
Anna meninggalkan Haris yang masih berdiri di samping mobilnya.. Naik keteras karena kebetulan Mira baru saja tiba..
"Tolong jaga mobilku ya, dan jangan sampai lecet," Anna melambaikan tangan pada Haris dengan senyum ejekan karena tau Haris tidak berani berbuat apa-apa di depan majikannya
Sial beraninya dia bicara seperti itu!!! . baiklah kau yang menyalahkan api.. dan kamu juga harus memadamkannya..
Anna disambut baik oleh Mira,, dengan ramah dia membawanya masuk kedalam rumah mewah itu seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya,, ada sedikit rasa canggung didalam benak Anna tidak enak hati dengan berita kurang baik itu tapi Mira malah memperlakukannya dengan begitu lembut padanya
Di taman belakang Anna menjelaskan semua titik perkaranya pada Mira.
Mira pun memang sudah tau dari awal dan mengerti kalau tidak mungkin Anna setega itu pada sahabatnya sendiri. jadi untuk masalah ini Mira sudah menutupnya rapat-rapat dan tidak perlu dipermasalahkannya lagi
Nabila turun, dengan rambut berantakan karena ulah Shakil yang selama dikamar terus mengganggunya tanpa bisa sedetikpun memejamkan mata untuk istirahat, dia masih fokus dengan menggerutu didalam hatinya sampai tidak sadar kalau Anna sedang bertamu dihalaman belakang dengan ibu mertuanya
"Pak Anton?? Aku mau jus mangga" Nabila pun duduk di sofa sambil mengutak-atik ponselnya
"Baik nona" suara kepala pelayan itu terdengar tanpa wujud
Nabila masih asik dengan media sosial miliknya dan tiba-tiba merasa janggal dari ujung penglihatannya seperti ada seseorang berdiri di dekat taman, untuk memastikan sedikit penglihatan samarnya diapun penasaran lalu menghampiri orang tersebut, dan ternyata asisten Haris dengan sepasang mata yang seperti burung elang melihat seekor ular dari kejauhan untuk menerkamnya
"Apa yang sedang kau lihat??" Tanya Nabila
"Mereka!!" Haris belum sadar kalau yang bertanya padanya adalah Nabila
"Apakah ada yang aneh dengan mereka??" Nabila bertanya lagi dengan mengikuti arah pandangan Haris menuju pada Anna dan Mira
"Tidak!!...Iya!!..Eh... Maksudku!!" Haris melihat kearah pertanyaan itu berasal dan baru sadar kalau ada Nabila sedang bersandar di dinding dengan mengangkat kedua alisnya
"Nona!! Sejak kapan anda disana?"
"Sejak kau menatapnya seperti serigala lapar, ada apa dengan mu?? apa yang salah dengan mereka??" Nabila masih bingung karena tidak biasanya Haris seperti ini
__ADS_1
"Seperti itukah saya?" Haris yang sedikit canggung "Tidak ada yang menarik disana" Haris membalikan tubuhnya dan ingin meninggalkan Nabila
"Eiiiitt...tunggu dulu!!!" Nabila menghentikan langkah kaki haris dengan tangannya "Kenapa kamu jadi gugup??" Nabila tersenyum seperti mendapat ejekan menarik untuk Haris
"Saya biasa saja!!" Dengan tenang Haris kembali bersikap seperti biasanya
"Tidak mungkin!!" Nabila menggelengkan kepalanya "Ingat!! dia temanku, awas kalau kau berani macam-macam padanya" Ancam Nabila
Haris tidak menjawabnya dan tidak berguming sedikitpun dengan ancaman Nona mudanya, dia berlalu begitu saja meninggalkan Nabila tanpa sepatah kata pun, lalu kemudian tergantikan dengan kedatangan Anton yang membawa segelas jus segar pesanan Nabila yang hampir saja dia lupa dengan jusnya karena lebih tertarik dengan tingkah aneh Haris yang mendadak seperti detektif dadakan
"Nona!! jus buahnya mau saya letakan dimana??"
"Tidak perlu.. Berikan padaku,,, dan terima kasih untuk jus buahnya!!" Nabila memberikan satu senyuman tanda terimakasih pada Anton
"Silahkan Nona!!" Anton pun memberikannya. kemudian Nabila langsung menemui Anna dan Mira yang masih mengobrol dengan sesekali ada candaan dikeduanya
"Siang bunda??.. Hai Anna??" Nabila menyapa Anna dan Mira dengan rasa gembira karena tidak biasa ada sahabat terbaiknya datang tanpa menghubunginya lebih dulu
"Hai Bil!!" Dengan sedikit rasa canggung Anna mencoba menjelaskan tentang kesalah pahaman yang ada di postingan media sosial miliknya.
