
Dua hari berlalu dan Nabila menjalankan hari-harinya sangat sepi.. Sesekali Mira mengajaknya pergi jalan-jalan, Tapi baginya itu sangat membosankan karena Mira selalu asik dengan teman-temannya.
Acara Dance di Gedung Graha pun sudah berlangsung tanpanya, Ini membuat dia semakin sedih dan murung dikamarnya sendirian. Dalam dua hari ini Shakil juga tidak menghubunginya sama sekali entah kenapa dan apa pun alsannya tidak tau. Tapi ini malah semakin membuat Nabila tambah berprasangka buruk padanya
Tok tok
Pintupun terbuka Nabila sangat berharap yang datang orang yang dia rindukan. Tapi harapannya sirna setelah melihat ternyata Mira lagi yang menampakan dirinya, Mira membawakan Nabila sebuah kotak berwarna Silver berukuran lumayan besar diletakan dimeja depan sofa
"Eh Bunda? Ada apa?" Tanya Nabila yang langsung menghampirinya dan duduk disofa juga
"Nanti malam ada uandangan Dinner. Kamu temani bunda ya? Kita pergi sama-sama. Dan ini pakaian untuk nanti malam" Mira memberikan kotak tadi padanya
Duuh bunda pake ada acara lagi.. Aku kan lagi males kemana-mana. Mau nolak juga gak enak
"Acaranya formal ya sampe pakai pakaian sebagus ini?" Nabila mengangkat Dress berwarna peach sangat cocok untuk gadis remaja seusianya
"Iya teman sosialita Bunda dia ngundang makan malam sebenarnya Bunda juga malas tapi, Gak enak kalau gak hadir. Gak apa-apa ya sebentar aja ko?" Mira mengerti melihat dari wajahnya Nabila tidak senang
"Gak apa-apa kok Bunda! Aku juga lagi gak ada kerjaan" Seperti biasa walaupun hatinya tidak suka tapi bibirnya mampu tersenyum dengan manis
"Terimakasih ya sayang!! Bunda tunggu dibawah nanti jam tujuh ok?" Mira meninggalkan Nabila yang masih memandangi baju mewah yang ada ditanmgnnya
"Bunda gak salah ya.. Makan malam kok seheboh ini gaunnya... Ini lebih cocok buat pesta malah" Nabila berputar di depan kaca melihat bagaimana nanti penampilannya ketika memakai gaun itu
"Ahhh... Bosannya" Nabila menjatuhkan tubuhnya ditempat tidur dan menatap layar ponsel yang belum juga ada tanda-tanda Shakil akan menghubunginya
***
Waktu menunjukan tepat jam tujuh malam dan Nabila juga sudah berdandan sangat cantik. Dengan Drees mekar diatas lutut dan bahu yang terbuka, Dia juga menggulung semua rambutnya keatas dengan rapih, Lalu menyisakan sedikit rambut yang sengaja tergerai seperti ular jatuh kepipinya. Penampilan Nabila benar-benar sangat imut karena dia juga memilih make up yang agak tebal menyesuaikan dengan gaun yang dia pakai
"Bunda aku udah siap" Nabila menghampiri Mira yang masih sibuk dengan ponselnya
"Ya tuhan.. Ini kamu? Cantik sekali" Mira memuji nya dengan tulus karena Nabila memang beda malam ini
__ADS_1
"Bunda? Ini kan hanya makan malam apa gak berlebihan aku kaya gini?" Nabila sedikit tidak nyaman karena penampilannya malah akan jadi pusat perhatian nantinya
"Gak dong.. Kita makan malamnya dihotel bintang lima jadi ini cocok sayang.. Udah pokonya kamu cantik banget. Banget Banget!" Mira mencubit dagu Nabila menandakan menantunya itu sangat menggemaskan "Yaudah yuk kita berangkat?" Dan akhirnya mereka pergi ketempat tujuan
Hotel Bintang Lima
Setelah turun dari mobil, Kedua wanita itu disambut oleh Security dan Meneger hotel dengan sangat ramah.. Mereka memandu tamu kehormatannya menuju tempat dimana makan malam itu akan diselenggarakan.. Dengan elegan Mira dan Nabila mengikuti arahan yang sudah dipersiapkan dengan mewah dan sempurna,
Saat sampai ditempat tujuan Nabila bener-benar sanagat terkejut dengan kemewahan ruangan itu.. Dengan ukuran yang minimalis memang hanya untuk makan malam biasa tapi dekoran yang terpampang sangat membuatnya takjub.. Dengan taburan kelopak bunga mawar dan lilin kecil, Ini malah terlihat seperti acara kencan romatis
"Bunda kita gak salah ruangan nih.. Kok tempatnya aneh ya?" Nabila merasa bingung karena ini tidak sesuai dengan acara makan malam ibu-ibu sosialita
"Iya.. Kenapa ruangannya kecil.. Kayanya Meneger itu salah orang. Kamu tunggu sebentar Bunda mau tanya dulu sama Meneger tadi" Mira berdiri dari kursi yang sudah dipersiapkan hanya untuk dua orang
"Aku ikut ya.. Nanti kalau orang yang booking tempat ini datang aku gak enak" Nabila seketika menarik tangan Mira
"Bunda sebentar kok.. Kamu duduk aja disini" Mira segara keluar ruangan mencari meneger yang tadi
Duuhh bunda gimana si, Masa aku ditinggal nanti kalau orangnya datang aku harus kemana?"
