
Sampailah dokter itu di kamar hotel yang ditempati Shakil, dan tanpa menunggu lama dia langsung memeriksa Nabila dengan teliti..
Berapa kali dokter itu mengangguk-anggukkan kepalanya karena mengerti kenapa sikap Haris begitu sangat panik, dan ternyata inilah yang dikhawatirkan...
Di tengah-tengah pemeriksaannya dokter itu tersenyum, membuat Shakil dan asistennya saling lempar pandang...
Di dalam pikiran Shakil apakah dokter yang yang haris bawa itu adalah orang tidak waras? Apa dokter ini punya niatan yang buruk.... Segala kehati-hatian sudah dipersiapkan olehnya tapi kenapa dokter itu malah menepuk-nepuk punggung Harris
"Aku punya dua istri, ketika mereka hamil bahkan aku tidak sempat menjaganya dengan baik karena sibuk dirumah sakit.. ketika dia membutuhkan sesuatu, aku juga sulit untuk meluangkan waktu pada keduanya"
shyakil dan Haris masih saling pandang belum mengerti apa yang dimaksud dokter itu.. Bukannya menjelaskan Ada apa dengan Nabila!!! dia malah curhat tentang kehidupan pribadinya..
"Kau sungguh luar biasa" Sekali lagi Dia menepuk bahu Harris "Istrimu ini hanya kelelahan dia terlalu emosi dan dalam keadaan lemah seperti ini hormonnya tidak teratur dengan baik jadi Inilah penyebab dia tak sadarkan diri"
Haris sangat terkejut dengan perkataan dokter itu, bukan salahnya juga karena memang Haris panik setengah mati khawatir takut kalau terjadi apa-apa pada Nabila, bukan hanya resepsi pernikahannya saja yang hancur tapi dunia ini juga akan hancur diobrak-abrik oleh pria gila cinta itu
"Zaman sekarang banyak orang mengaku cinta di mana-mana, membuat pesta lamaran saja sampai semewah surga tapi, pada akhirnya usia hubungan mereka tidak sampai ke jenjang pelaminan.. dan aku sangat bangga padamu. cinta ditunjukkan bukan untuk semua orang lihat Tapi lewat perhatianmu padanya"
Dokter itu terus-menerus memuji Haris tiada berhenti.. dia benar-benar kagum padanya, karena hanya istrinya pingsan saja dia sudah kalang kabut seperti dunia akan runtuh... tapi pujian itu kenapa malah membuat nya horor????.. Perasaan Haris sekarang tiba-tiba merinding serasa semua bulu kuduknya berdiri..
Hentikan dokter bodoh, kalau kau terus berbicara lagi kita berdua akan tinggal nama saja di tempat ini..
"Eheeem"
Inilah suara yang membuat haris sedikit meriang. Demi keamanan nyawa
secepatnya Dia akan meluruskan kesalahpahaman ini pada dokter tersebut
"Maaf dokter, orang yang anda periksa adalah majikanku, aku hanya seorang asisten dan pria ini dia adalah bos ku, juga suami nona ini. Sebagai seorang asisten aku berkomitmen untuk selalu mengedepankan tugasku apalagi ini menyangkut nyawa dua orang" Haris mengatakan itu dengan penuh ketegasan layaknya seorang prajurit yang melapor pada panglimanya
Kuharap kau tidak akan membuat masalah baru untukku, sudah tutup tebakanmu kalau aku adalah suami nona, aku belum mau mati sekarang
"Ya Tuhan aku salah,, Maaf aku pikir dia istrimu" Dokter itu beralih pada Shakil sekarang, dan Harris juga akhirnya membuang nafas kasar karena lega untuk menyambung nyawanya kembali "Maaf kan saya Tuan" Dokter itu sedikit bergetar karena ngeri melihat tatapan mata Shakil yang begitu mematikan "Aku memujinya karena begitu perhatian pada nona ini, dan setelah dia katakan tadi, ternyata benar perhatiannya bukan pada nonanya tapi, kesetiaan pekerjaan dan juga dirimu" Dokter itu berharap Shakil bisa mengerti apa yang dia katakan
"Sudah kau terlalu banyak bicara" Shakil tidak mau mempermasalahkannya lagi sekarang yang terpenting adalah Nabila "Kau diseret ke sini bukan untuk terus mengoceh omong kosong, tapi untuk memeriksa bagaimana keadaan istriku" Masih dengan kekhawatiran yang tinggi Shakil duduk di samping Nabila
__ADS_1
"Seperti yang saya katakan tadi kalau dia tidak apa-apa"
"TIDAK APA-APA BAGAIMANA!!!!!" Shakil berteriak sambil menghentakkan kakinya membuat dokter itu kaget "Sudah jelas-jelas dia tadi pingsan karena kesulitan bernapas masih bisa kau bilang dia tidak apa-apa?"
