ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
182. marah


__ADS_3

"ya ampun Nabila.. kenapa berpikiran seperti itu, dengar.. pertama tidak ada alasan untuk tidak menyusui bayi kita, ok. ke dua, jaman sekarang selama saldo rekening masih full siapapun bisa merubah tubuhnya, dan yang ketiga, dengarkan baik-baik, bagi kakak kamu bukan hanya sekedar istri, tapi kamu wanita paling sempurna apalagi setelah melahirkan anak kakak nanti, dan ingat, perubahan apa pun yang akan terjadi sama kamu kakak tidak peduli. Nabila yang kakak cintai adalah orang yang sederhana seperti biasanya"


"tapi aku takut, karena diluar sana banyak wanita yang sexy menggoda kakak nanti" seketika Nabila menjadi insecure setelah ada Dahlia yang seakan ancaman bagi rumah tangganya


"hubungannya sama kakak apa?"


"nanti kakak tergoda" Nabila menatap Shakil dengan mata yang berkaca-kaca


"selama ini apa pernah kamu melihat Kakak tergoda"


Nabila tidak menjawab selain dengan gelengan kepala


"so?"


"aku hanya takut..."


"sttt.. jangan bicara seperti ini lagi. karena perkataan kamu secara tidak langsung mencurigai kakak memiliki sifat itu," Shakil bangun dan merapihkan kembali handuknya


"kakak.. maaf, aku gak bermaksud kaya gitu," Nabila berusaha memeluk Shakil namun yang di dapat hanya penolakan, dan ini pertama kalinya dia diperlakukan seperti itu


"kakak please, jangan ngambek.. aku hanya takut ada orang lain masuk ke kehidupan kita, bukan berarti aku gak percaya sama kakak" Shakil tidak menjawab dia masih lanjut ke walk-in closet mencari pakaian, dan tidak memperdulikan Nabila yang terus menguntit sambil menarik-narik lengan nya


"kakak jangan diam kayak gini aku jadi serba salah, maaf. aku nggak akan berpikir yang aneh-aneh lagi, tapi tolong jangan diem kaya gini"


"mandi sana kakak mau mengganti pakaian" setengah menepis Shakil masih tetap terdiam


"nanti aja mandinya, tadi kan kakak yang bawa aku ke tempat tidur. ayo balik lagi"Nabila masih terus berusaha membujuk suami


"udahlah kakak lagi nggak mood ngapa-ngapain"


"jangan kayak gitu, aku janji nggak akan membahas hal ini lagi" Nabila terus berputar mengelilingi tubuh Shakil agar pria itu mau menatap dirinya nya.


"Nabila mandi!!" suara tegas dikeluarkan olehnya namun pandangan masih terus berpaling ke arah lain, ini membuat hati Nabila semakin gelisah harus bagaimana


"baiklah, aku mandi" dengan wajah yang murung dia meninggalkan Shakil dan langsung mandi

__ADS_1


eh dia beneran marah dong gimana ini. nanti malah jadi ada celah untuk si kaktus kering itu masuk di antara aku dan kakak


Nabila buru-buru menyelesaikan mandinya dan berencana memakai pakaian minim, lalu menggoda Shakil agar tidak marah lagi. walaupun ini pertama kalinya dia berinisiatif agresi tapi mau bagaimana lagi daripada pria itu marah berkepanjangan


dia juga menyemprotkan beberapa kali parfum andalan, yang harumnya sangat soft di indra penciuman suaminya nanti. berharap dirinya lebih menggoda. lipstik yang disesuaikan dengan warna kulit dan lingerie menambah cantik aura ibu hamil itu


perlahan dia naik ke tempat tidur dan dilihat Shakil membelakanginya. walaupun begitu tak ada kata putus asa untuk menggoda. Nabila terus mendekat bahkan dada dan perutnya sudah menyentuh bagian punggung pria itu..


sayangnya tidak ada reaksi sama sekali padahal biasanya kalau Nabila diam saja pria itu tidak tahan untuk mendekat tapi sekarang sudah ah berdandan habis-habisan namun Shakil masih tetap diam


tak berhenti sampai di situ kangen mungil dan lembut menjulur ke bagian depan, dirabanya dari atas sampai bawah perlahan. tetas sja Shakil masih kukuh dengan pendiriannya


ich nyebelin banget. aku udah malu kayak gini dia masih nggak bergerak


Nabila mencoba memulainya kembali namun untuk kali ini dia mengecup punggung Shakil sampai ada tanda lipstiknya


