ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
114. Butik HERo 1


__ADS_3

Benar saja yang dikatakan Mira pagi hari tadi kalau dia akan menjemput Nabila dikampusnya dan pergi kebuktik HERo untuk fitting gaun pengantin.


Sudah setengah jam lamanya dia menunggu tapi Nabila tidak kunjung keluar, bukan karena pelajaran Nabila yang banyak tapi memang Mira yang tidak sabaran, dia pergi ke Universitas Bangsa satu jam sebelumprlajaran selesai


Didalam kelas


Hari ini tidak seperti hari Biasanya, karena rasa mual yang sangat tidak bisa dia Tahan kini terjadi ketika berada di tengah-tengah pelajaran, sekuat tenaga dia menahannya tapi itu malah semakin mengobrak-abrik tenggorokannya "are you oke?" Tanya Anna


"Sumpah gue udah gak kuat banget" Nabila menutup mulut dengan tangannya


"Ayo cepat gue antar ke toilet" Anna berdiri dan mengangkat telapak tangannya untuk izin pada dosen mereka, tapi sudah terlambat karena Nabila tidak bisa menahannya lagi sampai satu kelas dibuat gempar dengan kegaduhan yang sudah mengecap Nabila ini dan itu


Nabila sendiri tidak bisa menjelaskan apa-apa karena dia sudah berlari ketoilet dengan diikuti Anna dari belakang.


Tanpa berhenti Nabila muntah-muntah didalam membuat Anna sangat risau harus berbuat apa


"Bil lo gak apa-apa kan?" Nabila tidak bisa menjawab apapun karena dia masih bergulat dengan rasa mual yang memeras Ulu hatinya


"aduh gimana nih Bil,, kita keruang UKS aja ya? Biar kamu diperiksa oleh dokter jaga disana"


Nabila keluar dari toilet Setelah membersihkan wajahnya "Gue nggak apa-apa" dengan suara lemahnya "Cuma agak pusing sedikit aja" dia pun menyandarkan tubuhnya diwastafel


"Nggak bisa Bil gue takut bayi lo kenapa-napa" Anna benar-benar khawatir


"Tenang aja ini udah biasa kok, sebentar lagi juga hilang" mereka berdua pun akhirnya memutuskan kembali lagi kekelasnya


Karena masih dalam jam pelajaran jadi ruangan itu kembali senyap, tapi ada beberapa orang yang berbisik melihat kearah Nabila dan Anna yang baru saja tiba dengan pandangan merendahkan, tapi tidak diambil pusing apapun yang mereka bicarakan mengenai Nabila toh tidak lama lagi juga dunia akan tau dengan adanya berita pernikahan mereka

__ADS_1


Jam pelajaran selesai dan Nabila pergi bersama Mira yang sudah menunggunya sejak tadi, tapi sedikitpun tidak curiga tentang keadaan menantunya karena rasa bahagia Nabila mau fitting gaun pengantin mampu menutupinya


Butik HERo


"Selamat datang madam?" Manager butik HERo tersebut menyambutnya dengan gaya kemayu dan tangan ngondeknya, "Kenapa tidak mengabari kita dulu kalau madam mau berkunjung kesini?" Dia bicara dengan jari-jari keriting yang mendelik


"lho aku kan sudah mengabarinya lewat resepsionis" Dengan lenggak-lenggok elegan Mira menggandeng Nabila masuk dan duduk disofa


"Yang benar? Kita sampai gak tau. Resepsionis itu lama-lama akan aku pecat nanti ya" Mengibaskan tangan kelehernya seolah-olah ada rambut panjang yang menggerai di sana


Melihat tingkah laku orang itu dari pertama Nabila menginjakkan kaki sampai duduk disofa tidak henti-hentinya terus menahan tawa. Manager yang bertubuh kekar sixpack layaknya pria macho tapi hatinya Hello Kitty


"Joy?? Keluarkan gaun pengantin terbaik di butik ini" Mira memerintahkan pada menejer itu seolah dialah pemilik buruk itu


"Iiih madam!!! seenaknya aja manggil kita Joy, nama kita Zoya loh" Cemberut-cemberut manja manajer butik Hero itu betkata pada Mira karena memanggilnya dengan nama pria


