ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
173. Perkara hello Kitty


__ADS_3

Sebelum pergi ke acara nikahan Haris dan Anna. Ada kejadian seru yang selalu jadi masalah dengan kedua pasangan suami dan istri ini.. Nabila seperti bisa tampak bahagia setiap kali melihat Shakil sulit memilih antara wibawa dan istri yang sangat dicintainya.


"Aku gak mau tau, pokoknya kakak harus pakai ini" Nabila terus membawa celana merah muda couple dengan yang dia pakai. Memaksa agar suaminya mau menggunakannya juga


"Kita ini mau pergi ke acara pernikahan, bukan ulang tahun anak TK sayang!" Shakil terus menghindar


"Memang, tapi kan gak ada yang tau juga kalau Kakak pakai ini"


"Gak bisa, ini pasti kebayang di celana luaran kakak nanti"


"Gak akan, kalau kakak gak buka depan umum"


"Emangnya kakak gila buka celana depan umum?"


"So?.. jangan banyak perdebatan, nanti kita kelamaan pergi ke acara nikahannya"


"Kakak nggak akan pergi kalau kamu masih terus memaksa pakai ini"


"Ya udah aku juga nggak akan pergi kalau kakak nggak pakai ini" Nabila langsung duduk di sofa dengan memeluk kedua tangannya diatas bulatan perut yang semakin membesar


"Nabila!! kenapa harus sekeras kepala ini!"


"Aku enggak keras kepala, aku cuma pengen kakak pakai ini aja apa susahnya shi?, kalau menurut kakak ini sangat memalukan ya udah nggak usah dipakai" Nabila mendramatisir dengan cemberutan manjanya


"Fyuuh.. baiklah kakak akan pakai" Shakil mengalah demi Nabila dan calon buah hatinya, dia berlutut di depan gadis itu menyentuh perut Nabila lalu menciumnya "ini demi Junior kita"


"Haha, dari tadi kek, kan aku gak harus buang energi untuk berdebat jaya tadi, untung aja gak sampai pingsan"


"Dasar curang" Shakil mencubit kedua pipi Nabila dengan gemas nya


Begitulah kejadian tentang ****** ***** Hello Kitty tersebut


***


Satu ruangan sudah tidak kuat lagi dengan tawa disetiap bibir masing-masing, mereka tidak menyangka Shakil yang dulu seperti bos besar sekarang malah jadi orang yang setengah tidak waras. dia malu, tapi mampu untuk menahannya namun sedikit kesal karena Nabila tertawa lebih keras dari yang lain.


"Kau bahagia sekarang?" Shakil mengangkat kedua alisnya dengan pandangan yang seakan ingin menelan habis istrinya


"Loh kenapa jadi nyalahin aku?" Nabila pura-pura bodoh dengan berlagak tidak tahu


"Kalau kamu nggak paksa kakak pakai ini, semuanya gak akan terjadi sayang"


"kalau kakak nggak pamerkan ini, ya emang nggak akan terjadi" jawabnya Nabila dengan santai sambil terus tertawa


"Kamu pikir kakak sengaja buka handuk di depan umum?"


"Lalu ini apa?"


"Nabila!!! kenapa semakin kesini kamu semakin menyebalkan"


"Tapi lucu kan" Nabila berdiri lalu pergi begitu saja meninggalkan semua orang yang ada di ruangan itu


Akhirnya shakil hanya bisa duduk menggantikan posisi Nabila tadi sambil menatap kedua orangtuanya yang terus tersenyum masih belum mengerti kenapa bisa dia pakai celana seperti itu

__ADS_1


Untuk menghindari rasa malunya dia segera pamit dan naik ke atas menemui Nabila di kamarnya. Namun ternyata gadis itu sedang berada di kamar mandi jadi tidak bisa untuk membalas kejahilannya, tapi tetap masih ada dendam dan akan membalasnya..


***


Di Hotel tepatnya kamar pengantin


Haris yang sudah terlalu lama menduda, kini sangat agresif bahkan baru saja sepasang pengantin itu memasuki kamarnya, tangan Anna langsung ditarik dan mendekap dalam pelukannya


"Om!!" Anna sangat terkejut dengan tindakan suaminya


"Sttt!!" Haris langsung menutup mulut Anna dengan jarinya agar tidak teriak "Suara kamu akan mengundang banyak orang nantinya" Kini dia berbisik tepat di telinganya sampai gadis itu sedikit meringis, antara geli dan gugup


"Om bikin aku kaget" Anna sedikit meronta karena belum begitu siap kalau tiba-tiba Haris menerkamnya


"Benarkah? bukannya kamu sudah tidak sabar menantikan malam ini?" Haris jadi mengejeknya ketika merasakan kedua tangan Anna yang benar-benar sangat dingin


"Om apaan sih" Gadis itu tersipu malu dan melepaskan pelukan Harris


"Haha.. Mandi dulu sana aku akan memesan makanan dulu" Haris melepas jasnya kemudian dia keluar entah kemana


Sementara Anna sekarang bisa leluasa mandi dan mengganti pakaian tanpa takut pria itu akan menjahilinya lagi. Mungkin ribuan cara sudah dipersiapkan di otak Anna untuk penolakan kalau memang sangat terdesak nanti, tapi dia juga tidak bisa menghindar kalau Harris melakukan kan dengan caranya juga.


