuk mencari informasi Universitas yang dekat dengan kantornya, Walaupun mereka menemukan fakultas kedokteran terbaik. Tapi Nabila masih sedih, Dan untuk pertama kalinya dia mengeluh tentang kehidupannya saat ini.


Matanya berkaca-kaca, Jika dia bisa, Pasti sudah teriak sekuat tenaga untuk meringankan bebenya, Dan tanpa dia sadari air mata Nabila jatuh, Walau dengan cepat dia menghapusnya tapi pandangan Shakil yang tidak lepas darinya pun lebih tau.


"Hey, kamu kenapa?" Dengan lembut tangan Shakil menyapu air matanya,


"Aku gak apa-apa" Tapi masih terus mengeluarkan air mata


"Nabila sayang katakan ada apa? Apa yang kamu khawatirkan?" Tanya Mira juga


"Aku hanya ingat Papah, Mamah, Mereka ingin aku jadi dokter agar hari tuanya, Disaat mereka lemah, Disaat mereka tidak berdaya, Disaat mereka sakit-sakitan, Aku yang akan jadi pelantara kesembuhannya, Aku dokter yang akan merawatnya, Tapi jangankan menunggu aku jadi dokter, Untuk masuk Universitas saja mereka tidak biasa melihatku. Begitupun aku. Jangankan merawatnya, Untuk melihatnya tua saja tidak biasa" Nabila semakin sedih karena menyangkut harapan orangtuanya


Shakil merasa dadanya tertusuk belati, Sakit mengenang sosok yang dia sayang melebihi ayahnya, Dan juga perih melihat keadaan Nabila yang dia sendiri tidak bisa membantunya, Jika nyawa bisa dia beli, wlalupun harus menguras seluruh hartanya pasti dia sudah lakukan demi Nabila orang yang sangat penting dalam hidupnya


"Kemarilah" Shakil menarik Nabila dipelukannya, "Papah dan mamahmu akan bangga jika kamu melanjutkan cita-cita mereka, Nantinya kamu akan menolong banyak orang. Ratusan, Ribuan, Bahkan jutaan orang akan memiliki kehidupan baru dari tangan ini" Mencium telapak tangan Nabila, "Aku janji tidak akan membatasi kehidupan mu dalam maslah nyawa orang, Aku mau kamu melanjutkan semuanya sesuai usia dan cita-cita mu, ok" Mencium kepala Nabila "Sudah jangan menangis lagi"


Amir dan Mira juga ikut larut dalam kesedihan Nabila, Mereka tidak mampu bicara apa-apa karena mereka sendiri tidak bisa menahan air mata

__ADS_1


Saat Nabila masih dalm pelukan Shakil tiba-tiba Siska datang, Dan terkejut melihat Shakil memeluk dan mencium Nabila.


"Sayang. apa yang kamu lakukan" Suara teriakan siska mengejutkan semua orang yang ada disana


Shakil langsung melepaskan pelukannya, Karena jika Siska tau hubungannya dengan Nabila akan ada masalah besar nantinya...


"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Dia tengah sedih dan aku berusaha menghiburnya" Shakil panik harus cari alasan yang tepat, karena orang yang dia hadapi sekarang adalah orang yang sangat berbahaya, Demi melindungi Nabila, Dia siap berpura-pura manis padahal ingin sekali menghabisi wanita itu dengan tangannya sendiri


"Kamu memeluknya, Kamu menciumnya, Dan kamu tidak pernah melakukan itu padaku, apa hubungan kalian sebenarnya?" Siska teriak emosi


"Siska jaga sikapmu didepan orangtua ku, Berkali-kali aku katakan itu dia adikku, Orangtuanya sakit diluarnegri, Dan dia juga sakit disini, Kalu tidak percaya tanya ayah dan bunda" Mengedipkan matanya pada Amir dan Mira


"Ada apa dengan mu, Inikah kepribadianmu sesungguhnya? Siapa yang mendidikmu sampai searogan ini" Tanya Amit kesal


"Bukan begitu om, aku hanya terkejut Shakil melakukan itu pada Nabila, dan selama dua tahun ini aku tidak pernah diperlakukan seistimewa itu"


"Siska tolong, Nabila sedang terpuruk jangan kamu buat keributan disini" Shakil berusaha menenangkan Siska


"Maaf semuanya, Aku permisi kekamar" Nabila menunduk kesal dan melewati Shakil dan Siska, Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti karena ada yang menarik lengannya dengan kasar sampai Nabila meringis kesakitan


"Siska lepaskan dia, kenapa kau menyakitinya?" Bentak Shakil karena melihat tangan Nabila yang digenggam kencang oleh Siska


"Tidak akan, Sebelum dia jelaskan kenapa cincin ini bisa ada dijarinya" Berteriak lagi pada Shakil.....

__ADS_1


Barsambaung❤❤❤


__ADS_2