"Tuan tenang dulu, dia bukan kehabisan oksigen tapi itulah yang kukatakan tadi hanya emosi yang tidak bisa dia luapkan makanya sampai pingsan" dokter itu masih terus mencoba menjelaskan agar Shakil mengerti
"Kalau benar apa yang kau katakan itu. Lalu kenapa sampai saat ini dia tidak bangun juga"
"Saya bisa saja membuatnya sadar sekarang Tapi alangkah lebih baiknya agar dia istirahat dulu... Dengan cara ini istri anda akan lebih tenang dan otomotis kebugaran maupun energinya juga meningkat, kalau Anda keberatan dengan saranku.. Maka aku akan membuatnya sadar sekarang juga"
"Tidak perlu, walaupun aku tidak yakin dengan apa yang kau katakan, tapi apa salahnya untuk mencoba dan kalau ternyata teori kamu salah, maka aku akan mewujudkan ketidak perhatianmu pada kedua istrimu untuk selamanya"
Pantas saja kelakuan Asisten itu seperti kuda liar tadi, ternyata bosnya lebih tidak waras daripada dia
"Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi undur diri"
"Tunggu, Dokter macam apa kau.. Apakah tidak ada obat untuk nya?"
"Dia sedang hamil, aku tidak bisa memberikan obat yang lain..berikan saja vitamin yang dokter kandungan sudah resepkan untuknya"
Tanpa menjawab lagi Shakil hanya mengibaskan tangannya... Kemudian Haris pun mengantar Dokter itu kembali ke tempat prakteknya
Satu, dua jam Shakil masih setia menantikan Nabila membuka mata, dan akhirnya penantiannya tidak sia-sia karena Nabila bangun dengan mengucapkan dua kata
"Aku haus" Terdengar suara serak yang masih lemah
"Sayang kau sudah bangun" dengan semangat 45 Shakil mengambilkan air untuknya "Ini air hangat minum lah" Dia juga membantu Nabila minum
"Kepalaku agak pusing" Nabila tahu benar apa yang terjadi, jadi dia tidak bertanya lagi pada Shakil tentang Kenapa dirinya
"Bersandarlah" Shakil membantu Nabila agar bisa duduk lebih nyaman dengan menumpukkan bantal-bantal di punggungnya. sampai keduanya duduk kembali ke posisi masing-masing
"KAAAU!!!!" Shakil berteriak dan membuat Nabila sangat terkejut "Apakah sudah gila? di mana akal sehatmu?"
Hah!!? Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba dia marah, jangan-jangan terjadi sesuatu dengan kandunganku!! oh tidak anak ku?
__ADS_1
Nabila menyentuh perutnya
"Apa yang kau pikirkan sekarang? setelah kau pingsan apa otakmu baru bisa berfungsi dengan baik?"
"Katakan!!! apa terjadi sesuatu pada anak kita?"
"Kenapa baru sekarang kau memikirkannya? Kenapa bukan tadi saat kau terus menangis dan tidak tahu akan apa jadinya dengan anak kita?"
"Sekarang Jawab dulu pertanyaanku, apa terjadi sesuatu padanya?" Nabila khawatir dengan anak yang ada di dalam kandungannya
"Sayang, kakak tahu perasaanmu saat ini... Kakak juga bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat kita sayangi... Tapi kita juga tidak boleh terus berlarut-larut dalam kesedihan itu, kau harus pikirkan bahwa ada satu nyawa yang akan tumbuh terus didalam sini" Shakil membelai lembut perut Nabila
"Kakak tahu apa yang terjadi padaku? dan kakak juga tahu apa yang aku pikirkan?"
"Sekarang kau jawab pertanyaan kakak, Apakah sangat menyesali apa yang terjadi pada kedua orang tuamu?"
"Tidak"
"Apa kau sangat menyesali karena kepergian mereka membuatmu terjebak di situasi seperti ini?"
"Tidak"
"Apa kau juga menyesalai kalau pada akhirnya dia tumbuh di sini" yang Shakil maksud adalah anaknya
"KAKAK!!!! Tentu saja tidak!! Apapun akan aku pertaruhkan demi dia bahkan nyawa sekalipun"
"Jadi sekarang, Apa kamu ingin terus berlarut dalam kesedihan itu? apa berjuang untuk melihatnya?"
"Tentu saja untuk melihatnya, dan untuk masa depan kita" Nabila merengek manja
"Gadis pintar, sekarang tersenyumlah... Kakak bukannya ingin agar Kau melupakan kedua orang tuamu.. tapi kakak hanya ingin kamu merubah tangisan jadi senyuman ketika melihat foto mereka!!! Apa kau bisa melakukan itu untuk kakak?"
Nabila menatap lekat mata Shakil.. dia tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya..
Kemudian shakil memeluk hangat tubuh kecil istrinya dengan senyuman juga
__ADS_1
Sayang, selama Ini cinta yang ku tunjukan padamu hanya seujung kuku saja.. tanpa kau tahu seberapa besar dan luas nya cinta ini tidak akan bisa diukur dengan apa pun.. Hanya kamu dan anak-anak kita nanti yang akan menjadi harta sampai ku bawa mati
Bersambung ❤️❤️❤️