"sayang!!" suara yang sengaja dibuat selembut mungkin Nabila keluarkan bahkan tangan yang tadi, masih terus aktif turun naik menjelajahi bagian depan tubuh pria itu "bobonya madep sini dong" hidung Nabila menelusuri sampai ke lehernya.. lamban ada sedikit pergerakan yaitu ruang leher yang agak mendonga keatas seolah mempersilahkan gadis itu melanjutkan aktivitasnya


Akhirnya respon, em dasar buaya ternyata gampang banget bikin dia lemah ..hahaha


"sayang!!" untuk kedua kali Nabila memanggil, dan pemilik tubuh kekar itu sengaja berbalik kini dengan posisi terlentang "jangan marah ya, aku janji enggak akan berpikir yang aneh-aneh lagi", jemari Nabila berputar di bulatan kecil yang ada di di dada Shakil, sampai pria itu merespon dengan gerakan kecil seperti kegelian


"bilang dulu kalau kakak nggak marah"


"aku sangat lelah dan ingin istirahat"


"hm" Nabila membuang nafasnya perlahan "ya udah deh" kemudian dia menyingkir dari dekat suaminya. namun selama masih ada kesempatan, Nabila tidak akan membuangnya. jadi, sentuhan terakhir sangat sayang jika harus dilewatkan sebelum kembali ke posisi yang seharusnya dia berada. Nabila menurunkan sentuhannya kebagian bawah, dan ternyata pria itu memang sudah tidak bisa menangkis lagi karena jelas nyata ada bagian yang sangat keras disentuhnya


hahaha.. padahal dia sudah sangat tergoda, tapi hebat masih bisa menahan nya


sebelum Nabila melepaskan aktifitasnya, ternyata tangan itu sudah tertarik kembali di tempat yang tidak bisa Shakil tolak


"eh" Nabila menatap


"biarkan saja dia di situ" senyuman kecil bertahan namun mata tidak mau dibukanya karena malu

__ADS_1


"yakin cuma gini aja? sayang banget l ini lingerie cuma dilihat sama udara aja" Shakil otomatis langsung membuka mata dan melihat ke Nabila


"ehem. dia bangkit lalu bersandar dengan sok cool seolah tidak peduli "sebenarnya aku sangat lelah tapi sebagai suami yang baik tentu saja harus menemani istri yang sedang hamil" wajahnya dibuat buat seolah dia sangat terpaksa


"sebenarnya nggak apa-apa sih, aku tahu kerjaan kakak lagi banyak-banyaknya" sekarang dia mengejeknya setelah melihat reaksi Shakil yang memang tidak bertahan


"it's okay no problem, kemari" dia mengangkat tubuh Nabila ke dalam pelukannya seolah sangat ringan, lalu menempatkan tangan Nabila di mana tadi terakhir kali menyentuhnya


"kakak sorry" Nabila mengiba pada Shakil penuh harapan namun dijawab dengan gelengan saja


"please"


"tadi waktu minta maaf kata panggilannya enak didengar"


"yang mana nabila pura-pura lupa"


"Nabila!!!" Shakil membulatkan matanya dengan serius


"hahaha.. iya oke, oke, gitu aja saja marah sensi amat sih,"


"sayangku yang paling aku sayangi didunia ini, maaf ya aku janji enggak akan berpikir yang aneh-aneh lagi tentang kakak. eh salah, sayang!!"


"nah gitu dong, shakil kemudian membalikkan tubuhnya dan mendorong Nabila sedikit, agar berbaring di posisi yang nyaman sambil tidak henti menciumi lehernya


"baiklah karena kakak dibilang lelah kalau gitu kita tidur" Nabila mengejeknya lagi


"sayang!!! suara Shakil terdengar lebih tegas dari yang tadi


"hahaha!! oke... oke..maaf, kan tadi aku udah bilang sayang banget kalau lingerie ini dilihat sama udara aja.. tapi jangan berisik ya"


"why?"


"nanti kedengaran sama dede bayi ya hahaha"


"nakal" dan Shakil pun melahap Nabila dengan hati-hati karena khawatir dengan bayinya

__ADS_1


malam yang untuk kesekian kalinya mereka berpadu kasih dalam kehangatan cinta, walaupun tadi sebelumnya ada drama namun pengorbanan Nabila tidak sia-sia.


bersambung


__ADS_2