ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
73. Lagi-lagi Kegilaan Shakil


__ADS_3

"Bagaimana sayang? Apa lebih baik sekarang?" Shakil masuk dan memeriksa kakinya


Nabila masih cemberut tidak menjawabnya sama sekali. Dia kesal sudah dikatakan kakinya tidak apa-apa tapi malah digips juga.


"Kenapa wajah istiku selimut ini? Apa memang sangat sakit ya?" Pura-pura bodoh tapi sebenarnya dia tau Nabila tidak mau seperti ini


"Kakak ngerti gak aku bilang gak apa-apa. Ini malah bikin aku gak bisa jalan tau"


"Kamu juga ngerti gak kalau kamu punya suami super.. Kaki kakak selalu kokoh buat gendong Ratuku yang manis ini" Shakil mengembangkan senyumannya karena gemas melihat Nabila yang semakin lucu kalu lagi cemberut kaya gini


"Tau ah.. Percuma ngomong sama kakak. Kakak gak pernah mau ngalah sama anak kecil. Aku bilangin bunda nanti" Nabila memalingkan wajahnya


"Kamu juga sama gak mau ngalah sama orang dewasa.. Aku bilangin ayah juga nanti" Ancam Shakil mengejek Nabila


"Dih bilangin aja sana. Paling kakak sendiri yang kena marah, blweee!!" Menjulurkan lidahnya seperti anak kecil


"Kamu ini.. Sekali lagi imut kaya gini jangan salahin kakak ya, Kalau kakak habisi kamu disini" Shakil naik ketempat tidur pasien yang hanya cukup untuk satu orang saja


"Kakak apa sih.. Gak nyambung dan gak jelas. Trus ini lagi? Ngapain naik gak akan cukup. ini sempit tau" Nabila yang terus bergeser sampai ujung tempat tidur


"Kenapa bergeser nanti kamu jatuh. Mau kakak suruh Tito gips seluruh tubuh kamu" Senyum ejek sambil memeluk istrinya


"Makin gak jelas deh" Nabila mencubit perut Shakil


"Aahh, aw ..aw.. Lagi dong" Dengan mata genit Shakil semakin suka menjahilinya


"Kakak!!!! Ahhh pergi sana geli tau" Nabila memberontak dalam pelukannya


"Nah lagi, Lagi, Semakin kamu gak bisa diem semakin seru"


"Hahaha" Nabila malah ngakak "Kakak demam ya? Apa salah minum obat. Kenapa jadi koslet gini si?"


"Kakak kan udah bilang kalau kakak gila gara-gara kamu!!"


"Hmm,, Pantesan eror.. Udah ah.. Turun sana sempit nih"


"Gak mau" Shakil malah semakin erat lagi memeluknya

__ADS_1


"Nanti ada yang datang"


"Kakak gak peduli"


Nabila hanya senyum melihat Shakil yang sangat manja padanya. Dan tidak ada pilihan lain lagi menghadapi shakil selain mengalah..


"Sayang?" Shakil memanggilnya tapi dengan posisi yang sama. Membenamkan wajahnya di leher Nabila


"Apa?"


"Boleh kakak tanya sesuatu?"


"Aneh biasanya gak izin dulu?"


"Boleh gak?"


"Boleh lah"


"Sebelumnya kakak minta maaf. Bukan mau mengungkitnya lagi tapi kakak mau tau apa yang terjadi padamu tadi?" Shakil menatap mata Nabila


"Fuuhhh" Nabila membuang napas kasar dan dia menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat sedikitpun.


"Sudah lah aku tidak ingin mengingatnya lagi.. Angap aja ini mimpi buruk" Nabila berusaha tidak peduli karena dia tau wajah Shakil yang sudah berubah kesal. Dengan sangat terpaksa dia tersenyum agar emosi Shakil bisa mereda


"Maafkan kakak?" Shakil menciumnya "Karena kakak tidak bisa melindungimu sayang" Shakil memperdalam ciumannya


"Kakak, Ini salah aku.. Aku yang tidak hati-hati. Malah kakak yang menolong aku. Kalau kakak gak datang aku gak tau apa yang terjadi padanya"


Shakil bengong dan mencerna perkataan Nabila "Kok jadi terjadi padanya si?"