"Sudahlah terserah padamu saja" Manager ngondek itu memalingkan wajahnya dan menepuk tangan dua kali tanda memanggil karyawannya


Setelah karyawannya datang dia segera memerintahkan untuk bawa beberapa gaun pengantin yang dia rancang yang dengan bahan infor dari Paris, dan tidak beberapa lama pegawai itupun memberikan gaun pengantin yang dimaksud


"Inilah Madam gaun pengantin baru saja selesai satu minggu yang lalu Dan Kita menghabiskan tiga bulan untuk memasang diamond-diamond yang bertebaran seperti bintang di angkasa" Joy terus menjelaskan dengan gaya bahasa khasnya, kemudian Mira hanya mengangguk-angguk tanda mengerti setiap inci tingkat kesulitan merancang gaun tersebut, tapi tidak dengan Nabila masih saja berusaha menahan agar tidak tertawa karena memang Joy terlihat sangat unik


"Jadi bagaimana madam apa anda suka?"


"Bagaimana Sayang? kamu suka?" Mira tidak menjawab perkataan Joy tapi malah bertanya pada Nabila


"Oh my God apa ini calon pengantinnya?" Joy menghampiri Nabila dan menarik lengannya agar dia berdiri "Oh no, Makhluk Tuhan Paling Seksi dari mana ini hadir dibutik Kami? lihat wajahmu sangat imut dan mulus aku rasa nyamuk akan terpeleset jika dia berani terbang disini" Dengan jari lentiknya dia menyentuh pipi Nabila "Dan lihat tubuhmu kecil mungil seperti patung manekin, apalagi rambutmu!! oh tidak! rambutmu sangat wangi dan lembut seperti kemoceng" Nabila tertawa mendengar kata-kata terakhir yang Joy katakan

__ADS_1


"Hahaha!!, Kenapa harus kemoceng? itu malah terkesan rambutku kotor"


Hey Yey salah ya! kemoceng itu untuk membersihkan debu dan rambutmu ini sangat lembut bahkan debu pun tidak akan menempel" lagi-lagi Dia berkata dengan memutar-mutar tangan lentiknya


"Sudah kau menakuti menantuku" Mira mengibaskan tangan Joy yang masih memainkan rambut Nabila


"What!!!" Dia terkejut setengah menarik rambut Nabila "Menantu? Gadis kecil menantumu?"


"iya!! Bukankah dia terlihat cocok dengan anakku?"


"Setega itukah kau menikahkan Sihandsomeku dengan wanita lain? you kejam madam! Saat ini pasti batinnya sangat tersiksa karena harus menikahi wanita lain yang tidak dia cintai" wajahnya berubah jutek melihat Nabila dengan pandangan cemburu


Mira meririk kearah Nabila khawatir dia akan tersinggung dengan ucapan Joy, tapi Reaksinya malah tidak berhenti menahan tawa karena lucu


"Memang dia cantik, tapi tubuhku lebih kuat daripada dia" Masih dengan kecemburuannya


"Kamu pikir anakku mau denganmu?" Mira menggodanya


"Jelas dong buktinya dia tidak pernah jatuh cinta pada wanita manapun, apalagi kalau bukan masih menungguku"


"Tapi kenyataannya menantuku ini sedang mengandung anaknya Shakil" Mira memegang perut Nabila


"Apa!!!" joy teriak histeris "Bagimana mungkin, Oh tidak" Dia mengipas-ngipas wajah dengan tangan keritingnya


Oh god, gadis kecil ini pasti merangkak naik keranjang si handsomeku sampai-sampai dia hamil sebelum pernikahannya


"Sudah jangan banyak drama, kau terus-terusan menakuti menantu dan cucuku"

__ADS_1


Masih dengan perasaan kesal, joy memerintahkan pegawainya untuk membantu Nabila memakai gaun pengantin itu dan seperti memang dikhususkan untuknya karena ini sangat pas tidak sempit tidak juga terlalu besar di tubuh Nabila, gaun pengantin yang mekar seperti seorang putri dengan berat dua puluh kilo dari taburan Diamond dan mutiara yang akan membuat Nabila lelah memakainya tapi Dia sangat senang karena gaun ini benar-benar sangat indah...


__ADS_2