ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
120. Haris VS Anna


__ADS_3

"Apa!!!???" Haris setengah berteriak


"Eh anu,,,, Maksudku bukan itu,,,"


Anna kenapa posisimu menjadi sulit,,, dan kenapa juga aku memilih kata itu untuk passwordnya,,,,


"Kau belum tahu siapa aku, dan jangan coba-coba untuk menipu ku!!!" Haris dengan tegas mengatakan itu tapi dalam hatinya dia sedikit bergetar dan gugup


"Aku tidak berbohong, memang itu passwordnya"


Haris mengetik password sesuai apa yang dikatakan oleh Anna. yaitu Aku cinta kamu. rasanya sangat aneh walaupun dia membacanya berulang-ulang di dalam hati tapiseperti dia memang sedang mengatakan langsung pada wanita di depannya


"Dasar bocah, memilih password yang begitu norak"


"Apa katamu? Norak? itu ponselku, itu akunku, itu privasiku, dan sesuka hati aku untuk membuat password seperti apa, siapa yang tahu juga ini akan terjadi dan kamu dengan tidak sopannya mengambil ponselku" Anna mulai emosi dengan kata norak yang Haris lontarkan


"Ah Sudahlah, percuma bicara dengan gadis sepertimu"


"Hey hello!!!!.. Apa dengan maksud gadis sepertimu,, Kamu pikir kamu itu hebat? luar biasa? lihat dirimu yang seperti batang pohon kering, tidak ada daun maupun bunga yang menyegarkanmu" Emosi Anna meletup-letup


"Berani sekali kau mengataiku batang pohon kering... inilah wujud gadis yang tidak pernah melihat pria setampan aku"


"Owwekkk,,, Mual sekali aku mendengarnya hahaha... Kamu ini punya kaca nggak sih... kalau nggak punya numpang di mall sana untuk lihat wujud kamu dari atas sampai bawah,,.."


"Diam!!!" Haris menutup mulut Anna dengan tangannya tapi tetap masih menatap layar ponsel yang ada di genggaman nya "Kau benar-benar ingin tahu siapa aku, berani-beraninya kau menipuku?? lihat password konyol itu tidak membuktikan apa-apa di sini, mana? aplikasi sialan ini tidak terbuka" Haris berteriak pada Anna yang merasa telah dibodohi dengan kekonyolan passwordnya


"Aku bersumpah memang itu passwordnya dan aku juga sudah mengatakan pada bunda tadi pagi kalau akunku itu telah dibajak jadi aku sendiri pun tidak bisa membukanya" jelas ana "aku tidak mungkin memposting itu tentang Nabila.. Aku tidak pernah melukai persahabatanku padanya mengerti?????" Anna balas emosi


"Sial kenapa kamu tidak mengatakannya dari awal jadi aku tidak perlu repot-repot menyentuh ponsel mu yang sudah tidak berguna ini" Haris mengembalikannya dengan kasar


Pria ini ini, pantas saja tidak punya kekasih sampai setua itu, karena memang tidak akan ada wanita yang tahan dengan orang mengerikan sepertinya


"Lagian main rampas-rampas aja ponsel orang, tanya dulu kek apa kek"


"Aku tidak perlu basa-basi pada parasit yang akan merusak kehidupan seseorang" Haris mencengkram kuat wajah Anna tanpa disadari wajah keduanya begitu dekat

__ADS_1


"Hey jomblo karat!!! bisa gak menuduh seseorang pakai logika, Kamu pikir aku ini seorang pelakor yang mau merusak rumah tangga temanku sendiri?"


"Apa katamu?? berani sekali kau mengataiku seperti itu? Mari aku akan tunjukkan seperti apa jomblo karat itu" Haris mendekatkan wajahnya pada wajah Anna dan menatap tajam pada bibirnya dengan senyum licik, hanya untuk membuat Anna ketakutan saja dan tidak benar-benar ingin menciumnya


"Apa yang ingin kamu lakukan" Spontan anak menutup mulut dengan kedua tangannya dan mendorong Harris lalu pergi meninggalkannya tapi tangan Harris lebih cepat menarik tubuh anak sampai jatuh ke pelukannya


"Lepaskan aku, kamu sudah gila ya, ini kampus, tempat umum, kalau ada yang melihat kita masa depanku akan hancur" Anna berusaha melepaskannya


"Benarkah?? Bagaimana dengan masa depan temanmu karena postingan itu?" Haris masih saja betah memeluk Anna


"Sudah berapa kali aku katakan bukan aku yang melakukannya" Anna terus memberontak agar Harris melepaskannya


Sial kenapa dia tidak bisa diam, semakin banyak dia bergerak aku semakin tidak nyaman dengan belahan dada yang tepat ada di depan mataku


Haris melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan Anna begitu saja kembali parkiran dan mengatur nafas karena jiwa kesepiannya memberontak setelah merasakan kenyal dan hangatnya tubuh Anna


Sedangkan Anna sendiri jadi terheran-heran tidak mengerti dengan apa yang ada dipikiran Harris. yang tadinya marah-marah lalu meninggalkan dia begitu saja tanpa sepatah kata pun.


