ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
77. Cemburu


__ADS_3

Mereka langsung menuju keruang makan. Karena sebenarnya Alex mengundang Shakil makan malam dirumahnya itu atas perintah ibunya. Dan sangat kebetulan sekali bagi Shakil mengajak Nabila juga untuk membuktikan kalau Lexa hanya masalalunya


"Silahkan duduk nak" Ibunya alex sudah mempersilahkan mereka berdua duduk di kursi makan. Yang memang sudah dipersiapkan berbagai jenis makanan kesukaan Shakil dan lexa dulu


"Malam semuanya?" Dari arah pintu masuk Alex datang masih dengan pakaian medisnya


"Malam" Dijawab serempak


"Hi Nabila apa kabar?" Alex menyapa Nabila dengan senyum manis


"Aku baik. Dokter bagaana kabarnya?" Nabila pun membalas sapaanya


"Seperti yang kamu lihat" Alex menunjukn kalau tubuhnya sangat bugar


Nabila hanya tersenyum tak melanjutkan lagi pembicaraan mereka. karena dibawah meja lutut shakil sudah menyenggol-nyenggol laki Nabila


"Kalian sudah saling kenal?" Tanya ibunya


"Iya bu? Gadis cantik inip pernah jadi pasienku" Dengan bangga Alex ingin menunjukan kalau dia akrab dengan gadis secantik Nabila


"Kau tidak menanyakan kabarku?" Ketus Shakil


"Haha. Ayaolah bro. Baru tadi pagi kita bicara apakah kau sangat merindukanku lagi.. Dan ingin aku memelukmu sekarang?"


"Cih.. Kau bikir aku cowo apaan?" Shakil menggidik geli disertai dengan tawa manis Nabila. Tidak habis pikir kenapa tingkahnya seperti anak kecil.


"Kau ini.. sangat menggemaskan. Aku mencintaimu emmuah" Dengan melangkah meninggalkan mereka Alex memberikan kecupan jarak jauh pada Shakil yang membuatnya semakin geli


Haha Orang dewasa yang sama-sama eror seperti anak kecil


Nabila dan ibunya Alex tertawa melihat tingkah kocak mereka berdua


"Sudah pergi jauh-jauh sana. Kau mengganggu waktuku bersama ibu" Shakil mulai risih melihat Alex yang dari tadi terus senyum-senyum pada Nabila


***


Mereka memulai makan malam setelah Alex kembali bergabung dengannya. Dan kenapa bisa-bisanya dia malah duduk dekat Nabila padahal sudah ada Shakil disisi sebelah kanannya


"Apakah kursi sebelah sana sudah penuh. sampai kau harus duduk berjajar seperti kita sedang naik kereta api?" Shakil mulai mencium bau-bau PDKT Alex pada Nabila. dengan gelagatnya yang terus menatap lekat pada istri kecilnya itu


"Kakak apa sih" Nabila berbisik malu melihat sifat Shakil yang kekanak-kanakan

__ADS_1


"Kau senang kan? Dihimpit dua pria sekaligus seperti ini?" Shakil balas berbisik dengan kata-kata yang tidak masuk akal


Nabila menginjak kuat kakinya karena dia kesal Shakil mengatakan itu "Aaww. Apa kamu sudah gila?" Shakil masih berbisik


"Hentikan kekanakan kakak atau aku injak lebih keras lagi" Ancam Nabila


"Sadis sekali kancilku"


Mereka berdua asik bertengkar tanpa disadari Alex dan ibunya terheran-heran melihat pertengkaran kecilnya


"Kalian ini kenapa?" Tanya ibu


"Tenanglah bu.. Mereka memang selalu seperti ini tidak Pernah akur" Alex menjawab seolah-olah dia sudah lama kenal dengan Nabila


Cih dia bicara seakan-akan aku tidak pernah manis pada istriku sendiri. Jika aku tau sikap Alex pada kancilku akan seperti ini. aku tidak akan mengajaknya tadi**


Pertengkaran mereka berakhir denagn dimulainya makan malam. Tapi Shakil tampak tidak tenang dengan Perhatian Alex tentang makanan yang akan dimakan Nabila karena khawatir alerginya akan kambuh.


Nabila juga sedikit risih dengan sikap Alex yang menurutnya sangat berlebihan. Apalagi ditambah dengan melihat wajah Shakil yang sudah berubah kesal


"Ini Sudah cukup" Nabila menahan Alex memberikan makanan dipiring Nabila


"Dia bisa ambil sendiri kalau dia mau.. Kau tidak perlu repot mengambilkannya" Shakil berkata dengan ketus


"Kalau begitu kenapa kau tidak mengambilkan untuk ku sekalian?" Protes Shakil


"Sudah-sudah! Kenapa bertengkar seperti ini. Kalian seperti anak kecil saja" Ibu tersenyum melihat tingkah kedua pria yang ada disisi kanan kiri Nabila


akhirnya mereka berhenti berdebat setelah nabila memutuskan pindah duduk kedekat ibunya Alex. Baru makan malam mereka dilaksanakan dengan tenang meskipun dibawah meja kaki mereka saling menendang satu sama lain tapi kedua wanita itu haya bisa menggelengkan kepalanya saja


Makan malam selesai. Ibu mengajak Nabila dan Shakil keruang keluarga sambil menikmati minum teh dan beberapa makanan penutup. Raut wajah Nabila masih santai walaupin ibu menceritakan banyak hal tentang Shakil dan Lexa. Sedangkan Shakil sudah sangat ketakutan kalau Nabila akan marah nantinya


Huh seindah itukah kisah cinta mereka? Tapi kenapa wajah kakak masih saja datar seperti ini seperti dia tidak peduli. Apa yang sedang ingin dia ingin tunjukan padaku?


