
Pagi hari
Jam empat pagi Nabila bangun, dia langsung mandi karena merasa kepanasan, berendam dibathtub dengan air dingin cukup lama, sampai Shakil mendobrak pintu kamar mandi karena dari tadi memanggil-manggil namanya tapi tidak ada jawaban dari dalam
"Ya ampun Nabila, Kamu gila ya? Kamu lagi hamil mana boleh seperti ini!!" Shakil mengangkat tubuh istrinya dan membaringkan diranjang
"Maaf aku ketiduran tadi badanku panas banget jadi aku berendam ehh malah keenakan hahaha" Nabila pura-pura bodoh agar Shakil tidak memarahinya
"Ceroboh sekali, lain kali jangan seperti ini lagi ya, kamu bisa menyakitinya nanti" Shakil mengelus-elus perut Nabila
"Iya aku lupa maaf!!!" Dia juga ikut menyentuh tangan Shakil yang ada diperutnya
"Ya sudah kemari" Shakil menarik tubuh Nabila kedalam pelukannya "Kakak ingin memastikan kalau bayi kita baik-baik saja" Dengan tubuh Nabila yang tanpa sehelai benang pun akhirnya mendekap didada Shakil
"Kakak!! tubuhku akan terasa panas nantinya Nabila mendorong kuat dada shakil
"Tidak bisa, dari tadi kamu berendam diair dingin itu akan membuatmu sakit nanti" Shakil masih memeluk erat Nabila, tapi tangannya sambil meraba kemana-mana
"Kakak tangannya bisa agak dikontrol dikit" Nabila menurunkan tangan Shakil yang sudah ada didadanya
"Kenapa? Kamu akan terasa lebih nyaman sayang"
"Apanya yang nyaman ini malah geli tau" Nabila menutupi tubuhnya dengan selimut
"Sayang,,,, Kakak mau bicara penting" Shakil duduk dan menyandarkan tubuh Nabila di sandaran tempat tidur
"Tumben mukanya serius banget" Dengan telapak tangannya mengusap wajah Shakil
"Kakak mau tanya perasaan kamu tentang kehamilan ini"
"Kok nanyanya gitu sih?"
"Iya Kakak khawatir aja karena usia kamu yang masih muda dan kamu juga masih sekolah" Shakil memegang kedua tangan Nabila
"Hahaha,,,, Harusnya Kakak pikir dulu dari awal saat tidur denganku. dan Bukankah ini yang kakak harapkan?"
"Awalnya iya karena Kakak takut kehilanganmu, tapi setelah aku tahu cintamu hanya untukku, tidak ada lagi yang harus aku hawatirkan" Nabila tersenyum memandang wajah Shakil dengan mata yang berbinar
"Kumanku sayang, aku senang kok dia hadir diantara kita" Nabila meraba perutnya "Tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, ada kesedihan dibalik kebahagiaan ini, kesedihannya Aku baru saja masuk ke Universitas yang semua orang inginkan, tapi kehamilanku ini akan menunda cinta-citaku, Aku sama sekali tidak menyalahkan anak ini karena anak kita lebih berharga dari apapun yang ada di dunia ini" Nabila memegang kedua pipi Shakil dan menciumnya, Shakil pun membalas dengan pelukan erat
"Sayang!!! Aku sangat bahagia dan puas atas jawabanmu, Kakak janji akan menjagamu dan calon bayi kita" lagi-lagi dia memengang perut Nabila
"Aku tidak pernah meragukan itu" Nabila mencium bibir Shakil dan memperdalamnya begitu pun dengan Shakil dia merasa Nabila sedang menggodanya sampai tidak bisa menahan lagi
__ADS_1
"Kakak jangan seperti ini aku sedang hamil loh"
"Ya Terus? Apa salahnya kalau aku menginginkannya?" Shakil memperbanyak lagi kecupannya diseluruh tubuh Nabila
"Kata dokter kita jangan dulu melakukan ini"
"Omong kosong Apa itu, mana ada undang-undang yang melarang suami menyentuh istrinya" Dengan tidak peduli Shakil masih saja menggerayangi tubuh gadis itu
"Kakak aku lagi hamil muda, emang dari sananya kita nggak boleh lakukan ini dulu" Nabila bersikeras
"Penipu besar, Kamu pikir aku akan percaya dengan kebohonganmu ini"
"Oke kita buktikan, telepon dokter kesayangan Kakak dan kalau dia izinkan!!! Hari ini aku akan pasrah" Nabila menantangnya