"Kakak?" Dia menebak tanpa bergerak sedikitpun
"Jangan bergerak... Kakak masih ingin seperti ini, Kakak sangat rindu memeluk istriku, Napas kakak juga lega setelah mencium aroma lembutmu sayang" Shakil yang menenggelamkan wajahnya di tengkuk Nabila
"Aku lagi gak mimpi kan?" Nabila yang masih belum percaya mencubit tangan Shakil
"Aawww.. Kenapa kamu cubit tangan kakak" Shakil langsung melepaskan pelukannya
"Kan aku ngetes ini mimpi atau tidak?" Dengan polosnya Nabila menghadap Shakil
"Sayang kalau mau ngetes ya cubit tangan kamu sendiri lah.. Lagian kamu nih gimana sih.. kakak udah romantis-romantis kaya gini malah jadi buyar" Shakil kesal
"Emang kakak tega kalau aku cubit tangan aku sendiri dan berbekas gimana?" Nabila dengan manja menunjukan keimutannya
__ADS_1
"Mana boleh. Sini pukul kakak agar kamu yakin ini nyata" Shakil membuka tangannya lebar mempersilahkan Nabila memukulnya
"Benar ya?" Nabila melingkarkan tangannya di leher Shakil lalu mencium bibirnya
"Dasar gadis nakal" Shakil memeluk erat Nabila meluapkan rasa rindunya
Dan tanpa Nabila sadari dibelakang Shakil ada beberapa pasang mata yang memperhatikan adegan romantis mereka
"Kakak kenapa gak bilang semuanya juga ada disini?" Nabila langsung membenamkan wajahnya didada Shakil
"Haha.. Kenapa sayang. Istriku tiba-tiba jadi pemalu seprti ini? Shakil semakin mengeratkan pelukannya
"Ehheemm" Amir berdehem. "Sama ayah gak kangen nih?" Amir membuka lebar tangannya
"Kangen juga kok" Nabila berjalan dan memeluk erat Amir
"Maafin ayah ya culik shakilnya kelamaan?" Amir mengelus kepala Nabila dan dia hanya mengembangkan senyumannya
Saat melepaskan pelukannya dari tubuh Amir Nabila mundur dua langkah, Tiba-tiba kakinya menyentuk sesuatu. Nabila pun membalikan badannya dan terkejut melihat Shakil yang sudah berlutut dengan megang kotak yang ada sepasang cincin berlian didalamnya
"Kakak apa ini?" Tanya Nabila dengan kedua tangan yang menutupi mulutnya
"Jangan bilang kamu gak tau kalau ini cincin" Disaat seperti ini dia masih bisa bercanda
"Ihh aku juga tau.. Tapi ini maksudnya apa? Kita kan udah nikah masa kakak mau lamar aku lagi?"
"Kakak mau gantiin maskawin kita sayang.. Tapi ini sepasang biar kita sama-sama pakai"
"Beneran? Kakak gak masalah kalau pakai cincin juga?" Nabila bertanya dengan tidak yakin
"Kakak sangat senang memakai cincin dengan nama istriku" Shakil memang sengaja memesan dengan nama mereka berdua didalamnya
Shakil pun memasngkan cincinya dijari manis Nabila dan Nabila pun melakukan hal yang sama memasngkan cincin dijari manis Shakil juga. Ini membuatnya sangat terharu sampai Nabila meneteskan air mata
__ADS_1
Bersambung❤❤❤