ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
71. Tragedi Caffe Indah 1


__ADS_3

Rapat sudah selesai dan mereka melanjutkan lagi Kecafe Indah. Shakil masih tetap santai dan berusaha tenang menghadapi Nabila yang terus mengganggunya. Karena ada Haris dan sekertarisnya juga bersamanya, Jadi Nabila berani menggodanya


Dicafe Indah jam sebelas Nabila duduk dimeja yang agak jauh darinya. Untuk kali ini dia tidak mengganggunya lagi karena ruangan itu agak terbuka dan akan membuatnya malu sendiri nantinya


Shakil fokus pada pekerjaannya dengan sesekali melirik kearah Nabila memperhatikan apa saja yang dia lakukan..Dan sekarang Nabila malah terlihat bosan. Dari tadi hanya mengutak-atik ponsel. Merebahkan kepalanya dimeja. Memainkan sedotan yang ada didalam gelas. Begitulah yang dia lakukan sampai Shakil membisikan seseatu pada Haris dan Haris langsung melaksanakan perintahnya..


Tak lama kemudian pelayan datang membawakan satu mangkuk Ice Cream dan meletakan dimeja Nabila


"Haaa.. Ice Cream.. Kamu baik sekali" Nabila memeluk tangan pelayan wanita itu seperti anak kucing


Dan saat Shakil melihat itu dia tertawa terbahak ditengah keseriusannya membahas satu proyek penting..


Semunya langsung terkejut. Tidak ada yang lucu tentang pembahasan mereka tapi kenapa Shakil tertawa dan ini sangat langka dilihatnya


"Maaf nona tapi ini pesanan tuan yang disebelah sana" Pelayan itu menunjuk kearah Haris dan Haris pun melempar pandangannya kearah Shakil


Dreeet dreeet* Ponsel Shakil bergetar


My little wife📩: Thank you🍦🍦


Shakil tersenyum melihat isi chat dari Nabila hanya ucapan terima kasih saja dia sudah seperti mendapatkan undian milyaran rupiah.


Kuman📩:Kakak minta tolong secepatkan telepon rumah sakit jiwa


My Little wife📩: Untuk apa?.. Siapa yang gila?


Kuman📩:Untuk kakak. Karena kakak sudah tergila-gila dengan senyuman kamu


My little wife📩: Hahaha.. Garing.


Shakil lalu fokus lagi dengan pekerjaannya. Ada banyak kesalahan yang tertera pada dokumen tapi entah kenapa hari ini Shakil malah santai menghadapinya. Tidak seperti biasanya. Hanya ada satu huruf saja yang terlewat dia sudah marah-marah pada sekretarisnya


Bagus sekali, Dengan adanya nona muda disini malah jadi dampak fositif untuk tuan muda... Sekertaris kau selamat kali ini.. Senyum Haris


My little wife📩: Aku ketoilet sebentar

__ADS_1


Kuman📩: Ikut


My little wife📩: Haha kalau mau gila nanti aja ya dirumah..


Dan nabilapun pergi ketoilet lalu tidak sengaja menabrak seorang pria paruh baya...


brukk "Maaf Om aku agak sengaja" Nabila terjatuh karena tubuh om-om itu tinggi dan besar


"Tidak apa-apa cantik. Lebih sering ditabrak kamu itu lebih baik" Dengan ciri khas mabuk pria itu langsung memegang tangan Nabila dan menariknya


"Om aku kan udah minta maaf... Tolong lepasin" Nabila memberontak


"Kenapa?.. Aku akan membayarmu mahal sayang. Hanya untuk menemaniku sebentar saja kau setuju" Pria itu sudah menunjukan mata tidak baik padanya


"Om Bisa tidak sopan sedikit. Aku tidak mau kasar pada orang tua tapi kalau om kurangajar aku akan lebih kurangajar lagi"


"Haha manis sekali. Tadi kau pura-pura menabrakku dan Sekarang sok jual mahal"


"Om tolong jaga sikap anda. Aku akan teriak"


"Om lepasin aku.. Toloooong,, Tolooong" Nabila terus memberontak. Tapi karena tubuh pria itu besar Nabila sama sekali tidak bisa melawannya


"Teriaklah sayang. Tidak ada yang mendengarmu disini" Dia membawa Nabila kesebuah ruangan yang terlihat seperti kantor


