
Kediaman Max
"Siska apa kamu punya inpormasi lagi tentang keluarga Amir?" Tanya Max
"Tidak ada.. sepertinya mereka memang sudah Tidak ada bisa berkutik lagi ditangan kita" Dengan bangganya dia berhasil mengelabui Shakil dan Amir
"Kau yakin?"
"Tentu saja Dad.. Dia itu sudah cinta mati padaku. Yaaa hanya saja memang sikapnya seperti itu.."
"Tapi kenapa ada yang janggal ya"
"Maksudmu?" Wajah Siska jadi serius
"Aku sedikit curiga pada gadis yang bersama Shakil kemarin"
"Kau juga mencurigainya?.. Huh sudah lama aku penasaran dengan gadis itu"
"Apakah kau sudah melacak identitasnya?"
"Sudah. Bahkan aku pernah menyamar jadi guru honor disekolahnya tapi aku tidak menemukan identitasapa pun. Sepertinya dugaan kita benar ada sesuatu yang disembunyikan tentang anak itu.. Kalau tidak kenapa sampai serapih ini kita tidak tau siapa dia"
"Apa kau tidak melihat. Cincin dijari Shakil sama persis dengan cincin dijarinya. Seperti cincin tunangan tapi mana mungkin dengan gadis yang masih sekolah"
"Apa? Cincin?.. Aku bahkan tidak tau tentang itu. Aku pernah memergokinya pakai cincin ini" Siska menunjukan jarinya "dan dia sangat marah saat aku memintanya kembali , .. Dan Shakil!!!! Dia tidak pernah pakai cincin, Ada apa ini kenapa aku tidak tau"
"Apa saja yang kau lakukan sampai kau tidak memantau dia dengan teliti"
"Tidak bisa kubiarkan. Shakil hanya milikku. Aku tidak mau ada siapa pun yang mengambilnya dariku"
"Heiii!!!!!..." Max teriak "Dimana otakmu. Apa yang kau katakan tadi hah? Jangan bilang kau mencintainya"
"Daddy.. Apa yang harus aku lakukan. ini diluar kemampuanku.. Dia sangat tampan dan Sempurna. Mana mungkin aku tidak jatuh cinta padanya"
"Hentikan omong kosongmu. Aku tidak mau mendengar kau tertarik padanya. Misi kita menghancurkan keluarga Amir sampai keakar-akarnya. Kenapa kau sebodoh itu sampai jatuh cinta padanya" Suara Max semakin keras
"Aku lelah hidup seperti ini. Aku butuh pendamping. Aku butuh seseorang yang bisa melindungiku. Menjadi nyonya tanpa harus bekerja keras lagi. Aku ingin itu semua dad"
"Pikirkan. Setelah kita menghabisinya kita akan mendapat semua hartanya. Bukankah kau akan jadi nyonya juga dengan cara ini? Dan kau bisa membeli berbagai bentuk pria yang kamu inginkan.. Ingat apa yang sudah mereka lakukan pada keluarga kita. Apa kau lupa dengan penghinaan yang kita dapat selama ini dikarenakan olehnya?"
__ADS_1
"Aku mendapatkan banyak pria demi mendapatkan uang untuk kuliahku. Tapi mereka semua tidak ada yang seistimewa dia. Aku benar-benar mencintainya"
Plaak Tamparan keras dari Max diberikan dipipi mulus Siska "Ini akan membuatmu sadar kalau didunia ini tidak ada cinta. Cinta hanya untuk orang-orang lemah. Dan kau sekarang ingin jadi orang lemah karenanya?"
"Kenapa kau selalu melakukan ini kepada anak perempuanmu? Aku putrimu tapi kau selalu jadikan aku sebagai alat kebahagiaanmu sendiri.. Please!! Untuk satu kali saja pikirkan kebahagiaanku juga. Aku ingin menikah. Aku ingin punya keluarga dan aku juga ingin punya anak. Agar hari tuaku tidak akan sendiri.. Seorang pria saja tidak mampu menemaniku disaat aku lemah nanti. Aku butuh anak untuk merawatku. Aku tidak mau sendiri.. Hiks hiks" Siska menangis memegangi pipinya yang merah
"Otakmu semakin sempit dikarnakan oleh cinta. Dengar jika kau punya uang kau bisa membeli budak sebanyak apa pun untuk merawatmu. Dan harta Amir tidak akan habis sampai kau jadi tanah sekalipun. kau mengerti?"
