
Beberapa hari kemudian Nabila kini menjalani aktivitas seperti biasa, yaitu melanjutkan lagi sekolahnya, sedangkan Shakil kembali pada dunia dimana dia akan sangat jarang bertemu dengan Nabila karena kini harus bolak-balik ke luar negeri untuk pekerjaan yang sangat darurat di sana
Walaupun tanpa Shakil dan hidupnya seperti remaja lagi, tapi akhir-akhir ini otaknya selalu dipenuhi dengan nama laki-laki yang selalu ada bersama dengannya dalam keadaan apapun
Setiap hari dan setiap detik hanya ponsel dengan nama kontak kuman yang terus dia tatap, hatinya benar-benar sepi seperti tidak ada arahan untuk melangkah sampai Nabila benar-benar dibuatnya bosan dalam keadaan apapun,,
Sepulangnya dari kampus Nabila juga sangat tidak bersemangat walaupun ketiga temannya ngajak dia pergi hangout tapi tanpa ragu dia langsung menolak... Nabila memilih untuk segera pulang dan beristirahat karena dia juga khawatir akan terjadi hal buruk di luar sana terjadi pada kehamilannya
Di rumah Amir
"Siang Nona, apa anda mau makan?" Sapa Anton ketika Nabila baru saja meluruskan tubuhnya di sofa
"Nanti aja" Tanpa melirik pada Anton lagi Nabila masih saja menatap layar ponselnya berharap Shakil membalas pesan yang dia kirim sejak tadi malam
Anton tau mood Nabila saat ini sedang tidak stabil, maka dari itu dia hanya memilih untuk mengurungkan dirinya kembali pada pekerjaan di dapur
Sedangkan Mira dan Amir memang selalu sibuk pada urusannya masing-masing sehingga mereka tidak selalu stand by di rumah memperhatikan menantunya
Braakkk
Suara seseorang membanting pintu mobil dan langkah kaki yang sudah terdengar jelas itu adalah heels.. Dan benar saja seorang wanita dengan tampang emosi si duduk juga di seberang Nabila
Kenapa curut ini harus duduk juga di sini?... Aku lagi males berdebat dengan siapapun,, aahh pasti dia mau cari masalah
Nabila kembali dalam kepura-puraan sibuk di ponselnya agar tidak ada celah untuk Nova membuat masalah dengannya
"Anton bawakan aku minuman dingin""suara Nova menggema di setiap ruangan ruangan luas itu
"hay Nabila!!!" sapanya dengan senyuman palsu "Aku sampai tidak sadar kalau kau ada di sini juga" Dengan gaya sok akrab Nova sengaja memamerkan barang-barang branded yang baru saja dia beli.. Dari mulai tes, heels, dress-dress, bahkan gaun pesta untuk acara malam ini juga sudah dua persiapkan
Tapi dari pihak Nabila sendiri malah tidak ada respon apapun selain tersenyum palsu.
Sedangkan Nova melihat ekspresi wajah suntuk Nabila kini semakin menarik untuk lebih menggodanya
__ADS_1
"Eh iya Bil, Lihat deh gaun ini lucu banget ya" Nova berputar dengan menempelkan gaun yang baru saja dia keluarkan dari kantung ketubuhnya sambil berputar-putar
Memang,,, gaun itu terlihat sangat menawan dan elegan apalagi kalau Nova yang memakainya bahkan terlihat sangat cocok.. Tapi lagi-lagi respon Nabila hanya "Hmm"
"Ini untuk acara anniversary kedua orang tua Haris nanti malam loh,, kamu juga hadir kan?" Percakapan Nova sengaja menyindir Nabila karena dia tahu Shakil sangat sibuk dan tidak mungkin akan ada di acara yang tidak terlalu meriah seperti itu
"Oh. iya dong aku pasti datang" Nabila berlaga yakin padahal dirinya sendiri masih ragu bisa hadir atau tidak tanpa ada Shakil bersamanya
"Semoga beruntung.. Bukankah suamimu sedang sibuk" Nova mengangkat kedua alisnya tanda mengejek Nabila
"Apa salahnya kalau dia sibuk, aku juga bisa pergi dengan bunda atau temanku" Nabila tidak mau memperpanjang lagi perdebatannya dengan Nova, jadi dia memilih pergi dari tempat itu menuju kamarnya
Lihat saja, malam ini pasti Shakil akan benar-benar pergi meninggalkanmu untuk selamanya
***
Malam Hari
Nabila sudah 10 kali bolak-balik mengganti pakaiannya. namun, tidak ada satupun yang cocok untuk dia pakai malam ini ke acara anniversary kedua orang tua Harris..
