
Haris sengaja melewati Nova karena bukan hal yang tepat untuk bertemu dengannya saat ini. Walaupun ingin sekali dia berbicara dengan Nova tapi bagi nya masih ada waktu lain untuk itu..
Namun siapa sangka malah Nova sendiri yang sadar kalau ada Harris melintas dengan acuh di depannya...
"Ehemm.... Ternyata kamu bisa menunjukkan sisi cu'ekmu pada ku juga ya? Luar biasa" Nova tersenyum kecil dalam arti meledek Harris
"Kedatanganku kesini hanya untuk pekerjaan, dan di luar dari itu sangatlah tidak penting bagi ku" Haris masih melanjutkan langkahnya...
"Sebenci itukah dirimu padaku, sampai tidak mau menatap sedikitpun wanita yang pernah kau mencintai.. Oh atau mungkin MASIH KAU CINTAI" Perkataan Nova kali ini langsung menghentikan langkah kakinya..
"Hebat!!!!.. Kau mengatakan cinta seolah kau wanita yang paling sempurna di dunia ini.. Walaupun urusan kita belum selesai tapi untuk minta penjelasan darimu bukanlah hal yang penting lagi bagiku"
"Wow.. Aku sangat terkejut... Dari mana kau dapat kekuatan untuk berargumen denganku? Dan urusan apa yang belum kita selesaikan sayang???" Nova menyentuh pipi Harris dengan nada menggoda..
"Mungkin menurutmu urusan kita sudah selesai saat di pengadilan hari itu, tapi urusanmu dengan ibuku sama sekali belum kau selesaikan" Dengan kasar Haris menepis tangan Nova
"Ahh.. Sekarang kau sedikit lebih kasar. It's oke ,, Dan ya.. Ibu mertua yang sangat baik.. Ya Tuhan...!!! Bahkan dia lebih baik dan ibuku sendiri.. Tapi sayangnya tidak ada yang perlu ku jelaskan kepada ibumu, karena dia tahu dari awal cintaku hanya untuk 1 pria saja"
"Tentu saja,, Bahkan cinta itu sendiri yang akan menghancurkan hidup mu"
"Menarik... Apakah kau sedang mengutuk ku?"
"Hahaha... Tanpa aku mengotori mulutku dengan mengutukmu, Bukankah kau sendiri sudah merasakan kalau kehancuran itu ada di depan mata?"
"Apa maksudmu??"
"Nova...Nova... Jangan pura-pura bodoh dengan apa yang sudah kau lihat di depan mata... Sampai detik ini pun sama sekali kau belum menemukan kebahagiaan itu... Dan malah sebaliknya, kau semakin jauh untuk menggapai kebahagiaan mu"
"Kamu memang pria yang menjijikkan!!!" Nova kesal dengan kata-kata Haris yang menunjukkan memang kebahagiaannya kini sangatlah jauh
"Bukankah kau lebih tahu aku, dibandingkan diriku sendiri? Aku bahkan bisa lebih menjijikan lagi dari pada ini"
"Aku membencimu!!!" Nova memukul dada Haris berkali-kali
"Baiklah Nona Nova!!" Haris mencengkram kuat kedua tangan wanita itu dengan jarak wajah yang berdekatan menatapnya penuh kebencian "Masih banyak urusan penting yang harus aku kerjakan..
Dan untukmu!!!! Cepat sadarlah, lalu bangun dari mimpi-mimpi mu" Haris menghempaskan Nova begitu saja sampai terdorong ke dinding
"Kau pria kejam!!!" Nova teriak "Sikap seperti ini tidak akan ada wanita yang ingin dekat denganmu"
__ADS_1
"Oh benarkah? Tapi kenyataannya sangat mengecewakanmu"
Sial!!! apakah sekarang dia sudah menemukan wanita yang benar-benar dia cintai seperti mencintaiku dulu?
"Kenapa kau diam?? Aku pikir kau tidak akan tertarik dengan apa yang aku katakan itu"
"Cih... Aku memang tidak pernah tak tarik sedikitpun dengan kehidupan pribadi mu.. Tapi setelah kau menghinaku tadi. Sekarang aku berinisiatif untuk menghancurkan apa yang menjadi kebahagiaanmu"
"Luar biasa... Aku sangat senang dan juga menantikan bagaimana cara kau menghancurkanku untuk yang kedua kalinya" Haris meninggalkan Nova di teras sendirian tanpa menoleh ke belakang lagi karena perasaannya kini sudah hilang sepenuhnya pada gadis itu
Di Ruang Makan
Semua sudah berkumpul dengan penuh keceriaan. Terutama Mira, dia sangat senang kalau Nabila ada di rumah, karena rasa sayang pada menantunya melebihi sayang kepada anaknya sendiri ..
Namun di sisi kanan meja makan terlihat ada yang canggung... Mungkin bagi Amir, Mira dan Shakil ini biasa tapi tidak dengan Nabila. Meja makan yang biasanya penuh dengan canda tawa dan keceriaan kini malah jadi kaku tanpa suara
Ini sebenarnya ada apa sih?? Kok jadi pada diam semua ya? Asisten haris juga tumben dia tidak rusuh
"Kakak" Nabila berbisik"
Eh dia mendekatiku? Bukannya dari kemarin tidak mau sedekat ini?
