ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
58. Nabila pingsan


__ADS_3

Di sekolah Nabila merasa tubuhnya tidak enak.. Hidungnya juga bertambah merah dan agak bengkak..


"Ada apa ini? Kenapa perutku sakit dan tubuhku juga agak gatal ya?.. Sebelumnya belum pernah seperti ini?" Nabila bicara sendiri dan sibuk dengan menggaruk-garuk tubuhnya


"Lho bil lo kenapa?" Anna datang dengan heran merihat tubuh Nabila yang merah-merah


"Gak tau nih Na? Kenapa bisa gatal. ya?. Trus perut gue sakit dan mual juga" Jawab Nabila sambil asik menggaruk


"Bil. jangan digaruk nanti kulit lo luka.. Kita ke ruang UKS aja ya?" Usul Anna


"Yuk.. Anterin gue ya?" Nabila berdiri dibantu Anna ke ruang UKS


Setelah diruang UKS memang selalu ada perawat yang khusus disediakan pihak sekolah. Nabila diperiksa dengan teliti dan sepertinya rasa mual Nabila tidak tertahan lagi dia segera berlari ke toilet lalu muntah-muntah parah tidak terhenti... Sampai dia lemas dan terjatuh dilantai kamar mandi..


BUUUKK... Suara dari dalam toilet mengagetkan Anna dan perawat yang berdiri diluar menunggunya.


Anna langsung membuka pintu kamar mandi. yang sengaja memang tidak Nabila kunci atas perintah Anna karena takut ada apa-apa terjadi padanya. Dan benar saja saat Anna membuka pintu melihat Nabila yang sudah tergeletak dilantai


"Nabilaaaa!!!" Anna teriak dan segera mengangkat kepala Nabila di pangkuannya


"Ada apa" Tanya perawat langsung masuk dan melihat Nabila yang sudah tidak sadarkan diri "Ya Tuhan bagimana ini?" Perawat itu langsung mengambil ponselnya menghubungi kepala sekolah


"Bill lo kenapa? Kok bisa gini. hiks,,, hiks,,," Anna menangis melihat sahabat tercintanya tak berdaya


Tak lama kemudian kepala sekolah datang dan Security menggendong Nabila. setelah perawat dan Anna menjelaskan kejadiannya akhirnya


Nabila dibawa kerumah sakit terdekat


Rumah Sakit


"Maaf ada yang bisa menjelaskan apa yang terjadi pada nona ini?" Tanya seorang suster pada Anna dan perawat juga kepala sekolah yang ada disana

__ADS_1


"Saya tidak tau Sus.. Dia murid disekolah kami.. Dan pagi ini tiba-tiba keadaannya sudah seperti ini" Kepala sekolah menjawab apa adanya


"Apa sebelumnya pasien mengalami hal ini?" Tanya Suster lagi sambil mencatat penelasan kepala sekolah mengenai pasiennya


Kepala sekolah meririk pada Anna seolah mempersilahkan Anna yang menjelaskan karena dia temannya,


"Selama saya berteman dengannya dia belum pernah seperti ini" Anna sendiri bingung ada apa dengan Nabila


"Baiklah. Terima kasih atas penjelasnnya" Suster itu undur diri


Setelah satu jam Nabila sadar. Dia melihat sekeliling ruangan banyak pasien-pasien lainnya yang hanya terbatas dengan tirai hijau diruang UGD


"Dimana aku?" Dengan suara lemah dia bangun dan duduk


"Bil, Lo udah sadar?" Anna memeluk Nabila dengan deraian air mata


"Gue kenapa Naa?" Nabila heran melihat tangan yang sudah terpasang infusan


"Lo tadi pingsan di toilet UKS.. Lo kenapa?" Anna mengelus-elus tangan Nabila yang merah-merah


"Permisi nona? Apa sekarang lebih baik?" Tanya Dokter tampan dan masih sangat muda dengan senyuman manis pada Nabila