"Iyalah... Apa kakak gak lihat sebelum kakak datang dia sudah aku lumpuhkan" Dengan sombongnya Nabila bangga "dia banyak terluka dan aku hanya memar sedikit saja"


"Benar" Shakil baru sadar sebelum dia datang apa yang dilakukan Nabila pada laki-laki itu? Kenapa malah laki-laki itu yang terluka dengan kaki penuh dengan darah "Bagaimana caranya?"


"Situa itu umurnya sudah banyak..Dan bukankah kakak bilang aku ini kancil?, itu sangat mudah bagiki.. kakak mau coba kekuatan superku?"


"Kau mengerikan sekali.. Kakak baru tau kancil ini bisa berubah jadi singa juga.. Tapi aneh kenapa setiap kakak mendekati singa itu dia tidak pernah menunjukan taringnya ya" Pura-pura berpikir "Malah sebaliknya lho, Dia sangat pasrah. apa kau tau apa artinya itu?" Tersenyum licik

__ADS_1


"Ya.. Ya.. Gak tau" Nabila gugup plus malu wajahnya berubah merah


Benar juga ya? Kenapa aku diam aja kalau disintuh sama kakak. Padahal dari awal sama aku membenci juga.. aaahh aku jadi gila gini shi?


"Gak tau, Apa emang mau?" Shakil tambah senang mengejeknya


"Kakak apa sih.. Udah ah aku mau pulang"


"Hahaha imutnya istriku!!! Kau sangat menggemaskan.. Lihat saja setelah masa peremajaannya selesai kakak akan balas dendam. Kau harus mengganti puasa kakak selama ini mengerti?" Ancaman yang memuaskan


Nabila hanya tersenyum melihat kelakuan shakil yang menurutnya juga sangat imut. Kemudian Dengan susah payah Nabila membujuknya agar shakil mengijinkan dia pulang kerumah, Karena tidak nyaman juga berlama-lama di rumah sakit dengan kelakuan Shakil yang tidak perduli dengan perawat ataupun dokter yang datang. Dia masih tetap menggelayut manja diranjang bersama Nabila, Dan pada akhirnya Shakil setuju pulang, Itupun setelah Nabila mengeluarkan jurus pamungkasnya.


Dirumah untunglah Amir dan Mira belum pulang. Kalau tidak Shakil akan habis kena omelan Mira karena lalai menjaga menantu kesayangannya.


mereka akan bertemu Nabila dan Shakil besok pagi diruang makan.. Ini jauh lebih aman dan mungkin nanti kaki Nabila juga sudah tidak apa-apa Lagi


Pagi hari Nabila memang merasa baik-baik saja bahkan dia bisa berjalan dengan normal tanpa harus digips lagi. Ini semua karena shakil saja yang kurang kerjaan. Nabila sudah susah. Malah semakin ribet harus bawa-bawa papan dikakinya


Tanpa izin lagi dia membuka semuanya sambil mengomel tidak habis pikir dengan jalan pikiran Shakil yang kadang membuatnya benci tapi suka. nyebelin tapi ngangenin. risih tapi juga manis..


Setelah selesai mandi dan berdandan nabila turun menyapa Amir dan Mira. Dia tidak mau menceritakan apa Yang terjadi padanya kemarin. Dia benar-benar sangat ingin melupakan kejadian itu


"Kamu sendiri? Mana Shakil" Tanya Mira


"Kakak masih tidur. Semalam bilang gak usah dibangunin pagi.. Dia mau istirahat dulu"


"Oh yaudah kamu sarapan aja duluan sama Ayah dan Bunda"


"Bunda? Aku boleh tanya sesuatu gak?"


"Boleh dong, Mau nanya Apa sayang?"


"Ulangtahun kakak kapan ya? Hehe maaf bunda aku gak pernah periksa biodata kakak sebelumnya?" Nabila menunjukan gigi putihnya


"Kamu ini,, Bunda pikir mau nanya apa? Ulangtahun Shakil empat hari lagi, Kamu gak usah repot-repot beli kado dia sebenernya gak suka pesta ulangtahun. Dia setuju dengan perayaan ini aja udah sangat luar biasa"


"Iya bunda. Aku juga ngerti kok?" Nabila tersenyum manis. Sebenarnya dia juga tau alasan Shakil tidak suka merayakan ulangtahunnya. Tapi tekadnya sudah bulat akan merubah hidup Shakil yang gelap jadi lebih berwarna dengan kehadiran Nabila disisinya..

__ADS_1


Bersambung❤❤❤


__ADS_2