Orang itu waras atau tidak? kenapa bisa perusahaan ternama memilihnya sebagai asisten!! apa jadinya perusahaan itu kedepannya Nya kalau masih tetap memelihara sijomblo karate hahaha..


Di kediaman Amir


Nabila yang masih sibuk mencari di mana ponsel dan laptop nya pun dikejutkan dengan tangan hangat yang melingkar di perutnya, disertai dengan puluhan kecupan lembut di tengkuknya,. dan bau parfum yang sudah sangat terbiasa melekat diindra penciumannya tidak diragukan lagi kalau Shakil lah yang sedang menggerayang bik punggungnya


"Kakak!!! Kaya pencuri deh.. Sampai gak kedengaran suara buka pintu"


"Itu karena istriku lagi fokus sama satu hal.. jadi gak sadar kalau suami tercintanya panggil-panggil sampai kering tenggorokan"


"Masa si?.. Padahal aku cuma lagi nyari ponsel sama laptop kok gak ada ya?"


"Kakak buang tadi pagi"


"Kakak!! Kenapa iseng banget? Serius dimana?" Nabila membalikan tubuhnya menghadap Shakil


"Tuh kan??.. Kamu sadar gak?? Kakak itu kaya lagi diselingkuhin sekarang.. Waktu makan sebentar-sebentar liat ponsel.. Mau mandi Cek ponsel dulu.. Habis mandi udah cantik Selfi-selfi pake ponsel lagi.. Uau tidur yang disamping kamu ponsel juga.. Dan pada saat buka mata aja yang pertama kamu cari pasti ponsel terus" Shakil melepaskan pelukannya dan berjalan kesofa sambil mengendurkan dasinya

__ADS_1


"Kakak!!! cemburu tuh yang keren dikit bisa gak?.. Masa sama benda" Nabila mengikuti langkah kaki Shakil dan sengaja duduk di pangkuannya untuk merayunya


"Turun" Shakil berlaga tidak peduli dengan tampang marah


"Gak mau" Nabila menggeleng dan sengaja melingkarkan kedua tangannya ditengkuk suaminya "Sayang!!!! tega ya sama dia..(anak dalam kandunganya).. Mau duduk dipangkuan papahnya" Nabila memeluk erat dengan manja


"Kamu paling bisa membuat hati kakak meleleh" Shakil megusel-usel hidung Nabila dengan hidungnya karena gemas


"Udah!! nanti aku kehabisan oksigen"


"Bagus dong!! karena dengan senang hati kakak bikin nafas buatan untuk kamu" Shakil berbisik ditelinga Nabila


"Apa sih genit banget deh." Nabila pun mencubit perut Shakil karena geli "Ayooo mana ponselku??"


"Kakak akan kembalikan setelah kamu kasih tebusan atau jaminan untuk itu"


"Haha jadi ponsel aku kakak Sandra nih"


"Iya"


"Gini aja,, Kalau kakak kasih ponsel sama laptopnya sekarang aku aku akan bayar tebusannya tiga kali lipat"


"Gak mau!! kakak gak akan tertipu sama kancil licik kaya kamu"


"Mana mungkin.. kenyataannya aku kan lagi dipangkuan kakak sekarang"


Shakil berpikir sejenak dan sadar. benar juga yang dikatakan Nabila, kalau dia tidak biasa kabur dalam posisi saat ini. kemudian dengan percaya diri dan tidak sabar mengangkat tubuh yang agak berisi Nabila ketempat tidur


sambil mengatakan dimana dia menyimpan sandraanya


"Aduhh kakak tunggu!! Aku lupa mengatakan kalau sekarang tanggal waktunya aku manstruasi haha" Nabila lolos dari cengkaran singa itu dan berlari menuju tempat dimana Shakil mnyimpannya


"Apa???!! Benar kan kamu menjebak ku lagi!!" Dia berpikir sejenak.. dan mengingat lagi kalau ibu hamil mana ada masa menstruasi.. dan


"NABILAAAA!!!!!! kancil betina!!!! kamu menipu kakak lagi".. Shakil teriak

__ADS_1


Bersambung❤️❤️❤️


__ADS_2