ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
85. Ungkapan cinta


__ADS_3

"Waahhh... Ini benar-benar nyata? Banyak sekali bunganya?" Nabila berjongkok merauk kelopak bunga mawar tersebut dengan kedua telapak tangannya dan melemparkan keudara


"Bagaimana kau suka kejutannya?


Nabila yang masih bermain-manin dengan bunga mawar itu tiba-tiba terkejut dan berdiri


"Kakak!!" Shakil yang ada dihadapannya tersenyum melihat Nabila melempar-lempar kelopak bunganya seperti anak kecil "Aku sangat suka" Saking senangnya dia memeluk Shakil


"Ini hadiah untuk istri yang mencintaiku" Shakil mengecup pucuk kepala Nabila


"Maksudnya?"


"Kemari dan duduklah" Shakil memapahnya kesofa karena dengan taburan kelopak bunga mawar dia akan sulit berjalan nantinya.


Shakil yang lebih dulu duduk mengangkat tubuh Nabila agar duduk dipangkuannya


"Semalam kakak mimpi. Ada seorang gadis menyatakan cintanya padaku. Dia bilang tidak bisa hidup tanpa kakak.. Aaa dia sungguh manis... Ingin sekali rasanya ******* bibirnya yang imut itu pada saat dia mengatakannya,. Dan dia juga katakan jantungnya berdetak dengan cepat pada saat kakak memeluknya seperti ini" Shakil yang langsung memeluk tubuh Nabila dengan senyum bahagia.


Tunggu,, Tunggu,, Kok aku ngerasa pernah katakan itu ya? seperti mimpi tapi kenapa terdengar nyata?


"Kau sangat manis sayang"


"Kakak!! Sebentar" Nabila berpikir keras. Mengingat apa yang dilakukan semalam dan... "Haaahh.." Nabila menutup mulutnya "Apa yang terjadi? Aku tidak ingat apa-apa. Apa aku bicara yang tidak-tidak" Nabila mulai tidak tenang karena setau dia, Dia memaki Shakil dan bicara yang tidak baik


"Tidak, Kau hanya memaki kuman"


"Apaa!! Kuman??"


Mati aku..!! Apa yang kau lakukan Nabila, Kau akan ada dalam maslah sekarang..


"Kenapa? Siapa kuman.. Kau memakainya dan mengatakan cinta padanya" Shakil tersenyum melihat Nabila yang masih kaku menutup wajahnya


Apa? Aku bilang itu. Aaaa aku Benar-benar tamat kali ini. Ayo Nabila berpikir *jernih*lah agar dia tidak marah


"Kakak.. Maaf.."


"Untuk Apa?"


"Semalam"


"Kenapa semalam?"


Iih apa si... Masa gak ngerti maksud aku.. Kalau dijelaskan kan malu

__ADS_1


"Pokoknya maaf"


"Haha.. Jadi sejak kapan kamu mencintaiku?"


Nabila dengan malu-malu sambil memainkan kancing kemeja Shakil dia menjawab "Semenjak malam pertama kita"


Shakil tersenyum melihat wajah Nabila yang merah karena malu dan dia pun mengecup keningnya "Kau tau didunia ini tidak ada yang membuatku bahagia selain pengakuanmu sekarang. Diluar dugaanku hadiah ulangtahun darimu membuatku mampu hidup seribu tahun lagi"


"Kakak gak marah"


"Untuk?"


"Kuman" Nabila menggigit bibirnya takut Shakil marah


"Apa masalahnya? Bukankah itu panggilan sayang dari istriku untukku? Kau benar, Kuman memang selalu nempel di tubuhmukan?" Shakil menggendong Nabila ketempat tidur


"Kakak" Nabila menahan tubuh Shakil yang Mukai nakal "Kakak sudah jadi padaku. Dihari persmian Hotel kakak akan katakan isi hati kakak. Dan kakak juga bilang dihari itu aku bisa menentukan jalan pernikahan kita bagaimana?"


"Tapi hari itu sudah terlewat sayang"


Wajah Nabila langsung berubah cemberut dan menatapnya tajam


"Hahaha iya, Iya.. Apa sekarang matamu sudah rabun hah, Tidak lihat rangkaian bunga didinding mengatakan apa?"


"Tentu saja tidak.. Kau pikir pekerjaanku meraikai bunga apa?"


"Berarti bukan kakak yang mengatakan itu padaku. Tapi perangkai bunganya, Jadi kakak tidak melakukan apa-apa untuk menyatakan perasaan kakak padaku"


"Sama saja . Aku membayar mahal untuk mereka melakukannya"


"Kakak pikir kata cinta bisa diwakili dengan uang?"