"Kenapa sayang??" Shakil balik berbisik dengan penuh keceriaan
"Karena ada satu hal yang kamu tidak tahu dan tidak perlu tahu"
"Ih jahat banget, aku kan jadi enggak nyaman makan kalau suasananya seperti ini" Nabila mencari alasan agar Shakil mau mengatakannya
"Kakak akan menceritakan semuanya tapi nanti dan tidak di sini" Shakil mengangkat kedua alisnya agar Nabila tidak marah
"Janji ya?" Nabila meyakinkan
"Kepala kecil ini tidak perlu memikirkan apa-apa... lagi pula tidak akan cukup untuk menampungnya nanti" Shakil mengelus-ngelus kepala Nabila seperti seorang ayah mengelus kepala anaknya
"Kakaaaaakk" Merengek manja "Janji dulu"
"Iya sayangku"
Dengan senang hati Shakil akan menceritakan apa yang terjadi asalkan Nabila mau dekat dengannya malam ini.. Dan dia akan mendapatkan keuntungan besar hanya dari sebuah gosip
__ADS_1
"Senangnya melihat kalian mulai akur lagi seperti ini" Mira yang terus melebarkan senyumannya melihat anak dan menantunya
"Tentu saja, dia tidak akan tahan lama-lama jauh dariku" Dengan bangganya Shakil memamerkan kedekatannya lagi padahal dengan topangan ingin menceritakan kisah orang lain
Nabila hanya tersenyum tapi memang sangat aneh rasanya, mual yang terus menerus mengganggunya saat dekat dengan Shakil kini tiba-tiba menghilang setelah dia kembali dari Pulau... Menurut dokter itu berpengaruh dari cuaca atau angin laut yang membuat dia masuk angin dalam keadaan hamil.. Karena ketidaknyamanan dengan rasa mualnya maka dari itu Nabila lampiaskan pada Shakil
Setelah selesai makan kini Nabila melepaskan rasa lelah dan rindunya dengan melakukan panggilan video bersama ketiga teman-temannya yaitu Anna, Rei dan Romi di halaman belakang...
Tapi tak sengaja dia melihat Nova yang tiba-tiba memeluk suaminya dari belakang... Nabila sangat terkejut tapi dia masih memperhatikan apa yang akan dilakukan selanjutnya, dan juga penasaran dengan ekspresi Shakil pada wanita itu bagaimana, agar dia tidak salah paham pada suaminya nanti
"Apa yang kau lakukan?" Dengan keras Shakil melepaskan tangan Nova yang melingkar di dadanya
"Kau pasti tahu apa yang ingin sekali aku lakukan!!!" Dengan nada sedih masih tidak terima kalau Shakil sudah menikah
"Siapa yang mengijinkanmu ada di rumah ini?" Dia membalikkan tubuhnya menghadap Nova
"Itu bukan hal yang penting untuk dipertanyakan. Saat ini aku ingin sekali memelukmu"
"Kenapa kau tidak balik lagi ke masa lalumu daripada terus-menerus menggangguku seperti ini?"
"Shakil,,, Please jangan menanyakan hal yang kau sendiri tahu apa jawabannya,,, Di dunia ini tidak ada yang paling aku cintai selain kamu... Tapi kenapa kau malah menikahi anak kecil itu???... Kenapa kau tidak menolak untuk dinikahkan dengannya?"
"Hahaha.. Sekarang kau yang jangan menanyakan hal yang bukan urusan mu" Shakil tidak mau berlama-lama meladeni Nova karena akan menimbulkan masalah pada Nabila jika dia tahu apa yang baru saja wanita itu lakukan
"Shakil aku masih berbicara denganmu!!!" Nova meninggikan nada suaranya agar pria itu menoleh kembali, tapi sayang tidak sesuai dengan harapannya
"Kau bisa bicara denganku kalau kau mau!!!.... Mungkin aku bisa menyampaikannya pada Kakak nanti saat waktunya tepat" Nabila berlagak polos tidak tahu apa yang terjadi tadi, pura-pura mendukungnya
"Nabila kau!!!!?" Nova terkejut saat mendengar suara Nabila di belakangnya
"Iya ini aku? Kenapa ekspresi wajahmu seperti melihat hantu? Apa aku semenakutkan itu?"
"Ti... Tidak... Tadi aku hanya berbincang saja karena sudah lama kamu tidak bertemu"
Dan tiba-tiba Haris datang menghampiri keduanya... Dia khawatir kalau Nova akan mengatakan hal yang tidak-tidak untuk mengganggu rumah tangga majikan nya
"Permisi nona tadi tuan mencarimu"
Pandangan mata Harris langsung tertuju pada Nova seolah-olah menusuk dan membunuhnya.. Begitupun dengan Nova wajahnya terlihat penuh dengan kebencian sama seperti suasana di meja makan tadi
__ADS_1
Wow Menarik... Ada apa dengan mereka? seperti memang pernah ada masalah sebelumnya,,, Tapi bisa aja sih,,, Mungkin Haris juga risih sama curut gatal ini...
bersambung ❤️❤️❤️