Ya Tuhan.. Bagaimana ini.. Kakak aku mohon cari aku hiks hiks


Nabila dilempar kelantai dengan sangat kasar sampai lututnya memar. "Aaaww" Nabila meringis kesakitan


"Ada apa sayang? Apa caraku Mencintaimu salah" Pria itu mencengkram kuat pipi Nabila


"Sakiiit!!! Apa salahku,, Kenapa kau sejahat ini, Aku sudah minta maaf tadi, Dan aku tidak sengaja hiks hiks"


"Ooohhh kenapa kamu menangis.. Apa ini menyakitkan?.. Kalau begitu bagaimana dengan ini" Pria itu berusaha menciumnya tapi Nabila menghindar dan menendang daerah reproduksinya


"Aaaaaaaahhhh sial wanita ja**ng beraninya kauuuu!" Pria itu memukul Nabila. Tapi karena dia sudah kesakitan dan lemah jadi Nabila bisa menghindar

__ADS_1


"Kemari kau ib**s kecil, Kau belum tau siapa aku" Dia berusaha menggapai Nabila lalu menarik bajunya sampai sobek dan terlihat sebagian perutnya.


Tapi tetap Nabila masih bisa menghindar. Dia mengambil botol wine diatas meja dan memecahkannya untuk alat perlindungan agar pria itu tidak berani mendekat


"Mundur kau. Kalau tidak aku akan membunuhmu" Nabila teriak dengan tangan yang bergetar


"Waahh kau pikir aku takut. Aku semakin tertarik dengan gadis tangguh sepertimu.. Dan lihat tubuhmu. itu sangat indah sayang"


"Aku serius dengan kata-kataku aku akan menusukmu jika kamu mendekat"


Yatuhan Aku sangat takut.. Maafkana ku jika aku membunuhnya karena tidak a**da pilihan lain..


***


Ditempat lain sudah lima belas menit Nabila tidak juga kembali.. Shakil sudah tidak bisa fokus dengan rapatnya padahal ini adalah proyek besar dan sangat menguntungkan. Tapi pikirannya blenk. Hanya nama Nabila yang terus berputar diotaknya dengan perasaan yang tidak tenang tanpa permisi lagi dia mencarinya dan berlari ketoilet


Dengan sigap Haris juga mengambil alih tugasnya karena dia tau Shakil diposisi yang tidak baik.. Dan jika diteruskan pun hasilnya sama saja akan berantakan...Tapi tidak ada bedanya dia juga tiba-tiba sangat khawatir dengan Nabila yang memang tidak mungkin ke toilet selama itu tidak kembali. Dengan sejuta alasan akhirnya Haris bisa membubarkan rapatnya dan melanjutkan kembali dilain waktu. Lalu dia menyusul tuanya ketoilet


"Bagimana? Sudah anda temukan. Nona meninggalkan ponsel dan tasnya?" Tanya Haris setengah berlari membawa barang-barang Nabila


"Tidak ada. Kemana dia pergi" Shakil memukul dingding dengan keras


"Tempat ini tidak luas harusnya tidak sulit mencarinya" Haris mengeluarkan kaca mata andalannya yang selalu dibawa kemana pun dia pergi


Kaca mata itu khusus dirancang untuk mendeteksi jejak-jejak yang sulit dikenali. Seperti didik jari contohnya.. Tapi tidak mungkin juga dia memeriksa sidik jari dulu agar tau siap saja yang tadi ada disana. Ini akan membuang banyak waktu. Lagipula Haris juga tidak tau sidik jari Nabila


"Apa anda tau Nona pakai sepatu merek apa?" Tiba-tiba ide Brilliant melintas di kepala nya. Dia yakin dijejek sepetu Nabila pasti ada mereknya


"Aku tidak tau merek apa tapi sepetu itu berwarna putih dan berlogo dua sayap" Shakil berusaha mengingatnya


"Saya tau" Haris langsung mendeteksi lantai dengan kacamata canggihnya dan benar terlihat banyak jejek sepatu yang memang sudah tak jelas bentuknya. Haris terus berjalan mengikuti beberapa jejek dan setelah di lorong sepi baru terlihat dengan nyata jejek yang dia carai


"Kesini tuan" Haris berlari terus menelusuri larong itu karena terlihat jelas hanya ada dua jejak sepatu saja...


Bersambung❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2