"A.,,Aaku masih agak mual dan gatal" Nabila tersipu malu karena yang memeriksanya Dokter tampan, Sedangkan wajahnya saat ini sangat buruk untuk dipandang


"Dimana orangtua mu?" Tanya dokter dengan lembut. Tapi seketika wajah Nabila berubah sedih dan menggenggam tangan Anna


Kepala sekolah membisikan sesuatu pada Dokter itu, Dan wajah Dokter tampan langsung berubah juga karena dia mengajukan pertanyaan yang salah


"Maaf Nona maafkan saya" Dengan sopan dia membungkukkan tubuhnya, Nabila hanya tersenyum terpaksa dan menggeleng


"Apa ada punya alergi sebelumnya?" Tanya dokter itu memecahkan kecanggungannya

__ADS_1


"Iya. Tapi sudah sepuluh tahun ini tidak pernah kambuh" Jawab Nabila karena dia yakin. Dia sudah sangat menjaga makanannya


"Makanan apa yang kamu tidak bisa makan?" Tanya Dokter lagi


"Aku tidak bisa makan daging merah" Jawab Nabila lagi


"Baiklah kita tunggu hasil LAB setengah jam lagi" Dokter itu tersenyum dan berpamitan pada semuanya


Karena Nabila sudah ditemani Anna. Kepala sekolah dan perawat diUKS pun berpamitan kembali ke kepekerjaannya masing-masing. Tapi sebelum itu dia juga sudah menghubungi Mira mengabarkan Nabila pingsan dan dibawa kerumah sakit


"Bil. Gue gak tau lo ada alergi? Pantas aja lo gak pernah makan daging. Gue pikir lo takut gemuk jadi makan sayuran doang.. Ternyata ini alasannya?" Anna baru mengerti alasan Nabila tidak suka daging


"Tapi kan gue gak makan daging? Kenapa bisa gini ya?" Nabila berusaha mengingat-ingat apa saja yang dia makan hari ini


Dengan otak yang masih berpikir keras, Tiba-tiba Mira datang dengan gaya sederhana tapi bisa dilihat dari penampilannya yang Branded dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan yang harga pantastis


"Nabila sayang? Kamu kenapa? Apa yang terjadi sampai kamu masuk rumah sakit?" Mira dengan kepanikannya memeriksa seluruh tubuh Nabila


"Bunda aku gak apa-apa, Lihat sendiri aku baik-baik aja kan??" Nabila yang berusaha kuat karena tidak mau Mira khawatir


"Gak apa-apa gimna? Ini kenapa pada merah-merah.. Sebenarnya kamu kenapa sih. Jangan bikin bunda cemas dong" Mira semakin gelisah


"Bunda nanti dokter juga jelasin setelah hasil LAB nya keluar" Nabila mencuba menenangkan mira dan tersenyum malu pada Anna


Dan tak lama kemudian dokter yang tampan tadi datang membawa beberapa lembar kertas yang ada di tangan Suster yang datang bersamanya


"Lho? Bunda kok ada disini?" Tanya dokter tampan itu heran. Karena dia memang benar-benar mengenal Mira


"Alex kamu ada disini? Kapan kembali dari Amerika?" Mira menyapanya sangat akrab dengan Dokter muda dan tampan itu


"Belum lama Bunda. Baru sekitar dua bulan. Dan bunda kenapa bisa disini?"

__ADS_1


"Ini men.." Pembicaraan Mira terhenti. Tadinya ingin mengucapkan kata menantu tapi tertahan oleh Nabila yang langsung menarik ujung bajunya "Ehh eemm maksudnya, Nabila adalah anak angkat Bunda.. Dan tadi kepala sekolah mengabarkan dia masuk rumah sakit" Mira membuang napas kasar dan tersenyum pada Nabila tanda selamat...


Bersambung❤❤❤


__ADS_2