ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
26. Teka-teki


__ADS_3

"baiklah sayang! kita ketempat lain ada yang ingin aku bicarakan padamu" melirik tidak suka pada Nabila, dan menarik tangan shakil


Tapi Nabila tidak kehabisan akal. dia mengangkat gelas susunya dengan tangan kanan "Aaaaahhh!" pura-pura kesakitan sampai Shakil berlari kearahnya lagi


"kenapa? apa yang kamu lakukan?" panik


" aku mau minum susunya" wajah sedih


"kenapa tidak bilang?" mengambil susunya dan meminukan pada nabila sampai habis


" bagaimana aku mau bilang, kalau kakak pergi, huh. baiklah kalau kakak sibuk aku akan meminta bantuan pada asisten haris" berlaga sedih


lagi-lagi ektingnya membuat pria itu lemah. dia tidak mau kalau istrinya lebih membutuhkan orang lain dari pada dirinya,


"tidak boleh, kau mau aku gagal dengan janjiku!" menatap tajam


" janji apa?" siska mulai curiga


"bukankah kamu dengar sendiri semalam kalau bunda menitipkannya padaku" jawab santai


"sayang, bukankah aku rasa dia berlebihan? bisa saja kan dia minum dengan tangan kiri tadi!"


" benar juga, kenapa aku tidak sadar, oohh ternyata dia mengerjai ku, baiklah aku akan memgikuti permainanmu sayang" Shakil


"sial sibakteri ini sangat licik, dia sudah bisa membaca niatku" Nabila


" baiklah, semua sudah selesai, dan kamu tidak memerlukan calon suamiku lagi. jadi kita permisi adik ipar" menggandeng tangan Shakil dengan tatapan kesal pada Nabila


Tak kalah strategi. Nabila pura-pura membuka ponselnya memanggil seseorang dalam sambungan telepon. Shakil langsung merampas ponsel Nabila dengan panggilan Asisten Haris


" untuk apa kamu meneleponnya?" marah dan memetikan panggilan


"apa lagi?. aku merundukannya lah!" jawab santai


"Nabila katakan yang jelas" membentak


"kak siska, ada apa dengan calon suamimu? salah kah aku jika merindukan asisten Haris. bukankah dia juga tampan? dan tubuh berototnya yang sangat sexy. aku rasa dia lebih kuat untuk melindungiku. benarkan? jadi calon suami tersayang kakak tidak perlu repot mengurusku lagi" pura-pura lugu


" oohhh Nabila, kamu manis sekali, benar sayang biarkan dia memanggil Haris untuk menjaganya" rayuan siska

__ADS_1


"pintar sekali kancil ini memancing kemarahanku"


"tidak. aku tidak mempekerjakan karyawan ku dihari minngu. katakan kamu mau apa?"


" menurut kakak? besok ujian aku mau belajar lah, tapi bukankah aku butuh seseorang untuk membantuku"


" benar, aku lupa dia harus belajar, dam aku minta maaf padamu Siska, kita akan bicara nanti ok"


Siska pergi tanpa pamit, dengan wajah penuh kemarahan, merasa dipermainkan oleh anak kecil. sedangkan Nabila berlari kekamarnya meninggalkan Shakil juga. dengan senyum lebar tanda kemenangan


"NABILAA!! awas kau ya?" lari mengejar


***


Hari ini mereka hanya menghabiskan waktu dikamar Nabila untuk membantunya belajar sampai sore, sampai makan siang pun anton bawakan kekamarnya. tak jarang Shakil meminta bayaran atas semua bantuan yang dia berikan, ini membuat nabila kesal dengan kecurangannya


"Nabila?" tanya lembut


"hm" masih kesal dan tetap polis membaca buku


" apa tadi kamu cemburu melihat aku dengan Siska?"


" lalu kenapa kau menghalangi ku bersamanya?"


" aku pikir Presdir W3XO itu pintar, ternyata aku salah"


" maksudmu aku bodoh?"


"ha ha. itu keluar dari mulut kakak ya?"


"kau ini,,"


"sudah berapa lama kakak bersamanya?"


"dua tahun"


"apa kakak tidak ada kecurigaan sedikitpun padanya?"


"untuk apa? dia wanita baik. dia pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menolongku. tidak mungkin dia mrnghianatiku"

__ADS_1


"ternyata benar, Presdir ini tidak sepintar yang aku pikir"


"maksudmu?


"bukannya aku ingin berpikiran negatif. tapi kenyataannya setiap orang punya topengnya masing-masing, dia berani berganti peran sesukanya, sementara kakak belum cukup cerdas untuk mengerti wajah dan kenampakan aslinya. kakak selalu melihat segala hal yang ditunjukkannya padamu, tanpa pernah tau apa yang sebenarnya ada didalam hatinya"


"dia memang seperti itu prilakunya, tapi hatinya baik"


"benarkah, lalu kenapa ayah dan bunda tidak suka?"


"karena kamu lihat sendiri penampilan dan sikapnya!"


" kemarin juga berpenampilanku terbuka dan bukankah sikap dance aku juga tidak baik? tapi kenapa ayah bunda tidak marah?"


" karena mereka tau kamu tidak seperti itu!"


"tepat sekali, lalu kenapa kemarin kakak marah. padahal kakak juga tau itu hanya peran, begitulah dengan calon istri kakak. kakak harus mengerti dimana asli dan dimana peran"


Shakil berpikir sejenak. Nabila seperti memberi teka-teki yang sulit untuknya, dari ayah, bunda, Haris, dan skarang Nabila kenapa semua tidak suka pada Siska? waktu Harun masih ada dia juga sempat mengatakan hal yang sama dengan Nabila


"kau mengetahui sesuatu tentangnya?" menatap tajam


"mana mungkin. bukankah kakak lebih mengenalnya? dan aku kan baru bertemunya semalam"


"kakak sudah katakan jangan ada kebohongan, kau lupa dengan perjanjiannya?"


"jika aku berbicara sesuatu, sebuah kebenaran tentangnya, apakah kakak akan percaya padaku? ingat kakak lebih lama mengenalnya daripada mengenalku"


"tapi aku tidak pernah seserius ini padanya, aku melihat pengorbanan pak harun di matamu, seumur hidup hanya dia yang tidak pernah menyakiti ku, dan aku yakin kau pun sama"...


:


:


:


:


Bersambung❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2