"Deal!!, siapa takut" Shakil mengambil ponselnya dan menghubungi dokter Tito, setelah beberapa menit Dia berbicara dengan raut wajah yang tiba-tiba marah, kesal, dan terlihat sangat ekstrem. Tanpa permisi lagi dia menutup telepon dan melempar ponselnya kesofa
"Sial!! Siapa yang memberinya gelar sebagai dokter, untuk urusan seperti ini apakah dia tidak memiliki obat yang bagus untuk memperkuat kandungan? Sangat menyebalkan dalam jangka waktu yang lama aku akan sangat menderita" Diapun menghempaskan tubuhnya ke sofa
"Hahaha,,!!!! aku bilang juga apa, jangan khawatir hanya bertahan beberapa tahun saja" Nabila menutup mulutnya sambil cekikikan
"Kau mau mencoba menipuku lagi? Kamu pikir aku bodoh mana ada sampai bertahun-tahun Tito bilang sampai kandungan kamu kuat saja"
Loh Bukannya emang bodoh ya? tadi aja nggak tau, hampir saja mencelakai darah dagingnya sendiri
Hari ini Shakil akan pergi kekantor begitupun dengan Nabila, dia juga akan pergi kekampus
Setelah keduanya siap Sakil bertanya "Kamu mau ke mana?" Terheran dengan penampilan Nabila yang sudah rapi
"Aku mau ke kampus lah" Jawab santai
"Mana boleh, Kamu harus istirahat Kalau terjadi apa-apa dengan bayi kita bagaimana? Kalau kamu kelelahan dan pingsan bagaimana?"
"Kakak aku baik-baik saja, dan hari ini pun tidak ada rasa mual, malah jauh lebih baik" Nabila dengan semangat empat lima meyakinkan Shakil
"tidak boleh"
"Kakak!!!"
"Pokoknya tidak boleh"
"Boleh?"
"Tidak!!"
__ADS_1
"Boleh?"
"Tidak!"
"Boleh?"
"Tidak!"
"Tidak?" Nabila membalikan kata Shakil
"Boleh!" Shakil malah terjebak dengan kecurangan kata Nabila
"Hahaha,,!!! Kakak sendiri lho yang ngizinin. tadi bilang boleh"
"Nabila kamu memang kancil penipu" Dengan gemasnya Shakil memeluk Nabila
"Jadi boleh kan?" Nabila menunjukkan jurus pamungkasnya yaitu wajah imut
"Mau bagaimana lagi kancil betina yang sangat keras kepala tidak akan bisa Dilarang lagi, tapi ada satu syarat, tidak boleh bawa mobil sendiri kakak yang akan mengantar jemput kamu" Dia pun mencubit hidung Nabila
"Boleh, tapi apakah Kakak nggak repot nanti?"
"Untuk istri dan anakku yang tersayang mana ada repot, tugasku menjagamu bidadariku" lagi-lagi mengecup bibir Nabila dan menggendongnya, karena dia selalu khawatir tentang kehamilannya
Padahal kalau aku jalanpun tidak akan kenapa-napa. dasar kuman aneh aku nolak pasti ribet ujung-ujungnya malah gak dikasih kekampus, bahagianya seperti ini.. gak nyangka kalau dia akan seribu kali perhatiannya seperti ini
"Kenapa ngeliatin sambil senyum-senyum, naksir ya?" Shakil mengangkat kedua halisnya karena dalam gendoangannya Nabila terus menatap dan tersenyum
"Ih pede banget, lagi bahagia aja kakak harus puasa lagi" Nabila mengejeknya
"Anton sudah menjelaskan kalau semua akan ada gantinya, untuk saat ini aku akan sabar menunggu, tapi sembilan bulan terakhir bukankah kita harus lebih sering melakukannya" Bisik Shakil dengan tatapan menggoda membuat Nabila merinding
"Kakak!!!" Nabila memukul bahunya
"Hahaha"
Universitas bangsa
Nabila yang diantar Shakil sudah panas telinganya karena sepanjang perjalanan banyak pelaturan ini itu yang tidak boleh dilakukan dan tidak boleh dimakan, sedangkan Haris yang mengemudi tak henti-hentinya menahan tawa mendengar pelaturan konyol yang ada di kursi belakang, dan nabila sendiri hanya mengiyakan agar cepat selesai dia mengocel
*Sumpah ini orang cerewet banget lebih dari sepuluh ibu-ibu lagi ngegosip,, sabar ya nak, kita akan segera melarikan diri dari papahmu....
*Bersambung❤❤❤**
__ADS_1