ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
136. Kebohongan jadi rumit


__ADS_3

Riasannya selesai.. Nabila yang tadinya jarang mengaplikasikan make up di wajahnya dan sekarang sungguh sangat luar biasa, dia nampak seperti bidadari dari kayangan dengan balutan gaun pengantin putih dan aksesoris putih juga...


Saat dia melihat kecermin hampir saja tidak mengenali dirinya, Nabila benar-benar sangat berbeda mungkin karena bawaan hamil juga jadi membuatnya semakin cantik..


Jangankan Shakil, Harris pun tidak berkedip melihat betapa pangling nya Nabila sampai Shakil mengusap matanya


"Tutup matamu"..


"Tuan, hari pernikahan itu adalah bonus di mana semua orang akan menatap pada pengantin wanita walaupun di sisi dia ada suaminya"


"Tidak boleh!!!... siapa pun tidak ada yang boleh menatapnya lebih dari satu kedipan"


"Kalau begitu untuk apa dia di make up..dari awal harusnya jangan repot-repot memilih gaun pengantin yang terlibat dengan makhluk jadi-jadian tadi"


"Untuk membuat dia bahagia karena berdandan seperti ini adalah satu kali seumur hidupnya"


"Anda yakin ini akan satu kali seumur hidupnya?" Haris mengejek


"Kauuu!!"


"Hahaha" Secepat kilat dia langsung berlari menghilang dari hadapan Shakil


Dibibir pantai


Shakil memilih resepsi pernikahannya di pantai karena akan sulit menampung banyaknya orang yang akan datang di pesta pernikahannya kalau dia memilih hanya di gedung ataupun di hotel saja.. mulai dari kerabat, tetangga, teman arisan sosialita Mira, teman Amir dan Shakil, kolega-kolega bisnis dari dalam ataupun luar negeri mereka undang,


Dan tepat di jam 9 pagi saat ini semua tamu undangan sudah berdatangan memenuhi area pantai


Seperti biasanya adat pengantin, Nabila dan Shakil tiba menelusuri karpet putih jalur ke pelaminan yang penuh dengan taburan kelopak mawar putih juga... Keduanya menjadi pusat perhatian betapa serasinya Shakil dan Nabila walaupun usia mereka berjauhan tapi sama sekali tidak terlihat jomplang.. bahkan siapapun akan iri betapa sempurnanya pasangan itu


Setelah segala puji syukur dipanjatkan oleh MC akhirnya aba-aba untuk memberi selamat kepada kedua mempelai pun dimulai..

__ADS_1


Tidak semua pengunjung memberi selamat kepada mereka karena Shakil membatasi hanya orang-orang tertentu saja, Dia takut Nabila akan kelelahan dengan banyaknya orang


Di tempat lain


Amir sibuk dengan teman-temannya yang tidak sempat memberi selamat pada pengantin jadi menyapa dirinya.. dan sangat kebetulan Dekan Nabila ikut menghadiri pesta itu.. betapa bahagianya Amir dapat bertemu dengan Rudi sahabat yang seperti keluarganya sendiri.. Hilir mudik mereka berbicara kesan kemari melepas rindu keduanya


Tidak lama kemudian Haris menghampiri Rudi "Anak kurang ajar" Dia menepuk punggung Harris dengan kencang "Apa hidupmu sekarang sudah enak jadi tidak pernah mengunjungi kami??" Sungguh tidak disangka ternyata Rudi yang sebagai dekan Nabila itu adalah ayahnya Harris


"Maafkan aku papa" Dengan sopan Haris tertunduk padanya.. mungkin selain Amir dan Shakil orang yang paling dia takuti itu adalah kedua orang tuanya juga


"Kenapa kau memarahinya.. Dia sekarang sudah menjadi anakku" Amir membela Harris


"Inilah!!! Kau terlalu memanjakannya sampai dia tidak kekurangan kasih sayang seorang ayah" Sedikitpun Rudi tidak merasa kecewa bahkan dia sangat senang kalau Haris bersama Amir


"Setelah tuan muda bulan madu aku akan mengunjungi kalian.." Itu memang sudah diperhitungkan oleh Harris kalau dia akan pulang ke rumah papanya saat utusan Shakil selesai


"Berikan papa kabar kalau kamu ingin pulang,, ibumu pasti akan sangat bahagia.."