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Nabila dengan tangan yang masih memeluk sebagian gaun-gaun nya
"Masuk"
Pintu terbuka, dan ternyata Anton datang dengan membawa kantong terbuat dari kertas dan memberikannya pada Nabila,
"Apa ini?" Dia masih bingung dengan isinya
"Saya tidak tau Nona, tadi ada kurir mengantarnya atas nama.... Kuman kalau tidak salah" Anton sendiri bingung ada nama seaneh itu memberi hadiah pada nona mudanya,, Dengan sedikit ragu dia memberikan itu tapi hatinya takut kalau Shakil akan marah Nabila menerima hadiah dari orang lain
Nabila sendiri mengembangkan senyum lebar di bibirnya karena membaca pesan di secarcik Nota yang tertempel pada box kecil berisi perhiasan
__ADS_1
"Bentuk tubuh istriku sekarang sexy, pakai gaun apapun pasti sangat menggoda" Hanya kata itu saja sudah membuat Nabila sangat senang apalagi sekarang dia sangat merindukan Shakil
"Tau aja kalau aku lagi butuh gaun.. Eh tapi tunggu!!! Aku belum bilang mau kesana?" Nabila bicara sendiri sambil mencocokan gaunnya didepan cermin...
Gaun itu hanya tiga perempat panjang kakinya, tapi sangat mekar jadi tidak terlalu kelihatan kalau dia sedang hamil. ditambah lagi Nabila akan terlihat tetap seperti gadis seusianya
***
Dikediaman orang tua Haris
Disana sudah dipadati dengan orang-orang yang usiannya mungkin sudah memiliki cucu semua.. Tapi Nabila sama sekali tidak canggung karena pandangannya sudah terlempar pada Amir dan Mira yang sedang bersama kedua orang tua Haris...
Saat dia melangkahkan kakinya untuk memasuki acara itu, tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya.. Suara itu tidak asing lagi terdengar di telinganya.. Dan saat dia membalikkan tubuhnya, benar saja terlihat Anna dengan dress brokat berwarna maroon menghampirinya
"lo di sini juga Na?" tanya Nabila heran
"Iya, diundang langsung damasama ibunya si om"
"Om?" Nabila masih bingung dengan nama panggilan itu dia tunjukkan pada siapa
"Itu loh.. Asisten suami kamu.. "
Nabila mengerutkan keningnya masih tidak mengerti gosip apa yang telah dia lewatkan sampai Anna diundang langsung oleh ibunya Harris... Ekspresi wajah Nabila sudah terbaca oleh Anna kalau dia menyimpan ribuan pertanyaan lewat matanya
"Apa???? Orang hamil tidak boleh banyak berpikir.... Hubungan gue sama om-om itu gak seperti yang ada di otak lo ini" Anna menggandeng tangan Nabila untuk memasuki acara itu
Nabila juga tidak mempermasalahkannya lagi karena bukan waktu yang telat untuk dibahas jadi dia segera menghampiri kedua mertuanya.. Lalu menyalami kedua orang tua Harris yang diikuti dengan Anna juga...
"Kau pun sudah datang nak?" Tanya ibunya Harris yang dijawab hanya dengan senyuman manis Anna
Sontak Amir, Mira dan Nabila saling melirik bergantian.. Ternyata apa yang dia pikirkan benar.. Ada sesuatu perkembangan baik yang tidak dia ketahui dari sahabatnya itu,.. Nabila lagi lagi mencoba bertanya melalui tatapannya
"Perkenalkan dia adalah calon menantu ku" Ucapan ibunya Harris membuat keluarga Amir hampir kena serangan jantung.. Terlebih lagi pada Anna. Dia tidak habis pikir kenapa bisa mereka mengatakan itu bahkan di depan Nabila dan keluarganya.. Hubungan dia dan Harris memang dekat tapi tidak sampai ke tahap yang lebih serius.. Dia akui Harris tipe pria setia dan juga sangat baik padanya terlebih lagi saat makan siang waktu itu, seringkali dia membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di bibir Anna dengan tangannya sendiri tanpa ada rasa jijik sedikitpun
__ADS_1
Bersambung ❤️❤️❤️