ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
158. Satu kursi


__ADS_3

Setelah semua selesai akhirnya mereka pulang kerumah bersama... Shakil tidak mau balik lagi ke kantor karena sangat lelah dengan emosi yang tidak stabil menahan kesedihannya tadi.... Nabila masih terdiam.. dia benar-benar sedih atas matinya peliharaan tarsayang yang sudah beberapa hari ini menemaninya kemanapun...


Shakil tidak tega.. Tapi mau bagaimana lagi ini lebih baik daripada harus menahan takut karena ada mahluk kecil yang terkadang Nabila biarkan berkeliaran di area rumah begitu saja..


Akhirnya Shakil punya ide agar Nabila tidak sedih lagi


"Sayang!!" Shakil merebahkan kepalanya dipaha Nabila


"Kakak kenapa?" Nabila terkejut karena tidak biasanya Shakil seperti ini


"Gak tau, tiba-tiba kepala kakak pusing"


"Serius??" benar saja perhatian Nabila kembali lagi bahkan dia langsung lupa pada hamster nya


"Kamu bisa gak pijat kepala kakak" kini Shakil membalikan wajahnya jadi menghadap perut Nabila


"Bisa dong" dan akhirnya dia mulai memijat


Sebenarnya kepala Shakil tidak pusing sama sekali, tapi sentuhan tangan Nabila memang membuat dia nyaman dan beban yang tadi sempat memompa jantungnya kini hilang, yang ada tinggal kenyamanan saja


Tiba-tiba wajah Shakil seperti ada yang mendorong dari perut Nabila.. Dia terkejut dan langsung berdiri


"Kakak kenapa?" Nabila kaget


"Perut kamu kenapa??" Shakil malah tanya balik


"Perut aku baik-baik aja"


"Tidak!!! bayinya mau keluar" Shakil menunjuk pada bagian perut Nabila


"Apa?" Nabila heran


"Ayah... Bunda!!!!"


Tak lama kemudian keduanya datang


"Ada apa lagi?" Tanya Mira


"Coba pegang perut Nabila"


Mira yang mengkerutkan keningnya langsung menghampiri Nabila dan menyentuh perutnya, dan benar saja yang Shakil alami tadi kini dirasakan Mira "Waahh cucu bunda udah mulai aktif"


"Mana Bun" Amir juga ikut memegang perut Nabila "Iya... dia ramah sekali, menyapa kita"


"Maksud ayah Nabila tidak apa-apa?..." Tanya Shakil bingung


"Memang seperti ini orang hamil.. bayinya terus bergerak tandanya aktif... dan kandungannya juga sehat" Amir terlihat senang tapi ada campur haru terukir nyata dari matanya yang memerah


"Sejak kapan bayinya bergerak seperti ini?" tanya Mira pada Nabila

__ADS_1


"Aku gak nyadar Bun,,, Cuma emang kalau lagi tidur dia lebih aktif geraknya"


"Jaga kesehatan kamu ya... siapkan diri untuk jadi ibu dan sambut kehadirannya" Mira tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Nabila


Dan mereka pun pergi penuh haru... baru kali ini Shakil teriak memanggilnya tapi tidak membuat onar... melainkan menunjukan sesuatu yang bahagia sampai Amir meneteskan air mata diluar kamar mereka..


"Ayah kenapa?" Tanya Mira


"Andai saja Harun bisa merasakan apa yang ayah sentuh tadi.. Entah kata-kata apa yang akan keluar dari mulutnya.. apakah sama dia akan sebahagia ini seperti ayah?"


"Bunda tidak tau kebaikan apa yang pernah kita lakukan dimasa lalu sampai kita bisa bertemu dengan Harun.. tuhan menciptakan dia hanya ingin membuat kita bahagia sampai setua ini"


"Sampai mati ayah tidak kan bisa membalas jasanya melalui Nabila, walaupun seluruh harta kita diwariskan kepada dia sekalipun"


Kedua suami istri itu kembali lagi ke kamarnya setelah dikagetkan dengan peristiwa dirumah sakit sekarang malah di beri kebahagiaan yang tidak mampu menahan air matanya


***


Tiga hari berlalu sudah.. Shakil mempersiapkan acara makan malam untuk Haris dan Anna dengan begitu romantis, untuk kali ini dia benar-benar melakukannya sendiri tanpa ada bantuan dari asistennya, inilah bukti tanda terima kasih karena selama ini harus banyak membantunya...


Bukan di restoran atau hotel mewah lainnya Dia memberikan kejutan spesial pada sahabatnya, tetapi di taman kota yang malam hari sepi pengunjung...entah ini makan malam yang selalu Shakil inginkan bersama Nabila, atau emang tau otak mesum Haris.. yang jelas dia mempersiapkan ini dengan sempurna


Dari awal pasangan itu menginjakkan kakinya di pintu gerbang taman, mereka seolah tertuntun dengan berbarisnya lilin di sepanjang perjalanan sampai ke tujuan, tapi aneh kenapa dia hanya menyiapkan satu kursi saja?