Alex juga menunjukan beberapa album poto kebersamaan mereka dengan Lexa. dan shakil hanya terus tersenyum menatap Nabila dan memperhatikannya. yang nabila sendiri tidak mengeluarkan ekspresi apa pun. Tidak ada yang membuatnya cemburu karena dia melihat wajah Shakil yang masih tetap sama memandangnya dengan manis..


Waktu sudah hampir larut. Shakil dan Nabila memutuskan untuk pulang karena pembicaraan mereka sudah sangat menguras emosi Shakil yang melihat Alex terus berusaha mendekati Nabila.


Bukannya Nabila yang cemburu karena mereka mengunjungi rumah Lexa. Ini malah kebalik Shakil yang cemburu melihat Nabila dekat dengan Alex.


"Baiklah ibu. Terima kasih atas jamuannya semuanya benar-benar sangat enak" Basa basi Shakil pada ibunya Alex

__ADS_1


"Ibu yang terima kasih. Kamu sudah meluangkan waktumu untuk bertemu ibu"


"Bu.. Nabila pulang ya. Terima kasih untuk Semuanya" Nabila juga berpamitan


"Sering-sering mampir kesini. Ibu akan sangat senang ditemani gadis cantik seperti kamu" Ibu memeluk Nabila merasakan dan kalau dia sedang memeluk lexa


"Iya ibu. Aku akan sering mampir jika ada waktu" Dan mereka saling melepaskan pelukannya


"Nabila? Hati hati dijalan" Ucapa Alex sambil mengulurkan tangannya pada Nabila. tapi dengan cepat Shakil yang menjabat tangannya


"Terima kasih.. Aku pasti akan hati-hati" Shakil menjawabnya


"Aku bukan berbicara padamu?" Alex menarik tangannya dengan kasar dan ingin menjabat tangan Nabila kembali tapi lagi-lagi Shakil mengacaukanya dengan menarik tangan Nabila lalu pergi meninggalkan rumah itu


"baiklah ibu, Alex. Bye!!!" dengan terus berjalan dia melambaikan tangannya.


Alex sama sekali tidak curiga hubungan mereka walaupun sikap Shakil berlebihan pada Nabila. didalam pikirannya mungkin karena Shakil terlalu sayang dengan Harun jadi memperlakukan anaknya juga seistimewa itu.


Berhubung Haris tadi langsung pulang tanpa menunggu tuannya. Jadi Shakil yang akan mengemudi mobilnya. Ini membuat Nabila akan leluasa ngobrol dengannya "Apa maksud kakak dengan mengajakku kesini?"


"Apa lagi? Kalau bukan menunjukan padamu seberapa besar cintaku pada Lexa" Shakil masih emosi dengan sikap Alex "Dasar gadis bodoh tidak kah dia lihat betapa cemburunya aku melihat Alex yang terus berusaha mendekatinya?. Dan sekarang dia malah bertanya apa maksudku mengajaknya kesini? cih" Shakil bergumam sendiri yang memang terdengar oleh Nabila


"Aku denger lho yang kakak katakan?" Nabila tersenyum bahagia melihat Shakil yang cemburu padanya


"Baguslah" Masih dengan nada ketus yang membuat Nabila semakin suka untuk menggodanya


Ini yang ingin dia tunjukan padaku Kalau Lexa sudah jadi kenangan untuknya? Apa ini mungkin? Haha.. Lucunya sikap kakak seperti ini. Dengan wajah tampannya malah berubah jadi imut.


"Kenapa kau senyum-senyum sendiri? Apa kamu jadi tidak waras sekarang?"


"Apa salahnya. Bukankah tadi sangat menyenangkan?" Goda Nabila


"Apanya yang menyenangkan?, Haha tentu saja. Kau senang kan Alex terus menggodamu?"


"Iy lah!! kalau tidak mana aku tau kadar cinta seseorang padaku." Maksud Nabila tanpa Alex dia tidak Kan tau seberapa besar cinta Shakil padanya.


"Istri tidak tau malu. dia menggodamu di depanku tapi kau malah menyukainya?"


"lho bukan kah kakak juga tadi senyum-senyum waktu kak Alex menceritakan masalalu kakak dengan Lexa?"


"Apa?" shakil terkejut "Ternyata sebodoh ini gadis yang aku nikahi. Tidak kah kamu lihat aku tersenyum hanya saat melihatmu saja? Dan apa katamu tadi? Kak Alex? Siapa yang mengijjnkanmu memanggilnya Kakak hah? Dia bukan kakakmu"

__ADS_1


"Lho bukankah kakak juga bukan kakakku tapi tetap kan aku juga panggil kakak? Lalu aku harus panggil dia apa. masa aku panggil dia sayang si?" Nabila menggoda Shakil yang tiba-tiba ngerem mendadak ...


Bersambung❤❤❤


__ADS_2