
Kakak emang selalu buat aku bingung.. Disaat aku membencinya. Dan dia selalu menunjukan kasih sayangnya
"Sayang, Kenapa kamu nangis. Tidak suka ya sama kejutannya?" Shakil yang mengusap lembut wajah Nabila
"Suka banget" Dan Nabilapun dipeluk Shakil lagi
Aku kangen pelukan ini. Aku kangen berantem sama kakak. Walupun sekarang kakak tunjukin rasa sayangnya tapi tetap dia gak pernah bilang cinta. Ternyata masih sedalam itu rasa cintanya sama Lexa. Sampai gak mampu ucapin itu sama istrinya sendiri. Huh... aku terlalu banyak berharap dengan harapan yang tak pasti...
"Yasudah kita pergi ya?.. Kalian nikmati kangen-kangenannya" Amir. Mira dan Harispun meninggalkan mereka berdua. Entah kemana perginya yang pasti dia tidak mau mengganggu anak dan menantunya
"Ayo makan?" Shakil menarik kursi mempersilahkan Nabila duduk dengan makanan yang sudah tersaji didepannya
Nabila hanya senyum. Dia senang tapi masih bingung dengan perasaannya yang masih mengganjal dihatinya tentang kata-kata Alex kemarin
Nabila makan dengan tenang. Tanpa melirik sedikitpun kedepan.. Dia terus menundukan kepalanya menatap makanan yang sedang dia makan
"Nabila" Shakil memanggil dengan nada pelan "Kamu apa sayang?" Nabila mengangkat wajahnya dan hanya tersenyum paksa
"Kamu masih sakit ya?" Shakil menarik tangan Nabila dan menggenggamnya
"Aku gak apa-apa cuma agak leleh aja.. Aku mau pulang" Nabila menarik lagi tangannya
Aneh kenapa dia jadi gini? Apa masih sakit ya?
Shakil hanya bisa menuruti kemauannya. disepanjang perjalan pulangpun Nabila terus memalingkan wajahnya menatap jalan. Tanpa senyum. Tanpa suara. Tanpa melirik juga pada shakil. lama kelamaan matanya melemah dan diapun terlelap
Mobil Shakil sudah memasuki gerbang utama.. Berputar mengelilingi taman dan terparkir didepan rumahnya. Sebelum keluar Shakil menatap wajah istrinya membelai anak-anak rambut yang bertebaran dikeningnya
"Apa yang kamu pikirkan sampai kamu diam seperti ini.. Hanya beberapa hari kita berpisah sikapmu berubah seolah-olah kita berpisah bertahun-tahun.. Pleace jangan pernah dengarkan kata-kata orang lain.. Karena yang paling jujur adalah hatimu sendiri sayang" Shakil mengangkat tubuh Nabila dan merebahkan dia dikamarnya
Kerinduan yang teramat dalam Shakil tumpahkan dengan tidur memeluk tubuh Nabila yang seperti biasa dia lakukan.. Dia bahkan tidak melepaskannya sama sekali. Sampai Nabila sendiri bangun ditengah malam dan tersadar dia masih menggunakan gaunnya yang tadi
Dia berjinjit pelan kekamar mandi tidak mau ada suara dan membangunkan Shakil. Karena dia masih malas berbicara panjang lebar dengannya
"Duhh perut sama pinggang aku sakit banget" Setelah Nabila membuka pakaiannya ternyata tersadar sudah waktunya datang bulan.. "Aduuh.. Sebulan tinggal disini aku sampai gak sempet beli pembalut. Mana udah malam banget lagi... Bunda juga pasti udah gak pakai pembalut deh.. Masa akau cari asisten rumah tangga wanita si malu ah. Terus gimana ya?"
Nabila mencoba cari pembalut dikamar lamanya.. Barangkali ada saat orang-orang Amir mengemas barang-barangnya dari rumah harun waktu itu
***
Shakil bangun dan tersadar karena ditangannya kosong tidak ada Nabila. dia mencarinya kekamar mandi. Nihil,
__ADS_1
Berlari kebawah. Juga tidak didapatinya,
Naik lagi mengecek ruang cctv karena hanya dari sana dia bisa menemukan Nabila tanpa repot mencarinya. Tapi lagi-lagi tidak perlu dia lakukan karena saat menuju ruangan itu terlihat pintu kamar lama Nabila terbuka
"Kamu kenapa ada disini? Apa yang kamu cari sampai semalam ini membongkar semuanya?" Shakil heran karena Nabila sibuk mencari-cari sesuatu
"Aku nyari roti Jepang? Kayanya memang gak ada deh, Mana perutku sakit lagi" Nabila masih terus mencari sambil memegangi perutnya
"Roti jepang?" Shakil berpikir kalau tadi Nabila makan tidak banyak dan sekarang dia lapar lagi "Yasudah kita minta tolong Anton saja ya?" Usul Shakil agar Anton membuatkan makanan untuk Nabila jadi dia tidak repot-repot cari roti yang mungkin sudah lama dan pasti sudah tidak layak dikonsumsi lagi
"Gak ah.. Aku malu tau?" Nabila juga tidak nyambung dengan alur pemikiran Shakil
Masa urusan pembalut minta sama pak Anton juga si?
