
Mobil memasuki gerbang utama mengelilingi taman dan terparkir tepat di depan teras, seperti biasa Shakil membukakan pintu mobil untuk Nabila dan dia pun berjalan perlahan dengan memapahnya
Dia yang sakit tapi kenapa tubuh aku yang ditopang?
Akhirnya tanpa banyak berdebat lagi Nabila hanya menurut berjalan memasuki rumah "Katanya ada pembongkaran? Tapi sama sekali tidak terlihat apa-apa yang berubah" Tanya Nabila
"Hanya perubahan kecil tidak akan terlihat tapi memang membutuhkan banyak pegawai tadi, dan sekarang semuanya sudah selesai" Shakil tersenyum sambil mengacak-ngacak rambut Nabila
"oke" Dia pun melanjutkan lagi perjalanannya sampai keruang keluarga
"Kamu tunggu dulu di sini, kakak akan mengecek apa semuanya sudah selesai" Shakil meninggalkan Nabila dan mengecek apa yang dia perintahkan tadi pagi pada Anton semuanya sudah siap atau belum, tapi begitulah Nabila dia selalu penasaran dengan apa yang dikerjakan suaminya, kemudian dia pun menyusul ke arah tangga
"Ya ampun Kakak!!!" Nabila terkejut
"Setidaknya ini akan membuat hati kakak lebih lega, agar kamu tidak berlari-lari lagi di sini" Shakil yang puas dengan hasil kerja Anton
"Iya tapi nggak pakai eskalator juga kali" Nabila mencubit pinggang Shakil
"loh!!,,, Emang kenapa? Ini yang terbaik buat kamu"
"Iya tapi apakah ini nggak terlalu berlebihan?"
"Kalau perlu kakak taruh helikopter buat kamu terbang keatas sampai kekamar kita"
"Hahaha,,, Anak raja aja nggak sampai pakai helikopter buat naikin tangga tau!!" ketus Nabila
"Aku nggak peduli sama anak raja, mau dia naik keatas pakai sayap kek, atau ditarik Pakai tambang sekalipun. Yang terpenting istri dan anakku tercinta ini baik-baik aja"
"Aku belum pernah lihat anak raja, Emang dia kalau keatas Pakai tambang ya?" Nabila cekikikan
"Mana kakak tau!!! Kakak aja nggak tau anak raja bagaimana bentuknya, Loh kenapa kita jadi ngeributin anak raja sih, udah ayo kita coba eskalatornya!!"
"Hahaha Tapi aku mau lihat anak raja" Nabila menggodanya seolah-olah dia ngidam mau itu
__ADS_1
"Nabila jangan macam-macam ya? Sakit perut Kakak aja belum hilang sampai sekarang, kamu mau kakak mengundang seribu anak raja datang ke sini?" Shakil menantang
"Jangan,,, Jangan, nggak ada yang bisa aku lakukan juga dengan anak raja" Nabila menunjukkan Kedua telapak tangannya agar Shakil tidak melakukan itu
"Bagus karena hari ini hanya kita berdua yang akan melakukannya" Shakil menarik tangan Nabila agar naik ke eskalator itu
"Dasar mesum, dari tadi yang diomongin hanya itu aja, gak ada topik yg lain apa?"