"Cerdasnya istriku" Shakil mencubit hidung Nabila karena dia tidak bisa mengelak fakta apa pun kalau dia memang selalu memprioritaskan uang untuk segala hal "Apa yang kamu inginkan agar kamu percaya kalau yang akan kakak katakan nanti adalah kebenaran"


"Kakak bicara saja. Aku pasti tau itu kebenarannya atau tidak"


"Baiklah, Dengar kakak baik-baik. Bertemu denganmu itu adalah takdir. Menikah denganmu itu adalah pilihan. Tapi mencintaimu. Sungguh diluar duagaanku. Aku pikir hati kakak selamanya akan jadi batu. Karena setelah bertemu Siska pun rasanya masih sama saja. Tidak ada yang istimewa tidak ada juga yang tergerak sama sekali. Hidup ini seperti rumus fisika harus berusaha memecahkannya baru kita mengerti dari jawaban itu sendiri.. Sama seperti hidup kakak. setelah bersamamu baru kakak mengerti. Sejatinya kakak memeng manusia dimana punya hati. Punya cinta dan butuh kasih sayang. Inilah kakak yang sekarang kalah dengan ego kakak sendiri. Tidak bisa dipungkiri lagi kalau kakak benar-benar sangat mencintaimu.. Mungkin selama ini kakak tidak begitu sadar. Tapi cintaku padamu. Jauh sebelum kamu mencintai kakak" Shakil memeluk Nabila dengan rasa bahagia


"Kakak serius" Dengan air matanya yang menggenang


"Hey kenapa menangis?" Shakil mengusap lembut pipi Nabila


"Aku gak nangis.. Aku bahagia tau" Nabila memukul Shakil dan memeluknya

__ADS_1


"Kakak janji secepatnya kita akan mengurus surat dan buku nikah kita dan memperkenalkanmu pada dunia setelah urusan dengan keluarga Siska selesai"


Nabila hanya mengangguk dia mengerti masalahnya dengan Siska memang harus hati-hati. Tapi dia baru tersadar "Aaahhh aku lupa. Sebentar" Nabila bangun dan mengambil kantong kecil yang ada di meja


"Apa ini?"


"Buka aja"


Shakil membuka kantong yang Nabila berikan padanya. Dan hanya ada toples kecil berukuran setengah kilo berisi pasir pantai didalamnya


"Maksudmu?" Shakil menggilir-gilir toples itu tidak mengerti apa maksudnya


"Hadiah ulang tahun untuk kakak"


"Hahaha kakak tidak pernah minta apapun darimu sayang. Tapi baiklah kakak akan terima ini"


"Keliatannya kakak gak suka ya?" Nabila berubah sedih


"Mana mungkin ini hadiah ulangtahun pertama kalinya dari istriku. Hanya saja kakak tidak mengerti maksudnya"


"Kakak lihat diatasnya ada lubang kunci.. Dan ini yang digantung ditutupnya adalah kuncinya"


"Kelihatannya menarik, Sama seperti kamu yang membuka kunci hati kakak" Shakil mencoba membuka kuncinya tapi bukan tutup toples yang terbuka melainkan cahaya dari dalam toples yang yang tiba-tiba muncul dari pasir bertuliskan "You Are Mine" (kamu milikku)


"Gimana suka gak?"


Shakil terpaku dengan tulisan yang muncul karena ada cahaya dari dalam toplesnya "Suka sekali.. Ini sangat indah.. Terimakasih sayang" Shakil memeluk Nabila. "Kakak akan menaruhnya di meja kerja kakak nanti"


"Beneran suka?"


"Banget"


Nabila tersenyum dan beranjak turun dari tempat tidur karena dia belum mandi "Eehh mau kemana?" Shakil memegang tangan Nabila dan menariknya sampai dia jatuh di pelukan Shakil


"Aku mau mandi"


"Kenapa buru-buru sekali.. Bukankah masih banyak yang belum kita bahas" Shakil sudah membuka kancing piyama Nabila


"Haha.. Kalau bahas ini dengan kakak tidak akan ada selesainya"


"Apa lagi yang bisa kakak lakukan. Kenyataannya istriku ini memang sangat menggoda" Shakil selalu semangat setelah Nabila meresponnya dengan baik


Pagi hari ini bukan hanya kata-kata romantis yang membuat keduanya bahagia. Tapi juga permainan ranjangnya juga sangat luar biasa karena sepanjang pernikahannya baru kali ini mereka melakukannya dengan rasa cinta yang ada dikeduanya...

__ADS_1


Bersambung❤❤❤


__ADS_2