"Bukankah pemikiran daddy yang sempit. Jika aku sudah jadi tanah untuk apa sisa hartaku nanti kalau bukan untuk keturunanku. Kau memang sangat kejam"
"Jika aku tidak kejam dunia akan menindasku"
"Tapi tidak dengan putrimu"
"Aku melakukan ini agar kau tidak jadi wanita lemah seperti ibumu. Dia pergi memilih cinta daripada hidup bersamaku"
"Tentu saja dia pergi. Dia ingin bahagia. Dia butuh pria lembut. Aku pun akan seperti itu dan mengejar cintaku dengan Shakil"
"Sekarang aku baru sadar kau memang titisan ibumu. Semua perempuan memang lemah.. ingat satu hal.. Kau tau aku bisa melakukan apa pun. Jika kau tidak menuruti apa yang aku inginkan silahkan pilih siapa dulu yang akan aku lenyapkan.. Ibumu? Atau pria yang kau cintai" Max meninggalkan Siska yang masih mengelus-elus pipinya
"Kau memang kejam. Seorang ayah harusnya menjadi pelindung untuk anaknya. Aku malah yang menjadi pelindung untuk dia"
***
Kediaman Amir
Pagi hari saat Nabila membuka matanya dilihat kamar yang tidak asing lagi.. Ternyata saat makan sore kemarin di pantai. Dia langsung terlelap dimobil. Sampai Shakil membawanya pulang pun dia tidak tau.. Tapi dimana Shakil?
Biasanya setiap Nabila bangun tangannya selalu melingkar diperutnya dan sekarang dia tidak ada
Pertama Nabila cek adalah kamar mandi. Karena tidak mungkin Shakil pergi dalam keadaan masih gelap. Tapi ternyata dikamar mandi juga tidak ada. Kemana Shakil? Selalunya dia tidak mau bangun pagi karena masih betah memeluk Nabila tapi sekarang malah sepagi ini dia sudah menghilang..
Nabila keluar mencari dimana shakil berada tapi tidak dia temukan sampai Anton datang menghampirinya.
"Ada yang bisa saya bantu nona?"
"Eh iya pak. Kakak dimana? Aku tidak melihatnya"
"Tuan tadi lari pagi disekitar kompek ini nona"
__ADS_1
"Lari pagi? Sejak kapan dia suka lari pagi??"
"Sudah lama tidak pernah. Sekitar semenjak diangkat jadi Presdir. Mungkin karena dia sibuk jadi tidak pernah melakukannya lagi"
"Baiklah aku akan menunggunya disini" Nabila yang ditemani Anton dan beberapa penjaga menunggu Shakil dikursi teras
"Saya akan buatkan susu hangat untukmu" Anton pergi kedapur karena melihat Nabila yang kedinginan dengan sejuknya angin pagi
Saat Nabila menikmati hangatnya susu segar. Shakilpun datang dengan tubuh penuh keringat dia merasa sangat bugar setelah lari pagi
"Kau disini? Kenapa tidak tidur?"
"Apalagi aku mengcari suamiku. Aku pikir dibawa semut"
"Semanis itukah kakak menurutmu?"
"Haha.. Aku tarik kembali kata-kataku. Oh ya tidak biasanya lari pagi"
"Apa lagi, Ini semua karena kamu kemarin memberiku makan sangat banyak"
"Kakak yang minta juga"
"Karena bukan hanya tubuhmu saja.. Jari-jarimu juga mampu membuatku tidak mau berhenti makan" Shakil berbisik karena ada anton dan beberapa penjaga disana
"Kakak" Nabila memukul Shakil
"Ayo kita mandi" Yang tiba-tiba Shakil menggedong Nabila pergi ke kamar nya
"Kakak lepasin.. Kakak berkeringat"
"Lalu kenapa? Apa ini menjijikan?"
"Ha ha... Mana mungkin. Bukankah kakak terlihat sangat sexy setelah orahraga?" Nabila membujuknya agar dia tidak marah
"Sejak kapan kau pandai menggoda pria seperti ini?"
"Sejak sekarang.. Tepat saat melihat suamiku sesexy ini"
Akhirnya mereka berdua mandi bersama tapi bagi Shakil ini kurang seru karena dia tidak bisa mandi satu bathtub bersama Nabila seperti dihotel, dan sempat melintas dikepalanya bagaimana jika dia juga mengganti bentuk kamar mandi persis seperti dihotel...
__ADS_1
Bersambung❤❤❤