Kini dia sudah selesai mandi dan ingin berganti pakaian, namun setelah dilihat ke lemari ternyata tidak ada baju-bajunya, Haris benar-benar melakukan kesempatan selangkah lebih maju daripada Anna, bahkan gadis itu tidak sampai terpikir kalau suaminya akan berbuat segila ini.


"Si Om mesum ini udah gila ya? kenapa isinya baju seperti saringan semua? baju-baju aku dimana?


Anna membuka satu per satu semua lemari yang ada di sana. Bahkan kopernya saja tidak terlihat didalam ruangan itu. Karena sangat darurat dan takut Haris keburu datang, akhirnya dia langsung menggulung tubuhnya kedalam selimut, padahal di tempat tidur sudah tertata rapih dengan taburan bunga mawar berbentuk hati, namun sekarang jadi berantakan tidak terlihat lagi keindahannya


"Apa yang kamu lakukan?" Haris terkejut setelah memasuki kembali kamarnya


"Baju?" Haris tidak mengerti


"Jangan pura-pura ya, mana baju-bajunya"


"Mana aku tau, bukannya kamu bilang tadi kopernya dibawa ayah?"


Anna mengingat lagi sebelum mereka ke tempat acara pernikahan memang kopernya sudah dibawa tapi saat Haris menanyai untuk dibawa ke hotel jawabnya sudah diantar ayahnya.


"Tapi kenapa gak ada?"


Mana tadi udah prasangka buruk lagi sama dia,


"Jadi?" Haris masih mematung dengan makanan yang ada ditangannya,


"Gak ada" Anna memelas


"Ehem" Haris berlaga serak kemudian menelan ludah sambil meletakan makanan itu dimeja yang ada di sana


"Apa nih maksudnya?" Anna lebih keras lagi menggulung tubuhnya


"Jadi didalam sini polos dong?" Haris menusuk selimut itu dengan satu jarinya


"Om jangan mikir yang aneh-aneh ya?"

__ADS_1


"Aku curiga, jangan-jangan kamu emang sengaja meninggalkan kopernya di mobil agar ada alasan kalau malam ini kita memang tidak membutuhkan itu"


"Hah, emangnya aku gila punya pemikiran kayak gitu?"


"Sayangnya ucapan kamu gak sesuai fakta" Haris semakin senang mengejek Anna sambil membayangkan tubuh istrinya didalam selimut


"Udah ah.. aku lapar" Anna berjalan dengan melompat-lompat ketempat makanan itu berada


"Kamu yakin bisa makan dengan tubuh terbungkus kayak ulat begini?"


Kenapa situasinya malah kaya gini... padahal di koper aku udah sedia tameng untuk jaga-jaga, Anna!! kamu emang ceroboh


"Karena aku sangat baik hati, jadi ingin menawarkan jasa menyuapi istriku dimalam pertama" Haris juga mengekornya


"Aku bisa kok makan sendiri, lagian kenapa harus ada kata malam pertama sih,.?"


"Pertama, memang ini kan malam pertama kita. dan kedua, aku mau tau cara kamu makan tanpa tangan" Haris kemudian duduk menghimpitnya


"Iihh om. bisa jauhan dikit gak? akunya panas"


"Yang suruh kamu pakai selimut siapa?"


"Aku kan lagi gak pakai apa...." Anna langsung tersadar karena dia salah bicara didepan singa lapar


"Apa?" mata Haris langsung terbelalak dan menatap gulungan selimut itu


"Om. tutup matanya!!, maksudku bukan begitu"


Anna!! mulutnya Kenapa gak bisa direm shi


"Kamu benar-benar sudah mempersiapkannya dengan matang"


"Apa?.. gak gitu teorinya!!"


"Jadi?" Haris menyingkirkan rambut-rambut halus yang menghalangi kecantikan Anna dengan jari telunjuknya "Kamu memang luar bisa, baru beberapa jam saja jadi istriku tapi sudah sangat siap lahir dan batin seperti ini" Kemudian memasukan tangannya kedalam selimut, menelusuri kulit lembut yang ada didalam sana.


"Om" Anna sedikit menggeliat dengan menahannya agar tidak berekspresi apa-apa


"Kenapa?.. udah gak sabar ya?" Haris mencium leher Anna yang harum dan lembut


Kalau aku lemah terus kaya gini malah semakin ditindas nantinya, tapi agresif sedikitpun juga aku malu..


"Om!!!"


"Ya" Haris masih menikmati apa yang sekarang sudah menjadi miliknya


"Kita makan dulu yuk, aku butuh energi" Anna menahan rasa malunya demi Haris bisa berhenti dan cukup sampai disini saja dulu


"jadi nanti kamu sudah benar-benar siap?" hari berhenti dan menatap Anna


"Om, aku serius lapar banget!"


"Ok. aku suapi"

__ADS_1


Kemudian pengantin baru itu mengawali harinya dengan makan malam yang lebih dari kata romantis. Haris tidak henti-hentinya menciumi Anna sampai gadis itu sulit untuk menelan makana. Dia juga sesekali mengintip ke dalam selimut yang memang bagian atas sedikit terbuka dan Anna sulit menerapkannya,,


__ADS_2