ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
55. Nabila hilang


__ADS_3

Setelah lima belas menit Nabila meninggalakn Shakil. Kini Shakil pun mencoba menemui Nabila. Untuk menjelaskan maksud dan tujuannya kesana. Tapi setelah Shakil masuk kekamarnya. Dia tidak mendapati nabila disana. mengecek dikamar mandi pun tidak ada juga..


Shakil mencarinya dikamar lama Nabila tapi sama disana juga tidak ada.. Shakil berbah jadi panik. Beberapa pemikiran yang tidak-tidak sudah melintas diotaknya. Membuat dia semakin prustasi


Dia terus mencari menanyakan pada Amir, Dan Mira tapi mereka juga tidak tau dimana nabila. Serta seluruh pelayan dikerahkan untuk mencari istrinya


"Maaf tuan.. Penjaga depan mengatakan mereka juga tidak melihat nona keluar" Anton menunduk takut karena wajah Shakil berubah jadi sangat menyeramkan.


"Telepon saja" Kata Amir


"Sudah yah tapi ponselnya dikamar" Shakil menarik rambutnya kasar


"CCTV cepat cek disana" Mira memberikan ide


"Bunda benar. Shakil langsung berlari ke ruangan kecil yang ada dilantai dua ingin menanyakan pada penjaga yang terus memantau disana.. Sebelum masuk ke ruangan itu Shakil berjalan kebalkon karena dia seperti melihat ada seseorang di taman.. Dan ternyata benar Nabila ada disana, Dia mengadahkan wajahnya menghadap langit dengan mata yang terpejam. Merasakan ada beberapa tetesan air hujan menyentuh wajahnya


"Gadis bodoh.. Kenapa dia disna" Shakil berlari lagi menuruni anak tangga Dan membuat seruruh orang yang yang masih berdiri tegang heran melihat tingkah laku Shakil


"Nak kenapa turun lagi? Dimana Nabila" tanya Amir


"Sudah ku temukan" Sambil berlari ke halaman belakang


"Ahh syukurlah. Anak ini malam-malam masih saja bikin keributan. Dia mencari Nabila seperti kehilangan jantungnya" Amir menggelengkan kepala dan meminta anton membubarkan pelayan


D****ihalaman belakang


Shakil tiba-tiba duduk perlahan tanpa suara disamping Nabila, dia masih memejamkan matanya, Merasakan hening dan tetesan air hujan mulai membasahi seluruh wajahnya,

__ADS_1


"Tolong. Aku masih ingin disini untuk beberapa saat lagi" walaupun matanya tertutup tapi dia tau Shakil berada didekatnya dengan aroma parfum yang familiar baginya


"Nabila. ada yang ingin kakak bicarakan padamu?" Shakil menggenggam tangannya


"Biasanya kakak selalu bicara tanpa izin dulu" Dengan suara yang masih tenang


"Buka matamu dan lihat kakak?" semakin erat menggenggam tangan Nabila


"IQ ku 140, Dan aku termasuk golongan orang-orang yang cerdas.. Tapa melihat aku juga bisa menilai seseorang menggunakan otak ku. dari situ aku bisa menakar kedewasaanku dan tidak bertindak bodoh"


"Tapi kau tidak bisa melihat kejujuran seseorang tanpa menatap matanya"


"dengan tatapan aku akan tertipu oleh perasaanku. Itulah yang nantinya akan membuatku lemah"


Kau memang istimewa. Kau sangat berbeda dari yang lain. Dengan kedewasaanmu seperti ini aku tidak bisa jauh darimu sayang


Nabila perlahan membuka matanya "Didalam aku sudah katakan. Pergilah. Jadi tidak perlu kakak menjelaskan sedetail itu" Kata-kata Nabila masih saja datar.. Tidak emosi dan tidak juga sedih... Dia benar-benar menunjukan kedewasaannya


"Tapi tolong sikapmu jangan sedingin ini" Shakil memegang kedua pipi Nabila dan merapatkan kedua kening mereka


"Kakak mau aku bagaimana? Apa aku harus menangisi kepergian kakak dan berguling-guling dirumput?" Nabila mengembangkan senyum manis pada Shakil


A**ku sudah katakan, Aku akan tertipu dengan perasaanku jika kakak seperti ini.. Inilah kenpa aku tidak mau menatap mu


"Tidak perlu, Karena hanya senyuman ini yang kakak mau darimu" Mencium kening Nabila dan memeluknya "Tubuh kita sudah basah.. sebaiknya kita masuk kalau tidak kamu akan flu"


"Hujan tidak akan menyakitiku, Karena kita adala teman baik.. Aku sangat suka hujan suaranya menenangkan hatiku.. Saat aku marah, Saat aku emosi, Saat hati aku tidak tenang, Dan Saat itu juga hujan akan menyiram semuanya dari tubuhku.." Melepaskan pelukan Shakil dan megusap mata suaminya, "Sekarang kosongkan pikiran kakak dan dengarkan suara hujan" Shakil menuruti apa yang Nabila katakan, Dan ternyata benar. Shakil menemukan apa yng Nabila rasakan

__ADS_1


"Kau benar, ini sangat tenang" Shakil membuka matanya "Tapi lebih tenang lagi saat kakak memelukmu" Shakil berdiri dan langsung menggendong Nabila kekamarnya dan membersihkan tubuh mereka masing-masing


***


Setelah Nabila keluar dari kamar mandi dia tidak melihat Shakil berada disana. ini membuatnya aman untuk mengganti pakaian tanpa harus diganggu suaminya


Saat membuka handuknya tiba-tiba Shakil sudah menahan Nabila dan Menariknya ke sofa "kakak aku mau pakai baju" Nabila yang mulai panik


"Pak Anton sudah membawakan teh jahe ini untuk kita... Minumlah agar tubuhmu lebih hangat.. Tapi kalau kurang hangat kakak bisa membantunya" Dengan senyum mencurigakan Shakil duduk disamping Nabila


"Haha tidak perlu, Aku rasa teh jahe ini cukup hangat!!" Nabila langsung memeinum tehnya


"Benarkah?" Tubuh Shakil semakin mendekatinya


"Kakak sebaiknya minum juga tehnya. Ini benar-benar hangat lho" Memberikan teh yang dia minum pada Shakil


"Kakak mau minum yang ada dibibir kamu" Shakil mengambil tehnya tapi tidak diminum. Dia hanya meletakan kembali di meja


"Lho kenapa di taro? Aku belum menghabiskannya" Nabila sudah mulai curiga karena milahat tatapan Shakil yang penuh dengan gairah


"Kita tidak butuh teh itu lagi sayang" Shakil menggendong Nabila dan menbaringkannya diranjang


"Kakak mau ngapain?" Mendorong dada Shakil yang sudah bertumpu diatasnya


"Besok pagi kakak akan berangkat KeJerman. dan kakak akan sangat merindukanmu nantinya" Shakil menarik tangan Nabila dan melepaskan handuknya....


Bersambung❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2