"Lho kenapa harus malu?" Shakil merasa Nabila malu karena harus membangunkan Anton tengah malam hanya untuk menyiapkan makanan "Gak apa-apa sekalian kakak juga mau" Dengan polosnya dia mengatakan itu
"Hahaha" Nabila tertawa sampai terguling disofa memegangi perutnya yang masih sakit
Anak ini kenapa? Tadi sikapnya dingin. senyumpun tidak mau. Tapi sekarang malah tertawa sampai jungkir balik kaya gini
"Kakak juga mau?Haha" Malah semakin geli tertawanya
"Kamu kenapa? Apa salahnya perut kakak juga sakit" Shakil memegang perutnya karena tadi dia juga tidak makan dengan benar. Bisa dibilang malah tidak makan malam
"Hey.. Apa kamu sudah tidak waras, Kenapa tertawa sampai terjatuh, Apa ada yang sakit?" Shakil panik masih belum sadar kata-kata Nabila
"Kakak lucu banget sih" Tertawa sambil berdiri..
"Lho ko malah dibilang lucu? Kamu yang aneh, Tiba-tiba tertawa seperti orang bodoh sampai jungkir balik"
"Kakak yang aneh" menuding "Aku sakit perut karena datang bulan dan aku kesini nyari pembalut, Tapi kakak malah bilang sama sakit perut dan mau pembalut juga, Gimana aku gak ketawa coba" Nabila masih terus tertawa
"Trus kenapa tadi nyarinya roti?" Berhenti sejenak mencerna kata-kata Nabila tadi "Apa? kamu datang bulan?" Baru sadar perkataan Nabila dan sekarang malah seperti ada petir yang menyambar seluruh tubuhnya...
"Iyalah.. aku kan perempuan? Roti jepang tuh maksudnya pembalut, Kenapa ekspresi muka kakak kaya gitu?, Bukannya kita sama-sama datang bulan.. Hahaha" Tertawa mengingat kata-kata Shakil yang tadi
"Kamuuuu!!!" Shakil mengangkat tubuh Nabila kembali ke kamarnya dan menjatuhkannya ditempat tidur..
"Kakak mau ngapain?" Nabila ketakutan Shakil akan berbuat yang tidak-tidak padanya
"Kamu ngerjain kakak ya? Menibani tubuh Nabila
__ADS_1
"Mana ada" Mendorong kuat tubuh shakil "Kakak sana aku mau nyari pembalut dulu"
"Kamu jangan main-main dan jangan coba-coba menghindar kamu gak tau apa segimna kangennya kakak sama kamu? Dan sekarang kakak gak terima alesan recehan kamu" Shakil sudah meninggalkan bekas ciumannya dileher Nabila
"Kakak jangan kaya gini, Perut aku sakit" Nabila meringis tanpa dibuat-buat
Sepertinya dia kesakitan beneran
Shakil bangun dari tubuh kecil istrinya
"Kakak perut aku sakit. Dan aku juga butuh pembalut. Tapi aku gak punya stok gimna dong?" Nabila merengek pada Shakil
"Kamu beneran datang bulan?"
"Ya tuhan dari tadi aku ngomong, Kemana arah pikiran kakak.. Nyebelin banget si" Nabila mulai kesal karena sensi
"Trus giman?" Shakil kebingungan
"Aduuh gak gak peka deh.. Ya beli lah"
"Dimana?"
"Disupermarket"
"Sekarang?"
"Ya terus?"
"Ini udah malem sayang. Dan masa kakak yang beli kaya gituan"
"Yaudah gak usah aku aja yang beli" Nabila berdiri "Kalau gak mau beliin bilang aja, Dan gak usah sok-sok peduli lagi" Nabila bergumam pelan yang sengaja agar shakil memdengarnya dan pura-pura meringis menahan sakit
"Huufh" Shakil membuang napas kasar "Ok, Ok, Kakak beli sekarang. Kirim nama mereknya?" Shakil mengambil kunci mobil dan ponselnya lalu keluar meninggalkan Nabila yang senyum-senyum puas dihatinya
My Little Wife📩: Satu pak pembalut xx wings siang, Satu pak pembalut xx wings malam, Satu pak pembalut xx tipis, Satu botol minuman xx Pereda nyeri datang bulan, Satu kanton keripik kentang. Dan satu batang coklat xx
"huh dasar anak ini, kenapa gak minta beliin supermarketnya sekalian" Shakil mendumel kesal
My Little Wife📩: Satu lagi. Ciuman untuk suamiku yang udah mau direpotin emuah 💋💋💋 Thank you
Shakil yang tadinya kesal malah jadi semangat karena mendapat ciuman tak terasa itu.. Tapa dia pikirkan bagaimana jadinya di supermarket nanti
__ADS_1
Bersambung❤❤❤