Bruuk


Anna sampai terjatuh, dan untungnya pasir pantai yang lembut tidak membuatnya terluka. sontak ketiganya nya terkejut dengan reflek Harris membantu Anna untuk berdiri...


"Maaf Tuan, nyonya aku tidak sengaja karena tidak memperhatikan jalan" Pria itu memang sedang memainkan ponsel jadi dia tidak melihat kalau di depannya ada anak yang melintas


"Tidak apa-apa,, Aku baik-baik saja" Anna mengatakan itu sambil membersihkan kan tubuhnya dari pasir-pasir yang menempel


Lalu datang lagi seorang wanita menghampiri mereka, yang adalah istri orang itu. "Kenapa kau selalu memainkan ponsel Saat berjalan.. sifat burukmu ini akan membahayakan orang lain nantinya" Istri orang yang menabrak Anna lalu meminta maaf padanya "Maaf nak!!! suamiku ceroboh" Dia melihat pada wajah anak dan samar-samar seperti pernah melihatnya "Kau?? Bukankah kamu adalah wanita yang hamil waktu di tempat sosis bakar itu kan?" Haris dan Anna saling melempar pandang "Ya Tuhan bagaimana suamiku ceroboh itu, Apakah tidak apa-apa dengan kandungan mu? Tuan aku benar-benar minta maaf dan merasa tidak enak pada istri anda" wanita itu sangat ketakutan kalau gadis yang suaminya tabrak akan mengalami keguguran


Mulut Haris seakan-akan kaku, dia tidak dapat berbicara apa-apa karena melirik ke arah Amir dan Rudi yang membulatkan matanya nya dengan ribuan pertanyaan


Waduh kenapa jadi seperti ini.. jomblo karat ini akan mengamuk padaku... Anna tamatlah sudah riwayatmu"

__ADS_1


"Hei kau gadis pembawa masalah.. Aku tidak mau tahu bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah ini" Haris berbisik pada anak


"Kamu gila ya?? Di sini ada dekkan ku, kalau aku jujur telah berbohong pada orang ini aku akan kena masalah" Anna balas berbisik


"Tapi kalau kau melanjutkan drama suami istri ini maka nama baikku yang akan jadi taruhannya"


Eheeem


Rudi berdehem Dia sedang menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulut Harris....


"Sebenarnya..." Harris baru saja akan berkata jujur pada papanya dan Amir tapi spontan Anna langsung memeluk tangan Harris


Aku harus menyelesaikan masalahnya dulu dengan ibu-ibu ini dan selanjutnya akan kupikirkan jalan lain untuk menjelaskan pada Dekan


"Tidak apa-apa nyonya, Aku sama sekali tidak ada masalah dengan kandungan ini jadi tidak perlu khawatir aku tidak akan memperpanjang apa yang sudah terjadi.. ya kan sayang?" Anna semakin mempererat genggaman tangannya


Gadis ini benar-benar sudah gila bagaimanapun cara untuk menjelaskannya nanti pada papa


"Baiklah terima kasih, sekali lagi saya minta maaf" si sang penabrak tadi lalu meninggalkan mereka


"Haris!!!" Rudi memanggil namanya dengan nada yang tidak biasa, sedangkan Amir masih belum mengerti apa sebenarnya terjadi pada Haris.. Kenapa tiba-tiba bisa sampai menghamili Anna sahabat menantunya


Wow ternyata Dekan mengenal si jomblo karat juga.. Kalau begitu terlanjur berbohong Ya Sudahlah teruskan saja daripada ada aku di-cap murid yang tidak baik


"Eh dekan maaf... Perkenalkan ini suamiku" Dengan tanpa ragu Anna memperkenalkan Haris pada Rudi


"Haris!!!" lagi-lagi Dia memanggil nama anaknya untuk mendapatkan jawaban yang tepat


"Papa ini tidak seperti yang kau bayangkan.. aku akan menjelaskannya nanti tapi tidak sekarang.. Aku tidak mau acara pernikahan tuanku jadi kacau hanya karena masalah ini"


Apa papa? Apa ini maksudnya?

__ADS_1


bersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2