ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
156. Sahabat terbaikku


__ADS_3

Selama Nabila punya mainan baru dia bahkan tidak terlalu pokus dengan Shakil.. kadang, membiarkan mahluk kecil itu berlari kesana kemari ditubuhnya, dan membuat Shakil meringis sampai dia selalu mengangkat kaki keatas, takut kalau sewaktu-waktu menggerayanginya.. Entah ekspresi apa yang akan dikeluarkan Shakil bila hal itu terjadi..


Dia sempat meminta Anton menyembunyikan hamster itu tapi gagal, karena kemanapun Nabila pergi ia selalu membawanya.. bahkan kesempatan untuk berduaan dengannya pun tidak bisa dia lakukan, kalau saja Shakil tidak licik sedikit mungkin dia sulit mendapatkan hak-nya..


***


Hari ini Anna sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter.. karena ingin menunjukan betapa Haris serius padanya, maka pagi-pagi setelah minta izin pada Shakil kalau dia akan telat kekantor, dia sudah menunjukan batang hidungnya didepan kedua calon mertuanya... tak luput membawakan seikat bunga dengan aroma khas dirinya untuk gadis yang tercinta


"Hallo!!!" sambutan meriah dilontarkan oleh ayah Anna ketika baru saja melihat Haris datang


"Pagi Ayah.. Ibu??" sapaan sopan Haris lalu mencium punggung tangan keduanya


"Pagi nak!! kau memang luar biasa... kepedulian mu pada putriku parut aku acungkan jempol"..


Tentu saja Ayah Anna bersikap begitu ramah pada Haris. Selain dia asisten Shakil yang banyak disegani orang.. Haris juga sudah membayar lunas semua pengobatan Anna sampai sewa suster wanita segala, khusus untuk melayani kebutuhannya termasuk ketoilet..


"Anda berlebihan!! ketika aku mulai serius pada Anna maka dari sanalah aku akan bertanggung jawab untuk dia sepenuhnya"


"Betapa beruntungnya putriku jika dia menikah dengan pria sepertimu" Basa basi pria paruh baya itu sengaja memberikan kode agar Haris tau kalau dia sangat menyetujui hubungannya..


"Aku yang beruntung bisa mengenalnya!!" Haris berjalan menghampiri Anna dan memberikan bunga itu ditangannya


Anna tersenyum malu diperlakukan istimewa oleh Haris ditambah lagi perkataan sang ayah yang terang-terangan menyukai pria itu.. tapi tidak dengan ibunya.. Dia bukan tidak suka pada apa yang Haris lakukan.. melainkan setatus duda yang melekat di dirinya akan malu jika keluarga maupun teman-teman arisannya tau


Haris sangat menyadari betapa dinginnya sikap calon ibu mertuanya itu, tapi bukankah ini baru awal perjuangan yang akan dia tempuh.. jadi sebesar apapun itu akan dia lakukan demi cintanya kali ini


"Baiklah.. mari kita pulang!!" ajak ayah yang diberikan anggukan boleh ketiganya


"Kau bisa berjalan?" tanya Haris yang sudah memapah Anna


"Kalau aku tidak bisa jalan.. dokter tidak akan mengijinkanku pulang" bisik Anna disertai senyuman manis


"Kau ini.. aku sedang berusaha romantis" balas bisikan lagi


"Haha.. jangan depan mereka lah"


"Oh...!!! jadi kamu sukanya kalau romantisnya saat kita berdua aja nih????"


"Ish.. Bukan itu maksudku" Anna terlihat sangat malu karena sudah salah bicara...

__ADS_1


"Baiklah.. dengan sangat terpaksa aku akan melanjutkan permainan yang tertunda waktu itu" Cubitan kecil mendarat di pinggang Anna


"Apa?? Terpaksa?!!" Anna memukul tangan Haris


"Hahaha.. Kalau saja tidak ada ayah dan ibumu, pasti aku sudah menghabisi tubuh kecil ini dari tadi" Haris merapatkan kedua giginya seakan tak tahan melihat Anna yang cemberut


Ayah semobil dengan ibunya Anna.... dan haris meminta agar gadis itu ikut bersamanya saja.. Ayahnya setuju tapi ibunya menolak bahkan Anna juga menolak karena dia tahu jika berdua semobil dengan Haris maka tidak akan aman sampai ke rumah...


Tapi semua kekuasaan ada di tangan kepala keluarga jadi tidak ada pilihan lain untuk nolak...


