
Shakil sangat menyayangi Nabila, Bukan hanya karena dia anak Harun, Tapi memang hatinya sudah mulai terbuka untuk gadis kecil itu..
Walaw lukanya belum terobati tapi, keberadaan Nabila didalamnya lambat-laun akan menjadi obat untuknya
Shakil sangat bersalah dengan apa yang dialami Nabila, Dari selesai makan tadi, Sampai mau makan malam dia sama sekali tidak melepaskan Nabila dari pelukannya,
Sesekali dia mengusap keringat yang ada di wajah Nabila karena pengaruh obat. Dan berkali-kali juga menghujani Nabila dengan ciuman di kepala nya
Nabila juga tidak menolaknya sama-sekali, dia merasa hangat dan nyaman dalam dekapan suaminya, Walaupun sering menyebalkan tapi Shakil adalah sosok yang selalu dia rindukan
"Kakak aku udah baikan, Aku mau ganti baju dan bersih-bersih, Pakaianku juga udah basah semua" Masih dengan wajah yang pucat Nabila menatap Shakil
"Kakak akan bantu kamu" Cup!! Satu ciuman mendarat dibibir Nabila
Ch, Bentar-bentar cium, Apa-apa cium, Tubuhku sampai gak dilepas dari tadi. Aku nih sakit tapi kuman malah nempel terus, Gimana kalau nanti aku makin sakit coba haha
Shakil membantu Nabila ganti pakaian, Tapi dengan penuh kejahilan, Dari awal membuka pakaiannya saja sengaja dibuat lama, Sampai memakai dalaman pun bisa menghabiskan waktu stengah jam, Contoh: Untuk memekakkan BRA saja dengan sengaja posisi Shakil dari depan, Berkali-kali dia menyangkutkan pengaitnya tapi tidak pernah pas, Karena matanya terus tertuju pada bagian dada, Dan untuk melihat agar pengaitnya nyangkut kenapa juga bibirnya harus menelusuri leher Nabila dulu baru dia melihatnya
Oh my god, Hei kuman? Kamu harusnya berdiri dibelakang. Sangkutkan pengaitnya, Dan selesai! Kenapa harus makan waktu kaya gini, Bikin orang emosi jiwa aja..
Setelah selesai mereka turun untuk makan malam, Itupun harus debat hebat dulu dengan Nabila, Shakil tidak mau istrinya banyak berjalan. Karena setiap melihatnya meringis Shakil selalu tidak tega dan menyalahkan dirinya sendiri, Dengan jurus imut nabila akhirnya Shakil kalah dan terpaksa harus mengiyakannya
"Malam Ayah, Bunda?" Sapa Nabila. Lalu duduk bersebelahan dengan suaminya
"Malam sayang, Gimana sudah baikan?" Tanya Mira
"Kenapa Kamu turun, Biar anton yang bawa makanan kekamar" Sambung Amir
__ADS_1
"Gak apa-apa kok ayah bunda, Aku udah jauh lebih baik" Senyum imut khas Nabila
"Tentu saja, pasti perawat kamu luar biasa menjaganya" Mira iseng melirik Shakil
Shakil melirik Nabila lagi dan menggerakkan kedua halisnya,
Dih, Bangga sekali dia, haha,,, Tentu saja bunda, Aku seperti masuk kedalam oven karena anak bunda tidak melepaskan aku sama sekali**..
"Ayo makan!" Menyuapi Nabila didepan Amir dan Mira
Nabila melirik kearah mertuanya memastikan mereka tidak menertawakannya, Tapi Amir dan Mira mengerti dia pura-pura tidak melihat tapi sebenarnya dibawah meja Amir mengacungkan jempolnya pada Mira
"Kakak aku bisa sendiri" Berbisik pada Shakil
"Mau pakai sendok apa pakai mulut kakak" Balas bisikan Nabila yang sebenarnya terdengar oleh ayah bundanya,
"Sssttt apa sih.. Nanti ayah bunda dengar" Nabila mencubit pinggang Shakil
"Aa" Shakil mau teriak tapi mulutnya sudah nabila tutup dengan tangannya
"Kalian kenapa?" Tanya Amir pura-pura bodoh
"Gak apa-apa yah.. Kakak menguap gak ditutup" Nabila menunjukan gigi putih bersihlnya
Shakil semakin eror jika berkaditan dengan Nabila, Dengan sengaja dia menjilat-jilat pelan
telapak tangan Nabila yang masih menutupi mulutnya,
__ADS_1
Nabila mendelikan matanya pada Shakil. kenapa bisa orang ini selalu banyak cara menjahilinya dengan prilaku yang tidak terpikir oleh otak manusia normal
Aaa. Menjijikan sekali dia..
Nabila menarik kembali tangannya. dan menyekanya dicelana Shakil, Tapi lagi-lagi Shakil mengeluarkan hal gila, Dia malah menikmatinya dengan desahan pelan seperti Nabila telah menyentuh sesuatu miliknya padahal hanya paha saja, Dan sentuhan itupun kasar sama sekali tidak membuatnya tergoda.
Hal ini membuat Nabila semankin malu. Takut mertuanya berpikir Nabila memang melakukan itu
Oh god, Ada apa dengan otaknya? Kenapa dia sekoslet ini
Agar perang itu berakhir Nabila melanjutkan makannya lagi.. Sampai kapan pun urusan dengan suaminya tidak akan selesai jika dia tidak mengahirinya
Drama romantis ala Nabila VS Shakil selesai. Dan mereka pun melanjutkan makan malam dengan tenang
Dreet,,dreet
Ponsel Shakil bergetar tanda pesan masuk.. Setelah membaca pesan tiba-tiba dia tersedak seperti mendapatkan kabar yang sangat buruk..
"Uhuuk uhuuk" Dia terkejut menepuk-nepuk dadanya
"Kakak kenapa? Pelan-pelan makannya" Nabila memberikan air putih pada Shakil
"Iya kamu kenapa?" Amir dan Mira bersamaan
Dia tidak mempedulikan orang yang bertanya di meja makan dan masih pokus menatap layar ponselnya lalu sibuk membalas pesan yang baru saja dia terimanya
Aneh, kakak kenapa ya.. Wajahnya berbah jadi seserius ini, Dan siapa yang mengirim pesan padanya sampai reaksinya seperti ini?
__ADS_1
Bersambung❤❤❤