
Acara makan malam telah selesai. Nabila yang puas hati memojokkan Haris tersenyum lebar di bibir mungilnya. Sedangkan Anna tersipu malu didepan Mira dan Amir tapi menggerutu didalam hatinya memaki pria sombong, sok popular, dan merasa paling sempurna itu
Karena malam semakin larut Amir mendesak Anna agar tetap tinggal dikediamannya sampai besok pagi tapi Anna bersikeras ingin pulang, dia tidak enak kalau berlama-lama di sana.
Amir tidak bisa memaksanya lagi, bagaimanapun ada keluarga yang sedang menunggu di rumahnya. Tapi sebagai seorang ayah walaupun tidak memiliki anak perempuan, kekhawatirannya sangatlah tinggi meskipun anak orang sekalipun, maka dari itu Amir memerintahkan Haris untuk mengantarnya
"Tidak perlu repot-repot Om aku bawa mobil sendiri" Anna menolaknya bukan karena tidak enak hati tapi karena orang yang akan mengantarnya nanti
Gila,,,!!! gue bisa pulang tinggal nama kalau dianter sama si jomblo karat itu,, sekeras apapun Gue Harus bisa menolaknya
"Tenang saja Haris sudah jinak, kamu akan sampai rumah dengan aman" Amir merlirik pada Haris disertai dengan senyuman tipis di bibirnya
"Om bisa aja,, maksud aku bukan itu kok!! Aku cuma nggak mau merepotkan siapapun di sini" Anna mencoba menolaknya lagi dengan lembut
"Apakah kamu merasa direpotkan??" Pandangan Amir tertuju pada Harris
"Tentu tuan...Maaf maksud saya Tentu saja tidak tuan!!" Dengan gagah perkasa sedikit jutek dia menjawab dengan lantang seperti mendapat tugas negara dari seorang presiden
Cih aku tahu, kau bukan salah bicara tapi memang itu maksudmu... Anna
Tentu saja aku sangatlah keberatan karena orang yang akan aku antar adalah gadis yang paling merepotkan,, Kalau bukan tuan besar yang memintanya tentu saja aku tidak akan mau mengantarnya
"Kamu mendengarnya sekarang? sudah jangan banyak menolak lagi Tidak baik seorang gadis pulang malam-malam sendirian"
__ADS_1
kali ini Anna tidak bisa lagi menolaknya, pertama memang akan sangat berbahaya baginya pulang sendiri bila larut malam, dan yang kedua 2 sangat tidak enak menolak niat baik Amir yang sudah begitu perhatian padanya
Anna pun berpamitan pada Nabila, Shakil dan Mira... lalu dia masuk kedalam mobilnya setelah banyaknya perdebatan dengan Haris karena Anna duduk di kursi belakang,, Akhirnya dia pun mengalah daripada tidak selesai-selesai "Kamu pikir aku ini supirmu dengan cara kau duduk di belakang" Itulah perkataan Haris pada Anna setelahlah duduk di sampingnya
Pria yang sangat menyebalkan, Dia pikir aku sudi duduk berdampingan di sebelahnya seperti ini??
Dengan sengaja Haris melajukan mobilnya sangat kencang. Niat mengerjai Anna agar dia ketakutan dan memohon-mohon pada Harris untuk berhati-hati tapi rencananya buyar setelah melihat Anna yang tiba-tiba tegang, kejang, lalu pingsan...
"Ya Tuhan,, Ada apa dengan gadis ini??, dia pingsan atau bagaimana? Oh tidak jangan-jangan dia pobia dengan kecepatan, apa yang harus aku lakukan sekarang"
Haris menghentikan mobilnya lalu menepuk-nepuk pipi Anna, khawatir terjadi apa-apa karena ulahnya. tapi sedikitpun Tidak ada respon darinya dan ini membuat dia semakin khawatir bagaimana cara membawa Anna pulang kalau keadaannya seperti ini
"Hey Nona!! buka matamu ini sama sekali tidak lucu!!" Haris masih menepuk-nepuk lembut pipi Anna . "Ingat aku bukan pria yang mudah kau bohongi, aku diangkat jadi asisten pribadi tuan muda Karena keahlianku untuk melawan musuh-musuh mereka.. dan aktingmu yang seperti ini sama sekali tidak lucu, ayo cepat buka matamu atau aku akan tinggalkan kamu di sini"..