***


"Kenapa kamu tidak mau pulang bersamaku?" tanya Haris yang sebenarnya tahu jawabannya apa


"Apalagi??? siapa juga yang mau dekat dengan serigala" Ketus Anna


"Hahaha... Tapi ayahmu sendiri yang memberi umpan pada serigala itu"


Anna menatap Harris yang fokus mengemudi tapi terlukis senyuman manis penuh kebahagiaan yang selama ini memang sering dia lihat. Hatinya seperti diobrak-abrik oleh ketampanan Harris.. kapan dia bisa selamanya menikmati senyuman itu?..


kapan dia bisa selalu menikmati aroma tubuhnya?...


Anna hanyut dalam lamunannya sampai tak sadar kalau mobil itu sudah terparkir sempurna didepan rumahnya


"Tadi kau menolak untuk pulang bersamaku.. tapi sepanjang perjalanan tanpa henti kau terus memandangiku.. mau kamu sebenarnya apa???" Haris menangtang Anna yang baru saja tersadar


"Eh kita udah sampai ya?" Untuk menghindari pertanyaan Harris dia segera membuka pintu mobil dan menghampiri kedua orang tuanya yang bersamaan itu juga turun dari mobil mereka


"Bagus hari ini kau sudah mencuri kesempatan dariku.. maka lain kali aku yang akan mencuri semua milikmu" Pernyataan Haris disertai dengan senyuman licik lalu keluar dari mobil menghampiri mereka


"Kita masuk dulu.. " Ajak ayah pada Harris


"Maaf ayah.. lagi-lagi aku hanya bisa menolaknya.. mungkin di lain kesempatan aku akan mampir ke sini.. tapi untuk saat ini aku tidak bisa"


"Baiklah aku mengerti.. tugas seorang pria memang harus berjuang untuk membahagiakan orang yang mereka sayang" ayah Anna sangat mengerti kalau Haris memang tidak bisa cuti dengan statusnya sebagai asisten di perusahaan ternama..


Setelah berpamitan Haris kembali melanjutkan lagi mobilnya tapi sebelum itu dia menelepon Anna karena ada yang tertinggal, yaitu sebuah ciuman online mendarat di telinganya.. tapi balasan Anna malah bilang tidak seru yang membuat Haris terdiam sejenak padahal dia memberikan ciuman itu diresapi dan membayangkan kalau ponselnya adalah bibir Anna


"Aku suka yang nyata". begitulah kata-kata terakhir Anna lalu dia mematikan teleponnya... berniat menjahili Haris tapi kenapa malah jadi dia yang malu...

__ADS_1


***


Di Kantor


"Kapan kau akan mempersiapkan Dinner romantis untukku??" Tanpa malu Haris menagih hutang janji Shakil padanya


"Kenapa buru-buru sekali.. bukankah dia baru keluar dari rumah sakit?"


"Aahh... Kau seperti tidak pernah muda saja" Haris menyilangkan kalinya dikursi singel ruang kerja Shakil


"Hahaha.. kau berbicara seolah-olah aku sudah jompo"


"Sudah, katakan saja kapan???"


"Aku punya rencana bagus!!!" Shakil antusias sambil menggebrak mejanya.. terlihat jelas di mata Haris kalau pria itu memiliki ide yang akan membuat Anna kagum.. layaknya dia menaklukan hati Nabila gadis kecil yang sama sepertinya


"Apa???!!!" Haris tak sabar mendengarnya


"Bagai mana kalau kita double dinner!!!"


"Tidak mau!!" Dengan cepat Haris menjawab


"Why???"


"Segitu tidak relanya kah kau melihat aku mencintai orang lain?.. ayolah!!! aku mau menata hidupku yang baru.. jadi tolong kau jangan mengacau"


"Bukan mengacau tapi bukankah Anna lebih senang kalau ada Nabila?"


"Kalau ada nona Nabila dia tidak akan peduli padaku dan juga kamu.. Mereka akan asik dengan dunianya" usul Haris... padahal dia tidak mau ada yang mengganggunya


Shakil berpikir sejenak.. perkataan Haris ada benarnya juga.. jangan kan bertemu Anna, punya peliharaan kecil saja dia sudah melupakannya... dan Haris sebenarnya bukan itu yang dia takutkan. tapi akan sulit menyentuh Anna kalau sampai mereka juga ikut makan bersama.. apalagi perkataan Anna ditelepon tadi membuat dia tidak sabar untuk malam itu...


"Kau benar.. Aku akan mengurusnya tiga hari lagi..."


"Kau memang sahabat terbaikku" Haris memeluknya dengan erat sampai tubuh Shakil terangkat,, tapi tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka


"Kakak!!!"...


Bersambung ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2