"Bodoh kenapa aku mempercayakan urusan makan malam ini padanya? padahal selama ini bukankah dia yang selalu bergantung padaku? inilah jadinya, semua berantakan. Dia pikir aku di sini mau mengadakan acara sunatan apa??" Gumam pelan Harris yang tidak terdengar oleh Anna, dia benar-benar menyesal mempercayakan Shakil yang mengurus semua ini, coba saja kalau dia pilih di restoran mungkin acaranya akan lebih menyenangkan untuk dinikmati dan tidak horor seperti ini


"Om yakin kita makan malam di sini?" Anna semakin erat menggenggam tangan Harris


Dekoran taman itu memang luar biasa indahnya, ditambah lagi bunga-bunga yang segar sepertinya baru saja dipetik tadi sore, dan juga ada aroma yang nyaman di indra penciuman mereka


Haris mengirim pesan kepada Shakil dia sedikit marah karena bagaimana cara makan kalau hanya satu kursi saja? dan jawaban dari Shakil adalah "Bukankah kau bisa memberikan tumpangan kursi di paha mu!!".. mendengar jawaban itu Haris tersenyum sampai tidak terpikir sedikitpun kalau Shakil memiliki otak yang lebih cerdas dari nya


"Maaf.. aku juga tidak mengerti kenapa hanya ada satu kursi di sini!!" Haris berpura-pura bodoh "Bagaimana kalau aku duduk dan kamu duduk di sini" Haris menepuk sebelah pahanya


Anna masih berdiri mematung, dia tidak bisa membayangkan apa jadinya kalau benar-benar harus duduk di pangkuan Harris bukankah ini sangat memalukan?


"Kenapa diam?"


"Aku.. tidak bisa" jawabnya gugup


"Apanya yang tidak bisa" Haris menarik pinggang Anna dan langsung duduk di pangkuannya


Aku tidak menyangka kalau tuan bodohku bisa sepintar ini.. Kenapa aku tidak berpikir kalau ini sangat luar biasa


"Kenapa seperti ini? Aku tidak akan bisa menelan apapun" Jantung Anna berdegup kencang walaupun bukan pertama kalinya dia sedekat ini dengan Haris, tapi perasaannya tidak enak kalau pria itu akan melakukan hal yang lebih dari kemarin


"Kenapa kau gemetar?" Haris membisikkan kan di telinga Anna


"Aku tidak nyaman" Jawabnya takut

__ADS_1


"Lalu apakah seperti ini nyaman" Tangan Haris mulai jahil ketika mengangkat sedikit dress gadis itu sampai ke pahanya


"Om!!!, nanti ada yang liat"


"Tidak ada orang di sini,, bukankah kemarin kau bilang lebih suka yang nyata seperti ini?" Haris mengingatkan lagi tentang ciuman online-nya


"Kemarin aku hanya bercanda.. enggak serius kok Om"


"Tapi aku menganggapnya serius"


"Ish Om.. udah ach.. aku mau pulang aja" Anna berusaha menyingkirkan tangan Harris yang melingkar di perutnya


"Semakin banyak kau bergerak aku tidak akan bisa menjamin apa yang akan terjadi nanti"


"Om curang.. aku bergerak salah.. dan kalau diam aja juga lebih parah" Anna mulai berani menatap Harris


"Aku janji tidak akan melakukan sesuatu yang akan merugikanmu nanti.. ya udah kita makan"


Haris dan Anna makan, walaupun sedikit kaku karena posisi duduk yang tidak nyaman tapi harus berusaha keras agar gadis itu terbiasa dengan perlakuannya dan akan betah kalau Haris selalu seperti ini


"Kalau Om kayak begini terus aku nggak akan bisa menelan makanannya" Anna menyingkirkan tangan yang dari tadi tidak berhenti mengelus-elus pahanya


"Anna menikahlah denganku" Satu kecupan mendarat di pundak Anna dan membuat dia karena kaget dengan perkataan Harris


"Uhuk"..


Haris segera memberikan air minum dan mengusap-usap punggungnya


"Hati-hati makannya"


"Om yang bikin aku begini" Anna menghentikan makannya karena acara makan malam itu hanya dia sendiri yang makan dan Haris malah sibuk bermain di tubuhnya


"Kenapa aku?.. aku hanya ingin bisa memilikimu seutuhnya tanpa harus takut untuk melakukan lebih dari ini" Haris blak-blakan


"ih Om mesum nih"


"Aku pria dewasa Anna.. sekeras apapun aku menahannya tapi tidak akan sanggup untuk tidak memakanmu"


"Om jahat tadi bilangnya nggak mau ngelakuin lebih dari ini"


"Memang.. tapi izinkan aku melakukan satu langkah dari ini"


"Nggak mau Om!!!" Anna terus-menerus menolak Tapi hati dan tubuhnya tidak tahan dengan perlakuan Harris yang dari tadi tidak berhenti mereba di mana-mana


"Aku mau ini!!" Haris langsung meraih wajah Anna dan menikmati bibirnya.. karena begitu tiba-tiba dan belum ada persiapan dari si wanita, makanya Anna berusaha keras mendorong tubuh Haris, tapi setelah pria itu memberikan pijatan pelan di dadanya kini tubuhnya melemah.. Berontakan keras tadi sekarang jadi sebuah pelukan hangat. tapi tak lama Anna tersadar dan menghentikan ciumannya


"Aku mau nikah sama Om" Anna menatap Haris dengan penuh keyakinan, dan ini membuat Harris sangat bahagia lalu tersenyum ceria


"Terima kasih kelinci imut ku sayang" Kecupan terakhir mendarat di bibir Haris tapi kali ini Anna yang berinisiatif lalu mereka berpelukan

__ADS_1


Bersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2