Dan sebenarnya Nabila tidak mempermasalahkannya lagi karena dia tau sendiri kalau Anna tidak mungkin sampai hati melakukannya
Tanpa disadari percakapan mereka pun tak terasa sudah sampai larut dan perut ketiganya mulai terasa sedikit bersuara, kemudian Mira berinisiatif untuk mengajak Anna makan bersama karena kebetulan Anton sudah menyajikan makanan kesukaan Nabila di meja makan yang sangat tertata rapih, jadi apa salahnya Anna juga ikut makan bersama keluarga Amir untuk pertama kalinya
Dimeja makan
Keluarga Amir sudah menempati posisinya masing-masing, begitu juga dengan Shakil. seperti biasa dengan coolnya dia sudah menampakan diri disamping Nabila istri kecil yang sangat dia cintai melebihi apapun, walaupun Anna ada bersamanya tapi dia tidak lagi membahas dan mempermasalahkan atau menegurnya karena lembaran itu sudah ditutup rapat-rapat tanpa harus membukanya lagi
Tapi tidak dengan Haris, tatapan yang masih begitu tajam dengan nyata ditujukan pada Anna, dan kini masalahnya bukan lagi tentang postingan itu melainkan perdebatan yang baru saja mereka mulai pagi tadi menjadi lebih membara setelah berulang-ulang kali Haris selalu kalah debat darinya
"Waah!!.. senangnya bisa makan bersama dan berkumpul seperti ini!!" Kata Amir yang baru saja menepati kursinya
__ADS_1
"Iya ayah.. aku juga sangat senang karena temanku bisa ikut makan malam dengan kita" Sahut Nabila
Anna hanya bisa tersenyum canggung karena ini pertama kalinya makan bersama keluarga besar Amir orang yang terpandang tanpa pernah ada cela sedikitpun, dan kehadirannya juga disambut baik disana, Amir sama sekali tidak membedakan status sosial walaupun Anna masih remaja dan bukan berasal dari keluarga yang berada tetap saja dia begitu sopan pada tamu termasuk Anna
Sedangkan Haris terus saja terus memperhatikan Anna dengan dendam yang masih terbaca dipikirannya, berapa kali dia berperang dengan dirinya sendiri, memaki dan belum bisa terima Anna ikut serta dalam makan malam itu. karena sisa kursi kosong hanya ada satu yaitu tepat didekatnya
"Kakak!!" Nabila setengah berbisik pada Shakil agar dia melirik kearahnya tanpa harus mengundang perhatian orang lain "Kayaknya asisten Kakak tertarik sama sahabat aku" Perkataan asal Nabila yang terdengar dengan jelas membuat satu ruang itu terkejut, terlebih lagi Anna dan Haris, keduanya sampai tersedak bersamaan dengan aksi konyol Nabila yang dengan polosnya mengatakan itu "Haha..lihat, mereka benar-benar sehati sampai tersedak pun bersamaan"
"Kamu yakin sayang?? bukankah dia tidak tertarik dengan lawan jenis!!" Shakil mengejeknya ambil tersenyum
"Tapi benar yang Nabila katakan!!!, bunda lihat-lihat kalian memang cocok" Mira melanjutkan kekonyolan Nabila agar acara makan.malam itu tidak canggung
"Bunda!!.. Aku masih sekolah... lagi pula dia terlalu tua untukku" Anna asal bicara agar perjodohan itu tidak berkepanjangan
"Permisi nona!!! Saya rasa penglihatan anda agak terganggu, lagi pula diluar sana banyak gadis yang berbody seperti bebek montok dengan usia yang masih dini mencari perhatian padaku...dan tidak seperti gadis yang berdada rata dengan sombongnya seperti orang lugu padahal jauh dibawah sempurna...."
Dasar jomblo karat dengan sengaja mempermalukanku didepan semua orang, dia pikir sesempurna apa dirinya. Dengan geram Anna mencekam kuat sendok yang ada digenggamannya
"Kamu yakin tidak tertarik pada Anna?.. Aku rasa memang banyak gadis yang berbody seperti bebek montok yang kamu katakan tadi,,, tapi dari pandanganku Anna gadis baik, pasangan hidup itu bukanlah mencari yang sempurna tapi menyempurnakan kekurangan kita yang hanya dimiliki oleh gadis itu sendiri" Amir membela Anna
"Ayah dia hanya jual mahal saja.... Aku juga dari tadi menyadari kalau matanya sedikitpun tidak berkedip menatap Anna" Shakil ikut mengejeknya
"Lho kakak menyadarinya? aku pikir hanya aku aja" Tambah Nabila
"Waaaaaahhh... bunda tertinggal info terupdate nih" Mira ikut meramaikan juga membuat Haris semakin salah tingkah. merasa dikeroyok oleh satu keluarga dan terpojok dengan perkataan Amir yang langsung mematahkan tulang lehernya sampai tidak bisa lagi berkata satu patah katapun
Baiklah!! ini bukan akhir dari segalanya tapi baru saja akan dimulai, lihat saja secepatnya kau akan jatuh cinta padaku dan setelah itu aku akan mempermainkan perasaanmu sampai kau tau dengan siapa kau berperang...
Bersambung❤️❤️❤️
Senangnya bisa update lagi..😘😘
__ADS_1