"Baiklah kalau kau tidak mau bangun juga aku akan meninggalkanmu di sini sendiri... Kau bukan hanya gadis rusuh tapi juga sangat merepotkan ku..." Haris berpikir sejenak Dan teringat sesuatu "Air!!.... Tidakkah di mobil ini ada air?.. Ah sial... Gadis macam apa yang aku bawa sekarang! bahkan air pun tidak ada di dalam mobilnya.. Aahh.. ceroboh sekali dia.." karena tidak ada air dalam mobil Anna mau tidak mau Akhirnya Haris pun harus keluar dari mobil itu dan berencana untuk mencari toko terdekat, hanya inilah pertolongan pertama yang bisa dia lakukan sekarang...
Setelah kira-kira 5 meter jauhnya Dia berjalan klakson mobil Anna berbunyi
Tiiinn...tiiinn..
Haris menoleh kebelakang dan ternyata mobilnya sudah dinyalakan kembali dengan lampu sen yang menyorot pada dirinya...
"Apa???.. Kenapa bisa??"
__ADS_1
Anna membuka kaca mobil sambil menjulurkan lidahnya blwweeee dan melajukan kencang kendaraan itu untuk meninggalkan Harris
"Daaaah...!!! Jomblo karat!!!... Hahaha terima kasih karena sudah mengkhawatirkanku, kau manis sekali!!!!" Anna berteriak dengan terus melajukan mobilnya meninggalkan Harris sendiri di tempat yang memang akan jarang taksi lewat
"Hei gadis rusuh dan Berdada rata!!! beraninya kau menipuku.. Kembali kau kesini dan aku akan membunuhmu!!!" Haris pun ikut berteriak agar Anna mendengarnya tapi respon gadis itu hanya melambaikan tangan dari kejauhan yang hampir saja sudah tidak terlihat lagi mobilnya
"Oh tidak... Aku Haris asisten perusahaan ternama yang tidak pernah ada satu orang pun yang berani menipuku, dan sekarang harus kalah dengan gadis kecil!! kurang ajar sekali dia,,, lihat saja kau!!!! aku akan menghaluskan seluruh tulang lunak mu" Gondok rasanya Haris karena sudah tertipu dengan kepolosan Anna, Baru saja tadi dia merasa bersalah saat Anna pingsan dan begitu mengkhawatirkannya tapi semuanya tiba-tiba hanya settingan saja
Dia pun pulang dengan rasa kesal dan dendam yang begitu membara tapi sedikit aneh rasanya kenapa bisa-bisanya tertipu oleh seorang gadis kecil yang yang tidak mengerti apa-apa selain hanya kesibukan kuliahnya dan juga dance
Aaagggrrrr...!!!
Haris menggeram sambil menendang bebatuan yang ada di pinggiran jalan. lebih disesali lagi tidak ada satu kendaraan pun yang melintas di sana. ditambah dengan baterai ponselnya juga ikut habis.. lengkap sudah penderitaan nya malam ini. sudah habis-habisan dikerjai oleh Anna dan sekarang mau tidak mau dia harus mencari tumpangan walaupun sejauh mungkin kakinya terus melangkah. tapi inilah resikonya yang dia tempuh saat ini
***
Di tempat lain Anna yang masih mengemudi, tak henti-hentinya terus tertawa bahagia karena sudah berhasil mengerjai seorang Haris yang sangat menyebalkan baginya. dia juga merasa menang atas pertarungan yang baru saja terjalin hari ini
"Oh Tuhan!!!! Betapa baiknya dirimu padaku!!! hahaha... Aku sangat puas dengan melihat wajah kesalnya tadi.. seumur hidup aku belum pernah menertawakan penderitaan orang lain tapi kali ini kenapa begitu sangat menyenangkan"
Akhirnya Anna mengemudi mobilnya dengan sesekali tersenyum-senyum sendiri mengingat hal gila yang baru saja dia lakukan tadi tanpa memikirkan bagaimana resikonya besok karena telah menipu orang yang seharusnya tidak terlibat apapun dengannya
Bersambung❤️❤️❤️
__ADS_1