"Loh emangnya kenapa? Anak kita cuman satu, pasti dia akan kesepian, jadi kita harus membuat untuk adiknya nanti"
"Hahaha,,, Apa si ini aja belum berbentuk udah mikirin adiknya!! kakak tahu gak orang hamil itu nggak boleh stress? Kalau terus-terusan Kakak kayak gini bukannya stress lagi, tapi aku bisa gila"
"Nggak mungkin!!, Karena dari gaya bahasa kamu tertawa aja kelihatan sangat bahagia" Sekarang giliran Nabila yang kalah dalam berkata, Dia tidak bisa menjawab lagi dan hanya merangkul tangan Shakil sambil berjalannya eskalator tersebut
Dan karena hari sudah larut keduanya tidak keluar lagi dari kamar, tetap masih dengan perdebatan ranjang, yang satu mau minta haknya dan yang satu lagi bertahan karena takut anaknya kenapa-napa, tapi tidak bisa ditolak, keahlian Shakil yang berhasil memanjakan Nabila dengan sentuhan-sentuhan lembutnya pun berbuah manis, kancil betina itu akhirnya luluh diterkam oleh serigala lapar
Meja makan
Untuk urusan seperti ini tidak perlu lagi ada perdebatan dengan Nabila karena Nabila sendiri sadar keputusan Shakil yang terbaik untuk buah hatinya
"Nak, hari ini Kamu tidak perlu jemput Nabila kekampus" Mira memecahkan keheningan
"Memangnya kenapa bunda?" Tanya Nabila
"lho Shakil tidak memberitaumu kalau kita mau feeting gaun pengantin hari ini?" Mira melirik pada Shakil
"Gaun pengantin?" Nabila belum mengerti
"Iya maaf bunda, aku lupa" Tanpa dosa Shakil melanjutkan makannya
"Gini loh sayang, hari ini kita kebutik HERo fitting gaun pengantin untuk kamu, tapi gak lagi sibuk kuliah kan?" Tanya Mira
"Eh gak kok bunda, aku pulang jam satu" Nabila mencubit pinggang Shakil dan membisikannya "Maksudnya baju pengantin buat apa? Kakak belum cerita apapun padaku"
__ADS_1
"Kemarin siang sebelum kakak jemput kamu, Bunda Mampir ke kantor, dia membahas tentang perayaan pesta pernikahan kita dan kemarin juga Kakak belum sempat kasih tahu kamu karena sudah report dengan buah kedongdong asam yang sibayi inginkan"
"Jadi kapan?"
"Bunda bilang satu bulan lagi, maka dari itu hari ini kalian kebutik pilih gaun yang kamu suka agar berkesan karena ini tunggal hanya satu kali seumur hidup"
"Kakak serius?,, Aku akan jadi pengantin wanita dan boleh kaya Princess Princess seperti di film kartun?" Nabila menggoyang-goyang tubuh Shakil yang tadinya mau memasukan makanan kedalam mulutnya Malah tidak jadi, karena yang ada disendoknya sudah berantakan semua
"Iya sayang" Dia meletakan sedok, garpunya dan menghadap pada Nabila lalu membeli rambutnya "Model baju apapun untuk hari bersejarah kita nanti, aku akan turuti dan tema apapun juga akan kakak lakukan" Dia mengecup keningnya
"Aaa makasih Kakakku sayang" Nabila memeluknya manja tanpa rasa malu walaupun ada Amir dan Mira yang tersenyum melihat tingkahnya
"Walaupun semua serba pink dan kakak juga pake baju pink?" Hampa hidup Nabila tanpa meledek Shakil
"Nabila!!! Kenapa gak sekalian semua serba item aja dan dekoran gedungnya juga gelep kaya digua" Shakil memandaangnya datar
"Ih jahat banget, katanya biar berkesan tapi malah horor"
"Lagian kamunya aneh-aneh"
"Udah-udah, nanti kalian telat kalau terus berdebat, kita cari konsep disana aja nanti yang pasti bukan kaya hello kitty dan juga bukan kaya rumah pampir" Mira yang sudah gereget dengan tingkah laku anak dan menantunya itu
"Bunda itu ahli dalam hal seperti ini, jadi kalian tidak perlu berdebat, kasihan cucu ayah sudah kelaperan" Amir juga ikut bicara
"Ya ampun kamu nih terlalu bawel sih, ayo makan" Shakil mengambil sendok Nabila dan menyuapinya
Nabila juga malah menikmati bermanja-maja dengan suaminya karena,l memang ini yang dia selalu inginkan setiap saat, semenjak berbadan dua.
Dan Shakil pun sangat senang juga, karena setiap kali dia menyuapinya, Nabila makan dengan lahap tanpa ada rasa mual
Amir dan Mira juga ikut bahagia, mereka merasa kebahagiaannya sudah sangat lengkap entah apa yang harus dia katakan atas bersyukurnya nikmat yang telah Tuhan berikan pada keluarganya, dan kabar baiknya lagi perusahaan yang di Jerman atas nama Nabila kini maju lebih pesat lagi, keuntungan yang tadinya memang sudah berlipat-lipat ganda sekarang malah semakin menjelang tinggi ke langit, dan Amir percaya ya ini adalah keberuntungan dari Nabila ditambah lagi pengganggu setiap kekacauan yang selalu menimpanya kini sudah hilang bersamaan dengan dibawanya Max ketahanan bawah tanah...
Bersambung❤❤❤
__ADS_1